FEATURE

Area New Cheap Eats Spots

June, 15th 2010 |  by  Tim Redaksi Area  | 5

Bahasan soal wisata kuliner murah bin enak di Jakarta sudah menjadi menu wajib area setiap tahunnya. Betapa tidak. Selalu saja ada ulasan seru soal jajanan urban yang jadi lifestyle buat the Jakartans.

Kali ini, pasukan redaksi area menjelajah seisi Jakarta. Melintasi macetnyanya barat Jakarta. Menerjangi rawannya utara Jakarta. Mengarungi 'mewahnya' pusat Jakarta. Menapaki gemerlapnya selatan Jakarta. Menjelajahi gersangnya timur Jakarta. Semuanya demi memperluas peta jajahan kuliner Anda di Jakarta dengan sajian 'enyak makmur'—enak, banyak, makan murah; meminjam istilah Haryo Pramoe. Kami datang, kami makan, dan kami senang. Jakarta, mari makan!

Jakarta Selatan

Sudah jadi rahasia umum jika Jakarta Selatan adalah gudangnya makanan murah meriah dengan rasa enak. Tapi, hanya di beberapa wilayah mainstream yang akrab dengan wilayah anak Selatan. Kebanyakan, selain sudah banyak pula yang tahu dan tentunya sudah area review pula. Jadi, kali ini kami memilih tempat-tempat yang belum mainstream dan dapat menjadi pilihan Anda di saat lapar dan tempat makan lainnya penuh.

Nasi Bebek Tunjungan

Lokasi tempat makan ini berada di wilayah paling strategis di Selatan, yaitu, Tebet. Tepatnya Tebet Utara I No. 47. Memang banyak tempat makan yang menawarkan menu utama bebek di daerah ini, tapi Bebek Tunjungan ini tak kalah enak dibanding restoran maupun tempat makan lain yang menyediakan menu sama. Menu andalan tempat ini adalah Bebek Cabai Hijau dan Bebek Kremesnya. area merekomendasikan Bebek Cabai Hijau-nya. Selain gurih (karena menggunakan resep sendiri), dagingnya empuk (diungkep selama 2 jam), tidak amis, bumbunya begitu terasa, kering, dan rasa pedasnya menambah sensasi. Tak hanya itu, tersedia pula Bebek Kaldu Rasa yang kuahnya berasal dari kaldu bebek. Nasi Bebek Tunjungan ini berada sejak 2006 dan memiliki beberapa cabang, seperti di Pondok Labu dan Bekasi. Nasi Bebek Tunjungan dapat menjadi alternatif lain bagi pencinta bebek yang mungkin bosan dengan tempat makan bebek yang sudah besar namanya.

Fast Track:

Jln. Tebet Utara I No. 47, Jakarta Selatan
Telp.: (021) 7088 8027
Buka: 10.00–22.00 (Setiap Hari)
Rp14.500–Rp62.500 (Makanan), Rp1.000–Rp7.500 (Minuman)
*Dapat pesan antar di sekitar Tebet tanpa minimal order.

Mereka Bilang...

“Rasanya lumayan berbeda dengan beberapa tempat makan bebek lainnya, karena  rasanya pedas, dagingnya empuk dan rasanya pun cukup mewakili lidah orang Jawa Timur.” (Faisol, 30 tahun)

Sate Kambing Ibu Yanti
[photo1]

Sate Kambing Ibu Yanti merupakan usaha keluarga dari warga Jakarta asli. Sudah mulai berjualan sejak 1965 dan sempat pindah beberapa kali, akhirnya pada ‘80-an mengontrak dan menetap di daerah Duren Tiga. Untuk tempatnya, memang jauh dari fancy dan tetap teguh menggunakan konsep warung dengan daya tampung kurang lebih 50 orang. Menu yang menjadi andalan tempat makan ini adalah sate kambing, sop kambing, dan gulai kambingnya. Untuk menu ‘sampingan’-nya terdapat nasi goreng, tongseng, dan sate ayam. area merekomendasikan sop kambingnya untuk disantap. Bumbu dan kuahnya begitu menempel sehingga rasanya gurih. Dagingnya yang empuk juga akan membuat Anda tidak ingin menyisakan sedikit pun sisa menu ini di mangkuk. Gulai kambingnya pun tak kalah mantap, apalagi warnanya merah ‘menggoda’; membuat area ingin cepat-cepat menyicipinya. Sang pemilik berkata, “Kami tidak memiliki resep khusus untuk menu-menu yang di sini, hanya menggunakan kayu manis, jahe, dan biji pala. Asalkan komposisinya pas, rasanya pasti enak.”

Fast Track:

Jln. PLN DUREN TIGA No. 11, Jakarta Selatan
Telp.: (021) 7986225
Harga: Rp10.000–Rp24.000 (Makanan), Rp1.000–Rp9.000 (Minuman)
Buka: 10.00–21.00 (Libur Apabila Hari Raya Muslim)
*Dapat pesan antar untuk sekitar Jakarta + ongkos kirim

Mereka Bilang...

“Daging satenya agak keras, tapi sop kambingnya enak, lebih pas apabila dihidangkan lebih panas”. (Roy, 44 tahun).

Sapi Bali Cibulan Jakarta

Berkonsep sebuah warung, tempat makan ini asal muasalnya dari Yogyakarta. Buka pertama kali di Kelapa Gading dan pindah ke kawasan Kebayoran Baru sejak setahun lalu, Sapi Bali Cibulan Jakarta menggunakan bumbu khas Bali. Mereka memiliki beragam hidangan spesial yang kerap dipesan pengunjung setianya, di antaranya Iga Bakar yang empuk dan gurih dihadirkan dengan pilihan saus pedas manis, manis, dan pedas. Berbeda dengan iga bakar lain, di sini mereka menggunakan rempah, bukan bumbu kacang. Selain itu, Ayam Kecombrang juga menjadi best seller. Satu hidangan yang patut dicoba pula adalah Urutan, yakni sosis khas Bali yang menggunakan daging sapi cincang ditambah ramuan 12 bumbu rempah. Selanjutnya, Es Daluman yang menggunakan santan dari kelapa yang dibakar dan ‘cincau’ ini sangat pas untuk penutup.

Fast Track:

Sapi Bali Cibulan Jakarta
Jln. Cibulan Raya No. 17A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
(021) 727 86442 (Bisa Delivery Min. Rp75.000 di Kawasan Kebayoran Baru)
10.30–22.00 (Setiap Hari)
Rp16.500–Rp33.000 (Makanan), Rp2.500–Rp8.000 (Minuman)

Seafood Kali Unggul
[photo2]

Berlokasi di kawasan Senopati, Seafood Kali Unggul kerap menjadi tujuan menikmati hidangan laut yang murah meriah. Tempat ini ramai saat afterhours, saat banyak orang menikmati hidangan sekaligus menunggu kemacetan reda. Berdiri sejak 20 tahun lebih, tempat makan ini berhasil bertahan hingga kini. Mereka menjual berbagai hidangan laut dengan harga terjangkau. Beberapa yang patut dicoba adalah Kepiting Saus Tiram. Rasa saus tiramnya cukup pas dan Anda bisa menyesapnya hingga ke bagian dalam. Ada pula cumi goreng tepung yang gurih dan berporsi besar.

Fast Track:

Seafood Kali Unggul
Jln. Rajasa/Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
(021) 735 9977, 0816 1996 744
15.30–01.00 (Setiap Hari)
Rp3.500–Rp30.000 (Makanan), Rp1.000–Rp9.000 (Minuman)

Mereka Bilang...

“Dua hari sekali kita suka ke sini, soalnya rasanya enak. Apalagi Kepiting Goreng Mentega dan Kerang Goreng Mentega-nya. “ - Sinta, Dea, Ester

Steak Hotel by Holycow!

Warung steak ini didirikan oleh 2 pasang suami-istri penggila steak pada 15 Maret 2010. Menu yang ‘diagung-agungkan’ di sini adalah Wagyu Sirloin. Tapi, ada juga Australian Sirloin yang tak kalah mantap. Cerita tentang steak murah tapi berkualitas bintang lima terbukti benar adanya. Daging impor yang tebal diracik dengan special herb (warisan keluarga) membuat rasanya gurih ketika Anda mencobanya tanpa saus. Terdapat tiga saus pilihan, yaitu mushroom, blackpepper, dan barbeque. Tersedia pula tiramisu home made yang bisa Anda nikmati secara gratis jika Anda nge-tweet saat tengah makan on the spot. Masih belum sempat datang dan merasakan juicy-nya wagyu sirloin ala Holycow Steak? Sekaranglah saatnya!

Fast Track:

Steak Hotel by Holycow!
Jln. Radio Dalam No. 15, Jakarta Selatan (Sebelum Dim Sum Festival)
Buka: 18.30–Habis (Selasa Tutup)
Harga: Rp10.000–Rp90.000

Jakarta Timur

Meski kerap diasosiasikan sebagai kawasan industri, nyatanya Jakarta Timur memiliki khazanah kuliner cheap eats yang kaya dan beragam. Kebanyakan memang terkumpul di beberapa pusat keramaian, semisal kawasan Terminal Bus Rawamangun, Pulomas, sepanjang pematang Kalimalang, Halim, juga Cipinang. Nah, berikut adalah temuan tempat jajanan baru area bertema murmer di kawasan ini.

Warung Nasi Komby

Tak sulit untuk menandai kedai makan ini. VW 'Komby' warna merah, itu keyword-nya. Unik. Namun nama ‘Komby’ sendiri justru berasal dari kota yang disebut sebagai negri bir di Jerman ini kepanjangan ‘Kolaborasi martin Bareng Yosep’, sang empunya. Kalau soal tampilan luar, Warung Nasi Komby bisa dibilang paling unik di sepanjang bantaran Kalimalang, Jakarta Timur. Eh, tapi jangan salah. Masuk ke dalamnya, pandangan Anda akan dibuat takjub dengan sajian desain interior; beragam ornamen (pajangan dan plakat kayu) dengan karikatur  bertema 'jawa klasik' dijamin membuat Anda tersenyum. Kocak. Apalagi dengan karikatur Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang ditingkahi kalimat-kalimat pesan yang konyol dan menggelitik. Ada juga deret mainan anak 'jadul': mobil truk kayu, kincir angin gareng-petruk, juga celengan ayam. Kesan klasik Warung Nasi Komby juga disempurnakan dengan jajanan camilan zaman dulu dan jualan rokok-rokok lokal. Soal menu utama, warung nasi ini menyediakan sejumlah menu makan malam khas rumahan yang dijaja di dalam VW Komby tadi, dari tumis labu, goreng tempe-tahu, sambal goreng kentang, sampai semur jengkol. Enak, murah, dan meriah. Nah, area mencicipi sajian Bebek Bakar yang disanding 3 jenis sambal ulek. Sedap. Soal minumnya, tersaji beragam olahan minuman tradisional dan modern yang pas menemani santap malam Anda, dari Teh Gila, Teh Jowo, Es Kelapa Komby, sampai Es Campur Maut. 

Fast Track:

Alamat: Jl. Raya Kali Malang setelah terminal Sumber Artha
Buka: 9.00 s.d 23.00
Harga: Rp. 2.500 – Rp. 14.500

Mie Ayam Cak Kandar
[photo3]

Eits, jangan buru-buru meremehkan bakmi ayam satu ini. Hapus jauh-jauh gambaran bakmi ayam pada umumnya. Bakmi milik cah Arema ini memiliki ciri khas pada sajiannya. Jika bakmi ayam biasanya hanya menawarkan bakso atau pangsit sebagai pendamping, Cak Kandar justru berkreasi dengan ati ampela, telur, juga ceker. Tapi, jika Anda ingin menikmati ceker yang didapat dari ayam petelur nan lezat itu, Anda diwajibkan menelepon dulu. Ini dikarenakan ceker yang disediakan terbatas. Tidak tanggung-tanggung, mie ayam ini sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Jadi, rasa-rasanya kelezatan bakmi ayam ini patut diacungi jempol.

Fast Track:

Pulomas, Sebelah RS Kartika Depan Lapangan Tenis
Buka: 06.00 - 15.00
Harga: Rp. 9.000 - 15.000, Rp. 1.000 (ceker)
Telp.: 0818 723 675

Seafood 68 X Kalimalang

Anda pencinta seafood? Maka mencicipi Sea Food 68 X Malang wajib hukumnya. Warung tenda di sebelah Bakmi Golek ini memiliki citarasa yang membuat Anda tambah mencintai seafood. Menurut sang koki, jagoan mereka adalah menu Saus Padang. Di sore yang tengah diguyur hujan maha derasnya itu, kami mencicipi udang dan cumi dengan saus yang dijagokan itu dan nyatanya memang lekker! Tapi dari rentetan menu yang dipesan, kami justru punya gacoan sendiri. Dialah Kepiting Asam Manis yang mampu membuat lidah terasa benar-benar dimanjakan. Sausnya yang manis dan pedas bukan main lezatnya.
Jika Anda alergi dengan makanan laut, jangan sedih. Di sebelah kirinya terdapat warung tenda yang menjajakan makanan, seperti ayam, bebek, tempe, tahu, ati-ampela dengan lalapan (pete yang dipajang terlihat begitu menggoda), dan sambal yang menggiurkan. Sementara, di sebelah kanannya ada beragam es olahan ala Sinar Garut yang sudah tidak perlu diragukan lagi ke-lezis-annya. Jadi, siapa bilang kawasan timur Jakarta kalah eksis dalam kulinernya?

Fast Track:

Alamat    : Jl. Raya Kali Malang Sebelah Bakmi Golek
Buka    : 16.00 – 00.00
Harga    : Rp. 7.000 – Rp. 50.000

Sate Padang Buyung
[photo4]

Lokasinya tepat di seberang depan Terminal Rawamangun. Di antara keramaian kedai makan di deretan sini, bertengger satu penjaja sate padang yang konon sudah kenamaan di wilayah sini. Buyung si Kumbang namanya. Tak ada yang istimewa dari tampilan kedai si uda dan gerobaknya. Bisa mungkin Anda tidak tertarik mencicipinya. Maaf, kali ini Anda salah. Sate padang sajian si Kumbang punya sejuta kenikmatan di balik kesederhanaan penyajiannya. Kabarnya, Uda Buyung bisa menghabiskan 1000 tusuk sate khas Pariaman setiap harinya. Istimewanya lagi, diakui sang pedagang, kuah satenya diolah dari 28 jenis bumbu rahasia yang telah dimodifikasi. Tapi, tanpa meninggalkan menjadi nilai otentik sate padang Pariaman yang konon kurang diminati oleh pembeli yang gentar dengan rasa pedas. Sekilas bumbunya terlihat kekuningan mirip khas Bukit Tinggi. Ingin tahu bedanya? Cicipi si Kumbang dengan keripik singkong balado homade-nya.

Fast Track:

Seberang Terminal Rawamangun
Buka: 09.00—21.000
Harga: Rp11.000 (termasuk sebungkus keripik singkong)

Bakmi Tasik

Masih di kawasan kuliner Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Paus, bilangan Rawamangun, ada pilihan nikmat yang patut disinggahi. Namanya Bakmi Tasik. Dari namanya sudah bisa ditebak, tempat ini menyediakan bakmi khas Tasikmalaya. Keunikannya terletak pada hidangan babat jarit di bakminya. Buat yang kali pertama mungkin agak kaget dengan campuran babat jarit berwarna hitam di kuah Bakmi Tasik. Tapi, jangan khawatir. Bagian hitam tersebut sengaja tidak dihilangkan karena itulah yang membikin gurih. Keunikan lain bakmi tasik adalah kuahnya yang bening—menggunakan kuah rebusan tulang ayam.
Satu lagi yang tak boleh dilewatkan saat menyantap bakmi di sini adalah sambal bawang putih—juga khas Tasikmalaya. Rahasia kelezatan bakmi di kedai ini ada pada olahan bakmi yang digarap sendiri, dari tepung terigu dan telur. Semuanya tanpa pengawet. Kabarnya, setiap hari kedai ini menghabiskan 10 ayam untuk kaldu dan daging suwir.
Dibuka sejak 1990, kedai makan ini adalah milik Yan Kustian bersama istri. Untuk urusan resep, pengolahan, dan penyajian, Yan dan istri yang menangani langsung, dibantu beberapa pelayan. Tak cuma bakmi, warung ini menyediakan aneka makanan berbahan bakmi, jus, dan makanan kering khas Tasikmalaya. Kabarnya, Bakmi Tasik milik Yan dan istri ini sudah buka cabang di Depok. Karena lokasinya di salah satu spot keramaian di Rawamangun, siapkan kesabaran dan recehan Anda. Pasalnya, banyak pengamen yang hilir-mudik di sini. Eh, tapi jangan salah. Ada beberapa pengamen yang punya permainan musik dan vokal tak kalah cihuy dari Glenn Fredly! 

Fast Track:

Jl. Paus No. 93, Rawamangun
Telp.: (021) 471 2531
Buka: 08.00 - 22.00
Harga: Rp. 11.000 - 30.000

Jakarta Utara

Jangan cuma membayangkan kawasan utara Jakarta sebagai wilayah rawan, gersang bahkan red light district-nya Jakarta! Nyatanya menjelajah kawasan Kelapa Gading, Pluit, Plumpang, atau Sunter, Anda akan disuguhi aneka sajian lezat, menggoda selera, tapi tak membikin dompet Anda pingsan! So, siapkan perut Anda, ikut kami menjelajah.

Warung Nasi Barokah Ibu Sari

Letaknya yang berada di hook area bagian belakang RS Garuda Indonesia, Kemayoran membuat warung nasi ini mudah ditemukan, terutama saat makan siang. Karena, saat makan siang, warung tersebut padat dikerubungi pengunjung. Ada yang berdasi, berkulit putih, hingga yang berpakaian seadanya dan dipadu sandal jepit. Pada 1988, Ibu Sari dan almarhum suaminya mendirikan warung tenda tepat di bagian belakang RS Garuda Indonesia. Lalu, beberapa tahun kemudian, sang pemilik rumah tempatnya ‘mangkal’ menawarinya pojokan rumahnya untuk berjualan.
Untuk menu, dari awal berdiri, Bu Sari selalu menyediakan ayam dan bebek (goreng/bakar). Tapi, selain itu juga tersedia mulai dari ikan (ikan mas, gurame, patin, bawal, kuwe, sampai ikan asin), usus, hati, sop iga, sayur asem, sampai soto tangkar. Semuanya tak ada yang tak istimewa, apalagi setelah disandingkan dengan sambal goreng atau mentahnya yang pedas dan ngangenin. Bukan hanya sambalnya yang diulek sendiri, bumbu yang digunakan untuk mengungkep berbagai menu di sana pun ia garap sendiri setiap hari. Jangan khawatir akan kesegaran lauk-pauk di sana, karena setiap pukul 20.00, makanannya pasti sudah ludes!

Fast Track:

Kompleks Angkasa Pura No. 26, Kemayoran, Jakarta Utara
Telepon: (021) 333533567
Buka: 08.00–20.00
Harga: Rp12.000–Rp30.000

Bakmi Kaca Mata

Bagi sebagian besar orang yang telah berkunjung ke restoran yang satu ini, Chasio Garing Madu adalah yang membuat mereka ingin kembali dan kembali lagi. Tapi, saat area, berkunjung kesana bakminya yang berjenis Bakmi Hongkong, dan Siobak-nya (Babi Panggang) juga tak kalah membuat lidah kami bergoyang. Dalam satu mangkok Bakmi Special, kami benar-benar dapat membuat lidah kami puas dengan rasa gurih, asin, dan manis. Mie-nya yang kecil-kecil (seukuran 1/3 mie umumnya) ternyata membuat kami ketagihan dan tak berhenti menyumpitnya ditambah lagi dengan kelembutan dan crispy-nya kulit Siobak. Bakmie Special ini juga disajikan dengan kuah sayur sawi asamnya yang menyegarkan. Dijamin, Anda tidak akan kecewa dengan rasanya. Atau, jika Anda ingin mencoba yang lain Nasi Campur nya juga sangat recommended! Tinggal pilih, ingin disajikan dengan Nasi Putih atau Nasi Hainam. Kalau Anda sedang berada di sekitar Kelapa Gading dan kelaparan di pagi buta, jangan sungkan untuk mampir untuk menyegarkan diri dengan semangkuk Bakmi Special ala Kaca Mata!

Fast Track:

Jln. Boulevard Raya Blok TT2/5, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telepon: (021) 453 0041
Harga: Mulai dari Rp15.000
Buka: 24 Jam

RM Nasi Bebek Special Azis

Agak sulit menemukan kedai ini awalnya. Sebab, banyak sekali warung yang menjual Nasi Bebek di daerah Plumpang. Tapi, yang ini memang benar-benar berbeda. Di tempat berukuran 5 x 10 m, mereka hanya menjual tak lain dan tak bukan Nasi Bebek Pedas. Bebek yang kabarnya sejenis peking duck ini dipotong jadi beberapa bagian yang tak terlalu besar, lalu digoreng dan dicampur dengan sambal goreng yang hanya terdiri dari cabai. Sekilas memang potongan ayam—yang diletakkan di meja sesuai jumlah pengunjung begitu kami duduk—itu terlihat sedikit. Tapi, saat mulai melahapnya, nasinya justru tidak seimbang dengan potongan bebek yang gurih, empuk, dan sama sekali tidak anyir! Not to mention, sambalnya pun terasa pas pedasnya. No wonder kalau dalam sehari, meski tempatnya jauh dan susah ditemukan, warung Pak Azis selalu ramai dan dapat menghabiskan hingga 80 ekor bebek dalam sehari—setara 10 potong setiap ekor. Nah, kalau Anda sedang melewati Plumpang, jangan lupa mampir ke Nasi Bebek Special Azis, dan rasakan sensasinya!

Fast Track:

Jln. Raya Plumpang Semper No.16 (Dari Arah Pasar Ular, Ada di Sebelah Kanan Jalan), Jakarta Utara
Telp: (021) 986 96003, 0813 89130555
Buka: 10.00–22.00
Harga: Rp15.000/Porsi

Bihun Bebek Aeng

Bihun bebek yang satu ini telah eksis di daerah aslinya, Medan, sejak 1975. Di Muara Karang sendiri, mereka telah memikat hati para pengunjungnya sejak 1994. Setelah membuktikannya sendiri, barulah kami percaya kehebatan Bihun Bebek Aeng yang fenomenal itu. Kenapa kami bilang fenomenal? Sebab, saat kami ngetweet tentang keberadaan kami di sana, tak hanya satu-dua orang yang merespons, tapi banyak! Bedanya dengan bihun bebek yang menjamur di Muara Karang dan sekitarnya adalah si bihun yang gendut-gendut serta tak gampang putus itu adalah kuahnya yang sangat terasa kaldunya. Rasa unik dan lezat yang diklaim sang pemilik berasal dari ramuan rahasia resep keluargnya dari Medan. Bihun yang liat dengan minyak, taburan bawang putih goreng, daun seledri, dan campuran bebek rebus, disempurnakan dengan kuahnya benar-benar membuat perjalanan kami kembali menyenangkan. Tersedia pula Sui Kiaw dengan kuah kaldu untuk Anda pencinta pangsit.

Fast Track:

Jln. Muara Karang Raya No. 181, Jakarta Utara
(021) 669 7670
Buka: 07.00–21.30
Rp23.000/Porsi

Nasi Campur Akok Pluit
[photo5]

Babi panggang merah yang menggantung di etalase-nya lah yang berhasil memanggil-manggi kami sehingga pada akhirnya walaupun kekenyangan seporsi Nasi Campur Akok tetap kami lahap habis. Meski terlihat dan disajikan dengan ‘ornamen’ yang sama dengan kebanyakan, tapi, Nasi Campur Akok Pluit juga disertai dengan Goh Yong, siraman saus coklat ‘rahasia’-nya dan pada sambal gorengnya terdapat potongan petai yang menyembul dengan malu-malu yang berhasil membuat rasa keseluruhan semakin sempurna.  Porsinya pun bisa dibilang pas untuk perut yang sedang dalam keadaan half empty.  Oh ya, nasi hainam pada nasi campurnya benar-benar terasa legit, bahkan boleh dibilang lebih enak daripada yang biasa disajikan di restoran-restoran di daerah pecinan. Satu lagi yang istimewa disini adalah Kwetiauw Goreng dan I Fu Mie Binjai yang dimasak sendiri oleh sang pemilik, Koh Akok. 

Fast Track:

Jln. Sakti Raya, Simpang Taman Kencana 2 No, Pluit Muara Karang, Jakarta Utara
Harga: Rp12.000—27.000

Es Pluit Acen
[photo6]

Wow! Inilah kata yang langsung berbarengan dari mulut tim area saat tiba di lokasi. Warna-warni dari jelly, selasih, kolang-kaling, buah-buahan segar, sampai dengan cendolnya membuat kami rasanya ingin memesan kesemua variasi es yang tersedia disini. Tentunya, alasan kami karena jelly—yang kebanyakan mereka sendiri itu dan semua ‘pernak-pernik’ yang ada disini menggiurkan dan membuat air liur seakan mengalir tak terbendung. Tapi, akhirnya, saat itu kami memutuskan untuk mengorder Es Super Kombinasi yang terdiri dari berbagai jenis jelly, mulai dari yang berbentuk alphabet, sampai potongan jelly berlapis-lapis dengan segala warna, selasih yang gendut-gendut serta crunchy, buah peach, dan longan.  Saat satu mangkok besar pesanan kami datang, ternyata, porsinya jauh dari yang kami bayangkan. Benar-benar one big bowl Es Super! Parutan es serut yang menggunung, dipadu dengan isinya yang tidak basa-basi,  tanpa susu, dan rasa manis air gula yang pas itu benar-benar wow!  Jadi, kalau ke Pluit, wajib hukumnya memanjakan kerongkongan dan lidah Anda di tempat yang setiap akhir pekan 400 porsi yang mereka sediakan selalu kandas dihajar oleh pengunjungnya!

Fast Track:

Jln. Taman Kencana 1 No. 01 (Simpang Sakti Raya), Pluit, Jakarta Utara (arah ke Pantai Indah Kapuk)
Telp.: 0816 778 598
Harga: Rp15.000—Rp24.000
Jam Buka: 14.00—22.00 (hari biasa); 14.00—23.00 (weekend)

Sate Tulang Eldorado

“Sate tulang??” Pasti itu yang akan muncul di kepala Anda saat melihat tulisan besar yang terpampang di tenda Sate Tulang Eldorado asal Banjarmasin yang telah memilik cabang hingga di Bali dan Surabaya. Langsung kami memesan satu porsi sate yang menjadi andalannya. Saat kami bertanya pada sang pemilik, barulah kami tahu jika ternyata bagian daging ayam yang digunakan adalah punggungnya plus segala tulang-tulang mungil yang menempel di area tersebut. Lalu, rasanya? Enak sekaligus lucu. Karena, jika biasanya saat mengunyah tak ada sempilan tulang, maka ini dagingnya disertai tulang membuat pengalaman menyantap sate jadi tidak biasa. Walau begitu, amazingly, bumbunya menyerap hingga ke seluruh potongan ayam yang berjajar di tusuknya tak seperti sate kebanyakan yang justru rasanya terdongkrak dengan saus kacangnya. Nah, kalau sausnya, sama sekali tidak memakai campuran kadang, hanya cabai merah plus kecap yang digiling halus dan disajikan terpisah dari satenya. Untuk Anda pecinta sayap, disini pun dapat dinikmati sate sayap yang dapat disandingkan pula dengan semangkuk Soto Banjar yang tak kalah maknyus-nya!  Selamat makan lah!

Fast Track:

Pelataran Parkir Apartement Wisma Gading Permai
Jln. Boulevard Raya, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara
Telp. : (021) 97 777 283 dan 087878 77 7283
Buka : 18.00—23.00
Harga: Rp26.000

Jakarta Barat

Mendengar nama Jakarta Barat, banyak yang mengasosiasikan nama ini dengan kemacetan dan kesemrawutan. Eits, jangan salah. Nyatanya di balik itu semua, Jakarta Barat punya 'harta karun' berupa jajanan murah, meriah, dan lezat pastinya. Hanya butuh usaha sedikit untuk membelah keruwetan kawasan ini. Tak percaya? tengok 'harta' santapan temuan kami di beberapa tempat di wilayah ini, semisal Mangga Dua, Tanjung Duren, Kebon Jeruk, dan Hayam Wuruk. Selamat bertualang.

Bakmi Ayam Lili

Kedai mie yang telah berdiri sejak 10 tahun lalu ini, ternyata termasuk mie tradisional dari suku Kong Hoe di Cina yang terkenal ahli dalam bidang masak-memasak. Tentunya hal ini membuat area semakin penasaran dengan rasa dan kelezatannya.
Akhirnya Bakmi Suikiaw, menu spesial yang kerap dipesan pelanggan setianya, kami pesan. Mie-nya yang bertekstur kecil dan agak kering ini tetap enak disantap walaupun tanpa kuah. Sedangkan, suikiaw-nya yang mengandung babi ini terasa gurih dan juga lembut sejak gigitan pertama! Oh ya, jangan lupa untuk menyantap pangsit goreng yang tersedia di setiap meja sebagai hidangan pendamping. Rasanya tidak kalah enak dengan resto terkemuka.  
Selain kesemuanya merupakan produk home-made, ada satu hal unik lainnya dari kedai ini, yakni tersedianya menu Bakmi Ayam 'Jumbo'. Menu ini sangat tepat dipesan bagi anak yang tengah kelaparan dan butuh porsi mie yang sangat banyak. Selamat mencoba!

Fast Track:

Jl. Tanjung Duren Barat I/361
(021) 9889 1138, (0816) 166 1138 ? bisa delivery
06.30 – 04.00 (everyday)
Makanan    : Rp. 9.000 – 24.000 (mie) dan < 50.000 (non mie)
Minuman    : Rp. 6.000 – 12.000

Mereka Bilang...

'Berhubung dekat dari rumah, Bakmi Lili udah jadi favorit gue dari dulu. Menu yang sering gue pesen Bakmi Suikiaw-nya. Bakmi-nya emang beda sama yang lain, suikiawnya juga enak banget.' - Rusdy

Bubur Kamseng

Mau coba cakwe seukuran pentungan milik satpam? Mampir di sini. Tapi, bukan itu tujuan utama kami. Mendatangi kedai makan di kawasan Pecinan, Mangga Dua, agak berlawanan dengan tampilan rumah makan yang sudah kami sambangi sebelum-sebelumnya. Kalau kebanyakan hanya berupa kedai tenda atau gerobak, Bubur Kamseng tampil dengan bangunan permanen layaknya restoran mewah. Karena letaknya berada di pusat kegiatan masyarakat keturunan Tionghoa di Jakarta, interior dan pajangan khas China jadi sajian yang menonjol di sini.
Begitu melihat menu, harga yang ditawarkan nyatanya tak membuat mata melotot. Bayangkan, untuk sajian macam bakmi, kepala ikan, Guangshou Special, seafood, udang, atau Trio Bakso, Anda hanya perlu membayar dengan kisaran harga Rp22.000–Rp27.000 tiap porsinya. Soal rasa? Nah, ini keistimewaannya. Makan di kedai bersih dan nyaman dengan rasa sajian yang tak main-main ini sungguh murah. Kami berkesempatan menyicipi sajian aneka bubur yang jadi jagoan tempat yang buka 24 jam ini. Dihidangkan satu porsi bubur polos dengan potongan cakwe melimpah, serta kuah ditimpa sambal cabe rawit, lidah kami langsung bergoyang. Biarpun “polos”, kaldu ayamnya begitu terasa! Ada satu lagi yang patut dicoba; Kwetiaw Polos. Bakminya empuk dan tak lengket. Sementara sambalnya dijamin bikin ketagihan meski rasanya sedikit asam.
Tak hanya bubur dan kwetiaw, Rumah Makan Bubur Kamseng juga menyediakan aneka sajian santap malam yang murah, enak, dan dijamin kenyang. Oh iya, untuk yang tidak suka makanan non-halal, baiknya pastikan betul-betul pilihan makanan Anda.

Fast Track:

Jl. Mangga Besar (Belakang Hotel Jayakarta)
Buka: 24 jam
Harga: Rp22.000–Rp30.000/Porsi

Burung Puyuh Haji Yogi

Anda familiar dengan nama ini? Benar. Ini merupakan Haji Yogi yang telah termashyur dengan bebek gorengnya. Sejak satu bulan lalu, ia mulai 'mengekspansi' burung puyuh sebagai kreasi kuliner terbarunya dengan tetap menghadirkan beragam sambal dan bumbu khasnya. Saat kami bertandang ke sini, menu Burung Puyuh Cabe Ijo menjadi pilihan. Kami penasaran dengan rasanya. Ternyata setelah dicicipi, burung puyuh di sini sangat empuk dagingnya dan terasa gurih hingga ke bagian dalam. Cabe ijonya yang berminyak tidak menghalangi kami menyantap hingga tandas. Sebagai pendamping, ada pula sambal terasi yang tidak disangka begitu pedas rasanya. Selain cabe ijo, Anda bisa memilih varian sambal lainnya, yakni rica dan mercon. Jika ingin mencoba yang unik dan lain, burung puyuh saus padang dan puyuh gulai bisa Anda pilih.

Fast Track:
jl. Raya Kebon Jeruk No. 61A (sebelah Apotek Bahagia)
(021) 530 5974
Buka    : 12.00 – 00.00 (everyday)
Makanan    : Rp. 1.500 – 25.000,-
Minuman    : Rp. 2.500 – 7.500,-

Mereka Bilang...

“Biasanya saya makan bebek yogi-nya, nah, ini baru pertama kali nyobain burung puyuh. Ternyata rasanya gurih juga dan saya suka banget yang sambel rica.” - Lia

Bebek Goreng Echo Asal Kartosuro
[photo7]

Kelezatan bebek goreng dari Kartosuro, Jawa Tengah, ini telah dikenal luas. Hal inilah yang kemudian jadi ide di balik didirikannya kedai Bebek Goreng Echo Asal Kartosuro ini. Berbekal mencari dan kemudian meramu bumbu-bumbu secara otodidak, pemilik tempat makan ini kemudian memberanikan diri untuk membuatnya. Tidak disangka, akhirnya banyak peminat dan pelanggan yang terus berkunjung untuk menyantapnya sejak 1 September 2007.

Bebek Goreng Kremes yang dipenuhi 'lautan' kremes dan Bebek Goreng Cabai Hijau merupakan menu bebek favorit di sini. Jangan lupa membubuhkan sambal tiga macam khas kedai ini yang dikemas dalam warna berbeda. Ada yang pedas sekali, pedas sedang, dan terasi. Jika tak suka bebek, kedai ini memiliki menu sop iga maupun iga penyet.

Fast Track:

Jln. Tanjung Duren Raya No. 61, Jakarta Barat
(021) 565 3066, 0858 8024 7003
Buka: 11.00–23.00 (Setiap Hari)
Rp6.000–Rp23.000 (Makanan), Rp1.000–Rp7.500 (Minuman)

Mereka Bilang...

“Ini kedua kalinya saya kesini. Rasanya emang enak banget, dagingnya empuk dan gak amis. Favorit saya bebek balado ditambah sambal yang pedas. Harganya juga tidak terlalu mahal.” - Ika

Mie Kadut Asli
[photo8]

Namanya sekilas terdengar absurd sekaligus kocak. Apalagi, ini adalah pertama kalinya area mendatangi tempat yang hanya menjual bakmi ini. Selidik punya selidik, setelah kami menginterogasi salah satu penjualnya, Mie Kadut artinya “Kantung Duit” yang diharapkan penjualan bakminya membuat kantung duit sang empunya semakin tebal! Cerita lainnya adalah 15 tahun yang lalu, Mie Kadut ini berdiri, lalu terjadi sebuah intrik antara sang pemilik dengan landlord-nya. Itulah ternyata alasan adanya 2 penjaja Mie Kadut; Mie Kadut Pertama dan Mie Kadut Asli dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Oke, stop di sini saja soal sejarah warung bakmi yang setiap harinya menjual minimal 200 porsi.
Mie Babi. Itulah yang kami pesan malam itu, tepatnya Mie Babi Polos. Tersedia dalam 2 pilihan, Mie Babi Polos dan Campur (baca: dengan ayam), variasi lain yang tak kalah digemarinya adalah Bakmi Suikiaw. Pilihan kami tidak meleset. Meski polos, tapi bakminya saja sudah benar-benar lezat. Bentuknya yang ramping, liat, dan sedikit oily langsung bersahabat baik dengan lidah kami. Dan, tanpa terasa, satu mangkuk tanpa sambal ludes! Bayangkan, kami adalah pencinta pedas, tapi kali ini kami menikmati bakmi tanpa setitik pun sambal. Begitu juga dengan pendampingnya, Babi Goreng Kering yang tak kalah fantastis! Ternyata, dengan sedikit rayuan, berhasil meluncurlah salah satu rahasia sang penjual, the secret ingredient is campuran telur bebek pada bakminya yang membuat rasa gurih, kelicinan, dan kekenyalannya begitu hmm. Jujur, saking tak ada saingannya, tampaknya kami pun tak berhasil menemukan kata untuk menggambarkannya!

Fast Track:

Jln. Hayam Wuruk No.78C
Telepon: (021) 6697276
Buka: 18.00–03.00   
Harga: Rp. 10.000 - 13.000

Juice 22

Siang itu, dahagalah yang akhirnya menyeret kami ke daerah Mangga Dua untuk mencicipi Es Shanghai, tepatnya ke Juice 22 yang bertengger di  ITC Mangga Dua sejak dari ITC tersebut berdiri. Racikan sang penjaja yang berisi alpukat, kacang, tape, cincau, kelapa muda,  kolang-kaling, kacang merah, dan cendol sontak berhasil mengusir kelelahan yang menghinggapi kami setelah seharian berburu makanan. Bagaimana tidak, seluruh campuran Es Shanghai tersebut diguyur dengan sirup mocca yang mana biasanya kami hanya mendapati sirup merah sebagai ‘pemanis’. Alhasil, dalam sekejap Es Shanghai tersebut ludes. Karena belum cukup, kami memesan Es Kacang Merah. Seperti namanya, ‘penghuni’ ronde kedua kami hanyalah kacang merah, tapi, tak sembarnag kacang merah melainkan kacang merah yang gemuk-gemuk dan empuk. Sekali lagi, sirup mocca-nya dan campuran susu kental manis coklat berhasil membuat kami menghabiskannya sekejap. Tapi, ini adalah inovasi kami setelah puas menikmati Es Shanghai dengan keunikan campuran rasa mocca. So, kalau Anda mampir kesini, sila mencicipi rekomendasi kami ini. Atau, berbagai jenis es ‘klasik’ lainnya seperti Es Campur atau Es Teler yang sueger!

Fast Track:

ITC Mangga Dua Lantai 2 Blok A No.29, Jakarta Barat
Telepon (021) 6019141
Buka: 09.00—17.00
Range harga: mulai dari Rp10.000

Kedai Es Pisang Ijo Pemuda

Awal mulanya, kedai usaha keluarga ini berdiri di Ambon pada 1998. Barulah pada 2008, kedai ini buka cabang di bilangan Tanjung Duren hingga sekarang. Berbekal resep racikan sendiri dan beragam produk homemade lainnya, kedai ini tak pernah sepi pengunjung.
Seperti namanya, Es Pisang Ijo adalah hidangan favorit dan unggulan. Tidak seperti es pisang ijo lainnya, di sini pisangnya dimasak dan diolah terlebih dahulu. Baru setelahnya digulung dengan kulit yang terbuat dari pandan. Fla-nya juga terasa pas dipadu sirup merah homemade yang semakin membuat rasanya meriah.
Menu es lainnya yang seru di sini adalah Es Kacang Merah. Kacang merah yang berlimpah ditambah es serut dipadu susu dan sirup menjadikannya penganan yang menyegarkan plus sehat. Untuk camilan, kedai ini antara lain memiliki siomay kukus atau goreng yang gurih serta padat. Selain itu, coba pula lumpia goreng yang tak kalah enak.

Fast Track:

Kedai Es Pisang Ijo Pemuda
Jln. Tanjung Duren Utara IV No. 468 A-B
(021) 569 67540
Buka: 13.00–23.00 (kec. Senin)
Rp5.000–Rp15.000 (Makanan), Rp3.000–Rp12.000 (Minuman), Rp7.000–Rp15.000 (Es-esan)

Mereka Bilang:

“ Di sini pisang ijo-nya beda sama di tempat lain. Apalagi ditambah fla-nya yang enak banget.” - Isti, Della, Tia, Ocha

Jakarta Pusat

Biarpun banyak dibilang kawasan elite, di antara deret gedung-gedung perkantoran bertingkat dan mal-mal mewah yang menyesaki kawasan ini, terselip tempat-tempat makan murah (tapi bukan murahan) dan tak kalah lezat dengan sajian di restoran mewah. Tak perlu sungkan bersantap di tempat-tempat sederhana di sini, yang penting lidah bisa bergoyang, perut tetap terisi, dan kocek tak terogoh dalam-dalam. Di mana? Menteng, Pelataran parkir Masjid Sunda Kelapa, Megaria, dan Percetakan Negara bisa jadi pilihan. Coba, deh.     

Pondok Ikan Bakar Laut Tanada

Tempat makan ini merupakan destinasi yang pas untuk mereka penyuka hidangan ikan bakar. Dan memang benar, sejak berdiri lima tahun lalu Pondok Tanada sudah menjadi langganan banyak orang, khususnya yang berada di daerah Tanah Abang.
Berbekal racikan bumbu sendiri yang memadukan gaya Sunda dan Palembang, terciptalah bumbu khas dari tempat ini. Untuk hidangan, pada awalnya ikan bawal-lah yang menjadi andalan mereka, namun setelah mendapat masukan dari sana-sini, kedai ini kemudian menambahkan menu lainnya, yakni ikan kambing-kambing. Akhirnya menu ikan ini juga menjadi menu favorit.

Fast Track:

Jl. Raya Tanah Abang II No. 29 (Depan SPBU Paspampres)
(021) 384 8160 ? bisa delivery
Buka: 09.00 – 21.00 (everyday)
Makanan    : Rp. 3.500 – 28.000
Minuman    : Rp. 2.000 – 6.500

Soto Kaki Mentjos
[photo9]

Mau soto kaki yang disebut-sebut jadi dedengkotnya soto khas Jakarta? Datang deh ke Soto Kaki Mentjos. Usaha yang dijalani turun-temurun ini berdiri sejak tahun 1964 dan masih berada di bilangan yang sama. Soto kaki di sini memiliki kuah yang santannya begitu gurih tapi tidak terlalu kental. Kaki sapinya pun sangat empuk, jadi Anda tidak akan kesulitan untuk menikmatinya. Ditambah dengan pelengkapnya seperti tomat, seledri, emping, kerupuk, limo, dan cuka menciptakan hidangan berkuah yang begitu menyegarkan tanpa rasa eneg.  Dari informasi yang area dapatkan, dalam satu hari Soto Kaki Mentjos ini sanggup menghabiskan 10 ekor, yaitu total 40 kaki per harinya. Soto ini bisa dibilang sanggup memenuhi bayangan soto kaki yang Anda idam-idamkan. Enjoy!

Fast Track:

Jl. Percetakan Negara 2D  (021) 3927543
Buka : 07.00 – 19.00
Harga: Rp. 19.000/porsi

Tongseng Pak Agus

Kawasan pelataran depan Masjid Sunda Kelapa sudah sejak lama dikenal jadi salah satu pusat jajanan 'mur-mer' di kawasan Pusat. Ada beragam yang bisa diicip—dari somay, bubur, tongseng, nasi goreng, soto, sampai dimsum, plus aneka minuman—buat santap pagi dan siang saat melintas di sini. Nah, soal tongseng, ada satu yang nggak boleh dilewat. Namanya Tongseng Pak Agus.
Ada yang istimewa soal tongseng racikan Pak Agus ini. Di balik penampakan satu porsi tongsengnya yang biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang kurang menarik, nyatanya tersimpan rasa yang bikin liur mengucur. Rasa kuah yang khas dipadu potongan daging yang empuk menjadikan tongseng Pak Agus membikin kangen pelanggannya. Rasa manis kecapnya pas! Sedikit mirip gulai, tapi dengan racikan jinten yang berasa, membikin satu porsi tongseng pak Agus seharga Rp12.000-an ini lebih 'berani'.
Cerita punya cerita, kabarnya gerobak Tongseng Pak Agus sudah 'nongkrong' di sini sejak 20 tahun yang lalu. Tak cuma tongseng, di gerobaknya yang berwarna biru itu Pak Agus dan kru juga menyediakan aneka jajanan lain, semisal gulai, nasi goreng, juga sate kering atau kuah. So, tak ada pilihan lagi selain mampir!

Fast Track:

Pelataran parkir Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat
021-68400 166 (Pak Agus), 0812-9429143
Buka: 10.00—17.30
Harga: Rp12.000—Rp15.000    

Mie Ayam Ujang

Lokasi memang tak jauh dari halaman depan SD Besuki Menteng. Tapi sedikit sulit memastikan apakah benar ini Mie Ayam Ujang sebelum membaca coretan kusam di gerobaknya dan menjumpai sendiri Pak Ujang, pria berkumis dengan topi khasnya. Apalagi, karena lokasinya yang persis di pinggir jalan dan di keramaian parkir orang tua menjemput anak-anak pulang sekolah, gerobak mie Pak Ujang kerap kali tidak kelihatan karena terhalang mobil-mobil yang parkir.
Meski demikian, biarpun tampilannya seperti tukang mie ayam kebanyakan, Pak Ujang dan mie ayam racikannya sudah menemani orang-orang yang hilir mudik di kawasan ini hampir lebih dari 30 tahun, tepatnya sejak 1979. Apa yang istimewa? Tentu saja mie ayam racikan Pak Ujang! Coba pesan 1 porsi mie ayam seharga Rp12.000. Jangan kalap kalau yang akan disajikan adalah mie ayam dengan pangsit rebus, bakso, pangsit goreng dan kuah ayam dan jamur yang melimpah. Dijamin bikin kenyang. Soal rasa? Eits jangan salah. Meski menggunakan bahan-bahan yang kebanyakan diolah sendiri, mie ayam Ujang dijamin nggak akan bikin nyesel! Nagih!
Mulai 'mejeng' kira-kira pkl. 12.00 hingga pkl. 18.00 setiap harinya dan bersedia di satu tempat itu, Pak Ujang dan gerobaknya bisa menjual kira-kira 80 porsi perhari, itu saja kalau hari sepi. Kalau mau mampir ke sini, jangan kelewat sore, karena Mie Ayam Ujang jadi prioritas jajanan kawasan parkir SD Besuki.

Fast Track:

Depan SD Besuki, Menteng, Jakarta Pusat
Buka: 12.00—18.00
Harga: Rp12.000-Rp15.000
Telp. 021-68400 166 (untuk pesanan)     

Warung Sate Solo Pak Slamet
[photo10]

Lokasinya ada di tikungan Jalan Mendut, Jakarta Pusat. Tak jauh dari muka masuk Jalan Mendut seberang RSCM. Kedai sate ini punya banyak hidangan bertema Solo, dari sate, solo, gulai, dan lain-lain. Buka mulai pkl. 09.00, kedai makan ini lumayan jadi incaran penggila makanan enak-murah di kawasan ini. Jadi tak salah kalau kira-kira pkl. 16.00 kedai Pak Slamet sudah tutup.
Dari tampilan kedai, memang tak salah kalau banyak orang yang meremehkan soal sajian di sini. Tapi hati-hati dengan penilaian pandangan Anda. Kali ini Anda salah. Tempat yang menurut penuturan Ibu Slamet sudah buka sejak 10 tahun silam ini punya hidangan santap dengan rasa berani diadu. Apalagi, dalam satu hari saja 500 tusuk sate kambing dan 100 tusuk sate ayam yang tersedia selalu ludes terjual. Rahasianya ada pada tungku areng dari tanah liat yang digunakan untuk memanaskan kuah soto, membakar sate, dan lain-lainnya. Apalagi, sang penyaji tak segak-segan untuk mencicip langsung—apakah rasa dan kekentalan kuah sudah pas—sebelum disajikan.
Tak bermaksud menyombong, menyantap sajian tongseng dengan lima tusuk daging sate plus nasi yang membikin kenyang ini, Anda cuma diganjar Rp11.000. Murah bukan? Itu belum termasuk taste hidangan yang dijamin menyempurnakan goyang lidah dan perut Anda. Selain murah, salah satu pelanggan yang kami temui mengaku kerap kangen dengan sajian kedai makan Pak Slamet ini lantaran “rasa Jawa” yang khas di sajiannya. Mau bukti? Monggo mampir.

Fast Track:

Jalan Mendut (Depan Auditorium Pasca Sarjana Universitas Pancasila), Jakarta Pusat
Buka: pkl. 10.00—16.00
Harga: Rp8.000 s.d. 15.000

'Enyak Makmur' ala Haryo Pramoe

Bincang-bincang soal cheap eats di Jakarta, tak lengkap kalau tak mengajak 'pakar kuliner' untuk ikutan ngobrol. Menurut area, Haryo Pramoe adalah figur yang tepat untuk diajak membahasa tema ini.

Kenyang pengalaman dan setia dengan profesi masak jadi alasan area memilih 'tukang masak' ini. Tak semata selebritis masak dan penampil di televisi, Haryo yang populer dengan semboyan “enyak makmur” (enak, banyak, makan murah) ini juga membuktikan loyalitasnya di dunia masak-memasak dengan membuka kedai makan bertajuk murah dan enak. Nah, inilah hasil bincang-bincang santai kami soal cheap eats di kedainya, Anak Babe, di bilangan Bintaro. 

Bagaimana pandangan Anda mengenai fenomena kuliner kategori cheap eats di Jakarta?

Kaki lima sebagai bagian dari masyarakat perkotaan, bagian dari kultur. Soal kuliner, bisa dibilang Jakarta adalah melting pot. Pasarnya luas, segmentasinya pun luas. Dari kaki lima, menengah, sampai restoran kelas atas, semuanya ada. Dilihat dari sudut pandang pemasaran, kaki lima merupakan satu ceruk pasar yang khas. Apalagi, semakin ke sini, jajanan kaki lima sudah jadi gaya hidup alternatif.
Tapi, apakah harga jajanan kaki lima benar murah? Tampaknya murah. Contohnya, semangkuk sop kaki kambing biasa di angka Rp20 ribu atau Rp25 ribu. Padahal, di restoran—dengan ruangan nyaman dan ber-AC—tak jarang kita menemukan harga yang sama. Kalau kita ke kawasan Pecenongan, saya berani jamin, harganya lebih mahal daripada restoran. Kepiting bisa mencapai harga Rp65 ribu. Dalam kelas tenda, tenda yang ramai berasap, lantai penuh sampah tisu, dan piring mika yang tidak terawat. Tapi, sekali lagi, masyarakat urban tidak membutuhkan itu. Mereka membutuhkan yang rileks, yang informal karena mereka seharian sudah formal. Mereka kepingin nyantai. Jadi, tenda itu dipertahankan. Kesederhanaan itu dipertahankan.
Jadi, saya melihat kaki lima adalah ceruk pasar yang segmentasinya ada. Misalnya saya, mau makan enak, tapi malas dandan. Saya hanya mau pakai sandal jepit, celana pendek—karena sehari-hari di kantor capek dengan tampilan formal—bersama keluarga atau teman. Akhirnya, pilihannya makan di kaki lima, informal. Alih-alih penat dengan pekerjaan dan lalu lintas sehari-hari di Jakarta, kita memilih makan di kaki lima yang tampaknya murah.

Santap di kaki lima menjadi pilihan gaya hidup, kenapa?

Kenapa kuliner hidup? Karena sudah terjadi pergeseran generasi. Kita menjadi bagian generasi konsumtif. Ibu-ibu muda sudah tidak masak lagi. Memang tradisi jajan sudah ada sejak dulu, tapi situasi ini diperparah lagi dengan tidak adanya tradisi “mother food”. Ibu sekarang sudah bekerja. Nah, saya tampil di televisi ingin mengajak orang muda untuk kembali ke dapur. Kehidupan kuliner memang sudah ada di mana-mana, tapi harus diingat bahwa makan di rumah itu lebih penting, menyambung silaturahmi keluarga serta membina hubungan orangtua dan anak. Saya menyampaikan di acara masak saya bahwa masak itu fun, bukan hal yang kebanci-bancian, dan masak sebagai lifestyle.

Keberadaan kedai kaki lima erat kaitannya dengan kesemrawutan kota—belum termasuk embel-embel kotor lainnya. Bagaimana baiknya peran Pemda dalam mengelolanya?

Saya melihat usaha menggarap kaki lima, memanusiakan pedagang dan usaha kaki lima di Jakarta, masih dalam tahap proyek. Hanya memenuhi syarat kerapian penampilan, tapi syarat standar higienitas, sanitasi, dan penyimpanannya belum terpenuhi. Sebaiknya saran saya, ketika pihak pemda ingin memanusiakan kaki lima jadi sebuah potensi wisata, seriuslah. Sementara ini tidak ada, masih tahap proyek “oke, rapi!”. Terus terang, kita kalah jauh dengan Singapura dan Malaysia. Masalahnya hanya mau atau tidak. Menurut saya tidak begitu sulit. Apa susahnya mendisiplinkan pedagang yang belum pernah belajar soal sanitasi? Cuci tangan sebelum memasak. Apa susahnya mengajarkan mencuci itu menggunakan ada 3 bak—bak rendam, bak sabun, dan bak bilas? Semua mudah saja bila ada standar baku dari Departemen Kesehatan atau apa pun yang berhubungan dengan kaki lima.
Mendidik itu yang penting. Kita ingin membuat kaki lima yang bersih dan rapi, seperti di Malaysia atau Singapura. Selama ini hanya merapikan. Belum sampai kepada detail dan inti dari kaki lima, yaitu makanan yang dijual di pinggir jalan, tapi memenuhi syarat kesehatan, kebersihan, dan sanitasi. Makanan Indonesia punya ragam variasi yang luar biasa. Sayang sekali kalau tidak didukung dengan standar sanitasi yang baik.

 


     

 

 

5 Comments

Jono

June, 17th 2010

Aseek..ini yg paling gw suka dari area!!

jabiwabi

June, 17th 2010

thanks for the list. tapi layoutnya bikin sakit mata nih :) di majalah lebih enak bacanya.

mastur

June, 21st 2010

wah terima kasih area

ndoro sambel

June, 22nd 2010

wuih. nyam2!

eko

January, 9th 2011

suplayer mna yg mngsi resto anda

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.