FACES OF JAKARTA

Hasilnya Besar, Risikonya Juga Besar!

June, 2nd 2010 |  by  Hanindyo Suropati  | 3

Kimung (29)

Kimung (29) Kimung (29)

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Menjelang perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, akan marak pula perputaran uang taruhan. Sebelum perjudian dengan jumlah besar dimulai, saya berkesempatan ’menginterogasi’ seseorang yang berkecimpung di dunia tersebut.

Benarkah profesi Anda adalah bandar judi bola?

Bisa dibilang begitu, tepatnya bandar judi ankle lah. Bos utamanya tetap ada, cuma gue belum pernah ketemu sampai saat ini.

Apa yang membuat Anda memilih profesi ini?

Awalnya, gue kerja di bidang spare part otomotif. Namun, karena otomotif modal awalnya besar, gue berpikir mending jadi bandar saja karena memiliki prospek lebih bagus. Ha-ha.

Kapan waktu Anda ‘operasi’?

Hampir setiap hari. Dari Senin–Minggu biasanya mulai pukul 22.00–03.00, pertandingan bola pasti ada terus, seperti Premiere League, Primera, Seri A, Bundesliga, dan Eridivisie Belanda. Makanya, gue berlangganan cable tv untuk melihat pertandingan, batas waktu akhir memasang taruhan adalah pada menit 70.

Bagaimana cara bila ingin memasang taruhan?

Karena semua berdasarkan sistem kepercayaan. Cukup lewat SMS dan tidak memakai deposit. Kami tidak memakai sistem transfer, lebih e-banking karena tidak ada limit-nya.

Bagaimana sistem keuntungannya?

Dari keuntungan total, hasilnya 15% buat bandar, 10% untuk bandar ‘pusat’, 5% untuk ankle-ankle-nya. Tapi, setiap loe taruhan untuk tim manapun, loe dikenakan 5% untuk tiap taruhan.

Berapa minimal jumlah taruhannya?

Kelipatan Rp100.000 sampai tanpa batas. Tapi, selama ini yang masang sama gue paling kecil Rp300.000.

Menurut Anda, bagaimanakah judi di masyarakat kita sekarang ini?

Seharusnya, judi diegalkan oleh Pemerintah seperti di Amerika, apabila dilegalkan pemasukannya cukup banyak untuk negara.

Risiko apa yang Anda alami sebagai bandar?

Ya namanya judi, hasilnya besar risikonya besar. Risikonya harus nalangin player-player yang belum bayar ke bos utama dengan uang kita sendiri. Kalau hasil, nggak usah dibilang. Kalu ada bandar judi ngaku rugi itu bullshit, karena nggak ada yang namanya bandar judi itu rugi.

Pemasukan Anda dari pekerjaan ini?

Lebih dari cukup. Kasarnya per tiga hari gue bisa mendapatkan Rp500.000. Gue bisa membantu kehidupan keluarga, menguliahkan adik, punya motor, tv cable, Blackberry, dan lain-lain. Orangtua pun tahu kalau gue ini bandar judi bola.

Pernah berhadapan dengan hukum?

Belum. Ini, kan, sistemnya perseorangan. Kalau yang dikenai mungkin orang ’pertama’. Lagipula, mending jadi bandar judi bola daripada bandar narkoba. Ha-ha.

Apakah Kota Jakarta mendukung profesi Anda?

Sangat. Jakarta paling memiliki prospek dibanding kota lain.

Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on twitter

Bookmark and Share

3 Comments

bo-ni

June, 2nd 2010

ini pasti idenya boni nih kalo udah di perbatasan gini, area lebih berani dari sebelumnya

bony @ areamagz.com

June, 3rd 2010

To: bo-ni...suatu kebetulan yang tak terduga nama kita sama...hehe...thanks buat 'pujiannya'...Ide awal emang dari saya tapi gak akan terwujud tanpa persetujuan tim editorial lainnya...nyarinya agak susah bandar judi yg mau diwawancara, untungnya salah satu kolega mempunyai teman yang profesinya sebagai bandar judi...jadi terjadilah wawancara ini diselingi telpon2 dari para palyer2nya....doakan supaya AREA semakin 'berani' lagi ke depannya....cheers..

jabiwabi

June, 11th 2010

kalau lagi worldcup. penghasilannya nambah ya pastinya? Bon, mau pasang dong. Bisa lewat elu :)

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.