ENTERTAINMENT

One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta

June, 17th 2010 |  by    | Comments: 1

Rintik hujan di Tennis Indoor Senayan, rabu malam 16 Juni lalu, tak mematahkan semangat penggemar lagu-lagu rock melankolis untuk dibuai amunisi sweet ballad songs oleh pasukan 'rocker lenje' bernama FireHouse.

One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta

One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta

One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta One of The Greatest Sweet Rock Pioneer Beats Jakarta

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Meski telat dari waktu yang dijadwalkan, penonton tetap bersabar menantikan kehadiran pahlawan mereka. Selama 40 menit, pengunjung disajikan pemandangan seorang pria bule tambun yang hilir mudik di atas panggung, untuk melakukan soundcheck. Di atas perangkat drum, terlihat backwall hitam berukuran 2 x 3 meter bertuliskan FireHouse. Itu merupakan satu-satunya ornament hiasan pertunjukan band asal  Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat tersebut. Sangat minimalis.

Tepat jam 20.40 WIB, Neil Zaza, gitaris tamu yang menggantikan posisi Bill Leverty hanya untuk "FireHouse World Tour Asia 2010", meraungkan instrumen yang dia kendalikan, untuk memulai intro lagu pertama, "All She Wrote". Tak pelak, semua yang hadir langsung jejingkrakan kegirangan. Meski berpakaian seperti seorang bapak-bapak agamis dalam tokoh sinetron, lengkingan sang vokalis, C.J Snare, tetap terdengar nyaring dan lantang, sama seperti saat ia memulai karir dengan FireHouse 21 tahun yang lalu. Hal tersebut mampu menutupi fashion dia malam itu, yang nampak sangat standar dan jauh dari kesan seseorang yang pernah mengenyam image sebagai salah satu ikon slowrockstar dekade 90-an. Begitu lagu usai, C.J Snare mengungkap kegembiraannya, bahwa setelah 12 tahun, mereka tak menyangka bisa datang kembali ke Indonesia untuk melakukan konser.  Dan hebatnya, ucapan tersebut ia sampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sungguh menyenangkan. 

Selanjutnya, secara sporadis, C.J Snare, Neil Zaza, Michael Foster (drum) dan Allen Mc Kenzie (bas) meyuguhkan berbagai hits milik mereka, seperti: "When I Look Into Your Eyes", "Reach For The Sky", "Sleeping With You", "Here For You", "You Are My Religion", "Love of a Lifetime" yang diseling aksi solo Michael Foster. Pria bertubuh tinggi gempal itu seperti kerasukan, saat diberi kesempatan oleh para personil lainnya untuk memperlihatkan kemahiran dia dalam hal eksplorasi drum. Teknik dan kualitas berkelas ala drummer band rock 90-an, ia urai secara habis-habisan. Banyak penonton yang ternganga melihat aksinya tersebut. 

Sempat terjadi kejadian kocak, saat mereka melakukan akting pamit kepada penonton demi terjadinya encore. Tidak sampai satu menit, sang vokalis tiba-tiba menawarkan diri dengan berucap "apakah kalian masih mau lagi?" Penonton pun otomatis serempak langsung mengiyakan. Saya hanya tertawa kecil dalam hati, band sekelas FireHouse ternyata termasuk 'murahan' dalam soal encore.

Akhirnya lagu "I Live My Life for You" dijadikan lagu penutup malam itu. Ratusan penonton yang datang pun nampak puas dengan sajian FireHouse. Terdengar dari perbincangan mereka saat pulang dan lalu lalang di depan saya. Salut untuk Original Production, yang berani 'berjudi' mendatangkan band kelas dunia, tanpa sponsor rokok.

Contact the writer at nicko.krisna@mediasatu.com
Follow him on twitter

 

Comments

ramprim

June, 18th 2010

nice info gan!

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.