TRAVEL STORY

Say Hi to Phuket

February, 6th 2010 |  by  Martin Johnindra  | 0

Saya berkelana selama tiga hari menjelajahi sebuah pulau kecil di selatan Thailand. Simak catatan perjalanannya berikut.

James Bond Island yang legendaris James Bond Island yang legendaris

Bangla Road yang selalu ramai saat malam hari Bangla Road yang selalu ramai saat malam hari

Chalong Temple Komplex Chalong Temple Komplex

Bangkok Hospital Bangkok Hospital

Deretan Limestones yang indah Deretan Limestones yang indah

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Day 1: Sawasdee! Welcome To Phuket!

Pada Desember 2009, Air Asia dan Tourism Authority of Thailand mengajak saya melihat dan merasakan sendiri berbagai sensasi menarik di Pulau Phuket, Thailand. Kesempatan ini diawali dengan menjadi penumpang penerbangan perdana Air Asia rute Jakarta–Phuket non-stop. Lalu, sesampainya di Phuket, destinasi pertama adalah Central Festival—mal terbesar di Phuket yang memiliki hampir 250 butik dengan berbagai koleksi brand ternama. Usai window shopping, saya beranjak menuju Patong area, kawasan turis paling 'hidup' di Phuket. Untunglah, hotel saya terletak di kawasan ini juga, yakni Patong Resort Hotel.  Terletak tak jauh dari bibir pantai, dan tentunya, pusat keramaian di Patong.
Malam harinya, saya menjelajahi kawasan Patong, khususnya Bangla Road yang merupakan 'titik nadi'-nya. Ini merupakan sebuah jalan lebar dan panjang yang dipenuhi toko, bar, dan resto. Tak ketinggalan, di sinilah tempatnya lady boy show yang ‘dinantikan’ banyak turis.

Day 2: Tour de City

Hari kedua saatnya untuk city tour. Tempat pertama yang dituju adalah Chalong Temple di Muang District yang dibangun pada 1800-an. Kompleks ini memiliki beberapa temple besar dengan banyak koleksi patung Buddha bernuansa emas di dalamnya. Selepas dari sana, saya beranjak ke Bangkok Hospital. Ternyata, saat ini, Pemerintah Thailand sedang memajukan industri kesehatannya dan menjadikan Phuket sebagai destinasi utama. Hal ini bisa dilihat dari berbagai fasilitas kedokteran modern dan terdepan di rumah sakit ini.
Saat malam menjelang, saya menikmati live show para lady boy di Simon Cabaret yang sangat ternama. Pertunjukan yang berlangsung sekitar sejam lebih ini sungguh menarik dan seru. Seusai acara, Anda pun dapat berfoto dengan mereka. Dan, oh ya, jangan lupa menyiapkan tips.

Day 3: Let's Go To Phang Nga!

Hari ketiga diisi dengan menjelajahi gugusan pulau karang di Phang Nga, sebuah destinasi eco-tourism di sisi timur Phuket yang sangat tepat untuk Anda yang menyukai petualangan. Perjalanan dimulai dengan naik boat dari Pier menuju Phang Nga Bay selama hampir dua jam. Sesampai di Phang Nga Bay yang indah, saya berkesempatan melihat James Bond Island, yakni pulau karang yang pernah menjadi lokasi pembuatan film The Man with the Golden Gun-nya James Bond. Setelah itu, saya berpindah lokasi ke pulau karang lainnya. Di sana, saya menikmati sea-canoeing sambil memasuki gua karang yang dramatis dan menegangkan. Ada satu gua yang hanya bisa dimasuki kala air laut sedang surut. Itu pun harus merebahkan tubuh di canoe jika tidak mau terkena karang yang tajam. Sungguh petualangan tiada duanya!
Sekembali ke Phuket, show spektakuler yang memadukan manusia, binatang, dan teknologi di Phuket Fantasea menjadi pilihan untuk hiburan di malam hari.  Show yang usai pukul 23.00 menjadi 'acara penutup' penjelajahan tiga hari saya.  Phuket benar-benar sebuah 'mutiara' menawan di Laut Andaman.

 

Follow the writer on Twitter

Contact: martin.johnindra@mediasatu.com

Bookmark and Share

0 Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.