SPEED GUIDE

Memorable Artifacts

May, 24th 2010 |  by  Agung Suharjanto  | Comments: 0

Speechless. Itulah yang saya alami saat bertemu dengan komunitas ini di sekitar Ragunan. Ini bukan pertama kalinya melihat kendaraan seperti ini. Hanya saja, ini pertama kali melihatnya dari jarak yang sangat dekat dan bahkan bisa coba menaikinya

Teman tidur keluar kota Teman tidur keluar kota

Semua ini ada kenangannya Semua ini ada kenangannya

Yup, 1,2,3... Yup, 1,2,3...

Mmm... Mmm...

Terserah mau dibilang apa Terserah mau dibilang apa

Kerjasama tim sangat penting Kerjasama tim sangat penting

Salam kenal. Mau gabung? Salam kenal. Mau gabung?

Menjelajah banyak daerah Menjelajah banyak daerah

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Petang itu, ada tiga skuter tikus (rat scooter) – begitu mereka biasa menyebut kendaraan kesayangan mereka ini – yang berhasil kami temui. Di antara ketiganya, tidak ada satupun yang memiliki bentuk serupa. Vespa PX keluaran 1986 diubah seperti kendaraan perang dengan tambahan sespan; Vespa Super keluaran 1974 diubah seperti motor yang digunakan ‘Ghost Rider’, tentunya menurut versi mereka; dan Vespa Super 1972 menjadi seperti ‘permainan perosotan yang memiliki roda dan mesin serta bisa berjalan’.

Bentuk ketiganya berbeda. Tapi, ada beberapa persamaan: pertama, panjang ketiganya ditambah; dan kedua, mereka memiliki ruang tambahan selain jok standar. Penambahan panjang dan ruang ini memang sengaja. Alasannya supaya mereka tidak pusing-pusing menyari tempat penginapan kalau jalan keluar kota. Cukup parkir, matikan mesin, dan rebahkan badan di atas kendaraan.

Satu hal yang menjadi ciri khas adalah banyaknya ‘sampah’ yang menempel di sekujur kendaraan yang mereka tunggangi. Aksesoris yang menempel itu merupakan benda-benda berharga bagi mereka. Itu adalah kenang-kenangan yang mereka dapatkan dari berbagai perjalanan yang mereka lakukan. Mereka seperti petualang yang selalu membawa bingkai-bingkai kenangan di dalam tas ransel.

Selain bertukar aksesori, saat bertemu dengan komunitas dari kota lain, mereka pun saling bertukar stiker komunitas masing-masing. Di stiker itu, selalu terdapat nomor telefon salah satu anggota komunitas tersebut. Karenanya, jika berada di sebuah kota dan ingin menghubungi anggota komunitas serupa di kota tersebut, mereka tidak pernah khawatir kehilangan hanphone atau buku daftar nomor telefon. Cukup menyari stiker komunitas dari kota tersebut, dan di situ ada nomor orang yang akan selalu menyambut mereka.

 

Contact the writer at agung.suharjanto@mediasatu.com








Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.