Dragonfly presents Dimitri from Paris
July, 14th 2010 | by Oky Hartanto | 3
Saya memprediksi Dragonfly akan ramai seperti event Bob Sinclar yang digelar bulan lalu. Dan, ternyata, prediksi itu tidak meleset.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Prediksi ini bukan sembarangan, selain karena Si Capung ini mendatangkan Dimitri from Paris yang terkenal karena musik diskonya. Kebetulan juga, keduanya dari agensi DJ yang sama. Tapi, kenyataannya tak sebanding dengan apa yang saya kira. Hampir tidak sebandingnya dengan perkiraan ketika Brasil bertekuk lutut di kaki Jerman sesaat sebelum party dimulai.
Crowd berdatangan hampir berbarengan dengan tibanya saya di lobi Dragonfly. Dancefloor sudah mulai ramai saat Joyo tampil jadi DJ pembuka. Sampai akhirnya, Sang Duta Besar Prancis untuk stylish club sound ini muncul di DJ booth dengan muka datar. Ketika sound opening sudah dimainkan pun, wajah King of Disco ini masih cuek. Padahal, crowd sudah cheering menyebut “Dimitri…Dimitri”.
Dimitri memainkan CD-CD koleksinya masih dengan wajah cuek, ditambah kacamata yang sering melorot ke hidung—persis opa-opa yang sedang baca koran. Musik yang dimainkan pun ada yang membuat orang sama sekali tidak mengerti ini lagu dibuat tahun berapa. Tapi, crowd masih tetap bergoyang.
“Balearino” dari Ferry B jadi opening Dimitri yang dilanjutkan dengan track yang lebih ‘ngangkat’, “Anyway” dari Duck Sauce. Dimitri patut disebut rajanya disko, walaupun ada beberapa crowd yang mengaku tidak mengerti ini disko apa. Memang, beberapa lagu merupakan track old school, seperti “Talking All That Jazz” dari Stetrasonic, “Relight My Fire” milik Dan Hartman, sampai “The Boss” Diana Ross. Tapi, Dimitri nggak main sendirian. Sebab, dia masih kekinian dengan memainkan “A Bit Patchy” dari Switch dan “Can’t Stop Singing”-nya Mowgli and Tara Mc Donald.
Contact the writer at oky.hartanto@mediasatu.com
Follow him on twitter





jabiwabi
July, 29th 2010
what?