Ferdy Tumakaka, Pianis Muda dan 'Eksistensi Tangannya'
February, 18th 2010 | by Putri Ningrum | 1
Di tengah aktivitas yang padat, pianis kelahiran ’84 ini menyempatkan berbincang sedikit dengan saya tentang agenda ‘penting’-nya di Jakarta. Berikut bocorannya.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Sudah berapa lama Anda bermain piano?
Saya mulai bermain piano sejak usia 4 tahun. Berdasarkan cerita Ibu, keinginan untuk main piano itu datang dari saya pribadi. Walaupun, teriakan-teriakan Ibu tidak pernah luput mewarnai hari-hari saya. He-he.
Awalnya, saya kursus di Yamaha, lalu ke Yayasan Pendidikan Musik (YPM). Sempat terlintas untuk jadi arsitek, desainer interior, dan lain-lain, tapi saat sekolah menengah atas, saya baru yakin kalau this is what I want. Lanjut, deh, sampai sekarang jadi profesi.
Siapa yang menjadi inspirasi Anda?
Ibu Aisyah Sudiarso, pengajar di Yayasan Pendidikan Musik. Kalau tidak ada dia, saya tidak mungkin jadi seperti sekarang.
Lalu, apa saja kegiatan Anda di New York sekarang?
Sejak empat tahun lalu, saya bergabung dengan New York Theatre Ballet, setelah lulus dari Manhattan School of Music. Nah, setelah saya menjadi pianis rehearsal pengganti, mereka create music department dan saya menjadi music director pertama mereka. Selain itu, saya juga melakukan performance dengan pasangan piano yang ternyata adalah senior di Manhattan School of Music.
Bisa ceritakan sedikit tentang konser ’perkenalan’ Anda yang akan dihelat 18 Februari mendatang?
Di konser perkenalan itu, saya akan membawakan salah satunya karya dari Leopold Godovski ”In the Keraton” yang terinspirasi dari Keraton Solo. Aransemen tersebut tercipta pada 1922. Leopold adalah pianis terkenal dari Sozly, Lithuania. Melalui konser itu, message yang saya coba sampaikan adalah pada 1920-an saja sudah ada orang dari belahan dunia lain yang passionate dengan budaya kita. Kenapa kita sendiri tidak? Selain itu, saya juga akan memasyarakatkan musik klasik ke generasi muda dan mematahkan anggapan bahwa musik klasik itu disangkanya ’pusing’. Masih ada yang audible dan dapat dinikmati orang banyak, kok. You don’t have to be an expert untuk mendengarkan musik klasik. Sebab, it’s music anyway. Hopefully, pada 18 Januari ini, orang-orang bisa bilang, ”Right, you don’t have to be an expert untuk menikmati musik klasik.”
Tapi, bisa dibilang generasi muda adalah target yang sulit dibidik untuk kasus ini. Lalu, bagaimana cara Anda menyiasatinya?
Beberapa waktu lalu, saya sempat research ke berbagai party dan sempat juga perform. And there is still an appreciation, actually. Yang akan sangat membantu adalah bagaimana saya rebranding dan mematahkan image tentang musik klasik. Kalau yang mengerjakan orang muda, saya yakin musik klasik could be a hip thing! Tinggal sedikit ’sentilan’ saja and hopefully I would be able to do that.
Untuk mencapai misi Anda, tantangan apa yang tersulit?
First of all, semua perlu dana. Sebenarnya, menjadi pemusik juga seperti politikus; we have to network, politically, kita harus menjaring network untuk mencari donator-donatur yang akan membiayai semua proyek-proyek ini. Kedua, to make people come. Untuk mengambil interest mereka, bagaimana men-trigger interest mereka supaya mau datang. Last but not least adalah membuka mata dan pandangan orang tentang musik klasik yang kaku.
Siapa musisi Indonesia yang akan Anda ajak kerja sama?
Iwan Fals. Kenapa? Sebab, dia interesting sekali dan kami berasal dari dua dunia yang berbeda. And again, message-nya adalah musik merupakan medium untuk berekspresi dan seharusnya jangan dikotak-kotakkan. Lagipula, it will prove something kepada generasi muda sekarang that music is music and it doesn’t mean that musik klasik eksklusif untuk orang-orang yang ber-privileged.
Fast Track:
Konser Ferdy Tumakaka
PPHUI
Jln. HR Rasuna Said Kav. 22, Jakarta Selatan
Waktu: 18 Februari 2010
Pukul 20.00–22.00
Reservasi Tiket: 0818 499 339 (Putri) dan 08788 4473 155 (Frida)
Website: www.ferdytumakaka.com, www.ferdiko.com
Music Direction Highlights
The Workshop Theater Company, NYC, Music Director/Co-Arranger, There’s Something I Need to Tell You, a new musical in development (2005–Current)
New York Theatre Ballet, Music Director and Principal Pianist (2005–2009)
Fort Salem Theater, Salem, NY, Music Director, Quilters (2005)
CDs
Ferdy Tumakaka, Développés: Adagios for Dance (2008)
Ferdy Tumakaka, Music for Ballet Class (Cecchetti Method) (2007)
Awards
1st Prize Winner, Jakarta Piano Competition (2001)
Golden Willem Pijper Prize (2002)
Performance Highlights
Kaufman Center: Merkin Concert Hall, New York
NY City Center, New York
College d’Espana at Cité Université, Paris, Prancis
Auditorio Jose Carreras, Villa Seca (Tarragona), Spanyol
Auditorio de CAJACANARIAS, Santa Cruz de Tenerife, Spanyol




Tre
February, 18th 2010
hmm...let's see, seberapa luar biasanya dia ya.
kita buktikan di wanderer malam ini.