FACES OF JAKARTA

Dulu Manggul Senjata, Sekarang Manggul pikulan

February, 23rd 2010 |  by  Hanindyo Suropati  | 5

Bashir Suhari (78 tahun)

Bashir Suhari sudah berdagang sejak 1975 Bashir Suhari sudah berdagang sejak 1975

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Di antara banyak pilihan tempat makan modern di Kemang, terlihat seorang kakek berperawakan bugar sedang membuat kerak telor. Hal itu membuat saya penasaran, kemudian memesan dua porsi sambil berbincang-bicang.

Sebelum berjualan kerak telor, apa yang Anda lakukan?

Saya pejuang kemerdekaan 1945, Tentara Siliwangi. Dulu manggul senjata, sekarang manggul pikulan. He-he.

Apakah Anda memiliki pekerjaan lain?

Nggak. Saya dagang kerak telor dari 1975, dari zaman di Gambir, Glodok, PRJ, sekarang Kemang.

Siapa yang mengajarkan Anda membuat kerak telor?

Saya belajar dari mertua, mulai dari bahan-bahannya—seperti garam, telur, lada, serundeng, bawang goreng, kelapa muda, dan udang kering—, sampai cara bikin-nya.

Pengalaman Anda yang tidak bisa dilupakan sebagai pedagang kerak telor?

Dulu, waktu zaman jualan di Glodok, saya pernah bikin kerak telor dari telur buaya dan telur kalkun. Saya juga pernah nongol dalam film Benyamin. Ha-ha.

Apakah Anda pernah mengalami pengalaman buruk, seperti digusur?

Kalo itu mah kenyang dah. Alasannya, nggak enak buat pemandangan.

Tidak ada keinginan untuk beralih profesi?

Sebenarnya ada. Cuma karena sudah tua, jadi nikmatin aja. Lagian, enakan begini, nggak ada yang nyuruh-nyuruh.

Anda tidak khawatir masa depan kerak telor dengan semakin banyaknya restoran?

Saya nggak akan nyerah, pantang mundur sampai kapan pun.

Anda termasuk salah satu warga senior. Gubernur favorit Anda?

(Alm.) Ali Sadikin karena ngelestariin budaya. Nggak ada juga penggusuran pedagang kayak saya gini.

Jakarta menurut Anda?

Jakarta itu tempat berputarnya uang.

Yang tidak Anda sukai dari Jakarta?

Narkoba. Dan, sekarang, semakin banyak 'setan' kalo malam. Ha-ha.

 

Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on Twitter

 

Bookmark and Share

5 Comments

Igor

February, 23rd 2010

Wahh...lama banget nih bapak jualan kerak telornya, figur profesionalisme sejati hehe..btw ini kok pejuang 45 jadi jualan kerak telor sih, ck2....miris dengernya, :)

bony @ areamagz.com

February, 23rd 2010

@ igor: emang udah lama banget bapak pejuang kita ini jualan kerak telor,tapi orangnya humble banget, nyantai abis, masih ngerokok pula. Mungkin ini salah satu contoh hidup orang yang rela berkorban untuk negara tanpa pamrih, dan dia nggak ada nyesel-nyeselnya jadi pejuang. Mungkin para pejabat yang gajinya besar harus nyontoh babeh yang satu ini, rela berkorban buat negara dengan tulus tapi nggak dapet apa-apa. Untuk para pejabat ada baiknya pejuang-pejuang veteran Republik Indonesia diperhatikan nasibnya, jangan belum apa-apa tapi sudah menerima mobil beserta fasilitas2 mewah lainnya.

leonardo @ areamagz.com

February, 24th 2010

Setuju banget dengan Bony. Jadi teringat dengan gerakan yang beberapa waktu lalu di-inisiasi Kaskuser untuk seorang kakek. Solid banget dan patut ditiru.

Bersama pasti lebih ringan dan bisa.

aji

March, 3rd 2010

Hi Hanindyo, Bapak Bashir Suhari bisa aku temuin di kemang bagian mana, ya? Makasih sebelumnya.

bony @ areamagz.com

March, 4th 2010

Dear Aji,
Bapak Bashir Suhari bisa Anda temui di sebrang Dim Sum Festival Kemang, dia mangkal tepat sebelum Box Mart mulai dari pukul 17.00-02.00

Regards,

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.