Dikenal sebagai penggagas konsep new media, Krisna Murti telah berhasil melakukan suatu terobosan dalam dunia art melalui seni video.
Tempat yang dipilih untuk pameran ini berada di Bentara Budaya Jakarta, Jln. Palmerah Selatan 17, Jakarta. Pembukaan pameran dilakukan pada 13 Juli lalu. Venue pun dipenuhi para peminat seni dan kalangan media. Semua datang untuk melihat bagaimana cara Krisna Murti membuat mata terkesima dengan karya-karyanya.
Pameran yang bertajuk Mute! Theater ini mendapat inspirasi dari pertunjukan seni teater tari tradisional Jawa: Wayang Orang. Krisna Murti yang sejak kecil menonton pertunjukan seni tersebut, menganggap bahwa meskipun seni ini terbilang kuno, tapi masih bisa berhadapan dengan gempuran mesin hiburan, seperti TV, games, Facebook, dan ponsel. Tepat pukul 19.30, Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono membuka pameran yang juga dibarengi dengan launching buku karya Krisna Murti, Essay on Video Art and New Media: Indonesia and Beyond.
Begitu pameran dimulai, video instalasi beserta digital art dipertunjukkan. Video berisi tokoh-tokoh wayang yang dilakonkan oleh Krisna Murti sendiri ini adalah suatu empty theater, karena tidak ada dialog dan fokus pada pose dan pergerakan. Sementara, pada digital art, terlihat foto-foto yang dikumpulkan sang seniman selama beberapa tahun. Foto-foto tersebut kemudian diberi sentuhan teknik rekayasa digital-pemanfaatan dua guntingan gambar dalam satu kesatuan. Terlihat dua tema yang sangat kontras di sini, latar belakang foto yang modern dipadu dengan sosok wayang Jawa, sungguh membuat siapa pun yang melihat karya-karya Krisna Murti dipameran itu untuk have a pause moment, think, and amazed.
Contact the writer at astri.darmayanti@mediasatu.com
Follow her on twitter



Write a comment
Be the first to comment.