ART & CULTURE

Siswanto ‘Kjack’ Kodrata, Kepuasan Menari Tidak Tergantikan dengan Apa Pun

February, 20th 2010 |  by  Iwan Setiawan  | 1

Ingin jadi pembalap, malah jadi penari. Mulai dari tudingan 'kurang lelaki' hingga kurang menghidupi, semua ia hadapi. Kini, ia telah menari di dalam maupun luar negeri, jadi bintang iklan, pengajar, dan hal yang baru ia tapaki, menjadi koreografer. Simak perbincangannya.

Jack in action Jack in action

Saya bisa merasakan ecstacy tanpa menenggaknya Saya bisa merasakan ecstacy tanpa menenggaknya

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Di Indonesia, menjadi lelaki yang berkarier sebagai penari tentu tidak mudah, ya?

Ada tiga hal yang menantang ketika saya memutuskan jadi penari; soal image “kurang lelaki”, penghasilan yang minim, serta penilaian bahwa menjadi penari hanya mengandalkan otot dan senyum, bukan kecerdasan.

Saya jawab semua tantangan dengan kerja nyata, bahwa semua tidak benar. Hingga saat ini, saya masih lelaki normal, hidup sangat layak. Siapa bilang penari dengan rasa, koordinasi sesama penari, kesadaran ruang, waktu, musik, sekaligus menghafal gerakan tidak butuh kecerdasan?

Apa, sih, kepuasan yang Anda dapat dari menari?

Dari awal masuk studio latihan hingga pentas adalah rangkaian pengalaman yang tak tergantikan. Saya pernah menari di

Jepang ditonton oleh orang-orang dari seluruh dunia. Seusai pentas, saya merasakan respons dari penonton; semuanya berdiri, bertepuk tangan meriah. Hingga kini, saat saya membayangakan kembali, seluruh tubuh saya merinding dan hati saya terasa 'penuh'. Memang, tidak semua pementasan berhasil menarik hati penonton. Tapi, setiap pentas, saya bisa merasakan sensasi ectasy tanpa menenggaknya.

Selain menari, Anda mulai menjadi koreografer. Bisa ceritakan 'beda'-nya?

Baru-baru ini saya diminta membuat tarian untuk sebuah ajang festival koreografi. Untuk itu, saya banyak menyaksikan berbagai pentas tari dan berdiskusi dengan siapa saja. Seperti, Sugeng Yeah (penata artistik dan cahaya), Gerard Moestard (koerografer asal Belanda), Mas Rusdy (pengajar), dan teman-teman sesama penari. Dalam karya tersebut, saya mengangkat soal cinta. Mencintai dengan tulus, sewajarnya, tidak perlu memikirkan seseorang yang kita cintai itu mencintai kita juga atau tidak.

Jika pelukis berkarya dengan kuas, palet, cat, dan kanvas, maka sebagai koreografer, saya bekerja dengan penari, kostum, musik, properti, cahaya panggung, penonton, dan sebagainya. Sementara, sebagai penari, yang utama adalah bagaimana mengerti dan memahami maksud koreografer. Bersamaan dengan itu, saya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap diri saya; dalam arti penguasaan teknis, musik, serta kerja sama dengan penari lain.

Apa pengalaman menarik Anda sebagai penari atau koreografer?

Ketika mementaskan tarian dalam ajang festival koreografer yang tadi saya ceritakan, ternyata ada sesi tanya-jawab dengan pengamat, penari, serta penonton. Hal ini membuat grogi, karena saya tidak pandai bicara, apalagi merangkai kata. Untuk menenangkan diri, saya membicarakan hal ini dengan pengajar saya, Mas Rusdy. Ia memberi dorongan pada saya. "Jujur saja, kalau kamu nggak pandai ngomong, nggak usah takut. Kalau pandai bicara, malah mungkin kamu nggak jadi penari," katanya.

Sambil menanti giliran, saya menyaksikan koreografer lain mementaskan karyanya. Satu-satu, mereka mendapat kritikan tajam. Seperti dianggap kurang wawasan, kurang latihan, ketidakjelasan konsep, dan sebagainya. Ketika giliran saya, di luar dugaan, seusai pentas, para pengamat maupun penari memberikan tanggapan yang positif. Beberapa bahkan secara langsung menyatakan pujian terhadap tarian tersebut. Saya tidak mementingkan karya saya mendapat pujian atau tidak. Namun, saat itu sepertinya pengamat, penari, dan penonton dapat menerima apa yang saya sampaikan melalui tarian. Pengalaman ini membawa perasaan saya pada suasana yang tegang, tenang, dan akhirnya menyenangkan.

Bookmark and Share

1 Comments

minke

February, 21st 2010

seru banget kayaknya hidup mas kjack ini. btw, dia jadi bintang iklan apa ya?

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.