ENTERTAINMENT

Akhirnya, KOC dan Jens Lekman!

March, 29th 2010 |  by    | Comments: 4

"So we meet again, after several years, several years of separation.." rasanya menjadi lirik yang tepat untuk mewakili perasaan siapa pun yang datang di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Sabtu 27 Maret kemarin.

KOC sangat interaktif KOC sangat interaktif

The charming Jens Lekman The charming Jens Lekman

KOC selalu dinanti di Indonesia KOC selalu dinanti di Indonesia

KOC selalu dinanti di Indonesia KOC selalu dinanti di Indonesia

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Terhitung tepat empat tahun duo pop akustik Norwegian ini, tidak berjumpa dengan para penggemar 'gilanya' di Indonesia. Di tahun 2006, penjualan tiket mereka sold out hanya dalam waktu seminggu. Bahkan yang sekarang, hanya dalam waktu tiga hari saja. Jadi, sudah terbayang seperti apa tumpahnya luapan kegembiraan dari 5000 orang yang hadir pada malam itu. Bahkan, seminggu sebelum tiba di Indonesia, Erik Boe sempat bilang "Who's here from Indonesia? This song is for you. I love your country, see you there.." pada konser Kings of Convenience di Singapura.

Untuk tahun 2010 ini, Soundshine Event membawa line up artists yang—kalau saya istilahkan—Super Combo. Ya, seperti makanan burger yang memiliki dua lapis daging. Dengan lapisan teratas Jens Lekman, dan lapis ke dua tentu saja KOC. Karena dua icon indiepop dan folk akustik namanya sudah sangat mendunia. Belum lagi kehadiran band-band lokal, Hollywood Nobody dan White Shoes and The Couples Company, ibarat saus mayonaise yang membumbui rasa konser malam itu menjadi lebih manis.

Konser malam itu dibuka oleh performa dari dua band rilisan label lokal ternama, Hollywood Nobody (FFWD Rec) dan White Shoes (Aksara Rec). Nama Hollywood Nobody telah kita kenal sejak mereka menjadi finalis La Lights Indiefest 2009. Karakter vokal lembut Dian Safitri, mampu menghangatkan suasana indoor Sabuga yang malam itu terasa dingin, akibat hujan di luar yang turun sangat deras. Sementara White Shoes, meskipun suara gitar Rio dan vokal Sari kurang terdengar, mereka tetaplah sebuah pesona yang retrospektif. Terutama lewat harmonisasi vokal antar personelnya yang saling bersautan, dan selalu membawa kita hanyut dalam nuansa romantisme anak muda pada tahun 1970an.

The charming Jens Lekman, adalah performer yang didaulat untuk tampil berikutnya. Pada Desember 2008 lalu, Jens harusnya sudah dijadwalkan untuk manggung di Indonesia. Meskipun saat itu terpaksa dibatalkan, kini ia menebus janjinya untuk datang kembali. Jens, dengan konsep musiknya yang minimalis—satu gitar akustik nylon dan satu additional percusionist—berhasil memikat penonton lewat petikan gitar khas swedish pop yang sangat memanjakan kuping. Di beberapa hits, seperti A Sweet Summer Night on Hammer Hill, Black Cab, dan And I Remenber Every Kiss, penonton tidak hanya ikut bernyanyi, mereka bahkan serentak mengikuti gerakan Jens yang memutar-mutar badan sambil menggebuk-gebuk dada. 

Setelah Jens, KOC tampil sebagai band terakhir yang akan mengantarkan acara Soundshine kali ni mencapai klimaksnya. Dan ternyata benar apa adanya. Teriakan penonton seolah menggaung jauh sampai keluar gedung sasana ini. Semula saya pikir mereka akan khusus membawakan lagu-lagu dari album terbaru Declaration of Dependence. Ternyata tidak. Lagu-lagu andalan seperti Caymand Islands dan Toxic Girl menjadi sisipan diantara Mrs. Cold, 24-25, My Ship Isn’t Pretty, dan masih banyak lagi dari total set list sekitar 13 lagu. Erlend Oye pun sempat tampil mengejutkan, ketika tiba-tiba ia memainkan lagu Bersandar milik White Shoes. 

Kedua artis Scandinavian ini juga tidak lupa dengan peringatan hari bumi yang jatuh tepat pada hari itu. Jens adalah yang pertama kali meminta semua lampu di gedung itu dimatikan untuk sesaat. Lalu ia bilang "I don’t need the light, because..." ia diam sejenak, dan langsung menyambungnya dengan lagu You Are the Light. Dan penonton pun tak kuasa menahan rasa kegirangan, mendengar lagu yang pernah menembus chart UK itu dibawakan. Begitu juga dengan KOC yang melakukan aksi sama di dua lagu terakhir. Bayangkan dalam suasana gelap gulita, tiba-tiba Erik memainkan intro Homesick, disusul dengan lagu penutup Boat Behind yang dimainkan secara kolaboratif dengan Ricky (bassist) dan John (drummer) dari White Shoes. 

Terbayar sudah penantian selama bertahun-tahun untuk menyaksikan para raja musik folk ini. Sukses terus untuk Soundshine Event!

 

Contact the writer at primananda@mediasatu.com

Comments

virile marcel

April, 1st 2010

bahasa lo sabi juga bray...ahahahaha...
KOC juga yg dateng...ga mungkin ga ada sensasi...hadeeeehhh...

Pipilipil

April, 1st 2010

Primaaaa... gue suka tulisan lo ini. Iya, Jens sama KoC maen bagus banget. Hiiiy, merinding. Oia, trus gue kan nontonnya yang di Jakarta, jadi nggak tau di Bandung White Shoes maenin apa. Tapi, gue suka banget lagu "Matahari". Gempita gitu rasanya... *pun ada bau2 Vampire Weekend, sih. :P

prima

April, 2nd 2010

@viril: yaaabessss, haha..
@pipil: Makasih Pipil. :) Ada yg ketinggalan gw ceritain, ketika Jens menampar2 muka sendiri, menepak2 urat nadi tgn kanannya. Hiiii, iat ngicuk emg itu orang! Haha.. Matahari ya? Agak lupa gw judul2nya. Tp sekilas kebayang bagusnya sih materi album baru mrk nanti ya?

Mita

April, 7th 2010

Prima....prima... . ternyata inilah hasil dari Sabit Luka Angkasa... Suka banget gaya lo tulisan lo bray. lanjut....lanjut.. terus.. teruss!! ^__^

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.