Poetic Pictures: Mimpi Urban Romain Osi
June, 3rd 2010 | by Hapis Sulaiman | Comments: 0
Menyaksikan deret foto di halaman Museum Fatahillah, saya berkesempatan mewawancarai sang creator, Romain Osi. Inilah ceritanya.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Bertajuk "Urban Dream", gelaran pameran yang digawangi CCF-Jakarta ini memang sengaja mengambil tempat di ruang terbuka agar siapa pun bisa menikmatinya. Sang seniman kelahiran Paris mengakui bahwa idenya adalah kota (city). Banyak dari kita tidak tahu bahkan tidak peduli soal "kota" itu sendiri. "Ini semua mengenai kota. Buat saya, foto-foto ini adalah rasa dan kesan saya tentang bagaimana kota 'berbicara' pada kita. Ada delapan kota di Eropa yang saya abadikan dalam foto di pameran ini. Kebanyakan adalah foto-foto yang saya ambil pada malam hari," jawabnya.
Mengenai harapannya melalui pameran kali ini, Osi memaparkan bahwa dirinya berharap foto-foto ini bisa berbicara pada masyarakat Jakarta dan memahami pesan 'kota' itu sendiri. Bagaimana kita menyukai potret kota kita sendiri bahkan membencinya.
Terkesan apa adanya, beberapa gambar yang ditampilkan terlihat 'sederhana' dalam tema dan komposisi fotografi—cahaya kilat yang berlebih, blur, bahkan out of focus. “Ini adalah mimpi tentang kota—city dream. Terlalu abstrak. Gambaran yang terlalu dreamy. Kadang-kadang saat melihatnya kita tidak mengenalinya. Ini adalah mimpi urban saya,” demikian jawab Osi.
Namun demikian, kesederhanaan tersebut justru menjadi 'gerbang' halusinasi fantasi bagi Osi dan mereka yang menyaksikan potret tersebut untuk masuk dan menyelami kesepian, kenyataan, juga mimpi. Itulah sebabnya Osi yang mulai meminati fotografi sejak 2003 ini lebih senang mengenali karyanya sebagai poetic picture. “Saat mengerjakan kesibukan fotografi saya, saya melakukannya begitu saja. Saya hanya perlu berjalan, mencari tempat, merasakan situasi tempat tersebut. Setelahnya, saya tinggal mengambil gambar tanpa perlu berpikir soal konsepnya. Saya hanya perlu berada di suatu tempat dan membiarkan pemandangan tempat tersebut berbicara,” ungkapnya lebih lanjut.
Dalam menangkap gambar, Osi mengaku lebih lebih banyak menunggu. “Saya tak terlalu suka mengatur waktu. Lagi pula, saya tidak selalu membawa kamera ketika saya pergi,” ungkapnya sembari tersenyum menutup wawancara area siang itu.
Usai di Taman Fatahillah, 11 Mei-2 Juni 2010, parade pameran karya Romain Osi ini akan dilanjutkan di Taman Ayodya pada 3-21 Juni mendatang.
Fast Track:
+33 (0) 6 22 84 20 70
www.romainosi.com
www.picturetank.com/osi
contact@romainosi.com
Contact the writer at hapis.sulaiman@mediasatu.com



Comments
Be the first to comment.