Rabbit Hole

Rabbit Hole

Setiap orang punya caranya sendiri-sendiri berekasi pada satu hal, terutama kehilangan karena kematian. Film berdurasi 100 menit dimana Nicole Kidman tak hanya bermain tapi juga ikut jadi Produser ini, berkisah tentang rasa kehilangan dan bagaimana berdamai dengan rasa itu.

Kehilangan Danny yang baru berusia 4 tahun membuat hidup sepasang suami-istri Howie (Aaron Eckhart) dan Becca (Nicole Kidman) berubah. Becca makin jauh dari suaminya, dan mencari cara mengatasi kehilangannya. Meski berusaha tegar, ia berubah jadi sarkastik ketika orang-orang disekitarnya mulai menyinggung tentang kematian, terutama kematian Danny.
Sementara, Howie juga punya cara mengatasi kehilangan. Setiap hari ia berusaha menonton video Danny yang direkamnya di hand phone. Satu-satunya cara yang Howie anggap bisa jadi jalan untuk dia dan istri mengatasi kehilangan Danny adalah ikut supporting group yang juga kehilangan orang-orang terkasih. Tapi, lagi-lagi Becca sinis pada grup itu. Howie lebih sering datang sendiri kesana dan justru membuatnya terpikat pada salah satu anggota supporting group.

Mengintai pelaku penabrak Danny dan berusaha akrab dengannya adalah pilihan yang diambil Becca untuk mengatasi kesedihannya. Becca selalu menyediakan waktunya setiap hari bertemu Jason (Miles Teller), dan siap mendengarkan kisah impian Jason yang dituangkan dalam komik.

Apakah itu jalan yang dipilih Howie dan Becca berdamai dengan mengatasi kematian Danny?

Sebelum diangkat ke layar lebar, film yang disutradarai John Cameron Mitchell ini sudah sukses di atas panggung drama. Kemampuan David Lindsay-Abaire menuliskan naskah dan akting yang ditunjukkan pemain-pemainnya membuat Rabbit Hole terasa nyata. Bisa jadi Anda adalah ‘korban’ film ini, teraduk perasaannya dan ikut larut dalam kehilangan yang dialami Becca dan Howie.