TRAVEL

Berkelana ke Negeri Naga, Part Three (End): Macau

March, 24th 2010 |  by  Martin Johnindra  | Comments: 0

Setelah Hong Kong dan Shenzhen, Macau menjadi destinasi selanjutnya. Simak catatan perjalanan saya di kota sejuta gereja dan sejuta kasino ini.

Ruins of St. Paul's Ruins of St. Paul's

A-Ma Temple A-Ma Temple

Macau di siang hari Macau di siang hari

The Bubble Show di City of Dreams The Bubble Show di City of Dreams

Kanal di The Venetian Kanal di The Venetian

City of Dreams City of Dreams

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Seperti halnya Hong Kong, Macau juga merupakan bekas koloni Eropa lainnya di China. Selama hampir 500 tahun lamanya, Macau menjadi bagian dari pemerintahan Portugis yang awalnya dijadikan kota perdagangan yang menghubungkan China, Jepang, India, dan Eropa. Selain itu, Macau juga merupakan salah satu pusat penyebaran Kristen di Asia sejak abad ke-16. Hal ini bisa dilihat dari begitu banyaknya gereja di kota seluas hampir 30 m2 ini. Ia pun disebut sebagai City of the Name of God, Macau.

Nah, di kota kecil ini saya hanya memiliki waktu sehari saja untuk menjelajahinya. Saya akan memberikan beberapa pilihan destinasi menarik yang bisa Anda kunjungi selama kurang dari 12 jam.

Lotus Square

Di bagian tengah lapangan ini, terdapat monumen lotus besar berwarna keemasan yang bersejarah. Setelah ‘dipinjam’ Portugis hingga 20 Desember 1999, Macau akhirnya kembali ke tangan China. Monumen ini dipersembahkan oleh Pemerintah China sebagai tanda kembali bersatunya Macau. Monumen ini memiliki banyak simbolisasi. Salah satunya, mekarnya bunga lotus ini merupakan simbolisasi dari kemakmuran yang abadi di Macau. Selain itu, tiga bagian pada daunnya menyimbolkan tiga wilayah yang dimiliki Macau, yakni Macau Peninsula, Pulau Taipa, dan Pulau Coloane.

Ruins of St. Paul’s and Museum of Sacred Art

Salah satu ikon Macau ini sebenarnya merupakan bagian muka dari reruntuhan Gereja Mater Dei dan St. Paul’s College yang dibangun pada abad 17 dan terbakar pada 1835. Baru pada 1990–1995, restorasi besar-besaran dilakukan. Akhirnya, dibangun pula Museum of Sacred Art sebagai pelengkapnya. Di museum ini, terdapat berbagai benda bersejarah menarik dari masa-masa penyebaran Kristen di Asia, khususnya Asia Timur. Beberapa koleksinya, antara lain tulang-belulang para martir Jepang dan Vietnam, berbagai salib antik berbahan gading, kayu, maupun perak, dan koleksi lukisan antik bergaya Indo-Portuguese. Salah satu yang menarik adalah lukisan St. Michael Archangel dari abad ke-17. Mengapa? Sebab, dilukis dengan teknik barat, tapi ada nuansa Jepang pada gambarnya.

A-Ma Temple

Kuil, yang berdiri jauh sebelum Macau ada, ini merupakan representasi dari aneka ragamnya kebudayaan China yang dipengaruhi Konfusianisme, Taoisme, Buddhisme, dan kepercayaan lokal. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya paviliun di komplek kuil ini. Pada bagian muka, terdapat batu besar dengan relief kapal. Konon, bagi mereka yang menempelkan selembar uang dan menggerakkan dari bagian haluan hingga buritan serta menyimpannya selama setahun, maka keberuntungan akan datang kepadanya. Ingin mencoba?

City of Dreams dan The Venetian

Selain memiliki banyak gereja, Macau juga dipenuhi puluhan kasino. Dua kasino terbaru dan termasuk yang terbesar adalah City of Dreams dan The Venetian. Keduanya terletak di Pulau Taipa dan kini menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mengadu nasibnya selama 24 jam. City of Dreams ini tidak hanya memiliki kasino. Terdapat pula Hard Rock Hotel yang memiliki berbagai memorabilia para musisi, khususnya musisi mandarin. Tak hanya itu, ada pula pertunjukan The Bubble bertajuk Dragon’s Treasure. Pertunjukan selama sepuluh menit ini memadukan musik, spesial efek, dan 29.000 theatrical LED lights yang mempesona. Bagaimana dengan The Venetian? Di sini, terdapat kompleks pertokoan yang menjual berbagai koleksi high-end brand. Menariknya, ia dibangun dengan konsep sidewalk di Venesia. Berbagai kanal lengkap dengan gondolanya menjadi pemandangan menarik. Bagi Anda penyuka teater musikal, di sini terdapat pula Zaia yang merupakan karya terbaru teater kenamaan, Cirque de Soleil. Tak perlu takut kehabisan kursi, sebab teater ini memiliki 1.800 kursi yang siap menanti Anda.

Contact the writer at martin.johnindra@mediasatu.com
Follow him on twitter

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.