Indonesian Custom Bike Builders Goes to Japan
June, 1st 2010 | by Oky Hartanto | Comments: 0
Sebuah kebanggaan Indonesia mendapat kehormatan diundang secara langsung oleh Cool Breaker Comission, Mr Keiji Kawakita untuk berkompetisi di Jepang, 29-30 Mei kemarin, di Pasifico Yokohama.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Kyai Perkoso sebuah nama yang disematkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, membawa pesan dan amanat beliau untuk menghantarkan Jogjakarta dan Indonesia ke kancah dunia, dengan segala segala kehormatan dan keperkasaan. Sebuah motor custom yang dilahirkan dengan penuh nilai-nilai filosofi budaya Indonesia, bermotif batik, yang mengisyaratkan bahwa bangsa Indonesia merupakan warisan nyata budaya dunia.
Juga menjadi motor custom pertama dari Asia Tenggara yang berlaga di sebuah kejuaraan dunia dengan undangan khusus dan melewati seleksi yang ketat dari Cool Breaker Comission. Motor yang menggambarkan relief luhur, sebagaimana termuat di relief bebatuan candi Prambanan, sarat makna luhur dan kekuatan nilai-nilai kehidupan yang kuat. Sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia melalui motor custom.
Kyai Perkoso adalah motor Harley Davidson Sportster 1200cc tahun 2007, yang telah didesain ulang melalui proses rekayasa yang khas dan kreatif, hasil fabrikasi terpadu dari Retro Classic Cycles, Yogyakarta.
Dalam mendesain motor ini, builder asal Yogyakarta, yang punya nama tua Lulut Puspo Wibowo atau akrab disapa LT ini, mengkonsep dan meracik segala bentuk material dan hiasan kerajinan seni khas Budaya Jawa, dengan mengadopsi konsep “Back to Own Culture”.
“Back to Own Culture” mengilhami sejumlah karya yang terpadu dalam motor tersebut dengan mengangkat tema “Budaya Jawa”, terlihat jelas ornamen motor bernuansa budaya Jawa yang sangat kental. Dalam proses pengerjaan beberapa ornamen, mengkomposisikan kerajinan dan kesenian khas Jawa, beberapa diantaranya dari Yogyakarta seperti, batik Jawa, kerajinan seni ukir dan kriya logam, yang dipadukan dengan spare part yang sengaja dibuat dari logam kuningan, terlihat sangat jelas dalam corak dan warna cat dalam motor tersebut.
Beberapa motif tersebut diambil dari motif batik Jawa yg terkenal seperti motif Jlamprang di bagian tengah tangki, motif batik Truntum dan motif Kawung. Pada sisi luar tangki sengaja dibuat emblem dari material plat kuningan tebal yang dibubuhi ukiran batik motif Parang Rusak dengan cara engraving untuk memperkuat aksen dan reprentasi nilai-nilai luhur budaya jawa.
Pada bagian lain motor tersebut, pada frame motor dibubuhkan hiasan paint strip yang motifnya disadur dari salah satu motif roda kereta kencana Kraton Yogyakarta. Pada bagian mesin juga tak ketinggalan sentuhan nuansa Jawa yang dikreasikan dengan seni ukir atau kriya logam merepresentasikan batu relief kuno/artefak Candi Prambanan yang dipadukan dengan kreasi khas Retro Classic Cycles.
Cover filter udara (air cleaner cover)-nya terbuat dari kuningan yang diukir dengan ornament ukiran motif “Kalamakara” yang diambil dari relief Candi Prambanan. Sedangkan pada jok motor terdapat tatahan ukir diatas jok kulit dengan gambar Kalamakara yang sama dengan motif pada saringan udara tersebut. Artistik khas Indonesia.
Pada bagian belakang spakbor dihiasi motif ornamen yang diadopsi dari hiasan rambut, putri putri bangsawan Kraton. Tutup tangki-nya pun dibuat dengan bentuk dan motif bunga teratai dengan material kuningan. Juga desain setangnya sangat unik yang disebut oleh Lulut dengan sebutan “Sungu Kebo” (Tanduk Kerbau) sebuah deskripsi riil kehidupan petani di tanah Jawa danIndonesia.
Selain “membatik” motor tersebut, hal lain yang tak kalah rumitnya adalah mengukir bagian mesin. Mesin Harley Davidson Sportster 1200cc tersebut dibongkar kemudian diukir layaknya relief candi prambahan. Detail pahatan batu batuan candi yang kadang asimetris pun, sangat jelas terlihat. Kalau dilihat sepintas persis batuan candi.
Tutup bagian cams (Cams cover) juga diukir dengan ukiran dengan motif motif ornament yang diambil dari relief Candi Prambanan. Pada bagian tutup oil filter (yang menonjol di ujung kanan) adalah bunga teratai, yang merupakan lambang dari kesucian, Biarpun pohon teratai di tanam di "air berlumpur", bunga teratai-nya tetap merekah diatas air lumpur.
Di relief mesin ini, terdapat banyak uliran sulur sulur kehidupan yang berpusat pada bunga teratai, maksud ekplisit-nya yaitu. semua perbuatan perbuatan yang kita lakukan (sulur sulur kehidupan) dalam kehidupan, harus berdasar dan bersumber pada kesucian hati. Pesan sederhana yang apabila diaplikasikan dalam kehidupan nyata akan memberangus sifat serakah, dusta dan merugikan kepentingan orang lain.
Di sisi sisi motif ukiran sengaja dibikin aksen bergerigi gerigi dan sengaja dibikin tidak rata seperti layaknya bebatu-an Candi Prambanan. Bagian sambungan antar bagian cam cover ini sengaja ‘dipahat’ tidak sama, selayaknya susunan bebatuan di Candi Prambahan, baut-baut di cams cover dibikinkan khusus dengan baut yang dicover oleh kuningan (brass), sehingga terkesan seperti ‘dipaku’, tidak di baut lagi.
Tutup silinder head (Rocker covers) juga diukir dengan ukiran dengan motif ornament dari Candi Prambanan di mixed up dengan kustom flame ala Retro Classic Cycles. Di sisi sisi motif ukiran sengaja dibikin aksen bergerigi gerigi dan sengaja dibikin tidak rata seperti layaknya bebatu-an Candi Prambanan.
Pada bagian transmisi, konsep design tuas pemindah gigi transmisi dirubah dengan system Jockey Shift atau menggunakan tangan layaknya motor Harley Davidson lama atau kuno.
Inilah Kyai Perkoso, sebuah representasi budaya luhur Indonesia, yang mendapat apresiasi untuk memperkenalkan bangsa dan negara Indonesia di kejuaraan motor custom dunia.
Contact the writer at oky.hartanto@mediasatu.com
Follow him on twitter



Comments
Be the first to comment.