Bernard Floch, 'Pesulap' Di Balik Layar Lebar
March, 12th 2010 | by | Comments: 0
Aktor maupun aktris muda bisa 'disulap' menjadi tampak tua dalam berbagai film ternama. Saya beruntung mendapat kesempatan untuk bincang-bincang dengan salah satu 'pesulap'-nya, Bernard Floch, dari Make Up For Ever.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Bisa ceritakan tentang awal mula Anda terjun di dunia make-up special effect?
Sejak awal belajar make-up, saya telah mempelajari tentang special effect make-up. Dulu, saat sekolah make-up, saya diajarkan segala artistik make-up, seperti make-up kecantikan, panggung, fashion, dan film. Sempat juga diajarkan membuat luka dengan memakai bahan lateks. Nah, sejak itulah, saya tertarik dengan special effects make-up instead of mascara and lipstick.
Apa kesulitan terbesar saat mendandani orang dan harus menyesuaikan dengan karakter tertentu?
I think it’s an interesting question! Dalam film Prancis Rrrr yang saya kerjakan, ini kan film komedi, jadi saya harus bisa menyesuaikan make-up yang sesuai karakter. Seperti, make-up untuk manusia gua di sini tidak bisa menggunakan prosthetics. Jadi, saya menggunakan dental prosthetics yang membuat gigi para aktor nggak bagus; tampak lebih besar, mirip manusia gua sungguhan. Kulit mereka juga bagaimana caranya harus tampak seperti manusia gua asli. Jangan terlihat seperti sunbathing look. Jadi, saya mencampur beberapa warna, lalu di-airbrush ke kulit mereka. Jadilah kulit yang tampak seperti manusia gua asli. That was quite something. It was a big organization.
Apa film yang special effects make up-nya paling memorable yang pernah Anda kerjakan?
Film yang sedang saya kerjakan sekarang, Amphibious, the 3D Indonesian production, disutradarai Brian Yuzna.
Sejak kapan bergabung dengan Make Up For Ever?
It is quite recent, kira-kira setahun lebih sejak saya tinggal di Indonesia. Saya melakukan banyak proyek bersama Make Up For Ever , seperti seminar tentang efek spesial.
Bagaimana sebenarnya step by step melakukan special effects make-up?
Technically, tergantung produksi film dan sutradaranya. Bisa dilakukan langsung pada kulit si aktor jika hanya untuk syuting satu kali. Namun, jika perlu continutity, harus dilakukan prosthetics system, yaitu melakukan casting pemain. Jika luka di wajah, harus mencari bentuk wajah yang sesuai dengan aktor asli. Bahan yang digunakan adalah latex foam, gelatin, atau silicone, lalu dilem pada kulit.
Mana yang lebih Anda suka, make-up untuk beauty & fashion atau special effects?
I’ve done fashion first, lalu teater, dan opera agar lebih involved dengan karakter. Kemudian, saya merambah ke film karena lebih ingin terlihat reality looking. Dalam film, Anda bisa lihat hasilnya tapi terlihat tanpa make-up. Rasanya seperti di dapur, find a nice recipe. Then I jumped for special effects yang lebih ‘bermain’ dengan berbagai bahan. Karena itulah, saya lebih interested pada make-up karakter yang menggunakan berbagai efek spesial.
Ada saran untuk yang tertarik dengan make-up efek spesial?
Saya memang memulai make-up efek special secara otodidak. Tapi, saya akui ini buang waktu. Saya recommend ambil kursus atau some education, just to get the basics. Setelah itu, bisa eksplorasi dengan berbagai material. Karena ini merupakan seni dan bukan akunting. In my work, saya bertemu banyak master dan profesional yang memberikan saya energi, tips, dan advice. Then you have to do it your own way.
What is the biggest challenge in doing special effects make-up that you have never experienced?
Doing special effects on animals. Dalam film, biasanya menggunakan binatang dari sirkus, lalu dipermak sedikit. Misalnya, mengubah gajah jadi mammoth (gajah purba) harus ditambahkan gading yang besar dan panjang. Selain itu, harus ditambah kostum bulu, karena mammoth punya bulu yang sangat panjang. Tapi, lucu juga membayangkannya, karena gajah lain pasti akan bingung melihat gajah yang di-dress up seperti mammoth and they start to fight.
Fast Facts:
- Berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia special effects make-up
- Make-up artist di balik film Eat Pray Love (shooted in Bali) yang akan segera tayang.
- Sedang mengerjakan proyek film Amphibious 3D featured film, kerjasama Dutch-Indonesian.
Contact the writer at pinky.olivia@mediasatu.com


Comments
Be the first to comment.