BOOKS RECOMMENDATIONS

The Lost Symbol (Dan Brown)

March, 2nd 2010

The Lost Symbol (Dan Brown)

Seseorang bernama Mal'akh (artinya "malaikat" dalam bahasa Ibrani) baru saja dilantik untuk posisi tinggi di Freemasonry. Sementara, di tempat yang lain, Robert Langdon menerima undangan untuk berbicara di sebuah acara di Capitol Building, Washington. Undangan yang ternyata palsu. Peter Solomon, teman Langdon yang kaya raya dan juga anggota Freemasonry, adalah orang di balik undangan palsu tersebut. Setibanya Langdon di Washington, Peter malah ditemukan terbunuh dengan posisi sedang menunjuk potret George Washington dari tahun 1865. Di tangannya terdapat cap simbol Freemasonry. Langdon akhirnya harus menghadapi Mal'akh yang memiliki motif mencari kuil tersembunyi Freemasonry. Kuil itu, menurut kepercayaan si 'malaikat', bisa membuatnya melakukan transformasi.

Seperti pada Da Vinci Code dan Angels and Demons, Dan Brown masih mengangkat Robert Langdon sebagai tokoh sentral. Washington dipilih menjadi latar belakang tempat karena kota ini konon banyak diwarnai kepercayaan Freemasonry. Sejumlah presiden Amerika, seperti Benjamin Franklin, Teddy Roosevelt, Harry Truman, dan Gerald Ford dikenal sebagai anggota Freemasonry. Dengan riset yang mendalam—seperti pada novel-novel sebelumnya—, The Lost Symbol sungguh brilian. Dan, tentu saja, kontroversial!

Fast Track:

Penerbit: Bentang
Harga: Rp126.500 (Soft Cover), Rp160.000 (Hard Cover)

   Bagikan  

0 Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.