ART & CULTURE

Furoshiki, Selembar Kain Beragam Kegunaan

February, 15th 2010 |  by  Iwan Setiawan  | 1

Seni membuntal kado dengan kain mengandung nilai seni, fungsional, sekaligus ramah lingkungan. Mau coba? Simak rangkuman berikut.

Furoshiki, kain pun bisa dikaryakan Furoshiki, kain pun bisa dikaryakan

Otukaitutumi Otukaitutumi

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Dalam rangka Eco-Product International Fair di JCC, Japan Foundation memperkenalkan furoshiki. Ini adalah kain berbentuk segi empat dengan beragam warna dan corak yang kerap digunakan untuk mengemas, menjinjing, dan menyimpan barang-barang. Dalam perkembangannya, kain tersebut bukan sekadar pembungkus kado, tapi juga menjadi tas dan dekorasi interior.

Awalnya, furoshiki digunakan di rumah pemandian umum (pusat berkumpulnya masyarakat kalangan biasa) sebagai kain pembuntal pakaian dan perlengkapan mandi pada 1600-an. Selanjutnya, penggunaan furoshiki sebagai kain pembuntal tersebar seiring meningkatnya aktivitas masyarakat pada masa itu. 

Perkembangan berikutnya, furoshiki digunakan pula saat pesta pernikahan sebagai pembuntal seserahan. Kain yang digunakan umumnya bermotif burung bangau, kipas, pohon cemara, dan ombak yang dipercaya membawa berkah dan kebahagiaan bagi penggunanya. Belakangan, penggunaan furoshiki untuk membuntal barang bawaan kembali dihidupkan sebagai gerakan untuk menjaga lingkungan sekaligus pengkajian kembali budaya tradisional Jepang; sebuah usaha penggalian kekayaan tradisi masa lalu. Bagi Anda yang ingin melihat atau belajar membuntal kado dengan kain ala Jepang ini, silakan kunjungi stan Japan Foundation-Pusat Kebudayaan Jepang dalam event EPIF.

Fast Track:

Eco-Product International Fair (EPIF)
4–7 Maret 2010
Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC)
Jln. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan

Fast Fact:

Workshop:

Gratis + mendapatkan furoshiki dari Jepang
Syarat Peserta: Siswa SMA ke atas
Pemateri:
Pakar furoshiki dari Jepang: Hiroko Handa, Satoko Ozaki, Shizue Murata
Sabtu, 6 Maret 2010 (Umum)
Sesi 1: 11.15–12.45 (60 peserta)
Sesi 2: 14.15–15.45 (60 peserta)

Minggu, 7 Maret 2010 (Umum)
Sesi 1: 14.15–15.45 (60 peserta)
- Tanda peserta dapat diperoleh gratis mulai 15 Februari 2010 pukul 10.00–12.00 dan
pukul 14.00–16.00 (Senin–Jumat/Hari Kerja).
- Setiap peserta dapat mendaftarkan maksimum 2 peserta lainnya. Pendaftaran akan ditutup jika jumlah peserta mencapai kuota. Silakan dating ke tempat pendaftaran:

The Japan Foundation
Gd. Summitmas I Lt. 3 Jln. Jend. Sudirman Kav. 61–62, Jakarta Selatan

Pameran terbuka untuk umum dan gratis
Booth AS57B, Assembly Hall, Jakarta Convention Center
4 Maret 2010      11.00–21.00
5 Maret 2010      10.00–21.00
6 Maret 2010      10.00–21.00
7 Maret 2010      10.00–20.00

*Hanya melayani pendaftaran langsung
*Peserta yang sudah mendaftar tidak diperbolehkan pindah jadwal

 

Bookmark and Share

1 Comments

sisy

February, 16th 2010

Hadiiirrr!;) org jepang itu memang kreatif kalau urusan kerajinan tangan.Mesti dicontoh nih oleh orang kita.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.