HOT SEAT

Shanty & Tompi

February, 11th 2010 |  by  Astri Darmayanti  | 4

Dua Karakter dalam Satu Alunan

Tompi produsernya, maka ada sentuhan Tompi-nya Tompi produsernya, maka ada sentuhan Tompi-nya

Album ini enerjik, seperti yang gue tangkap dari seorang Shanty Album ini enerjik, seperti yang gue tangkap dari seorang Shanty

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Dalam album terbaru Shanty, Bintang Utara, hadir sosok Tompi sebagai produser dan ‘lawan’ nyanyi. Saya berbincang-bincang dengan mereka di sela jadwal super sibuk keduanya.

Kenapa baru sekarang Anda membuat album lagi?

Shanty: Sebenarnya, sih, menurut gue, waktu dua tahun untuk membuat album sangat normal. Justru lebih sulit kalau setiap tahun ada album. It takes a lot untuk membuat album. Apalagi kalau mencari lagu yang cocok. Ibarat seperti cari pacar, ‘kan?
Tompi: Dua tahun bukan waktu yang lama untuk solois. Apalagi, Shanty ini tipikal orang yang terlalu detail. Untung album ini rekaman sama gue. Kalau sama orang lain, akan lebih lama lagi. Ha-ha-ha.

Apa perbedaan album ini dengan album Shanty terdahulu?

Shanty: Karena Tompi produsernya, maka ada sentuhan Tompi-nya. Tapi, yang jadi single pertama justru yang benar-benar belum pernah gue buat, yaitu ada feel padang pasir, Mediterania, dan semacamnya.
Tompi: Album ini enerjik, seperti yang gue tangkap dari seorang Shanty. Dia orang yang penuh energi, maka musiknya juga harus enerjik.

Kenapa memilih Tompi sebagai produser?

Shanty: Awalnya gue nggak kepikiran, karena image dia sangat jazzy. Lalu, manajer kami sekarang bilang kalau Tompi punya tiga lagu demo tidak bertuan, dan akhirnya gue ngobrol bareng Tompi. Awalnya, gue ingin membuat mini album. Tapi, akhirnya jadi full album. Jago banget dagangnya Aceh yang satu ini.
Tompi: Logikanya, sih, begini ya, jual satu CD yang isinya 10 lagu dengan CD yang isinya tiga lagu itu sama. Gue nggak akan men-charge dia mahal-mahal, kok. Nggak murah, tapi nggak mahal juga. Ha-ha.

Bagaimana proses rekaman album ini?

Tompi: Gue kalau mengerjakan album memang lumayan cepat. Album yang sebelumnya gue kerjakan juga dua bulan selesai. Nah, saat gue mengerjakan album Shanty ini, pokoknya kami kejar-kejaran waktu. Soalnya sama-sama sibuk. Begitu bisa ketemu, Shanty yang biasanya take vocal butuh 6 jam, gue buat jadi 2 jam. Dan itu ternyata bisa dilakukan.
Shanty: Kami rekaman di studio Tompi, dan studio itu studio rekaman terunik yang pernah gue gunakan. Tidak ada sekat di antara ruang vokal dan monitoring. Jadi, Tompi benar-benar duduk di sebelah gue. Dan, karena headphone-nya hanya satu, dia mengontrol vokal gue pakai kupingnya. Kuping bionic kali. Ha-ha.

Bisa ceritakan tentang lagu “Penggoda Cinta”, duet kalian?

Tompi: Awalnya, gue buat lagu ini baru nadanya aja, dan gue cocokkan dengan gaya Shanty untuk liriknya; sesuatu yang bitchy, tapi berkelas. Lagunya tentang menggoda laki-laki. Nah, karena Shanty yang nyanyi, maka kesannya laki-laki yang menggoda dia.
Shanty: Gue belum pernah membuat sesuatu seperti yang ada dalam album ini. Prinsip gue di setiap album adalah membuat sesuatu yang belum pernah dibuat sebelumnya dan selalu eksplorasi. Gue menghindari dibilang ”gitu-gitu aja”.

Tantangan terbesar dalam pembuatan album ini?

Shanty: The biggest challenge adalah mencari pasangan duet. Eh, ternyata waktu Tompi nyanyi, cocok banget. Satu lagi, pas bikin video klip, ada koreografi yang harus dipelajari. Di dalamnya terdapat unsur tarian India, dan kita latihan fisik dua kali seminggu untuk persiapan. It's very sensual, tapi tidak vulgar.

Feel seperti apa yang akan dirasakan pendengar terhadap album Bintang Utara?

Shanty: Biasanya, kalau dengerin album, gue inginnya saat sedih ada lagunya sendiri, senang ada lagunya, saat jatuh cinta ada lagunya, saat patah hati ada lagunya. Nah, dalam album ini, semua tema itu ada, juga emosinya. So, if you buy Bintang Utara, all your emotions are in it, mewakili semuanya.

Apa, sih, yang harus dibenahi soal masalah pembajakan musik di Indonesia?

Shanty: Album gue sudah keluar bajakannya, lho. Jangan sedih! Kami sebagai musisi, kan, mencari duit dari royalti. Kami mohon kesadaran para pembeli, jangan beli album bajakan. Itu saja, there’s nothing else we can do. It's like never ending war.
Tompi: Menurut gue, ada plus-minusnya. Plusnya, musik kami dicari orang. Tapi, ya, kalau memang pendengar respect dan mengharapkan kami membuat sesuatu yang lebih baik lagi nanti, tolong beli yang asli. Kami kembalikan lagi ke masyarakat, mau kualitasnya yang seperti apa. Antara bajakan dan asli kan beda.

Bookmark and Share

4 Comments

shalin

February, 11th 2010

ouch, tangannya yg interview nongol tuh. :p

jabiwabi

February, 11th 2010

gak ada demo lagu ya? ada link nya kali?

eddie

February, 11th 2010

free download please. :)

astri

February, 11th 2010

@shalin: iya biar feel ngobrol2nya lebih berasa,jadi tangan saya keliatan ;)

@jabiwabi: www.filestube.com/...g/Shanty-Penggoda-Cinta.html - :)

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.