Biutiful (2010)

Biutiful (2010)

"Bagaimana cara mengeja 'beautiful', Pa?" tanya Ana. Lalu, Uxbal menjawab, "Seperti bagaimana melafalkannya." Dan, berjudul begitulah film berdurasi dua jam ini; Biutiful.

Berlatar tempat di Barcelona, Spanyol, Biutiful mengisahkan kehidupan Uxbal bersama dua anaknya--Mateo dan Ana. Uxbal menjalani hubungan kompleks dengan sang istri, Marambra, yang menderita bipolar. Sebuah on-off relationship.

Kehidupan Uxbal terkendali di awal cerita. Ia punya apartemen untuk tempat tinggal ia dan dua anaknya. Ia berpenghasilan cukup dari pekerjaannya sebagai perantara mereka yang baru meninggal dengan keluarga yang ditinggalkan--Uxbal memiliki kemampuan untuk melihat roh. Juga, di sisi lain, ia punya pekerjaan sampingan mengkoordinasi penjualan barang-barang bajakan yang dijalankan orang China dan Afrika.

Semua berjalan baik, sampai akhirnya ia divonis menderita kanker prostat. Hidupnya diperkirakan tidak lama lagi; tidak lebih dari beberapa bulan. Dari sinilah hari-hari penuh desakan tiba. Uxbal mulai bekerja lebih keras mengumpulkan uang sebanyak yang ia bisa untuk bekal hidup Ana dan Mateo jika ia sudah tiada. Ia bahkan mencoba untuk berdamai dengan Marambra, yang kesehatan jiwanya tidak stabil.

Film karya sutradara Alejandro González Iñárritu dan berbahasa Spanyol ini berhasil menangkap keputusasaan dan tindak impulsif Uxbal di akhir hidupnya. Pelajaran yang paling menarik perhatian adalah bahwa selalu sulit untuk meninggalkan, bahwa pada akhirnya rela adalah jalan keluar paling baik untuk menghadapi kenyataan yang pahit.

 

Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com