Stuck at Cimaja: Lihat Indahnya Laut dari Ketinggian
February, 6th 2010 | by Bayu Maitra | 18
Apa yang terbayang oleh saya sebelum bertolak ke Cimaja ialah ombak besar, terik matahari, angin kencang, awan gemuk, dan langit biru. Takdir berkata lain.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Pelajaran pertama. Sebelum traveling, hendaknya kita melihat perkiraan cuaca. Ini perlu, jika tak ingin kecewa. Saya adalah contoh nyata. Perjalanan ke kawasan Cimaja, Pelabuhan Ratu, pada 16–17 Januari lalu sangat di luar ekspektasi.
Nama Cimaja memang baru terdengar beberapa tahun belakangan. Terima kasih untuk para bule yang keranjingan surfing dan gemar mengeksplorasi spot baru. Seiring berjalannya waktu, nama Cimaja kian menggema tak hanya di kalangan surfer, tapi siapa pun yang punya ketertarikan terhadap laut. Anak muda, bapak-bapak, wanita berbikini, siapa saja. Daerah itu berkembang pesat, ditandai dengan menjamurnya tempat penginapan yang salah satunya adalah Vila Karang Aji, tempat saya menginap.
Pagi di hari pertama saya tiba, Cimaja diguyur hujan lebat secara konstan. Rasa pesimis mulai menyeruak ketika setelah dua jam menunggu hujan tak juga reda. Saya menanyakan perihal cuaca ini pada Pak Karno, penjaga vila. Dengan sedikit optimisme yang tersisa bahwa hujan akan reda, ia menjawab datar, ”Wah, di sini sudah tiga hari hujan lebat. Bakal seperti ini terus.” Nice answer, Pak.
Alhasil, saya menghabiskan hari pertama untuk mengeksplorasi penginapan. Vila Karang Aji bukan sembarang vila. Ia bangunan dengan desain unik, terbuat dari kayu Bankarai asal Kalimantan, disusun tiga lantai dengan sepuluh kamar, plus satu rumah pohon yang disewakan. Mereka punya beragam fasilitas menarik, mulai dari jacuzzi, alat-alat gym, hingga fusball dan pool table. Selain itu, ada menara tempat kita bisa melihat pemandangan sekitar dengan perspektif 360°. Sangat menarik.
Kamar terbaik di vila ini letaknya sedikit menjorok ke depan. Atapnya berbentuk kubah warna-warni yang menyita perhatian setiap orang. Hal terbaik dari kamar ini adalah keberadaan teras pribadi dengan view laut bebas dari ketinggian sekitar 300 m. Dari sini, laut di bawah awan mendung malah terlihat anggun sekaligus misterius. Saya melihat laut yang tertutup kabut putih sepanjang mata memandang, dengan gigiran bukit yang samar-samar terlihat di kanan-kirinya. Di dekat bibir pantai, ada puluhan perahu nelayan serta penangkaran ikan yang mengingatkan saya akan scene dalam film-film perang laut kolosal. Ini cantik sekali.
Hari kedua diawali dengan cuaca cerah yang mengundang saya untuk segera melarikan diri ke pantai di seberang vila. Saya mengambil beberapa gambar lansekap, perahu nelayan, serta beberapa potret warga setempat. Pantainya bagus dan bersih, meski tanpa pasir putih. Selanjutnya, yang saya lakukan ialah ‘main air’. Kebetulan, hari itu ombaknya cukup bagus, hingga mengundang beberapa surfer untuk mengujinya.
Sangat disayangkan, cuaca ini tak bertahan lama. Satu jam kemudian, langit kembali memuntahkan hujan deras. Ini berlangsung hingga siang hari, saat saya sudah harus check out dari Vila Karang Aji. Tak bisa disangkal, ini membuat beberapa agenda yang telah disusun jadi berantakan, termasuk agenda mengunjungi pemandian air panas di Cisolok. Apa boleh buat, dengan sedikit kecewa, saya pun mengarahkan mobil dengan satu tujuan, Jakarta.
Fast Track
Vila Karang Aji
Kampung Ciwaru, Cimaja, Pelabuhan Ratu
Kontak: Johannes Widjaja (johannes@karangajibeach-cimaja.com)
Harga: Rp250.000–Rp400.000
Follow the writer on Twitter
Contact: bayu.maitra@mediasatu.com




wulan
February, 8th 2010
gue pernah tuh stay di Karangaji, keren banget tempatnya, unik / ajaib tapi seru! View nya ngga ada duanya deh.