Sarah Judith Vaswani (28)
July, 8th 2010 | by Hanindyo Suropati | 0
Painting Itu Bisa Dipelajari
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Di tengah sibuk deadline, saya menemui seorang perempuan yang hobi melukis di sebuah galeri yang memamerkan lukisan karyanya dan beberapa temannya.
Apa jawaban Anda apabila ditanya profesi yang Anda geluti?
Ha-ha, bingung juga jawabnya. Gue adalah ibu rumah tangga yang selama 7 hari mengasuh anak dan melayani suami.
Lalu, bagaimana Anda bisa 'terlibat' dalam hal melukis ini?
Gue memulainya dari 10 tahun lalu. Ketika ingin menikah, gue harus commited untuk jadi seorang istri. Di situlah gue berhenti dari pekerjaan sebelumnya dan mencoba cari kesibukan. Akhirnya, gue coba painting class di Kemang. Gue memulainya dari nol, tidak bisa melukis sama sekali, dan cara mencampur warna cat. Tadinya, gue pikir apabila tidak cocok gue akan meninggalkannya. Tapi, ternyata tidak. Gue jadi begitu tertarik, sampai-sampai saat ini sudah ganti 3 guru.
Anda menyebutkan punya 3 guru. Siapa saja?
Pertama Mbak Lita, salah satu senior dari Mitrahadiprana yang berada di Kemang. Lalu, Wayan Handoko dan Pak Arief, yang saat ini jadi guru privat gue.
Apa pekerjaan Anda sebelumnya?
Sempat jadi model dari usia 14-20 tahun. Saya memutuskan berhenti karena pekerjaan itu lebih cocok saat gue masih single.
Kenapa melukis dan tidak mencoba yang lain?
Gue sudah mencoba yang lain, seperti cooking class di Jakarta Culinary Center, dan berangan-angan punya restoran sendiri. Tapi, akhirnya gue menyadari lebih bagus memasak untuk keluarga sendiri daripada untuk orang lain.
Sudah berapa kali Anda mengikuti painting exhibition?
Empat kali; Wayan Handoko (Gallery Kemang), Essence Residence (Hotel Darmawangsa), Casa Grande (Kuningan), dan Mastrello Gallery (Bintaro).
Apa sih aliran lukisan Anda?
Dekoratif. Maksudnya, bermain di warna, bentuknya lebih sharp, dan lukisan itu kebanyakan catchy, tidak terlalu banyak detailnya. Apabila membuat suatu ruangan yang baru memiliki meja dan sofa, begitu ditaruh lukisan tersebut jadilah ruangan tersebut.
Memang itu aliran yang Anda suka atau diarahkan ke situ?
Oh tidak, gue ganti-ganti guru karena tidak ingin diarahkan dan I don't want to become like them.
Siapa pelukis favorit Anda?
Georgio O'keefe dan Sasha Tranggono. Merekalah yang menginspirasi gue melukis bunga. Sebelumnya, gue tidak melukis bunga.
Passion Anda?
Melukis, fotografi, dan tato. Saat ini, gue sedang baca buku High Voltage Tatto by Kat LA Ink.
Apa saja yang menginspirasi Anda dalam membuat lukisan?
Every single thing, apa pun yang gue lihat, kalau suka akan gue buat lukisannya. Seperti saat melihat pemandangan bagus, gue foto kemudian dibuat lukisannya. Painting itu bisa dipelajari, gue bisa bilang itu karena I was nothing before dan sekarang bisa melukis karena awalnya mengikuti sebuah painting class.
Apa keinginan Anda ke depannya?
Melakukan solo exhibition yang colorful, big painting in big canvas menampilkan sekitar 40 lukisan gue yang berjajar. Mungkin tahun depan, pokoknya sebelum 2012 lah. Ha-ha.
Terakhir, pandangan Anda tentang Jakarta?
Gue sudah sering traveling dan tinggal beberapa waktu di luar Jakarta. Tapi, begitu sampai bandara, gue merasa di sinilah tempat yang gue tahu. Dengan terpejam saja, gue bisa sampai kemana saja. Jakarta is my base home town.
Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on twitter





0 Comments
Be the first to comment.