Green Drive!
July, 8th 2010 | by Andi Wahyudi | 1
Feature kali ini mengajak Anda mengagumi kecanggihan teknologi otomotif yang ramah lingkungan. Ini dalam rangka menyambut semangat hijau dalam gelaran akbar IIMS 2010.
Peduli dengan lingkungan yang kian renta diterjang kemajuan teknologi, para pelakon industri mobil mulai gencar menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan. Green Car menjadi isu inovasi yang terus dikembangkan. Nah, bertepatan dengan kemeriahan menyambut gelaran akbar Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 yang mengetengahkan tema kendaraan ramah lingkungan, "Eco-Technology Motoring", simak persembahan feature kali ini yang mengajak Anda mengagumi kecanggihan teknologi otomotif yang bakal dipamerkan. Sambil kita berpikir soal keikutsertaan untuk 'bersahabat' dengan alam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi pendukung kebutuhan transportasi dan gaya hidup ini.
Green Cars
Antara Wacana dan Tuntutan
Semua tahu, kondisi bumi yang semakin tidak menentu adalah hasil dari pemanasan global. Iklim berubah drastis. Musim tidak lagi pada masanya. Bencana alam semakin sering terjadi. Banjir menjadi langganan. Orchard Road di Singapura tak luput dari banjir. Orang-orang surprise. Sementara di Jakarta, wilayah banjir bertambah luas.
Tidak sedikit yang prihatin dengan kondisi alam sekarang ini. Tidak kecuali para pelaku industri otomotif. Mereka sekarang ramai-ramai mengkonsepkan mobil yang ramah lingkungan. Syukur-syukur bisa zero emisi. Alhasil, mobil bermesin hybrid menjadi populer. Juga, kendaraan fuel cell, electric car, etanol, atau hidrogen. Hampir semua pabrikan melakukannya. Bisa jadi, ini jawaban produsen mobil atas tuduhan sebagai penyumbang terbesar kerusakan alam.
Namun, memproduksi mobil ramah lingkungan juga bukan perkara gampang. Dibutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Sebab, produsen mobil harus mengkonstruksi ulang mesin yang memenuhi syarat ramah lingkungan. Berbagai percobaan terus dilakukan hingga benar-benar bisa diproduksi massal. Toyota Prius, misalnya. Mobil yang pertama kali diperkenalkan ke publik pada 1997 adalah hasil pemikiran bertahun-tahun insinyur di Toyota. Seiring perkembangan zaman, Prius kini masuk generasi ke-3 yang diklaim memiliki baterai berdaya tahan lama.
Di sisi lain, infrastruktur pendukung mobil ramah lingkungan juga sulit ditemukan. Lagi-lagi alasannya dana dan teknologi yang sangat mahal. Sempat menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana cara mengisi sumber tenaga Mitsubishi I-Miev. Simsalabim! Insinyur Mitsubishi mengkreasikannya semudah kita men-charge HP. Tinggal buat soket listrik di rumah dan masukan kabel charger. Tunggu sekitar 8-10 jam. Setelah itu, Miev bisa diajak lari sejauh 120-an km. Lumayan, ‘kan?
Satu lagi yang perlu diingat adalah dukungan Pemerintah. Sebagai penentu kebijakan, Pemerintah sudah seharusnya memberikan dukungan penuh soal kendaraan ramah lingkungan. Sudah bukan rahasia lagi jika Prius menjadi mahal ketika dipasarkan di Indonesia. Itu karena struktur pajak yang dikenakannya. Prius masih dianggap sebagai mobil dengan 2 konstruksi mesin, hybrid dan mesin bensin. Padahal kalau dibedah, mesin Prius berdiri dalam satu konstruksi. Ini memang ironis.
Mungkin, kita bisa mencontoh Thailand. Di sana, pemerintah Thailand sudah berjanji untuk memberikan keringanan dalam soal pajak mobil ramah lingkungan. Infrastruktur juga sudah mulai dibangun, seperti stasiun pengisian gas. Yup, Thailand memang serius menggalakkan mobil berbahan bakar gas (Compressed Natural Gas-CNG). Pembangunan infrastruktur memang belum merata, baru dibeberapa kota besar saja. Tapi, niatan tersebut sudah menunjukkan sinyal yang baik. Ujungnya, banyak perusahaan yang terjun dalam sektor ini. Produsen mobil pun bergairah, terutama karena mudahnya mendapatkan suplai BBG.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Bukankah mobil BBG sudah ada? Benar. Tapi, apakah mereka bisa bertahan lama? Tidak. Buktinya, tetap saja mobil berbahan bakar fosil masih merajalela di jalanan. Kalaupun masih ada, fasilitasnya cukup memprihatinkan. Masih ingat bajaj BBG? Berani bertaruh, mayoritas supir bajaj BBG lebih memilih mengisi bensin ketimbang gas. Alasannya, stasiun pengisian gas tidak banyak. Jadi, harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengisi gas, dan itu memakan pengeluaran yang tidak sedikit, termasuk waktu. Proses pengisian BBG berkisar 10-15 menit untuk bajaj. Sementara, untuk sedan atau bis berkisar 30 menit. Bayangkan jika yang antre ada 3 mobil, maka butuh 1,5 jam untuk antre. Halah.
Alhasil, tangki gas yang ada di bajaj BBG lebih sering kosong dibanding tangki bensin. Padahal, tangki bensin tersebut sifatnya hanya cadangan. Jika gas habis dan belum sempat diisi, maka tinggal pindahkan switch ke bahan bakar bensin. So, jadi sekarang terbalik fungsinya. Lucu, ya?
Tapi, bagaimanapun juga, wacana untuk menghadirkan kendaraan ramah lingkungan harus dimulai dari sekarang. Okelah jika harga mobil ramah lingkungan masih mahal. Mungkin kita bisa memulainya dengan merawat kendaraan dengan baik. Servis berkala, penggunaan bahan bakar tanpa timbal dan menerapkan eco driving bisa jadi langkah awal menjaga kelestarian alam kita.
Jika ingin membeli mobil baru, pilihlah mobil yang ramah lingkungan dengan memperhatikan kadar emisi yang dihasilkan, atau mudahnya, cari tahu standar emisinya. Di Indonesia, standar emisi harus memenuhi syarat Euro2. Padahal di negara lain sudah Euro5. Beruntung, banyak mobil yang dijual di Indonesia sudah memenuhi standar Euro4. Konsekuensinya, gunakanlah bahan bakar tanpa timbal (untuk mobil bensin) dan bahan bakar rendah sulfur (untuk mobil diesel). Memang masih mahal. Tapi, itu investasi yang baik untuk masa depan bumi.
Indonesia International Motor Show 2010
Eco Technology Motoring
Bicara soal kendaraan ramah lingkungan, sebentar lagi akan diselenggarakan hajatan Indonesia International Motor Show (IIMS) di Ji-Expo Kemayoran Jakarta mulai 23 Juli-1 Agustus 2010. Tahun ini, IIMS mengusung tema “Eco Technology Motoring”. Sebuah tema yang indah di tengah isu pemanasan global yang kini mulai terasa menusuk kulit. Hal ini memang menjadi isu yang hangat, mengingat industri otomotif dituduh sebagai penyumbang terbesar kerusakan alam karena polusi yang dihasilkan sangat besar.
Lewat ajang ini, selain meniagakan produk terbaru, produsen mobil juga memperkenalkan kemajuan teknologi yang berorientasi pada keberlangsungan kelestarian alam. Mereka berlomba-lomba menunjukkan jati dirinya sebagai produsen mobil yang peduli pada lingkungan sekaligus memamerkan kedigjayaan teknologi modern yang mereka hasilnya.
Sebagai sebuah event yang cukup bergengsi, IIMS memang bisa jadi indikator keberhasilan industri otomotif di Indonesia. Namun, seiring perjalanan, IIMS tidak lebih dari sekadar perlombaan penjualan mobil. Para eksibitor, selalu mencanangkan target yang harus dicapai dalam event sebulan itu. Well, memang tidak bisa disalahkan. Sebab, itu adalah konsekuensi logis dari sebuah industri, di mana segala sesuatunya harus diperhitungkan untung-ruginya. Meski begitu, kita boleh tersenyum melihat pencapaian teknologi yang dipamerkan para pelaku industri otomotif beserta turunannya.
Yang Baru, Yang Diburu
Ada sekitar 20 merek yang akan memamerkan produk line up mereka. Tidak semuanya memajang mobil konsep yang ramah lingkungan. Tapi, setidaknya mereka sudah memproduksi mesin yang lebih baik, irit, dan memenuhi batas emisi yang disyaratkan.
Daihatsu
Kabarnya, Daihatsu akan memboyong mobil konsep andalan mereka, yaitu e.s-Concept, F-Concept dan Fuel Cell Car. Mereka juga akan memperlihatkan PMfLFC (Precious Metal free Liquid-feed Fuel Cell). Ugh, ini adalah mesin fuel cell terbaru mereka yang didatangkan langsung dari Jepang. Untuk produk massalnya, Daihatsu akan memperkenalkan Luxio SE dan Sirion SE. Ini adalah varian terbaru dari trah Luxio dan Sirion.
Mitsubishi

Sudah pasti, Mitsubishi akan menghadirkan jagoan barunya yang sukses dalam waktu singkat, yaitu Pajero Sport. Selain itu, akan hadir Mitsubishi Triton yang mumpuni di jalur off road. Tahun lalu, Mitsubishi menampilkan I-Miev, kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Kabarnya, tahun ini mereka juga akan memboyong mobil konsep baru mereka yang juga ramah lingkungan.
Audi
Audi akan memperkenalkan Audi R8 5.2 FSI Quattro. Damn! Ini supercar yang mantap. Bagi pencinta kecepatan, Anda harus mampir di gerai Audi. Pelototi sepuasnya mobil ini. Dia mungkin tidak irit, tapi memiliki emisi yang lebih baik dan memenuhi Euro5.
Mercedes-Benz

Pabrikan ini akan memamerkan SLS AMG yang kabarnya sudah dipesan orang. Harganya Rp4,7 miliar. Anda harus datang dan bernarsis ria di depannya. Selain itu, juga akan di show up Merc E63 AMG, New E-Class, C-Class, S-Class, dan tidak menutup kemungkinan akan hadir SMART, mobil imut yang bakal segera dilansir oleh Mercedes-Benz Indonesia. Mobil-mobil ini pun memenuhi Euro5.
Suzuki
Pabrikan Suzuki sudah bisa dipastikan akan memajang Splash, New SX4, Swift GT3, dan mobil konsep Suzuki R3, serta mobil ramah lingkungan seperti Swift Plug-In dan SX4 Hybrid.
Ford
Ford akan memajang Ford Fiesta. Inilah produk terbaru Ford yang diklaim sarat dengan fitur modern dan memenuhi gaya hidup masyarakat perkotaan. Hadir dengan pilihan mesin 1.4L dan 1.6L yang irit tapi responsif. Selain Fiesta, akan muncul New Ford Escape, andalan Ford di kelas SUV, selain Everest.
General Motors

Ini debut pertama General Motors (GM) di IIMS. Mereka akan memboyong Chevrolet Captiva dari berbagai versi. Tidak ketinggalan New Chevrolet Spark akan turut dipamerkan. New Spark hadir dengan bentuk yang benar-benar baru dan ditujukan bagi masyarakat perkotaan. Dalam satu road test, Spark sempat mencatat konsumsi BBM yang mengagumkan, 1:60km.
Honda

Honda selalu bikin kejutan. Kabarnya mereka akan membawa mobil Honda CR-Z yang ramah lingkungan. Mereka juga akan memamerkan semua line up terbaru mereka, salah satunya yaitu Honda Odyssey. Mobil berkarakter MPV ini hadir dengan tampilan yang lebih fresh dan elegan.
Toyota
Pastinya, Toyota akan full team menghadirkan line up-nya mulai dari Avanza, Rush, Yaris, Innova, Corolla Altis, Camry, Fortuner, Prius, dan Hilux. Tahun lalu, Toyota memamerkan Toyota iQ dan Toyota RIN. Tahun ini, mereka masih “sok rahasia-rahasiaan” soal line up yang akan dipamerkan. Tapi, kemungkinan akan memboyong Toyota FTEV-II.
Hyundai
Salah satu produk terbaru Hyundai adalah Hyundai Tucson iX 35 yang akan berdampingan dengan Hyundai H-1 CRDi. Inilah mobil MPV Premium Hyundai yang sanggup mengangkut 9-12 orang. Performa mesinnya cukup menyenangkan. H-1 mengusung mesin diesel teknologi baru sehingga terkenal tangguh, irit, dan emisi yang lebih baik.
Green Car-pedia
Kalau kita bicara soal green cars, maka tidak terlepas dari istilah-istilah seperti hybrid, fuel cell, electric car, ethanol, hydrogen car, dan diesel. Berikut paparan singkat mengenai hal tersebut.
Hybrid
Sederhananya, hybrid adalah kendaraan yang menggunakan dua atau lebih sumber penggerak. Sumber penggeraknya bisa didapatkan dari tenaga baterai dan mesin. Pada kecepatan rendah, pergerakan mobil menggunakan tenaga baterai. Di kecepatan tinggi, pergerakan menggunakan tenaga mesin. Uniknya, tenaga baterai dapat di-charge saat mesin bekerja, sehingga bisa menghemat bahan bakar.
Fuel Cell
Hasil kerja tiga elemen: anoda, elektrolit, dan katoda yang bercampur dengan hidrogen dan mengalami reaksi kimia hingga menghasilkan sumber energi listrik yang bisa menggerakan roda. Seperti aki, tapi telah mengalami peningkatan kekuatan dalam skala besar.
Electric Car
Sumber utama energinya adalah listrik yang menggerakan komponen-komponen mekanis. Energinya bisa didapatkan dengan men-charge baterai dalam mobil. Model ini masih dalam tahap pengembangan. Mengingat butuh waktu charge yang lama dan daya tempuh yang masih terbatas.
Ethanol
Prinsip kerjanya tidak jauh beda dengan mesin bensin. Hanya saja ethanol memiliki sifat mudah terbakar. Ethanol biasa dikenal sebagai alkohol murni. Sifatnya cair, mudah menguap, dan mudah terbakar. Hasil pembakaran ethanol sangat bersih dan berbeda jika dibandingkan bahan bakar bensin.
Hidrogen
Inti kerjanya adalah mengubah energi kimia pada hidrogen jadi energi mekanis dengan melakukan pembakaran pada hydrogen internal combustion engine. Prinsip kerjanya tidak jauh berbeda dengan gasoline internal combustion engine, hanya saja pembakarannya jauh lebih bersih dan bentuk mesinnya lebih ringkas.
Diesel Common Rail
Dulu dikenal kotor dan berisik. Namun kini, dia lebih baik. Itu berkat penerapan common rail dalam sistem kerjanya. Dengan common rail, bahan bakar yang masuk ke ruang bakar mengalami tekanan hingga 1.800 bar sehingga mengalami pengabutan yang lebih baik sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna dan bersih. Torsi dan power juga bertambah, sementara bahan bakar bisa diirit hingga 15%.
Eco Driving
Tips Berkemudi dengan Kepedulian
Eco driving adalah sebuah perilaku berkendara yang aman, nyaman, dan hemat bahan bakar. Pada prinsipnya, tidak jauh berbeda dengan cara mengemudi sebagaimana lazimnya. Tapi, eco driving lebih menekankan pada perilaku positif dalam berkendara.
Berikut beberapa tips eco-driving:
1. Rencanakan rute perjalanan
Sebelum memulai perjalanan, awali dengan menentukan rute perjalanan. Hal ini untuk menghindari pemborosan bahan bakar. Pilih rute terdekat. Usahakan hindari kemacetan. Bisa dilakukan dengan mendengarkan siaran radio yang menginformasikan keadaan lalu lintas.
2. Cek kondisi mobil
Periksa kondisi ban dalam keadaan dingin. Pastikan tekanan ban sesuai dengan standardisasi pabrikan. Tekanan ban yang baik bisa membantu pengiritan bahan bakar. Hindari memanaskan mesin mobil terlalu lama.
3. Atur AC sesuai kebutuhan
Menghidupkan AC berlebihan akan membuat kerja mesin lebih berat dan berakibat pemborosan bahan bakar. Atur suhu dalam kondisi sejuk. Sesuaikan dengan jumlah penumpang. Hindari menghidupkan AC saat mobil melaju kencang.
4. Jaga kondisi psikologis
Berkendara harus tenang dan tidak terburu-buru. Berkendara dengan tenang akan membuat perjalanan lancar.
5. Atur tekanan akselerator
Tekan gas mobil dengan lembut. Untuk mobil transmisi manual, lakukan perpindahan gear dengan memperhatikan putaran mesin. Atur kecepatan konstan saat melaju. Jangan mengayun pedal gas.
6. Atur pengereman
Lakukan pengereman dengan halus. Hindari rem mendadak. Biasakan memanfaatkan engine brake untuk membantu pengereman.
7. Jaga jarak aman
Menjaga jarak sangat penting agar terhindar dari kecelakaan. Selain itu, sangat membantu dalam mengirit bahan bakar.
8. Bahan bakar
Gunakan yang direkomendasikan oleh pabrik. Untuk mesin bensin, gunakan bahan bakar tanpa timbal (unleaded). Untuk mesin diesel, gunakan solar yang rendah kandungan sulfurnya.
9. Servis rutin
Lakukan servis rutin dibengkel-bengkel resmi. Gunakan spare parts yang direkomendasikan oleh pabrikan. Servis rutin membuat mobil lebih awet.





Maya
July, 21st 2010
Great feature area! Nggak sabar ingin segera ke IIMS dan ngeliat langsung mobil2 ini. Tadi sempat ngunjungin website IIMS dan saya lihat ternyata IIMS juga punya BB app. Saya share di sini ya, siapa tahu berguna: http://iims.7langit.com