TRAVEL STORY

Journey To The Land of Kimchi, Part One: The Beautiful Sokcho and Sorak

February, 6th 2010 |  by  Darwita K. Karin  | 0

Saya mengajak Anda berkunjung ke Korea Selatan untuk melihat pesonanya, mencoba roller coaster kayu tertinggi di dunia, mencoba pakaian Hanbok, dan makan Kimchi sepuasnya.

Korea Selatan mungkin belum sepopuler Jepang sebagai tujuan wisata. Tapi, cobalah tengok sebuah negeri yang letaknya hanya berseberangan dengan Jepang itu. Dijamin, Anda akan mendapatkan sensasi yang tak kalah dengan Jepang. Negeri kimchi ini kaya akan nilai budaya, pesona alam, serta menjanjikan berbagai hiburan dan tempat belanja seru. Yang terpenting, semua bisa Anda dapatkan tanpa harus menyediakan dana menyesakkan, seperti Jepang.

Berada di Timur Asia, Korea diapit dua negara yang berpengaruh dalam sejarah perjuangannya. Di Barat, China, dan di Tenggara, ada Jepang. Kisah perjuangan Korea begitu panjang hingga akhirnya merdeka pada 1945. Tak selesai sampai di sana, penderitaan berlanjut saat terjadi perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan pada 1950–1953. Korea Selatan sempat mengalami krisis ekonomi pada 1980-an. Perokonomian mulai bangkit pada 1988 ketika Olimpiade diselenggarakan. Kini, Korea Selatan dijuluki Macan Asia berkat perkembangan ekonominya yang pesat di segala sektor. Tak tanggung-tanggung, Korea Selatan diramalkan akan membalap perekonomian Jeman, Inggris, dan Prancis dalam waktu kurang dari satu dekade.

Perjalanan saya di Korea Selatan dimulai di sebuah kota kecil yang tenang bernama Sokcho. Perjalanan menuju Sokcho ditempuh satu setengah jam dari Seoul melalui jalan darat. Tempat pertama yang saya dikunjungi adalah Daejanggeum Theme Park di Yangju, Gyeonggido. Tempat ini merupakan studio tempat pembuatan drama Korea berjudul DaeJangGeum produksi Stasiun Televisi MBC. Serial yang menampilkan setting era Dinasti Chosun ini begitu digandrungi sejak ditayangkan pertama kali pada September 2003. Situs wisata ini boleh dibilang miniaturnya Korea pada zaman dahulu. Di sana, saya diajak berkeliling untuk melihat 200 bangunan yang terdiri dari replika istana, rumah penduduk, dan dapur kerajaan. Saya kagum melihat keseriusan mereka membuat setting serial ini! Setelah selesai di tempat tersebut, saya menghabiskan sore berjalan-jalan di Deapo Fish Market. Di sini, terdapat sederet kios yang menjual berbagai ikan laut dengan jenis yang jarang dijumpai di tempat lain. Suasana pasarnya menyenangkan. Apalagi, ditemani udara sejuk dan pemandangan laut.

Perjalanan dilanjutkan keesokkan harinya. Hari ini, saya melanjutkan wisata ke arah pegunungan yang dikenal dengan nama Mount Sorak. Bila Anda kebetulan berkunjung saat musim semi, jangan lupa untuk menyediakan pakaian hangat. Karena, di daerah pegunungan seperti Mount Sorak, suhu udara bisa turun hingga di bawah nol derajat di pagi hari.

Tujuan yang menarik di Mount Sorak adalah Puncak Gwongeungseong dan Kuil Shinheungsa. Menggunakan kereta gantung, saya tiba di kaki Gunung Sorak. Untuk mencapai puncak, saya harus berjalan kaki selama 15 menit. Beberapa yang tak kuat mungkin memilih untuk tinggal di pemberhentian kereta gantung. Tapi, saya tak rela melewatkan kesempatan ini. Walaupun saat itu angin bergemuruh dan dingin begitu menusuk, tapi begitu sampai di puncak rasa lelah segera hilang. Pemandangan di Puncak Gwongeungseong sungguh menakjubkan. Menurut legenda, di tempat ini, dua pria kuat bernama Gwong dan Gim pernah membangun istana dalam waktu semalam. Istana tersebut dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan dan pengungsian ketika tentara Mongol menyerang pada 1254. Turun dari Puncak Gwongeungseong, saya mengunjungi Kuil Shinheungsa yang dibangun pada 1770. Di daerah Gunung Sorak, banyak tempat menginap karena daerah ini populer sebagai tujuan ski saat musim dingin. Salah satu penginapan yang dapat dikunjungi adalah Hotel Phoenix Park. Lagi-lagi bagi yang menyukai drama seri Korea, tempat ini bisa menjadi tempat yang tepat untuk berkhayal bertemu dengan Wonbin di serial Endless Love. Ya, salah satu kamar di hotel ini memang menjadi lokasi syuting drama seri terkenal itu.
Matahari telah meninggalkan bumi, saatnya untuk tidur dan melanjutkan perjalanan esok hari. Jangan lewatkan lanjutan perjalanan saya ini di edisi berikut!

Bookmark and Share

0 Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.