Pada suatu sore yang mendung dan ditemani segelas kopi spesial, saya duduk di pantry rumah Rene Suhardono yang nyaman sambil mendengarkan sang pemilik rumah berbagi pemikiran menariknya tentang karier, passion, dan buku barunya, Your Job Is Not Your Career.

 

Bisa ceritakan ide terciptanya buku ini?

Menulis buku memang ada di bucket list saya, tapi sudah telat 5 tahun. Sampai kemudian, 2 tahun lalu, saat giat-giatnya career coach di Hardrock FM, a friend of mine, Ligwina, membuat buku. Ia lalu mengatakan, “When is yours?” Nah, di situlah saya merasa ‘tertampar’. Thanks to Media Satu, saya ‘diwajibkan’ untuk menulis selama sebulan sekali, jadi tulisannya sebenarnya sudah dicicil

Bisa summarize isi buku Anda untuk pembaca area?

To make it very simple, yaitu your job is your career, adalah anggapan yang usang. Sebab, ini akan berujung pertanyaan-pertanyaan tentang segala hal tidak kita kontrol. Seperti, kapan gaji gue naik, kapan bos gue berlaku baik, atau kapan gue menang lotere? Jadi, kefrustrasian mulai muncul karena pemahaman ini. Buku ini dapat menjadi pandangan lain untuk Anda. Nothing bad about a job but it’s just a tool. But then, kalau kita menjadi frustrated dengan tools yang ada, I think it’s silly. Kedua, buku ini very simple, yaitu to offer a guideline to reach the ultimate you! Hanya dua ini, sih, kalau mau diringkas

Lalu, apakah Anda juga memberikan tips yang applicable?

I don’t call it tips, but snippet. Jadi, di buku kedua berjudul Career Snippet, ada beberapa flash tentang karier. Sementara, buku pertama agak berat berisi pemahaman soal passion dan diharapkan pembaca melakukan self exploration untuk tahu apa yang benar-benar enjoy untuk mereka. Mencari passion sama seperti mencari dompet hilang. Saat tahu, kita harus mulai invest; invest waktu dan lain-lain. Everything is possible apabila kita mau dan yakin kita bisa

Jadi, bagaimana Anda mendeskripsikan passion? Kita tahu, banyak orang salah menginterpretasikan?

Passion is what you enjoy the most! Something that motivate you to get up in the morning. Sesuatu yang tetap membuat Anda bersemangat mengerjakannya walau sudah larut malam dan membuat orang lain di sekitar Anda bilang, “You are crazy, dude!” If you think it is so “you”, that’s passion! Bukan hobi. Sebab, hobi kalau tidak dilakukan, ya, tidak akan membuat kita mati. Contohnya saya, people and food are my passion! Jangan susah-susah mencari definisi passion. Yang penting, what you enjoy the most

Apakah saat kita telah mengetahui bahwa minat, maka hal itu sudah cukup?

No! karena passion is just a gate. Pintu kedua setelah pintu pertama itu adalah

Kebanyakan, karena telah terbiasa dengan ritme, yang terjadi adalah kita sampai pada titik di mana kita sama sekali tidak mempedulikan passion. Pendapat Anda?

Saya mengangkat itu di buku. Kalau sedang berada di horse race, Anda bisa nggak ngobrol dengan orang di sebelah Anda? Nggak, ‘kan? Because, what you have only you, the horse, and finish line. Itu terjadi pada hampir semua orang. Jadi, saat jeda singkat di akhir pekan atau malam hari, masa nggak mau meluangkan sedikit waktu untuk memikirkan apa minat dan misi sendiri. Memang, kalau sedang berlari kencang, apa pun yang orang bicarakan pasti tidak dihiraukan. Tapi, hidup kan tidak selalu diisi racing. Ada suatu ketika kita harus make sure apakah kita berada di lintasan yang benar atau tidak. Lalu, saat kita sadar di finish line dan ternyata bukan itu yang kita inginkan, and then what

Selama ini, pemenuhan kebutuhan finansial adalah alasan utama setiap orang untuk selalu ‘berlari kencang’. Lalu, bagaimana Anda mematahkan pemikiran tersebut?

Statement Kiyosaki dan orang hebat lainnya yang mengatakan bahwa uang tidak perlu dicari, biar uang yang mengejar Anda, that’s so true! Sekarang, saya menerapkan hal itu. You can believe it or not, uang menjadi masalah hanya saat kita tidak punya uang. When you have money, money become irrelevant. Sebenarnya, jika orang mengatakan I want a nice house, I need this, and I need that, itu hanyalah soal “I want” or “I need” to be happy and fulfill. What is happiness? What is fulfillment? Fulfillment diibaratkan rasa yang timbul saat kita mencapai sesuatu yang awalnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Misalnya, menemukan obat untuk menumpas kanker. Jadi, sekali lagi, money is just a tool! So, kalau Anda hanya focus pada alatnya, Anda bisa frustrasi

Lalu, apakah kekuatan buku ini?

If you think you want to reach “the ultimate you” untuk menjadi yang terbaik, luangkan 1–2 jam membaca buku ini

Bisa ceritakan ‘kisah’ Anda hingga menjadi seperti ini?

I used to be a 9 to 5 person. I see that as part of normality. I see that as an order of life, and I see that suatu hari loe akan pensiun dan harus menabung sbeelumnya. René yang sekarang melihat dunia dengan cara yang agak nyeleneh. Saya tidak harus bekerja 9 to 5. Saya bekerja lebih sedikit dari sebelumnya. Tapi, seberapa banyak waktu yang dikeluarkan sekarang, saya ingin impact yang lebih. Turning point-nya adalah pada masa penggarapan buku ini. Saya merasakan pressure yang sungguh-sungguh pada proses pembuatannya. Aktivitas kerja saya jadi terganggu. Jadi, total belum sampai satu setengah tahun saya memutuskan keluar dari normality. Screw pensiun pada usia 50-an. Anda dapat pensiun lebih dini setiap

Setujukah dengan konsep “kalau menginginkan sesuatu dan Anda mengirimkan segala kekuatan positif, alam semesta akan membantu Anda”?

Yes. I’ve experienced it. Manusia selalu dijamin kebutuhannya oleh the universe. Tapi, manusia selalu menyalahkaprahkan kebutuhan dan keinginan

Define yourself in three words?

I am witty, food aficionado, love humanity!

Fast Tracks

Your Job Is Not Your Career
Harga: Rp. 70.000
René Suhardono's Website: www.passionoutloud.com
Follow him on twitter

Contact the writer at putri.ningrum@mediasatu.com
Follow her on twitter