David Gunarni
April, 8th 2010 | by | Comments: 1
“Start living healthy, and you will see the difference.”
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Sejak memenangkan kompetisi The Biggest Loser Asia, David Gunarni menyedot perhatian semua orang. Tak terkecuali saya, yang akhirnya bisa berbincang-bincang dengan pria ini mengenai transformasinya dan arti sebuah hidup sehat di Fitness First, Grand Indonesia.
Bagaimana awalnya bisa mengikuti kompetisi The Biggest Loser Asia (BLA)?
Sebenarnya, saya tidak ingin ikut awalnya. Sebab, saya dulu berbadan besar dan gemuk. Berat badan saya dulu 157 kg, dan saya pikir memalukan kalau ikut BLA. Saya piker, ngapain memperlihatkan badan ke seluruh Asia? Tapi, kakak saya diam-diam mendaftarkan saya ke audisi BLA di Pasific Place. Setelah keluarga mem-push, akhirnya saya pergi juga. Sebulan kemudian, saya mendapat telepon dari panitia BLA bahwa saya terpilih jadi salah satu kontestan. Di Malaysia, dari 30 kontestan, di-cut jadi 16, dan saya termasuk di dalamnya. Saya menghabiskan 2,5 bulan selama kompetisi.
Motivasi terbesar Anda untuk menurunkan berat badan?
Saya ingin hidup sehat. Saat masih 157 kg, saya seringkali merasa sakit, misalnya sakit kepala, sakit punggung, sendi, dan lainnya. Dulu, hidup saya tidak sehat, dan sering gampang capek. Motivasi terbesar saya adalah menghormati Tuhan dengan tubuh saya, dan untuk hidup sehat.
Bagaimana awal mulanya Anda bisa gemuk?
Lingkungan keluarga saya memang semua suka makan. Ayah saya juga obesitas. Saya dulu kalau makan bisa 6–7 kali sehari, dan dalam jumlah yang banyak. Saya jarang makan ringan. Hampir setiap kali makan, saya makan makanan berat.
Apa hal terberat selama menjalani kompetisi BLA?
Hal terberat saya rasakan di 2–3 minggu pertama. Saat itu, saya harus menyesuaikan diri ke sebuah rutinitas baru. Kalau di sini makan terus dan kurang olahraga, sedangkan di sana makan sedikit tapi olahraganya lebih banyak. Di dua minggu pertama, kami diajarkan cardio dan lari. Makanan yang kita makan juga disesuaikan; semua bergizi dan sehat. Semua latihan disesuaikan juga dengan stamina tubuh setiap orang.
Selain perubahan fisik, ada perubahan lainnya yang Anda rasakan?
BLA bukan hanya mengenai menurunkan berat badan, tapi saya juga diajarkan cara masak, cara makan yang sehat, dan cara olahraga yang sehat. Secara fisik, mental, dan emosi tentu saya merasa berbeda, ya. Sekarang lebih percaya diri ketemu orang, sedangkan dulu agak minder.
Can you say that you're happier now?
Most definitely! I'm much happier now by the grace of God. Saya merasa lebih fit, lebih sehat, dan saya merasa bahwa ini adalah sebuah awal dari hidup baru untuk saya. Seperti Tuhan telah memberikan saya tubuh yang baru, cara berpikir, dan rasanya seperti saya reborn.
Bagaimana Anda menjalani hari-hari setelah memenangkan BLA? Apakah Anda masih harus menjalani diet ketat?
Saya masih tetap menjaga makanan saya, dan saya juga tetap olahraga selama 1–2 jam setiap harinya untuk me-maintain berat badan. Saya juga baru mengikuti muscle building programme untuk membentuk otot-otot saya.
Ada tips untuk masyarakat Jakarta yang tidak punya waktu untuk pergi ke gym agar tetap sehat dan menurunkan berat badan?
Untuk mereka yang sibuk dan tidak sempat work out, pertama harus bisa mengontrol pola makan. Akan lebih baik jika bisa pergi ke ahli nutrisi untuk konsultasi apa yang baik dimakan jika ingin menurunkan berat badan. Kedua, saat bangun pagi, luangkan waktu untuk jalan kaki selama setengah jam keliling lingkungan rumah. Atau, jika sibuk, jalan kaki di malam hari juga bisa membantu membakar kalori. Tapi, waktu yang paling tepat adalah pukul 15.00–20.00. Saat itulah, badan sedang dalam puncak metabolisme dan pembakaran kalori.
What's the best thing of being thin?
The best thing is that you have your health back! Itu yang paling penting. Saya tidak pernah merasa sesehat dan sefit ini sebelumnya. Banyak hal positif yang saya dapatkan. Tapi, ya, memang harus ada perubahan wardrobe, karena saya tidak bisa memakai lagi pakaian saya yang dulu. Ha-ha.
Pesan yang Anda ingin sampaikan kepada masyarakat Indonesia sebagai pemenang BLA?
Start living healthy, and you will see the difference. Memang, kita harus mengeluarkan biaya tambahan jika ingin sehat. Tapi mari kita pikirkan, apakah lebih mahal biaya hidup sehat, atau biaya pengobatan penyakit jantung, kanker, atau stroke? Jika memulai hidup sehat, Anda bisa menghindari penyakit-penyakit. Semua yang Anda keluarkan sekarang, it's all worth it di masa yang akan datang.
Contact the writer at astri.darmayanti@mediasatu.com
Follow him on twitter


ronald djauhari
May, 31st 2010
wow. macho sekali mas ini :)