All Access Pass, Merekam Aksi Panggung Musisi Indonesia
June, 16th 2011
92 foto dokumentasi konser musik musisi Indonesia ada dalam satu buku; ‘All Access Pass’ karya Muhamad Asranur.
Dibuka dengan foto seorang laki-laki bertopeng telentang diatas kerumunan penonton yang sebagian besar tampil dengan kaos hitam, ‘All Access Pass’ mulai berkisah tentang suasana konser musik cadas. Selanjutnya Asra mengajak kita masuk ke dalam berbagai macam panggung konser. Bisa panggung musik indie atau bukan.
All Access Pass bukan cuma mengajak kita ikut ‘nonton’ konser lewat foto, tapi juga merasa seolah-olah ada disana dan larut dalam suasananya. Ekspresi wajah musisi sukses direkam Asra yang dihadirkan lewat lensa kamera dan ketepatannya memilih tempat memotret dan tentunya momen. Mengutip kata pengantar yang ditulis Adib Hidayat, energi Asra untuk menyusup ke berbagai lini panggung yang tak terpikirkan oleh lensa kamera fotografer lain seolah tak terbatas.
Di Aksara Kemang tempat Asra meluncurkan buku 13 Juni lalu, dia sempat buka rahasia bagaimana membidik ekspresi musisi saat diatas panggung. Bagi Asra, untuk mendapatkan ekspresi yang tidak semua orang bisa menangkap momen dimulai dengan ikut menikmati lagu yang dimainkan musisi tersebut.
Meski mungkin terbilang sulit karena mengerjakan dua hal dalam satu waktu, saya akui Asra sukses melakukan multi tasking job itu. Hasilnya bisa dilihat dibeberapa halaman, misalnya di halaman 14. Melihat foto aksi panggung Arian 13, vokalis band Seringai melompat sambil mengepalkan tangan ke arah penonton dengan wajah yang membuat kita bisa membayangkan kalau saat itu Seringai sedang membawakan lagu yang ‘memancing emosi’ bukan cuma si vokalis tapi juga penonton.
Selain atraksi diatas panggung yang biasanya berupa lompatan, mimik wajah adalah hal lainnya yang menarik untuk di potert. Tentunya Asra juga menangkap momen itu. Beberapa penyanyi yang tampak sedang ‘total-totalnya’ berkespresi sukses ditangkap Asra. Ketepatan Asra menangkap ekspresi musisi di atas panggung kembali hadir di halaman 52, Dira Sugandi. Lewat foto itu kita bisa ikut merasakan totalitas yang dilakukan Dira sebagai penyanyi jazz.
Asra juga menampilkan foto yang terbilang nyeni. Di halaman 93 Asra memotret salah satu personil Soulvibe yang sedang lompat. Fotonya diambil dari belakang dan tampak asap-asap yang kerap hadir di atas panggung. Terlihat unik, seolah subjek foto itu akan lompat, masuk dalam lorong waktu.
Penutup, All Access Pass menampilkan foto Rekti si vokalis The Sigit yang sedang telentang diatas panggung. Seolah menandakan usainya satu pertunjukan. Usai juga Asra menampilan perjalanan karya fotografi dari panggung ke panggung dalam kurun waktu 2008-2010.
Tak semua foto dalam buku ini diberikan caption, ini tentu karena fotonya sendiri sudah bercerita. Tanpa perlu satu patah kata pun kita yang melihat sudah tahu foto itu bertutur tentang apa.
Tentang Muhamad Asranur
Seorang juru foto yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi panggung. Sewaktu tinggal di San Fransisco ia kerap jadi fotografer untuk Spin, majalah musik di Amerika, media musik online, juga majalah dan Koran lokal disana.
Bersama Else-Press, Asra bekerjasama menerbitkan All Acces Pass, salah satu dari rangkaian serial buku Intersection. Inilah memoir pribadi Asra yang secara keseluruhan berdiri sebagai dokumentasi konser musik musisi Indonesia.
Contact the writer at nevy.elysa@mediasatu.com
Follow her on Twitter
0 Comments
Be the first to comment.