Indonesia, The 1st Biggest Loser Asia
March, 10th 2010 | by Oky Hartanto | Comments: 2
The Biggest Loser Asia, sebuah kompetisi penurunan berat badan terbesar, terberat, dan paling menantang di Asia ini telah menobatkan David Gurnadi, finalis asal Indonesia sebagai The Biggest Loser pertama di Asia. Terinspirasi?
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Wakil Indonesia, David, berhasil membukukan penurunan berat badan terbesar, yaitu 83 kg dan berhak atas hadiah uang sejumlah USD100.000 dan satu unit mobil Renault Koleos SUV senilai USD70.000.
Pada sesi penimbangan terakhir, King David, demikian julukannya, tercatat memiliki berat badan 74 kg dari berat badan awal 157 kg pada awal kompetisi di bulan November, dengan persentase penurunan berat badan sebanyak 53% dan lemak tubuh sebanyak 45%, angka fantastis yang tidak bisa disaingi ketiga finalis lainnya: Carlo Miguel (32 tahun, Filipina), Aaron Mokhtar (30 tahun, Malaysia) dan Martha Lai (20 tahun, Hong Kong).
Usai penobatan pemenang dan penyerahan hadiah, David mengibarkan bendera merah putih dan disambut keluarga besarnya yang datang khusus ke Malaysia. Ia sangat bersyukur atas prestasinya ini. David memang tidak hanya mengalami transformasi fisik, namun juga pola hidup. Tumbuh dengan nafsu makan dan kecintaan besar terhadap makanan, makan adalah hal yang paling menyenangkan buat David. Ia tidak pernah berolah raga dan mencoba menurunkan berat badan karena merasa tubuh obesitas adalah lambang kemakmuran dan ia tidak pernah jatuh sakit karena obesitas.
David sebelumnya tidak menyadari bahwa nyeri kepala, leher dan punggung, serta tabiatnya yang pemarah berhubungan dengan obesitas dan rasa tidak percaya diri yang dialaminya. Atas motivasi kakak perempuan dan tunangannya, ia memutuskan mengikuti audisi The Biggest Loser Asia. Bersama para kontestan lain, David menjalani pelatihan fisik dan pola hidup sehat di sebuah camp di Malaka, Malaysia, di bawah pengawasan pelatih, serta tenaga medis, ahli gizi dan fisioterapi profesional.
Seperti David, ketiga finalis lain juga telah mencapai prestasi yang membanggakan. Carlo yang bekerja sebagai chef berhasil turun 49 kg dengan persentase penurunan berat badan 37,1% dan lemak tubuh 26,9%, saat ini ia memiliki berat 83 kg. Ia adalah pesaing terberat David, yang masuk ke kompetisi menggantikan kontestan dari Filipina, Del Bacho, yang harus mengundurkan diri karena pergeseran sendi sikunya.
Sementara itu, Aaron, seorang copywriter, berhasil turun 60 kg dengan persentase penurunan berat badan 37,7% dan lemak tubuh 25,3%, saat ini memiliki berat 63 kg, dan sangat bahagia karena bisa mengikuti gerak dan aktivitas kedua anak perempuannya yang masih kecil serta tampil percaya diri menghadapi para kliennya.
Sedangkan Martha Lai (20 tahun), asal Hong Kong yang sehari-hari menjaga toko di sebuah pet shop adalah finalis wanita satu-satunya dan kontestan termuda di kompetisi ini, ia berhasil mengikis 40 kg berat badan dengan penurunan berat 31,5% dan lemak tubuh 17,5%. Ia saat ini bisa mengenakan bikini, pergi ke berbagai pesta serta mencari pekerjaan baru dan mencari pacar, seperti yang ia inginkan sebelum kompetisi ini.
Usai kompetisi ini David mengaku ingin menginspirasi masyarakat di Indonesia dan seluruh Asia untuk memerangi obesitas. "Obesitas bisa dikalahkan dengan motivasi, determinasi dan dukungan orang di sekitar. Hidup saya berubah melalui The Biggest Loser Asia, dan saya yakin orang lain pun bisa berubah dengan caranya masing-masing, saya ingin menginspirasi banyak orang dengan berbagi kisah dan motivasi yang saya dapat dari The Biggest Loser Asia," kata David.
Contact the writer at oky.hartanto@mediasatu.com
Follow him on Twitter



Dita
March, 11th 2010
wow, congrat to david, The Biggest Loser Asia. Ko gelarnya agak gaenak yah kedengerannya, hehe