HOT SEAT

Maylaffayza, Berbagi Sukaria Melalui Musik

January, 29th 2010 |  by  Astri Darmayanti  | 4

Kabarnya, ada sebuah virus bernama "Sukaria" sebuah karya terbaru dari seorang wanita violis, Maylaffayza, berupa musik dengan flavour unik. Saya pun berbincang-bincang dengan wanita ayu ini.

I actually think music is life, life is music. I actually think music is life, life is music.

Hidup seperti orkestra. We meet people with different instrument. Hidup seperti orkestra. We meet people with different instrument.

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Bagaimana awalnya Anda diperkenalkan dengan instrumen biola?

Awalnya, biola itu diberikan paman saya, (alm.) Iswan Sutopo saat usia saya 9 tahun. Sejak kecil, orangtua maupun keluarga memang tahu bahwa saya punya minat besar di dunia seni. Setelah belajar, akhirnya saya fell in love sama biola.

Siapa yang menjadi role model Anda dalam bermusik?

Kalau pemain biola, rasanya guru-guru saya pasti jadi role model, ya. Misalnya, Idris Sardi dan Sharon Ang. Kalau di luar guru, saya suka Regina Carter, Miri Ben-Ari, dan Stephani Grapelli. However, sebenarnya ada inspirasi untuk bermimpi sejak saya kecil, yaitu Michael Jackson. Itu sebabnya lagu-lagu saya dinamis. Sampai sekarang, single terbaru "Sukaria" itu sangat perkusif. Itu karena dasarnya saya memang menyukai dance.

Bagaimana proses terciptanya "Sukaria"?

Bulan Oktober tahun lalu saya mulai membuat lagu tersebut, bersamaan dengan memulai olahraga yang dulunya saya benci; lari. Setelah dua bulan, ternyata saya bisa menempuh jarak lari 5K, dan sampai sekarang jarak lari saya terus bertambah. Nah, semangat olahraga itu mempengaruhi pembuatan lagu tersebut. Beat-nya membuat kita ingin lompat-lompat. Lagu itu sendiri membuat orang tahu kalau olahraga itu enak banget. Kemudian, Desember 2009, saya mulai promo ke 18 radio di Jakarta. Sebagai produser, saya ketemu langsung dengan music director di setiap radio. Untuk "Sukaria", saya gratiskan berupa free download karena lagu ini untuk di-share to people. It’s about sharing the joy as well.

Anda punya blog (www.maylaffayza.multiply.com) berisi kumpulan tulisan. Apa pernah berpikir untuk menulis buku?

Kalau menulis, sebetulnya ingin sekali. However, beda ya feel saat kita mau produce buku dan menulis di blog yang bisa sesuka kita. Buku lebih banyak pertimbangan. Saya sendiri kalau membuat buku inginnya tentang wisdom. Tapi, idenya berangkat dari Twitter, karena saya orang yang suka filsafat dan suka memberikan wisdom berdasarkan pengalaman pribadi dengan my own language.

Mengapa baru sekarang Anda mengeluarkan single baru, setelah terakhir pada 2008?

Album pertama, kan, 2008. Album berikutnya, ya, nggak bisa langsung keluar. Sebab, kami harus mempromosikan album yang pertama dulu. It takes time untuk mempromosikan itu; media maupun segi show. Yang harus diingat adalah masyarakat menganggap musik saya terlalu advanced untuk orang Indonesia, dan ada persepsi bahwa biola itu kompleks dan lain-lain. Jadi, buat saya, setahun adalah waktu yang cepat untuk mempromosikan sebuah materi yang advanced di Indonesia.

Apa rencana selanjutnya tahun ini?

Kami sedang bekerja sama untuk Ring Back Tone (RBT), sedang mengurus kontraknya juga. Akan ada juga campaign activity, show dari kota ke kota, dan video klip. Intinya, saya ingin memaksimalkan "Sukaria" dulu. Rencananya, tahun ini saya akan membuat mini album.

Dalam "Sukaria", terdapat elemen-elemen sound berbau olahraga. Apakah hal ini berhubungan dengan ajang Piala Dunia tahun ini?

Saat membuat lagu itu, sih, saya belum terpikir tentang Piala Dunia. Lebih ke rasa suka dan rasanya semangat olahraga memang terbawa ke dalam lagu itu, terdapat part lagu saat ada suara ooweeo yang terasa seperti suasana di lapangan sepakbola. Jadi, ternyata pas untuk excitement of welcoming the event and sport.

Bagaimana Anda menghubungkan musik dengan kehidupan?

I actually think music is life, life is music. Misalnya, dalam orkestra, hidup seperti orkestra. We meet people with different instrument. Mereka memainkan instrumen yang berbeda, tapi bermain dalam satu komposisi dan harmoni. Nah, komposisi itu adalah kehidupan.

 

Follow the writer on Twitter

contact: astri.darmayanti@mediasatu.com

Bookmark and Share

4 Comments

reza puspo

February, 8th 2010

Ada yang tahu gak sih, gimana sampe dia bisa mendapatkan nama yang unik itu "Maylaffayza" ??

Aksara

February, 9th 2010

Mayla=My Love
Fayza= bapak ibunya kalo nggak salah
bener gak?

Rudiana

February, 9th 2010

Test Gan...

Jeany

February, 9th 2010

Wah, saya baru tahu ada pemain biola seperti dia. Sepertinya namanya masih kurang terdengar ya? tapi baguslah kalau Indo punya bakat-bakat baru. Likes the article, but i'm curious to see the colored pic:)

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.