FEATURE

Money Issue

March, 3rd 2010 |  by  Contributor  | 0

Apa rasanya saat Anda menghitung hari dan ternyata saldo di tabungan tidak sesuai dengan sisa hari yang masih harus dijalani? Jangan takut, semua orang pasti pernah mengalami hal tersebut. Itu semua akibat financial management yang kurang baik despite pendapatan yang memang berada pada titik stan

Caption Caption

Caption Caption

Caption Caption

Caption Caption

Caption Caption

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Untuk itulah, edisi ini kami memberikan guidance kepada Anda semua para beginner yang baru mulai ‘melek’ financial. Kali ini, kami menggandeng Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC® (Wealth Planner, Pakar Ekonomi & Keluarga, Chairman International Association of Registered Financial Consultants Indonesia), Dini Novita RPP, dan Budi Triadi Pratama, S.Mn, RFA®. So, what are you waiting for guys, kalau belum berteman akrab dengan alat tukar yang bernama uang, segera lahap habis bahasan kami kali ini!

Persiapan Awal Masuk Dunia Mapan

[photo1]

Mapan adalah kata yang selalu diidamkan oleh setiap orang. Berbicara tentang mapan, artinya berbicara tentang kesiapan sesorang untuk hidup mandiri.

Umumnya, kondisi mapan identik dengan kondisi keuangan yang sudah berkecukupan. Apakah dari kemandirian seseorang dilihat dari penghasilannya, sudah memiliki sejumlah aset tertentu, punya pekerjaan yang stabil dengan posisi menjanjikan, dan sebagainya. Ini merupakan idaman semua orang, mapan secara finansial.

Untuk bisa mencapai kondisi mapan, yang paling penting adalah kondisi awal mapan. Di Indonesia umumnya usia awal mapan berada di usia 25 tahun, dimana idealnya masuk di usia 25, seseorang sudah memiliki perkejaan tetap dan sedang dalam kondisi prima dalam karirnya. Otomatis, di usia ini juga godaan dan cobaan sangat banyak dirasakan. Sangat wajar seseorang mulai merasakan dilematis dalam kehidupan dan keuangannya, disaat sudah bisa punya uang sendiri, jenjang karir yang terbantang di depan mata, sudah bisa berbelanja dengan uang sendiri, serta tuntutan usia untuk segera menikah, dan kondisi-kondisi lainnya yang memacu adrenalin serta perilaku konsumtif seseorang.

Kata-kata konsumtif sangat erat dengan kondisi awal mapan. Disinilah letak bahayanya! Dimana seharusnya seseorang menemukan titik balik kedewasaan serta kematangan hidup yang sangat ditunjang dengan kondisi keuangan yang berkecukupan. Lalu kunci dasarnya apa? Mampu untuk menahan diri, dan harus memaksakan diri untuk hal-hal yang bermanfaat. Yang paling mudah adalah, biasakan dan harus memaksakan diri untuk setidaknya bisa menabung dari panghasilan yang diterima dengan rasio minimal 30%. Kalau rasio umum berada di 10% penghasilan. Khusus untuk awal mapan, rasio minimal harus dilebihkan, minimal 30%. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah perilaku konsumtif yang terlalu tinggi dan hutang.

Sering kali, dengan kepercayaan diri yang tinggi karena sudah memiliki pekerjaan tetap, seseorang dengan PD-nya menggunakan fasilitas-fasilitas berhutang, apakah itu kartu kredit, cicilan kendaraan, sampai cicilan rumah. Untuk usia awal mapan, sangat dianjurkan untuk memperbesar porsi dan rasio investasi. Mumpung pengeluaran kebutuhan belum besar, dan masih bisa menyisihkan dana. Maka perbanyak investasi saat muda.

Sementara itu, untuk pengeluaran bulanan, trik yang paling jitu adalah memisahkan antara kebutuhan pokok yang mancakup sandang, pangan, papan, dengan kebutuhan sekunder yang mencakup fasilitas penunjang hidup seperti komunikasi dan transportasi.

Lalu, pengeluaran untuk hiburan dan entertainment dialokasikan terpisah. Boleh hura-hura, boleh senang-senang, selama tidak mengganggu kebutuhan pokok dan sekunder. Dan yang paling penting dan kunci dari kemapanan hidup adalah, investasi dan menabung dilakukan paling awal. Bukan dari sisa penghasilan. Jadi, mulai saat ini, begitu terima penghasilan, sisihkan 30% dari penghasilan untuk di investasikan dan di tabung. Kemudian, sisanya diprioritaskan untuk kebutuhan pokok dan sekunder. Hura-hura dan senang-senang tentu boleh, tapi disesuaikan dari sisa penghasilan yang ada.

 

The Mighty Plastic Card for Beginner

[photo2]

Siapa yang tidak kenal dengan karu kredit alias kartu plastik kecil yang memiliki segudang kesaktian transaksi. Fitur-fitur diskon, potongan harga, dan kemudahan fasilitas lainnya sering kali memanggil-manggil bagai hipnotis yang membuat kita tergoda untuk memiliki kartu tersebut. Belum lagi image yang terpancarkan dari sosok yang memiliki kartu kredit. Terlihat lebih dewasa, mapan, dan termasuk kedalam lifestyle moderenisasi. Apa pun alasannya, kartu kredit menjadi daya tarik tersendiri untuk dimiliki. Namanya juga kartu sakti, hanya dengan memilikinya saja sudah cukup membuat seseorang berada di posisi puncak.

Banyak sekali masyarakat yang ingin memiliki kartu kredit, tetapi masih bingung untuk apa penggunaannya? Apakah saya perlu kartu kredit tersebut? Berapa banyak kartu kredit yang harus saya miliki? Banyak sekali pertanyaan yang timbul dalam benak seseorang pada saat ingin memiliki kartu kredit. Memang kartu sakti, sebelum memiliki harus diuji dulu kesaktian si pemilik kartu.

Think Before You Have It!
Wajib memiliki Penghasilan
Yang namanya kartu kredit itu bukan uang tambahan, melainkan fasilitas untuk berhutang. Jadi, sebelum berhutang, pastikan Anda memiliki sumber dana untuk menutupi hutang tersebut.

Its Has To Have a Limit!
Sebagai batasan, yang perlu diingat adalah kapasitas toleransi dalam kartu kredit. Untuk seorang pemula, maksimal limit kartu kredit yang dimiliki sebesar 3 kali nilai penghasilan. Berapa pun banyaknya kartu kredit yang dimiliki, pastikan total limit keseluruhan kartu kredit yang dimiliki tidak lebih dari 3 kali nilai penghasilan.

Banyak Kartu, Banyak Hutang
Tak usah tergoda untuk memiliki banyak kartu kredit. Untuk pemula, satu kartu kredit sudah cukup. Apabila ingin memiliki lebih, pastikan tidak keluar dari koridor limit kartu kredit yang sudah dibahas diatas.

Komitmen mencicil
Ingat, ini adalah kartu untuk berhutang. Jumlah kartu yang dimiliki tidak terlalu penting jika dibandingkan jumlah hutangnya. Yang bahaya itu adalah punya hutang yang banyak. Ingat ya, hutang itu berbahaya. Triknya adalah, gunakan kartu kredit sebagai perantara transaksi, artinya adalah untuk kemudahan jual beli. Begitu tagihan datang, langsung dilunasi. Sebagai parameter, gunakan rasio cicilan berhutang yang wajar. Yaitu tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Artinya, besarnya total cicilan bulanan yang wajar yaitu maksimal 30%, tidak boleh lebih. Dan khusus untuk kartu kredit, sangat disarankan untuk para pemula agar langsung melunasi hutang kartu kredit yang di transaksikan.

Jadi, untuk para pemula. Sebelum memiliki kartu sakti, pastikan Anda sudah teruji dan mengetahui trik dalam penggunaan kartu tersebut.

Apakah Investasi yang Tepat untuk Saya?

[photo3]

Apakah investasi yang tepat untuk saya? Apa investasi yang cocok? Produk apa yang harus saya ambil? Kapan saya harus berinvestasi? Kemana saya harus berinvestasi? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut sempat terlintas di kepala Anda pada saat ingin berinvestasi, atau mungkin pada saat Anda ingin membeli produk-produk keuangan, atau mungkin pada saat Anda bertemu dengan konsultan perencana keuangan. Rata-rata 9 dari 10 orang yang bertemu dengan konsultan perencana keuangan memiliki pertanyaan tersebut.

Investasi sangat erat kaitannya dengan perencanaan keuangan. Pada intinya Investasi merupakan kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan seseorang. Sesuaikanlah instrumen investasi dengan karakter dan tujuan keuangan Anda. Kembali ke pertanyaan semula ”Kira-kira investasi apakah yang paling cocok untuk Anda?” Mulailah dengan membedakan tujuan keuangan Anda menjadi tiga bagian berdasarkan jangka waktu pencapaiannya

1.Tujuan Jangka Pendek
Yang dimaksud jangka pendek adalah yang rentang waktunya maksimal 1 tahun. Pilihlah investasi yang aman dan tidak berisiko. Biasanya produk yang dipilih masuk ke kategori produk keuangan perbankan seperti tabungan dan deposito, dimana hasil yang diperoleh cenderung pasti dan aman. Ingat, ini untuk jangka pendek. Logikanya adalah untuk tujuan yang kurang dari 1 tahun, produk yang dipilih adalah yang aman dan tidak berisiko, sehingga uang yang dimasukan cenderung aman.

2.Tujuan Jangka Panjang
Tujuan jangka panjang memiliki durasi lebih dari tiga tahun.
Disini pilihan investasi yang digunakan adalah yang berkarakter agresif yaitu dengan perputaran hasil yang relatif tinggi. Otomatis, semakin tinggi ekspektasi hasil atau bunga, pasti semakin tinggi juga risikonya. Bagaimana jika terkena risiko dan rugi? Jangan panik dulu! Ingat bahwa tujuannya untuk jangka panjang. Analoginya seperti orang yang sedang berlari kencang untuk mencapai garis finish. Yang namanya lari, sesekali bisa jatuh, tapi nantinya akan bangkit lagi untuk melanjutkan lari, kan? Kemudian, jika kondisi sedang turun, tambah lagi investasinya. Pola investasi jangka panjang yang ideal adalah dilakukan dengan cara berkala dan rutin. Artinya, yang namanya investasi tidak hanya dilakukan satu kali. Tetapi rutin, sama seperti menabung tetapi instrumen yang digunakan bukan tabungan, melainkan produk investasi. Hal tersebut dilakukan untuk memanage risiko yang ada. Jadi, kalau kondisi lagi turun dan tujuannya masih lama diatas 3 tahun, beli yang banyak. Sama seperti toko yang lagi diskon besar-besaran. Tapi ingat, don’t be greedy! Jangan mentang-mentang lagi diskon besar-besaran semua diborong. Gunakan strategi sederhana yaitu berinvestasi secara rutin. Umumnya instrumen investasi yang digunakan untuk jangka panjang yaitu produk-produk investasi yang berhubungan dengan bursa seperti saham dan reksadana.

3.Tujuan Jangka Menengah
Tujuan yang satu ini memiliki rentang waktu dari satu hingga tiga tahun. Mengapa yang jangka menengah ditaruh paling terakhir? Karena yang harus Anda lakukan adalah menggunakan komposisi yang seimbang antara produk yang konservatif (untuk jangak pendek) dan produk yang agresif (untuk jangka panjang). Besarnya komposisi tergantung dari jenis tujuan keuangan dan besarnya target pencapaian. Umumnya, instrumen investasi yang digunakan untuk jangka menengah adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana terproteksi, obligasi, ORI, sukuk, dan logam mulia. Konsepnya masih sama seperi investasi jangka panjang, yaitu harus berinvestasi secara rutin dan berkala. Ingat, tujuannya juga masih 1 sampai 3 tahun kedepan. Jadi, sebaiknya dilakukan berkala. Kunci dari berinvestasi adalah konsisten dan disiplin dalam melakukannya.

Berbicara tentang produk investasi, analoginya sama seperti obat. Sangat bergantung kepada penyakit atau tujuan keuangan, dan juga kondisi pasien atau profil toleransi resiko seseorang. Jadi, kalau bertanya tentang produk apa yang bagus? Jawabannya adalah tergantung dari kebutuhan, tujuan, serta profil risiko Anda.

Dua hal yang harus di cross check sebelum melakukan investasi untuk 3 jangka waktu tersebut.
1.Adakah hutang kartu kredit? apabila ada, sudah lunaskah hutang tersebut?
Hutang kartu kredit harus dilunasi terlebih dahulu sebelum melakukan perencana keuangan agar kenaikan bunga kredit yang tinggi seiring berjalannya waktu tidak akan membebani anda lagi.
2.Sudahkah ibu memiliki dana darurat?
Dana darurat penting untuk dimiliki sebelum berinvestasi. Dana darurat adalah suatu dana yang telah dialokasikan secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti biaya karena sakit, PHK, biaya pernikahan (kurang dari satu tahun), kecelakaan dan lain – lain. Besarnya dana darurat tergantung berapa jumlah keluarga yang ditanggung. Untuk keluarga yang memiliki 2 orang anak, dana darurat yang harus dipersiapkan adalah 6 – 9 bulan penghasilan dan untuk 3- 4 orang tanggungan menyiapkan 9 – 12 bulan penghasilan.
Setelah anda memastikan tidak ada hutang dan dana darurat telah tersedia, maka kita akan dapat segera mengatur keuangan sesuai dengan tujuan – tujuan tertentu. Saya akan memberikan contoh – contoh tujuan keuangan yang mayoritas anda akan utamakan.

Insurance? SURE!

[photo4]

Asuransi adalah suatu sistem dimana anda dapat mengeliminasi kerugian – kerugian yang mungkin terjadi pada anda sebagai pemegang polis sehingga anda dapat melindungi orang – orang yang anda cintai walaupun anda sudah tiada. Anda semua tentu menyadari banyaknya tawaran asuransi yang beredar di masyarakat. Anda sendiri kadang – kadang merasa lelah menanggapi banyaknya tawaran tersebut. Anda tidak yakin produk mana yang cocok sehingga anda hanya membeli dikarenakan referensi dari agent dan bukan karena anda butuh produk tersebut. Apabila anda bertanya apakah penting memiliki produk asuransi, jawabannya adalah IYA, karena asuransi dapat melindungi anda dan keluarga anda di kemudian hari. Yang paling penting dalam membeli asuransi adalah anda harus tau apa yang benar – benar anda butuhkan dan apakah premi yang dibayar sesuai dengan kemampuan financial anda.

Asuransi dibagi dua jenis yaitu asuransi traditional dan Unit Link. Asuransi traditional terdiri dari asuransi term-life dan asuransi whole-life, sedangkan unit linked adalah penggabungan asuransi dengan investasi. Asuransi term-life adalah asuransi yang dibayar secara berjangka (tahunan) dan anda boleh memilih berapa lama anda ingin dilindung 10,15 hingga 20 tahun sedangkan whole life adalah premi yang dibayar secara langsung dan dapat melindungi hingga orang tersebut berusia 99 tahun.

Fenomena produk asuransi unit link telah menenggelamkan asuransi traditional yang lebih dulu dikenal di Indonesia. Alasan utama dari perusahaan asuransi adalah karena para pemilik polis asuransi jiwa tidak menyukai kenyataan bahwa premi yang mereka bayar hangus begitu saja apabila tidak terjadi klaim atas meninggal dunia. Perusahaan asuransinya sendiri lebih memfokuskan untuk mempromosikan produk unit link karena tingkat profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan produk lainnya. Tidak aneh apabila agent – agent lebih sering memperkenalkan produk unit link daripada produk traditional. Mereka tidak menjual produk berdasarkan kebutuhan perlindungan dari nasabah tetapi berdasarkan kemampuan dari nasabah tersebut dalam membayar premi.

Dana Pendidikan Anak
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus direncakan dari sekarang. Kita sadar bahwa dana pendidikan anak akan naik setiap tahunnya, yang mana kenaikan itu bisa sama besarnya dengan inflasi atau malah lebih. Oleh karena itu anda harus mulai untuk menyisihkan dana agar investasi bulanannya lebih kecil. Anda juga harus memikirkan apakah anak anda akan disekolahkan di dalam atau di luar negri.

Dana Pensiun
[photo5]
Dana pensiun biasanya disediakan oleh perusahaan swasta tempat anda bekerja yang kebanyakan berasal dari pemotongan gaji para pegawai. Banyak para pegawai tidak menelusuri lebih lanjut kemana dana pensiun itu diinvestasikan dan tidak banyak juga yang melakukan penghitungan secara detail berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk masa pensiun. Jangan mengharapkan terlalu banyak dari tunjangan dana pensiun, buatlah sendiri dana pensiun tambahan dari sekarang untuk menikmati masa tua yang terjamin. Pertimbangkan keinginan – keinginan anda semasa pensiun nanti, apakah anda ingin menyalurkan hobi yang tidak terlaksana selama masih bekerja atau anda ingin mendapatkan perawatan terbaik apabila anda sakit atau apakah anda ingin memberikan sesuatu kepada cucu-cucu anda nantinya.

Persiapkan dan aturlah keuangan anda dari sekarang. Apabila anda terlalu sibuk atau masih merasa sukar untuk mengelola keuangan sendiri, anda dapat menggunakan jasa Financial Planner yang berpengalaman dan bersertifikat international untuk membantu anda.

Akbar Financial Check Up
Jl. Senopati No.74, Lt.2
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Telp. 021-725-0851
Fax. 021-7250640
email : contact@akbarfinancialcheckup.com
Website : www.akbarfinancialcheckup.com

0 Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.