The Era of Connectivity
March, 12th 2010 | by Tim Redaksi Area | 0
Pertanyaan: seberapa terhubungkah Anda dengan orang lain saat ini? Oke, selagi Anda merenungkan pertanyaan tersebut, Feature kali ini membahas era yang kami namakan era konektivitas.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
It’s Good to be Well Connected
Kami akan membantu Anda menjawab pertanyaan di atas dengan sederet pertanyaan berikut. Apakah Anda pengguna Yahoo Messenger? Apa Anda tergabung dalam situs jejaring sosial Facebook? Hm, Myspace? Siapa itu yang me-retweet status Anda? Oh, sepertinya ada pesan dari Jejak Petualang di inbox Anda. Dan, banyak sekali pertanyaan yang akan menyusul. Lalu, karena ternyata Anda menjawab “ya” untuk sebagian besar pertanyaan, Anda kemungkinan akan balik bertanya, “Apa ini salah?”
Jawabannya, tentu saja tidak. Sebab, bukan rahasia lagi bahwa manusia adalah makhluk sosial. Lega? Kami hanya akan menyebut sesuatu yang natural. Dari waktu ke waktu, manusia berusaha mengembangkan cara berkomunikasi ke tingkat yang lebih tinggi. Dulu, ditinggal seseorang ke luar negeri bisa sangat menyakitkan lantaran Anda kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan orang tersebut. Sekarang? Masih menyakitkan, meski Skype sudah bisa membuat Anda berkomunikasi audiovisual secara real time. Akuilah, ini lumayan.
Fast forward. Kemajuan-kemajuan teknologi ini membawa perubahan pada pola interaksi manusia. Anda tahu pasti, kini interaksi antar-manusia tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga maya. Di dunia ini (baca: internet), perkenalan-perkenalan dengan orang baru dari seluruh penjuru dunia dimungkinkan. Anda bahkan bisa bergabung dengan suatu komunitas yang di dalamnya terdapat orang-orang yang tidak Anda kenal sama sekali, bahkan bertatap muka pun belum. Aneh?
Dulu, Anda yang membawa komunitas tertentu ke dunia maya. Sekarang, yang menakjubkan, kekuatan interaksi dunia maya ini ternyata cukup kuat untuk membawa komunitas-komunitas tersebut ‘lahir’ ke dunia nyata. Tidak percaya? Berikut ini adalah beberapa contohnya
Ravelex
[photo1]
Type: Forum internet
How it works: Ravelex adalah sebuah forum internet, tempat para pencinta dance culture Indonesia saling berkumpul serta bertukar pikiran dan informasi seputar dunianya, terutama berkaitan dengan ‘rave culture’. Topiknya meliputi banyak hal, termasuk tren musik, klub, teknik produksi musik elektronik, hingga rencana menghadiri sebuah acara. Inisiatif ini ternyata memperkuat komunitas regional dan antar-regional mereka di dunia nyata. Belakangan, Ravelex telah mampu mengorganisasi Raveaway, sebuah gathering yang membawa para anggota forum ini untuk party bareng di ZoukOut, Singapura.
Sites: http://ravelex.net
Couch Surfing
[photo2]
Type: Situs jejaring sosial
How it works: Situs ini dibuat untuk memudahkan para traveler, terutama dalam hal akomodasi penginapan selama perjalanan. Singkatnya, orang-orang yang tergabung dalam situs ini adalah orang yang bersedia ‘menampung’ Anda selama berada di daerahnya, baik dengan menyediakan sofa untuk tidur, bahkan menemani Anda jalan-jalan. Ini bisa meminimalisasi anggaran biaya akomodasi seorang traveler dengan signifikan, plus mendapat teman baru. Keakraban yang terjalin itu membuat mereka aktif mengadakan gathering di dunia nyata. Untuk hal ini, couch surfer Jakarta termasuk yang paling aktif.
Sites: http://couchsurfing.org
Indo Runners
[photo3]
Type: Facebook Group
How it works: Indo Runners adalah komunitas olahraga lari yang berdiri sejak Januari 2010. Hingga hari ini, komunitas yang digalang melalui jejaring sosial Facebook memiliki 560 member. Indo Runners juga aktif melakukan lari bareng pada Minggu dan ikut serta dalam lomba-lomba lari, baik di Indonesia maupun luar negeri. Uniknya, para pelari ini menggunakan fasalitas portal www.nikerunning.nike.com untuk pencatatan data (jarak, waktu, pace, dan kalori) sehingga memungkinkan agenda lari atau lomba dilakukan tanpa keberadaan fisik bersama. Jadi, ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja; selama partisipan sudah register di portal nikerunning dan menggunakan alat ukur nike+ sensor atau nike sportsband.
Sahabat Museum
[photo4]
Type: Mailing list
How it works: Komunitas ini tepatnya aktif sejak 2002. Sampai sekarang, Sahabat Museum tercatat memiliki 2.765 penggemar di Fans Group Facebook, not to mention yang tergabung dalam mailing list-nya. Sebagian besar terdiri dari mereka telah berkelana bersama menjelajah Indonesia. Dengan berbekal interest yang sama, tak hanya museum, tempat unik di berbagai pelosok Indonesia pun mereka bedah bersama. Indahnya Pulau Edam, Ternate dan Tidore, sampai Taman International Komodo adalah segelintir tempat yang telah disinggahi. Meski tak ada tanggal rutin, dalam satu bulan, mereka pasti ‘berkelana’ ke tempat seru, on a budget, dan (tentunya) membekali para peserta dengan pengetahuan yang tak dapat Anda peroleh hanya melalui googling.
Sites: sahabatmuseum@yahoogroups.com, http://www.facebook.com/SahabatMuseum
Deathrockstar
[photo5]
Type: Music webzine
How It Works: Webzine ini dibentuk untuk memperkenalkan semua genre musik dari band-band lokal atau luar negeri yang belum masuk jalur mainstream atau major label. Walaupun ada yang mainstream, musiknya pun cutting edge. Di sini, kita bisa melihat profil, review album, calendar event, berita-berita terbaru dari musisi atau sebuah band. Selain itu, ada pula fasilitas download yang bertujuan agar kita bisa mengikuti perkembangan musik yang sedang in, untuk kemudian memberi komentar atas lagu-lagu baru dari band-band yang masuk ke webzine ini. Webzine ini berguna untuk memperkenalkan karya Anda sendiri (solois) maupun karya bersama teman-teman (band) kepada khalayak dan bisa mengetahui responsnya.
Sites: http://deathrockstar.info/
Build Your Own Community
Setelah Anda melihat bagaimana sebuah komunitas bisa hidup dan besar dengan bantuan new media, mungkin sekarang Anda berpikir untuk membangun atau membesarkan komunitas Anda sendiri. Bingung untuk memulai? Don’t worry, we've got the tips.
Tentukan Konsep, Visi, dan Misi Komunitas
Dunia maya sangat luas dan plural. Oleh karenanya, jika hendak membangun sebuah komunitas, jadikanlah konsep Anda sesuatu yang unik dan kuat. Mendirikan sebuah komunitas yang pasaran di sebuah pasar yang luas hanya akan membuat Anda tenggelam. Jadikan konsep, visi, dan misi komunitas Anda cukup runcing untuk menembus pasar dunia maya.
Grab the Influencer, or, be the One
Sebuah komunitas dunia maya hanya akan hidup jika terdapat interaksi di dalamnya. Dan, interaksi ini biasanya timbul karena ada topik menarik, baik yang dilemparkan oleh pihak administrator maupun visitor. What is the influencer? Apa yang kami sebut influencer adalah orang-orang yang inspiratif dan persuasif, sehingga mampu menggerakkan massa untuk berinteraksi atau membuat keputusan.
Tapi, ini tidak selalu sejalan dengan profesionalisme. Misalnya, dalam sebuah forum komunitas pelari, seorang atlet lari belum tentu bisa menjadi seorang influencer yang lebih baik daripada pelari amatir yang aktif dan informatif. Suka atau tidak, ini fakta yang ada di dunia maya, meski memang tak bisa dipungkiri bahwa kredibilitas dan popularitas punya pengaruh terhadap tingginya influence seseorang.
Mari kita ambil contoh nyata. Situs http://thewhuffiebank.com mengeluarkan list orang-orang yang berpotensi sebagai influencer dilihat dari akun Twitter mereka. Uniknya, perhitungan mereka tak hanya berdasarkan jumlah follower seseorang, tapi beberapa faktor lain seperti jumlah retweet, jumlah tweet yang di-retweet orang lain, hingga penempatan sebuah link. Follower bukan segalanya, begitu intinya. Nah, untuk wilayah Indonesia, inilah 10 orang dengan peringkat tertinggi.
Sherina Munaf (@sherinamunaf), musisi, follower: 266.115
Vincent Ryan Rompies (@vincentrompies), musisi, follower: 106.335
Adib Hidayat (@adibhidayat), Managing Editor Rolling Stones Indonesia, follower: 5.941
Ndoro Kakung (@ndorokakung), jurnalis/blogger, follower: 7.922
Andrew Kaskus (@adarwis), founder Kaskus, follower: 15.763
Endah N Rhesa (@endahnrhesa), musisi, follower: 15.360
Sitta Karina (@sittakarina), novelis, follower: 9.542
Dewi Sandra (@dewisandra), musisi, follower: 91.827
Maylaffayza (@maylaffayza), violist, follower: 6.479
Boediono (@boediono), wakil presiden RI, follower: 37.335
Note: data bisa berubah sewaktu-waktu.
Note: Data di atas hanyalah hasil dari pola perhitungan tertentu. Nyatanya, nama-nama di atas hanyalah segelintir dari banyaknya influencer yang ada di Indonesia, seperti @adrisubono yang punya pengaruh besar soal musik, atau @jokoanwar di dunia film dan "janji joko" nya yang kontroversial
Bekali Diri dengan Tools Favorit
Ketika menyebut tools, kami mengacu pada semua hal yang memudahkan Anda berinteraksi. Ini bisa jadi MacBook Anda, atau mungkin Bloggie, si Mobile HD Snap Camera dari Sony yang bisa memotret dan merekam video untuk langsung diunggah ke situs favorit Anda dengan cara yang begitu mudah. Tidak ingin terlalu fancy? Gunakan saja ponsel. Tak perlu khawatir, kini standar sebuah ponsel sudah meningkat hingga memungkinkan Anda melakukan interaksi di dunia maya dengan lancar. Yang jadi faktor penentu tentunya ialah provider Anda. Pilih dengan bijak, mana yang memberikan fasilitas memuaskan, khususnya dalam hal akses internet dan kualitas sinyal. Selamat mencoba!
Follow the writer on Twitter: Bayu Maitra, Hanindyo Suropati, Martin Johnindra, Putri Ningrum
0 Comments
Be the first to comment.