The Adventures of Young Indiana Jones
December, 27th 2010
Harrison Ford sukses membuat karakter Indy terkesan mythical. Tapi, tak ada karakter macam itu dalam serial TV buatan George Lucas ini. Sebagai gantinya, ia menyuguhkan karakter yang realistis, dalam balutan script yang bertalian dengan sejarah dunia.
The Adventures of Young Indiana Jones merupakan prekuel yang menceritakan masa kecil Indiana Jones (Indy) sebelum era Ford. Indy kecil terpaksa mengikuti ayahnya, profesor Henry Jones Sr. yang mesti keliling dunia untuk mengajar. Ia ditemani sang ibu dan Miss Seymour, seorang guru privat yang ditugaskan untuk mengajar Indy selama di perjalanan. Dalam perjalanan keliling dunia itulah Indy dihadapkan pada berbagai situasi tak terduga. Dan, perjalanan itu juga menumbuhkan ketertarikan khusus terhadap arkeologi.
Serial ini mengambil setting di berbagai negara pada awal abad 20. Tema cerita dan setting tempatnya selalu menarik. Sebut saja India, Afrika, Rusia, Perancis, hingga Yunani. Tapi, yang terbaik --dan menjadi kekuatan utama-- serial ini bukan berasal dari situ. George Lucas, dengan cerdas, membuang semua elemen mistis dalam Indiana Jones dan mengganti dengan elemen sejarah. Indy, dalam setiap episode, dipertemukan dengan figur-figur menarik. Di Vienna ia bertemu Sigmund Freud dan Carl Jung dan berdebat soal filosofi cinta, di Paris ia bersua dengan si ultra-arogan Pablo Picasso, lalu ia juga bersinggungan dengan si anti-kemapanan Leo Tolstoy di Rusia, serta bersahabat dengan sang Guru, Krishnamurti, ketika melawat ke India. Ia bahkan sempat jatuh hati dengan Mata Hari, seorang intel wanita pada masa perang dunia I yang kerap menggunakan seks sebagai metode pengulik informasi.
Pertemuan Indy dengan tokoh-tokoh itulah yang jadi daya tarik utama serial ini. Script cerita dibuat dengan serius dan hati-hati. Ini membuat kemunculan tokoh-tokoh tersebut tak hanya menghibur, tapi juga memberi refleksi atas kontribusi yang mereka berikan terhadap dunia dan manusia. Karenanya, The Adventures of Young Indiana Jones bisa masuk dalam kategori tontonan yang mendidik.
Contact the writer at bayu.maitra@mediasatu.com
Follow him on Twitter
0 Comments
Be the first to comment.