Semoga setelah membaca feature kali ini, kita tak lagi ragu untuk bilang, "Aku bangga menjadi orang Indonesia."  

“Cintailah produk-produk Indonesia!” Begitulah jargon yang terselip di iklan produk elektronik yang kerap tayang di televisi dengan bintang Titiek Puspa. Meski kerap diguraukan lantaran aksen yang unik, nyatanya apa yang digembar-gemborkan Tante Titiek Puspa ada benarnya. Kenapa? Karena sebenarnya, ada banyak 'produk' Indonesia yang secara kualitas tak kalah dari produk asing. Lebih jauh lagi, 'produk-produk' karya anak bangsa tersebut telah mengharumkan nama bangsa ini di kancah internasional. Membikin bangga!

Faktanya, hampir di semua bidang industri, kita memiliki potensi dan produk-produk berkualitas yang sanggup bersaing dengan produk asing, mulai dari produk kuliner, sandang, kesenian, sampai kerajinan tangan. Eits, itu belum terhitung dengan orang-orang dan tempat wisata di Indonesia yang dengan bakat dan kualitasnya tampil membawa Indonesia ke pentas Internasional. Nah, meramaikan 17 Agustus tahun ini serta turut mendukung program Aku Cinta Indonesia (ACI) yang dicanangkan Presiden SBY pada pembukaan Inacraft 2009 lalu, inilah potret-potret kebanggaan kita.

FILM

Garin Nugroho
[photo1]

Garin Nugroho Riyanto atau lebih populer dengan nama Garin Nugroho adalah sutradara kenamaan Tanah Air kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1961. Sejumlah karya sineas ini telah merambah festival internasional dan sejumlah piala berhasil diraihnya, di antaranya FIPRESCI dari Festival Film Internasional Berlin 1996 untuk Bulan Tertusuk Ilalang (1995), Silver Leopard Video di Festival Film Internasional Locarno 2000 untuk Puisi Tak Terkuburkan (2000), Special Jury Prize di Festival Film Internasional Tokyo 1998 untuk Daun di Atas Bantal (1998), film terbaik Asia di Osian’s Cinefan Festival ke-7 lewat Rindu Kami Pada-Mu (2006), dan banyak lagi. Karyanya yang paling apik, Opera Jawa, juga mendulang pujian dalam Film Internasional Venice 2006 dan telah dipasarkan di Eropa. Kerap tampil dengan ide film yang menggambarkan nilai-nilai sosiologis, Garin pernah berencana mempersiapkan film selanjutnya berjudul Bumi Manusia yang terinspirasi buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Mira Lesmana

Ia bisa disebut salah seorang punggawa kebangkitan film nasional. Lahir di keluarga seniman, terutama musik, Mira Lesmana sudah menyadari minatnya yang besar di bidang film sejak usia 16 tahun. Meski demikian, bahasa film mulai ditekuni pengagum Martin Scorsese, Steven Spielberg, Jiang Jin Woo, dan Winn Landers ini di Australian Centre for Photography. Pulang ke Tanah Air, 1985, ia sempat menyicipi kuliah di Fakultas Film dan Televisi IKJ, mengambil spesialisasi penyutradaraan. Besarnya minat pada industri film mendorong Mira Lesmana mendirikan Miles Productions (MP) pada 1996. Lewat MP, sejumlah karya lahir. Tak semata-mata sebagai sutradara, peran wanita kelahiran Jakarta, 8 Agustus 1964 sebagai produser juga dimulai di sini. Sejumlah film apik yang lahir dari tangan dinginnya, baik sebagai sutradara maupun produser, antara lain Kuldesak (1998), Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta (2002), Eliana, Eliana (2002), Rumah Ke Tujuh (2003), Gie (2005), Garasi (2006), Laskar Pelangi (2008), dan Sang Pemimpi (2010). Beragam penghargaan internasional pernah diraih berkat film-filmnya. Semisal, Eliana, Eliana memperoleh penghargaan untuk “Best Young Cinema” dan “Best Critics Cinema” di ajang Festival Film Internasional Singapura (April 2002) dan meraih predikat “Special Mention” untuk kategori penghargaan “Dragons and Tigers for Young Cinema” di ajang Festival Film Internasional Vancouver di Kanada (Oktober 2002).

Alenia

Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen menancapkan bendera rumah produksinya bernama Alenia 2004 silam. Hadir dengan tema film-film anak berbau nasionalisme, telah hadir Denias: Senandung di Atas Awan, King, Tanah Air Beta, serta tambahan film yang bekerja sama dengan Mizan Production, Garuda di Dadaku. Film-film garapan Alenia selalu inspiratif, bercerita tentang perjuangan seorang anak dalam mewujudkan keinginannya. Film keluarga terutama yang berlatar daerah dengan lakon anak-anak memang sangat jarang. Alenia berhasil mengambil segmen perbedaan signifikan dengan rata-rata film Indonesia pada umumnya. Selain anak-anak, keindahan Indonesia yang sangat eksotis dan tidak terekspos sebelumnya menjadi kekhasan garapan mereka.

PARIWISATA

Pegunungan Jayawijaya
[photo2]

Tempat ini merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup salju abadi dan kerap menjadi tujuan para pendaki nasional dan internasional. Terdapat 6 puncak di pegunungan ini, yaitu Puncak Jaya (4.860 M.dpl), Puncak Carstenz (4.884 M.dpl), Puncak Yamin (4.535 M.dpl), Puncak Idenberg (4.673 M.dpl), Puncak Mandala (4.650 M.dpl), dan Puncak Trikora (4.730 M.dpl). Puncak Cartenz termasuk puncak tertinggi di antara puncak gunung di Amerika dan Himalaya. Hanya beberapa puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.

Borobudur

Candi Buddha terbesar di Indonesia, berukuran 123 x 123 meter, ini dibangun pada abad ke-9. Candi ini selesai dibangun berabad-abad sebelum Angkor Wat di Kamboja. Dengan 1.460 relief dan 504 stupa Buddha, Borobudur pernah didaulat sebagai salah satu situs Tujuh Keajaiban Dunia dan termasuk World Wonder Heritages. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara). Sementara, beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi, karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Secara arsitektural dan fungsi sebagai tempat ibadah, Borobudur memang luar biasa memikat.

Taman Nasional Wakatobi

Terletak di Kabupaten Wakatobi, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, taman nasional ini memiliki potensi sumber daya alam laut yang bernilai tinggi, baik dari jenis dan keunikannya. Tak lupa, panorama bawah laut yang menakjubkan. Ditetapkan sebagai taman nasional sejak 1996, Wakatobi dengan Pulau Hoga (Resort Kaledupa), Pulau Binongko (Resort Binongko) dan Resort Tamia sebagai lokasi yang menarik dikunjungi, terutama untuk kegiatan menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya. Taman nasional ini memiliki 25 buah gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km; lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili. Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias. Beberapa jenis burung laut dan penyu juga sering mendarat di pulau-pulau di kawasan taman nasional ini. Keeksotisannya semakin menarik karena tempat ini masih ditinggali masyarakat asli di sekitar taman nasional, yaitu suku laut atau disebut Suku Bajau. Dari keseluruhan manusia berperahu di Asia Tenggara yang masih mempunyai kebudayaan berperahu tradisional adalah Suku Bajau. Sayang, untuk mencapainya perlu perjuangan, yakni dari Kendari ke Bau-bau dengan kapal (5–12 jam). Dari Bau-bau ke Lasalimu naik kendaraan roda empat (dua jam), lalu naik kapal cepat Lasalimu-Wanci (1–2,5 jam). Nah, Wanci merupakan pintu gerbang pertama memasuki kawasan Taman Nasional Wakatobi.

Pulau Komodo
[photo3]

Tahukah Anda jika julukan Pulau Komodo diberikan oleh orang Belanda, Steyn van Hens Broek, sejak 1910? Nah, sekarang pulau yang di dalamnya bernaung hingga 1.300 ekor komodo itu dinobatkan sebagai salah satu finalis New Seven Wonders of Nature! Bukan hanya komodo yang dilestarikan di Taman Nasional Komodo yang menarik perhatian para wisatawan, eksotisme pulau tersebut juga menjadi salah satu magnet.





Raja Ampat

Tempat ini digadang-gadang sebagai situs wisata bahari terbaik di dunia. Letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 wisata selam terbaik di dunia. Pesona dan kekayaan alam bawah laut menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Raja Ampat adalah kabupaten baru di Indonesia. Sayang, dengan potensi wisata yang begitu besar, infrastruktur penunjangnya belum memadai. Untuk mencapai Raja Ampat, wisatawan harus terbang ke Sorong kemudian menyusuri laut sejauh 71 km untuk tiba di sana. Meski begitu, Raja Ampat mampu menyedot wisatawan mancanegara sebanyak 5 ribu orang per tahun (catatan tahun 2009).

KESEHATAN & KECANTIKAN

Mustika Ratu

Brand ini merupakan contoh sukses perusahaan lokal yang menembus pasar internasional. Produk-produk Mustika Ratu cakupannya cukup luas, mulai dari aneka ragam kosmetik, hingga minyak telon dan Slimming Tea. Sepanjang 2008, Mustika Ratu membukukan prestasi yang mengagumkan, yang penjualannya meningkat sebesar 30%. Padahal, menurut survei dari Nielsen, industri kosmetik nasional hanya tumbuh 15%. Penjualan ini juga ditunjang oleh ekspor, yang kontribusinya mencapai 30% dari total penjualan. Pasar ekspor Mustika Ratu sendiri sudah sampai ke Malaysia, Brunei, Arab Saudi, Timur Tengah, Hong Kong, hingga Afrika. Malaysia merupakan pasar ekspor terbesar, karena kontribusinya hingga 50% terhadap total penjualan ekspor.

Nyonya Meneer

Cikal bakal minuman jamu yang mendunia ini berawal pada 1919. Pertama kali didirikan di Jalan Pademaran 92, Semarang, perusahaan keluarga ini pun terus berkembang. Pada 1940, didirikanlah toko pertamanya di Jakarta, yaitu di Jalan Juanda, Pasar Baru. Setelah Nyonya Meneer meninggal, usaha ini diteruskan anaknya. Saat ini, Jamu Potret Nyonya Cap Meneer telah ada di Taiwan, Malaysia, Brunei, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Pahit manisnya bisnis ini bahkan dibukukan dan dijadikan studi kasus ilmu pemasaran beberapa universitas di Amerika. Sebuah buku pun diterbitkan, bertepatan dengan perayaan 88 tahun berdirinya Nyonya Meneer, Family Business: A Case Study of Nyonya Meneer, One of Indonesia's Most Successful Traditional Medicine Companies. Hebat, toh?

SENI

Anggun Priambodo
[photo4]

Video artist jebolan Institut Kesenian Jakarta ini punya ide kreatif yang seringkali nyeleneh, ngasal, tapi punya amanat mendalam menyoal keseharian dan polah masyrakat urban. Dalam karya-karyanya, ia hampir selalu menggunakan perspektif humor. Jangan salah, Anggun dan timnya juga pernah menggarap video klip untuk Peterpan dan band kenamaan Indonesia lainnya. Karya-karya videonya sering dipamerkan di berbagai event seni rupa, di dalam dan luar negeri. Terakhir, karyanya ditampilkan dalam salah satu event seni rupa penting di Asia, Move On Asia, di Seoul, Korea Selatan pada April lalu.

Darbotz

Salah satu 'nyawa' street art di Indonesia ini tampil dengan grafiti berciri khas ‘cumi’ yang menampar karya-karya grafiti lainnya. Karyanya memaksa kita harus memperhatikan setiap detail dari goresan tangannya. Detail yang tinggi, bahkan pola yang ia ciptakan—meskipun bukan pola baru—sudah menjadi trademark-nya.

Dwi Koendoro

Anda pasti tahu Panji Koming atau Sawung Kampret—penuh kelakar kritis—yang rutin hadir di surat kabar kenamaan nasional edisi Minggu. Adalah Dwi Koendoro Brotoatmojo atau populer dikenal Dwi Koen sang penciptanya. Mulai membuat komik sejak 1958, sejak masih duduk di bangku SMP, saat itu dunia perkomikan masih di bawah pantauan Pemerintah lantaran tak boleh menjadi media untuk mengkritik Pemerintah. Komiknya yang berupa komik strip pertama kali dimuat di majalah Dimpo.

R.A. Kosasih
[photo5]

Komikus cerita pewayangan ini begitu legendaris. Dulu, kita sering menemui karyanya menghiasi di surat kabar. Sosok ini sangat jenius mendeskripsikan karakter-karakter dunia pewayangan, hanya bermodalkan tulisan Mahabharata dan diterjemahkan dalam komik! Dengan kelihaiannya, RA Kosasih merupakan adalah komikus yang memperkenalkan wayang ke seluruh Nusantara melalui karya-karya komiknya. Komikus yang pertama kali menerbitkan komik dalam bentuk buku di Indonesia. Karya-karyanya pada era 1960-an sampai 1970-an sangat dikenal luas. Kiprahnya dimulai saat menjabat juru gambar buku-buku terbitan Departemen Pertanian di Bogor sejak 1939. Setelah kemerdekaan, Kosasih menekuni komik. Dua serial komik Sri Asih dan Siti Gahara lahir dari tangannya sejak bergabung dengan harian Pedoman Bandung pada 1953. Setelah itu, mengalir karya-karya berikutnya sampai akhirnya ia memilih lakon wayang sebagai tema sentral. Karya komik lainnya, Mahabharata dan Ramayana, yang diilhami buku Bhagavadgita, mendapat sambutan luas dan mengalami cetak ulang puluhan kali.

PRODUK

Batik & Wayang
[photo6]

Tanpa banyak berbasa-basi lagi, pasti kita semua sudah punya sederetan alasan kenapa kedua  benda ‘keramat’ ini benar-benar membuat Indonesia berbangga hati!










Pesawat N-250

Ini adalah pesawat kreasi murni putra-putri Indonesia. Pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) ini menggunakan kode N yang berarti Nusantara; menunjukkan bahwa desain, produksi, dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya, seperti CN-235 di mana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada 1995).

Kedaung

Produsen produk glassware terbesar di dunia ini didirikan oleh Agus Nursalim sejak 1969. Produk-produknya dipasarkan hingga ke lebih dari 132 negara. Tak cuma glassware, Kedaung juga menyediakan perlengkapan makan porselen, peralatan masak enamel, stainless steel flatware, glass blocks, dan lantai keramik dengan beragam varian.

Krisbow

Mungkin masih banyak yang sangsi bahwa brand Krisbow yang disediakan di retail-retail Ace Hardware adalah asli Indonesia. Menyediakan segala kebutuhan peralatan teknik, industri, dan hobi, PT Kawan Lama Sejahtera hadir dengan merek dagang Krisbow sejak 1998. Nama Krisbow sendiri adalah kependekan dari Krisnadi Wibowo sang pemilik Kawan Lama Sejahtera. Tak cuma memproduksi sendiri, kabarnya banyak produk asal luar negeri yang di-branding dengan nama ini. Bangganya lagi, Krisbow punya lisensi khusus menjadi pemasok barang-barang jualan di Ace Hardware.

Polygon

Sepeda buatan lokal Indonesia yang sudah digenjot di 30 negara. Merek yang diluncurkan PT Insera Sena ini sudah diproduksi lebih dari 20 tahun. Sepeda ini asli buatan Sidoarjo, Desa Wadungasih, Bunduran Jawa Timur yang sudah tersebar di dataran Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia. Tersedia dalam beragam model, dari Mountain Bike, Racing Bike, City Bike, BMX, sampai special bike. Komponen yang dipakai untuk merakit sepeda tersebut 50-60% adalah bahan lokal, khususnya untuk bagian rangka. Harga jualnya juga mencakup berbagai range, mulai dari Rp1 juta-60 juta. Brand Polygon sendiri sebenarnya hanya dijual di beberapa negara saja seperti Malaysia, Thailand, Korea, dan Australia. Sementara, untuk wilayah lain nama merek yang digunakan disesuaikan selera pasar. Untuk Eropa, sepeda ini dilabeli merek Scott dan Kona.

Polytron

Televisi Digitec Ninja dan Grand Compo Bazzoke adalah beberapa produk andalan perusahaan elektronik terbesar dan terkemuka di Indonesia. Fokus utamanya adalah produk-produk audio-visual. Banyak yang bilang kekuatan dari Polytron ada pada kualitas suaranya. Didirikan pada 16 Mei 1975 di Kudus dengan nama PT Indonesian Electronic & Engineering, kemudian 18 September 1976 berubah nama menjadi PT Hartono Istana Electronic, lalu merger dan menjadi PT Hartono Istana Teknologi.

Singgih Susilo Kartono

Magno. Itulah nama radio kayu buah keuletan Singgih Susilo Kartono. Meski berawal dari prakaryanya saat kuliah di ITB, tawaran untuk membuat 10.000 unit Magno pernah menghampirinya. Magno pun sempat dianugerahi Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design dan Brit Insurance Design Award 2009 untuk kategori produk. Itu salah satu bukti ‘bakat terpendam’ warga Indonesia yang membuat harum nama bangsanya di dunia internasional.

KULINER

Anomali Coffee

Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia, baik jenis Arabika maupun Robusta. Tak banyak yang tahu kalau Indonesia mempunyai kopi Arabika jenis Wamena yang setara dengan Jamaica Blue Mountain Coffee, jenis kopi terbaik dan termahal di dunia. Jauh di ujung timur Indonesia, tepatnya di Wamena, Papua, di ketinggian 1.600 meter di atas laut, terdapat kebun-kebun kopi milik penduduk asli Papua. Anda tidak tahu soal ini? Nah, dua pemuda pencinta kopi, Irvan Helmi dan Muhammad Abgari, bertekad memperkenalkan sekaligus melestarikan kopi Indonesia, dan mempopulerkannya ke pentas internasional. Mimpi itu mulai diwujudkan dengan membuka kedai kopi mungil di kawasan Senopati, Jakarta dengan nama Anomali Coffee. Gerainya dibuka pada Juli 2007. Ada tujuh jenis kopi Arabika yang disajikan; Java Jampit, Toraja Kalosi, Aceh Gayo Organik, Sumatera Lintong, Sumatera Mandailing, Bali Kintamani, dan Papua Wamena. Semua asli Indonesia, dan semua enak!

Es Teler 77

Tempat makan ini pertama kali didirikan oleh Sukyatno Nugroho setelah mertuanya, Murniati Widjaja, memenangkan lomba es teler nasional pada 1982. Awalnya, gerai mereka hanya sebuah warung tenda biasa di sebuah gedung perkantoran Jakarta. Tapi, kini gerainya dapat kita temukan di berbagai pusat perbelanjaan. Konsep utama Es Teler 77 adalah menyajikan makanan dan minuman asli Indonesia dengan resep orisinal, seperti bakmi ayam, bakso, otak-otak goreng, dan tentunya es teler yang menjadi andalan. Untuk mendukung perkembangannya, Es Teler 77 menerapkan sistem waralaba (franchise) yang memungkinkannya mempunyai lebih dari 200 cabang, termasuk di luar negeri. Di luar negeri, gerai Es Teler 77 berhasil menembus pasar Singapura, Malaysia, hingga Australia. Kunci sukses Es Teler 77 adalah tingginya tingkat permintaan dari warga negara Indonesia yang tinggal di kedua negara tersebut. Es Teler 77 diperkirakan berpotensi untuk melebarkan sayapnya secara global, terutama di negara-negara dengan jumlah WNI cukup banyak.

Indomie
[photo7]

Ini merupakan merek mie instan terpopuler di Indonesia. Kontribusi penjualan Indomie terhadap pendapatan Indofood merupakan yang terbesar, yakni sekitar 28%, dengan sebagian besar penjualan berasal dari produk Indomie Goreng. Yang mungkin belum banyak diketahui, selain populer di Indonesia, Indomie juga sudah menembus pasar luar negeri, seperti Asia, Australia, Amerika Serikat, Eropa, hingga Afrika. Dalam merambah pasar internasional, Indofood membuka fasilitas produksi mie instan di berbagai negara, seperti Jeddah, Saudi Arabia, dan Nigeria. Selain itu, Indofood juga memasarkan Indomie dengan menggunakan cara lisensi, seperti kepada Pinehill Arabia Food Limited (Saudi Arabia) dan De United Food Industries Limited (Nigeria), yang keduanya memperoleh hak untuk menggunakan merek Indomie di negaranya masing-masing. Bahkan, di Nigeria, yang merupakan pasar mie instan terbesar ke-13 di dunia, Indomie sudah seperti makanan pokok dan dianggap sebagai makanan asli Nigeria sendiri.

J.CO Donuts

Restoran dan waralaba yang mengkhususkan diri menyediakan donat ini didirikan dan dimiliki oleh Johnny Andrean Group. J.CO Donuts & Coffee didirikan pada 26 Juni 2005 dengan gerai pertama berada di Lippo Karawaci, Jakarta. Hadir dengan donat-donat dalam sajian bentuk dan rasa yang modern, kini gerai-gerai J.CO sudah menjelajah hingga Malaysia dan Singapura. Selain donat, J.CO juga menyediakan kopi Arabika yang mengunakan biji kopi yang berasal dari Brazil, Kolombia, Kosta Rika, Guatemala, dan tentunya Indonesia.

Kopi Luwak

Diisukan haram, tapi inilah kopi paling mahal di dunia dan asli kreasi Indonesia. Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, tapi baru terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai US$100/450 gr. Presiden SBY pernah menghadiahi PM Australia, Kevin Rudd Kopi Luwak pada kunjungannya ke Australia di awal Maret 2010.

Tempe

Siapa bilang tempe makanan orang kere? Hasil olahan kedelai asli Indonesia ini merebut perhatian banyak negara maju. Kandungan gizinya dipercaya sebagai pengganti daging oleh para vegetarian di seluruh dunia. Usut punya usut, tempe telah dikenal sebelum abad ke-16 di daerah Mataram, Jawa Tengah. Makanan ini kemudian populer di Eropa. Sampai 1984, tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Beberapa di antaranya didirikan para imgiran Indonesia. Agar negara lain tidak mengaku-aku hak ciptanya, kini tempe dipatenkan.

Bir Bintang
[photo8]

Apa bir lokal kesukaan Anda dan tanyakan pula kepada ekspatriat apa bir lokal kesukaan mereka? Jawaban mayoritas yang keluar adalah Bir Bintang. Ya, inilah bir kebanggaan Indonesia yang paling laku di pasaran dan cukup dikenal di Belanda dan Jepang sebagai bir Indonesia. Bir Bintang adalah merek bir produksi Multi Bintang Indonesia, anak perusahaan Heineken di Indonesia.

 





OLAHRAGA

Chelsea Monica Sihite
[photo9]

Ia adalah penyandang titel Women Master Fide (WMF). Usianya memang baru 15 tahun, tapi kepiawaiannya memainkan bidak-bidak catur sudah diakui di pentas catur internasional. Tersisa dua tingkat lagi, Chelsea yang mengasah ilmu di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) ini akan berkesempatan merengkuh gelar Women Grand Master. Pecatur kelahiran Balikpapan, 2 November 1995 ini, bersama pecatur cilik lainnya kelak menjadi generasi penerus Utut Adianto di ajang catur dunia.



Chris John

Meneruskan zaman keemasan Elyas Pical dan membanggakan nama Indonesia di pentas tinju dunia, Chris John tampil sebagai juara bertahan pemegang gelar tinju kelas bulu WBA (Asosiasi Tinju Dunia). Kerap dijuluki The Dragon atau The Indonesian Thin Man, putra Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir ini telah mengalahkan banyak petinju dari kawasan Amerika Latin, Eropa, Australia, dan Asia, semisal Ricardo Rocky Juarez, Hiroyuki Enoki, dan Roinet Caballero.

Rio Haryanto

Pembalap asal Solo yang menjanjikan untuk membawa nama Indonesia ke dunia internasional. Dalam kejuaraan Formula Asia 2.0 pada 2008, ia menempati urutan pertama kategori Asia dan urutan ketiga kategori Internasional. Rio kini terjun ke kejuaraan balap mobil Formula BMW Pacific. Sebelumnya, Rio pernah tampil di sejumlah seri balap, semisal Asian Formula Renault Championship (2008 dan 2009), Formula BMW Pacific Championship (2009), dan F3 Australia Driver Championship. Mulai terjun ke arena balap sejak usia 7 tahun, pemuda asal Solo ini sudah merencanakan karier balapnya setelah selesai dengan Formula BMW. Remaja kelahiran 22 Januari 1993 ini juga sudah mempertimbangkan untuk turun di Formula Tiga Euro Series dan GP2 Asia Series. Tak cuma balap, Rio juga pernah didaulat menjadi duta Asian Anti-Drugs Foundation.

TOKOH

Prof. B. J. Habibie
[photo10]

Mantan Presiden RI ketiga ini merupakan sosok fenomenal dalam hal ilmu konstruksi pesawat terbang. Ia menimba ilmu selama sepuluh tahun di Jerman dan kembali ke Indonesia untuk menjadi ahli teknologi penerbangan hingga kemudian menjabat Presiden. Di balik itu semua, sebenarnya ia adalah putra bangsa yang memiliki prestasi luar biasa, sebab menjadi salah satu sosok pendesain dari beragam pesawat terbang, salah satunya Airbus A300. Ia juga sosok peneliti yang menghasilkan beragam teori dalam bidang termodinamika dan aerodinamika, di antaranya adalah Teori Habibie Factor dan Habibie Theorem.



Sri Mulyani Indrawati

Bukan menutup mata atas moreng kasus Bank Century yang melibatkan namanya, tapi pinangan Bank Dunia sebagai Managing Director menjadi bukti pengakuan prestasi Sri Mulyani Indrawati sebagai ahli ekonomi dan keuangan. Presiden Bank Dunia Robert Zoellick menunjuk Sri Mulyani sebagai salah satu dari tiga Managing Director di Bank Dunia, posisi senior di sebelah Zoellick. Kiprah Sri Mulyani bersama Bank Dunia dan Zoelick dimulai 1 Juni 2010 silam. Penunjukan ini menempatkan wanita kelahiran 26 Agustus 1962 tersebut sebagai wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Prof. Dr. Sedijatmo

Ia merupakan penemu sistem pondasi khusus di atas tanah yang lunak. Penemuannya ini diberi nama pondasi “Cakar Ayam”, tepatnya pada 1961 saat proses pembangunan menara listrik tegangan tinggi di kawasan Ancol. Berkat temuannya inilah, Bandara Internasional Cengkareng yang kini menjadi Bandara Internasional Soekarno Hatta dapat dibangun dengan mudah pada 1980-an. Hal ini penting sebab kawasan tersebut merupakan daerah rawa-rawa dan bertanah sangat lunak. Sistem pondasi ini juga telah diakui dan dipakai pula oleh negara lain serta mendapat paten, seperti di Inggris dan Jerman Barat.

Raden Saleh

Raden Saleh Syarief Bustaman lengkapnya. Dilahirkan 1807 di Terbaya dekat Semarang, meninggal di Bogor, 23 April 1880. Ia mendapat didikan dasar menggambar dan melukis dari seorang pelukis Belgia, A.A.J. Payen antara 1817 dan 1820. Pada 1851, ia kembali ke Indonesia dan banyak melukis orang-orang berpangkat dan kaya. Sejumlah karyanya menjadi koleksi banyak museum kenamaan di dunia.

Ir. H. Djuanda

Tanpa ide luar biasanya, mungkin kita harus melalui wilayah internasional kala menyeberang ke Pulau Kalimantan maupun Bangka. Sebab, berkat dirinya yang berani di tingkat dunia mencetuskan Deklarasi Djuanda, bahwa wilayah laut yang ada di antara pulau-pulau milik Indonesia adalah murni wilayah kedaulatan NKRI seutuhnya. Berkatnya pula, Indonesia akhirnya berpredikat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, karena wilayah laut bukan menjadi pemisah melainkan pemersatu.

Pramoedya Ananta Toer

Lepas dari anggapan bangsa bahwa dirinya pro-komunis karena merupakan anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat yang kemudian dicap sebagai organisasi “onderbow” atau “mantel” PKI), bolak-balik diasingkan, dan karya-karyanya diberangus, masih ada poin paling penting soal Pram. Bahwa ia sering meraih penghargaan dari dalam dan luar negeri berkat karya-karyanya. Sebut saja Ramon Magsaysay Award Filipina (1995), Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI Jepang (2000), dan Norwegian Authors’ Union Award (2004). Ia juga dipertimbangkan untuk meraih Nobel Sastra. Sempat pula ia diberi gelar Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan (1999). Beliau dijuluki sebagai Albert Camus Indonesia oleh Los Angeles Time, karena termasuk dalam 100 pengarang dunia yang karyanya harus dibaca, sejajar dengan John Steinbejk dan Graham. Profilnya juga pernah masuk New Yorker dan The New York Time.

FESYEN

Carmanita
[photo13]

Carmanita, kelahiran Bandung, lahir di keluarga yang juga pencinta batik tradisional. Ia lulus dari jurusan bisnis marketing dan keuangan Universitas San Francisco, AS pada 1980. Ia pernah menjabat sebagai asisten dosen selama 3 tahun di Universitas San Francisco, pekerja part time di Bank Amerika, San Francisco pada 1979, dan pernah pula bekerja part time di Departemen Store The I Magnin di bagian Marketing dan Perdagangan. Memasuki 1980, Carmanita kembali ke Indonesia. Selama di Tanah Air, Carmanita tergerak hatinya untuk mempelajari lebih dalam mengenai batik tradisional. Untuk pertama kalinya, ia mencoba mengangkat pola tradisional yang dikembangkan agar lebih universal dengan karakter tradisional dan menggunakan pewarnaan dari bahan alami, yaitu tetumbuhan. Begitu cintanya ia pada batik, wanita kelahiran 10 Juli ini nekat membatik mobil mewah keluaran Jerman; Mercedes-Benz C 250 CGI. Just wow!


347/Eat

Merek asal Bandung yang sejarahnya sudah dimulai sejak ’90-an ini cukup berhasil membawa nama mereka tak hanya keluar Bandung, tapi hingga ke Jakarta, bahkan sampai ke negara lain, seperti Singapura. Brand yang merupakan salah satu pelopor distro ini selalu menampilkan produk-produk yang didesain dan dikemas dengan serius dan menomorsatukan kualitas.

Kle
[photo11]

Satu lagi desainer muda meramaikan kancah mode Indonesia. Begitu hadir pertama kali, Kle langsung melesat dengan desain-desain yang fresh. Kleting Titis Wigati yang sebelumnya sempat bekerja di Milan dan Hongkong ini akhirnya memutuskan untuk membuat brand-nya sendiri di sini. Tengok saja koleksinya di Level One Grand Indonesia.







Obin

Banyak yang menyebutnya sebagai artisant kain. Butiknya sudah ada di Jepang, New York, dan Paris. Sang pemilik, Obin atau Josephine Werratie, telah menekuni batik dan tenun sejak puluhan tahun silam. Obin dikenal dengan inovasinya pada kain-kain dengan teknik pembuatan yang sulit, bahkan memakan waktu pembuatan hingga bulanan. Dalam hal memajukan dunia fashion Indonesia khususnya kain Indonesia di dunia internasional, namanya benar-benar tidak dapat dipandang lagi sebelah mata!

Poeioei

Konsep awal lahir dari kecintaannya terhadap akar budaya cina peranakan. Lalu, Sanchia Tryphosa dibantu sang ibu dan tante membuat aneka porduk tas yang terbuat dari kulit dan menggunakan batik koleksi warisan keluarga. Poeioei mencoba memperbarui warisan budaya dengan menggabungkan elemen tradisional dengan gaya yang moderen. Akhirnya tak hanya batik saja yang dipakai, koleksi terbarunya juga memakai tenun ikat Toraja dan Lombok sebagai materialnya. Penggemarnya kini tak hanya dari dalam negeri saja. Bahkan, portal berita NBC New  baru-baru ini membahas koleksinya dalam situs mereka.

Danjyo Hiyoji

Brand yang sebetulnya terbentuk secara mendadak pada 2009 ini tak disangka langsung menghasilkan koleksi-koleksi yang patut diacungi jempol. Talenta Rama Dauhan, Dana Maulana, dan Liza Mashita menghasilkan sebuah brand yang menampilkan koleksi-koleksi dengan desain basic tapi tetap memberi keunikan-keunikan di setiap rancangannya. Danjiyo Hiyoji ingin memberikan suguhan yang unik dengan harga yang masih terjangkau. Walau belum genap setahun mereka lahir, tawaran untuk memasukkan koleksinya ke toko di Singapura dan Malaysia pun telah bermunculan dan menyabet penghargaan sebagai The Best Brand pad aacara Jakarta Fashion Week oleh majalah Cleo.

Runa/Runi Palar

Desainer Perak di Bali lebih terkenal di luar negeri dibanding di negara sendiri. Sotjawaruni Kumala Palar adalah ikon generasi baru desainer perak Indonesia. Memulai karier sebagai desainer perhiasan perak dan emas pada 1968, ia membuat perhiasan dalam gaya yang lebih modern, terutama mengambil bentuk abstrak dan benda-benda alam. Runi memasarkan produknya terutama ke Singapura, Hong Kong, Jepang, Eropa, dan Amerika, selain Indonesia. Serta, kerap tampil di berbagai event pameran dan workshop jewelry tingkat internasional. Ayahnya RS Tjokrosoeroso (alm.) adalah ahli kerajinan perak bakar dan merupakan orang Indonesia pertama yang memamerkan silverwork dan cara pembuatannya di San Fransisco, AS pada 1938. Pada 1976, Runi bersama suaminya Adriaan Palar mendirikan CV Runa—diambil dari singkatan nama Runi dan Adriaan. Runa dengan kekhususan tersendiri memproduksi perhiasan emas dan perak dengan logo Runa Jewelry. Produk Runa adalah karya desain dari perak sterling silver dan emas dalam berbagai bentuk perhiasan dengan menggunakan batu mulia maupun semi-mulia terpilih. Juga, dalam bentuk gift item (replika dari benda/perhiasan kuno/antik, statuette, trofi/piala, dll) serta bentuk silverware (sendok, garpu, piring makan, cangkir, dsb).

Sou Brette
[photo12]

Pada 2005, Muqliza Imroni, sang desainer yang saat itu masih kuliah, mulai mencoba-coba membuat koleksi perhiasan. Kini, koleksinya telah memiliki banyak penggemar. Desain-desain kalung dan gelangnya yang berani, unik, dan terkesan raw ini justru menjadi daya tarik bagi pembeli. Tak hanya dijual di Jakarta dan Bandung, koleksi Sou Brette pun bisa ditemukan hingga ke Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.





Stab

Merek yang baru seumur jagung ini digawangi oleh dua perempuan muda asal Surabaya dan Jakarta. Koleksinya memberi angin segar sekaligus meramaikan kancah fashion Indonesia. Tak hanya orang lokal saja yang suka, brand asal Amerika, Urban Outfitters, pun suka.

League

Merek ini diproduksi pertama kali pada 2003 (Berca Retail Group) dan tampil sebagai pengembang merek internasional yang memproduksi sepatu lokal dengan standar internasional. Diproduksi menggunakan material dan fasilitas yang sama dengan merek internasional, lini produk olahraga (sepatu, pakaian, dan aksesori) ini dibuat berkualitas, dengan desain stylish, up-to-date, dan harga terjangkau. Untuk sepatu, League memiliki 8 jenis koleksi sepatu sesuai kebutuhan, mulai dari basket, futsal, running, hingga untuk anak-anak. Dalam kiprahnya, League sudah acap tampil sebagai pendukung kegiatan olahraga di pentas nasional dan internasional, seperti sponsor resmi kontingen Indonesia di Olimpiade Athena (2004), sponsor apparel Indonesian Basket League (2006), dan sponsor resmi sepatu dan pakaian DBL (2008-sekarang).

Part One

Edward Hutabarat. Pria ini dikenal karena kepiawaiannya memadukan budaya Tanah Air dalam kemasan modern. Karya second-line miliknya yang bernama Part One menyediakan berbagai koleksi gaun malam dan aksesori serta tidak lupa beberapa elemen yang dapat dijadikan aksen interior. Mulai dari shorts, cropped jacket, mini cape, rok bervolume, cocktail dress, plus deretan sepatu beralas datar hingga bertumit tinggi bisa menjadi pilihan. Hampir semua dibuatnya dari batik, ukiran, dan kerajinan tangan Tanah Air. Ia mengumpulkannya dari batik vintage dan replika. Edo, begitu ia biasa disapa, telah menghasilkan produk yang terlahir kembali dari warisan budaya Tanah Air. Pria ini mewujudkan koleksi yang berkesan urban tanpa meninggalkan kerangka tradisi.

MUSIK

Jubing Kristanto

Disebut sebagai maestro gitar klasik. Lahir di Semarang, Jawa Tengah, 9 April 1966, Jubing mulai serius mempelajari gitar klasik pada usia 12. Populer berkat keahliannya bermain gitar klasik, ia memperoleh sertifikat Classical Guitar Examination dari Yamaha karena sudah mencapai tingkat tertinggi untuk gitar klasik. Ada 3 karya besar Jubing: "Becak Fantasia" (Gitar Akustik), "Mission Impossible" (Gitar Akustik), dan Capuccino Rumba yang pernah dimuat di majalah gitar Amerika Serikat bergengsi, Soundboard edisi XXVII No. 1 Tahun 2000. Tercatat, beberapa kali ia juga memperoleh penghargaan, antara lain empat kali menjadi juara gitar tunggal nasional (1987, 1992, 1994, dan 1995) serta runner-up Asia Tenggara (1984). Berkat kelihaiannya bermain gitar, Jubing telah banyak mengilhami gitaris-gitaris dunia.

Koes Plus

Kelompok ini dibentuk pada 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Digawangi Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Murry yang menggantikan Nomo Koeswoyo. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Anak-anak Keluarga Koeswoyo dari Tuban, Jawa Timur ini merupakan bagian dalam dinamika dan kemelut sejarah Indonesia utamanya dalam pasang surut kehidupan politik. Pada zamannya, mereka pernah dituduh bahkan dipenjara karena semangat bermusik mereka. Sebagai seniman, mereka mengangkat semangat zaman dan direfleksikan dalam lagu-lagu mereka, tampil dengan semangat nasionalisme yang tebal.

Balawan
[photo14]

Nama lengkapnya I Wayan Balawan. Kelahiran Gianyar, Bali, 9 September 1973. Ia sering dikenal sebagai musisi jazz. Balawan adalah gitaris jazz yang namanya duluan mencuat di pentas musik internasional ketimbang di Indonesia. Ia merupakan musisi Indonesia pertama yang tampil di Asian Music Mart. Mendapat banyak pujian dari gitaris papan atas dunia berkat teknik bermain gitar Touch Tapping Style, apalagi dengan kemahirannya memainkan gitar double neck-nya. Bersama Tohpati dan Budjana, Balawan tampil bareng mengusung nama Trisum. Inilah format konser instrumental gitar yang belum ada duanya di Indonesia. Banyak menghabiskan waktu di Bali, Balawan membentuk Batuan Ethnic Fusion yang mengusung eksplorasi musik tradisional Bali dalam kemasan jazz.

Lala Karmela

Gadis manis kelahiran Jakarta, 2 April 1985 itu lebih populer sebagai penyanyi dan pencipta lagu di Filipina ketimbang di tanah kelahirannya. Lala kini menjadi idola baru bagi publik musik Filipina, bersanding bersama ikon kebanggaan mereka, Christian Bautista. Meski demikian, artis bernama lengkap Karmela Mudayatri Harradura Kartodirdjo yang berayah Eko Kartodirdjo (Indonesia) dan beribu Rose Marie (Filipina) ini lebih bangga sebagai orang Indonesia. Lala adalah bungsu dari tiga bersaudara. Lala yang lulusan Sastra Inggris Universitas Indonesia itu mengakui, popularitasnya di negara ibunya tidak diperoleh dengan cara mudah. Butuh kerja keras, kesabaran, dan momentum. Tak tanggung-tanggung, di negeri orang tersebut, Lala sempat ngamen dan menyanyi dari satu kafe ke kafe di Manila. Dari situlah nama dan suara Lala mulai dikenal publik Filipina. Soal prestasi, pemilik lagu Hasrat Cinta ini juga pernah meraih nominasi Best New Female Artist 2008 di Myx Channel.

Rhoma Irama

Di mana ada Raja Dangdut? Hanya di Indonesia. Raden Oma Irama, populer dikenal Bang Haji Rhoma Irama, kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946. Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama. Berkibar dengan bendera Soneta yang sejak 13 Oktober 1973. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya dan mengusung musik dangdut, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri, tapi juga di Kuala Lumpur, Singapura, Jepang, dan Brunei. Sekitar 1973, Rhoma tampil menjadi agen pembaru musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Bagi para penyanyi dangdut, lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orangtua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film, di antaranya Darah Muda (1977), Rhoma Irama Berkelana I (1978), Rhoma Irama Berkelana II (1978), Satria Bergitar (1984), Bunga Desa (1988), dan Nada dan Dakwah (1991).

Shandy Sondoro

Sukse mengharumkan nama Indonesia usai memenangkan festival New Wave 2009, kontes penyanyi pop internasional terbesar dan terpopuler di Latvia dan Eropa Timur pada Agustus 2009 lalu. Festival penyanyi muda internasional ini diikuti peserta dari Latvia, Kazakhstan, Cina, Italia, Indonesia, Polandia, Finlandia, Perancis, Ukraina dan Rusia. Festival ini yang diadakan setahun sekali di pantai Yurmala, Latvia sangat popular di belahan Eropa Timur. Juri lomba terdiri dari selebritis terkemuka Rusia, seperti Valery meladze, Nikolay Baskov, Igor Krutiy, Alla Pugachova, dan Filip Kirkorov. Sandhy Sondoro sendiri adalah penyanyi asal Ciputat, Tangerang yang mengawali karier musik profesionalnya di Berlin, Jerman sejak lima belas tahun yang lalu ketika ia berkuliah arsitek di sana. Tahun 2007 ia sempat menjadi finalis kompetisi vokal ala German Idol di salah satu stasiun TV Jerman. Setahun berikutnya ia merilis album debutnya Why Don’t We di Jerman dan Eropa di bawah label Revolver Records. Di Indonesia sendiri, Shandy telah merilis single “Malam Biru (Kasihku)” dan “End Of The Rainbow” yang tergabung dalam sebuah CD kompilasi.

Agrikulture

Inilah salah satu band elektronik andal dari Indonesia. Mereka berdiri sejak 2003 dan awalnya diprakarsai oleh Anton, Hogi dan Aditya yang notabene bukan nama asing di dance scene Ibukota. Agrikulutre semakin dikenal karena me-remix lagu “Kompor Meleduk” milik seniman tiada tara (alm.) Benyamin S. Agrikulture pernah tampil mewakili Indonesia di Good Vibrations, sebuah festival dance tahunan di Singapura yang bergengsi pada 2006 lalu. Selain itu, mereka juga sudah pernah menjadi band pembuka bagi artis-artis internasional, seperti The Prodigy, Steve Aoki, dan lainnya yang tampil di Indonesia. Mungkin, musik mereka segmented. Tapi, itulah yang membuat Agrikulture unik.

Sore

Ketika menyebut nama Sore, langsung terbersit nama band yang memadukan unsur-unsur rock, jazz, chamber pop, psychedelic dalam musiknya. Skill para personelnya pun mengagumkan, di atas rata-rata. Mereka telah mengeluarkan 2 full album (Centralismo, Ports of Lima) dan 1 EP (Sombreros Kiddos). Centralismo mendapat pujian dari The Time Asia dengan menyebutkan "One of Five Asian Albums Worth Buying" dan Rolling Stones Indonesia menempatkan pada peringkat 40 untuk "150 Greatest Indonesian Albums of All Time".

White Shoes and The Couples Company

White Shoes and The Couples Company (WSATCC) terkenal dengan musik pop dan gaya berpakaian oldies-nya. Ya, mereka memang mengusung musik pop ‘60-an. Kelebihan WSATCC adalah hampir semua lagu yang mereka ciptakan berbahasa Indonesia dan suara sang vokalis yang memiliki cengkok khas. Mereka telah mengeluarkan 1 album (White Shoes & The Couples Company) dan 1 EP (Skenario Masa Muda). Hebatnya lagi album pertama mereka White Shoes & The Couples Company yang tadinya di bawah naungan Aksara Records (2005), kini kembali dirilis ulang oleh Minty Fresh Records yang merupakan record label dari Chicago untuk skala internasional. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi Indonesia.