ART & CULTURE

The Monument, Pameran Tunggal Mpu Ageng Edhi Sunarso

August, 18th 2010 |  by  Hapis Sulaiman  | Comments: 1

Pematung tak dikenal, tapi karyanya yang monumental menghias sudut-sudut Jakarta. Monumen Selamat Datang di Bundaran HI, Monumen Dirgantara di Gatot Subroto, dan Patung Pembebasan Irian Barat di kawasan Lapangan Banteng adalah buah kreativitasnya.

The Monument, Pameran Tunggal Mpu Ageng Edhi Sunarso The Monument, Pameran Tunggal Mpu Ageng Edhi Sunarso

The Monument, Pameran Tunggal Mpu Ageng Edhi Sunarso The Monument, Pameran Tunggal Mpu Ageng Edhi Sunarso

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Edhi Sunarso. 78 tahun. Pematung modern Indonesia pertama yang mencetak karyanya dengan bahan logam. Meski membuat karya-karya personal, ia lebih dikenal sebagai pematung dengan karya-karya publik. Perupa kesayangan Presiden Soekarno, tapi kini hanya segelintir yang mengenal. 

Salihara tergerak menghadirkan kiprah perupa yang menerima gelar “Mpu Ageng” dari Senat ISI ini dalam pameran tunggal bertajuk The Monument. Pameran yang bakal diselenggarakan hingga  28 Agustus ini dibuka secara resmi pada Sabtu, 14 Agustus, pkl. 16.00 silam. Gunawan Muhammad sebagai tuan rumah (Salihara), Asikin Hasan, dan salah seorang putri Edhi Sunarso, hadir memberi sambutan dalam acara pembukaan tersebut. 

Mengenai karya, koleksi patung dan menumen karya Edhi Sunarso yang dipamerkan di Galeri Salihara kali ini merupakan koleksi karya pribadi dan monumen publik, kebanyakan menampilkan corak realis—membedakan pameran tunggal sebelumnya yang diselenggarakan di Jogja Gallery, Yogyakarta, Januari silam. Dimensi realis tersebut sekaligus membuktikan kualitas kerja Edhi Sunarso yang memberikan kontribusi besar pada sejarah nasional dan sejarah seni dan arsitektur di Indonesia. Hampir 20-an patung dan monumen karya Edhi Sunarso dihampar di beberapa sudut Salihara, roof top, dan di dalam Galeri Salihara. Koleksi Edhi Sunarso yang dibuat dalam rentang 1953 s.d 2003 ini hadir dalam balutan media kayu, perunggu, fiberglass, resin, dan campuran.  

Tak cuma karya, pameran tunggal ini juga menampilkan beragam karya dan dokumen tentang Edhi Sunarso yang dirangkai dengan dengan peluncuran buku Edhi Sunarso: Seniman Pejuang. Menambah riuh, pameran ini didamping dengan persembahan karya-karya seni fotografi dari komunitas Liga Merah Putih (Oscar Motuloh, Yori Antar, Syaiful Boen, dan Asfarinal St Rumah Gadang) yang mengaktualisasikan patung-patung monumental Edhi Sunarso yang ada di Jakarta. Dengan pendekatan dokumenter, foto-foto yang diketengahkan di sini tak berupa karya seni semata, melainkan foto-foto dokumentasi proses awal ketika monumen di ruang publik itu dibangun, yang memperlihatkan lanskap Jakarta di masa itu dan Bung Karno selaku penggagas proyek tersebut. Semuanya demi memperlihatkan perjalanan hidup Edhi Sunarso. 

Tertarik berkenalan dan menyaksikan keagungan karya-karya Edhi Sunarso, jangan lupa berkunjung ke Galeri Salihara.   

 

The Monument
Galeri Salihara, 14—28 Agustus 2010, Senin—Sabtu, pkl. 11.00 s.d. 20.00, terbuka untuk umum
Informasi dan RSVP: ipiet@salihara.org, 085649990204
Jln. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp. 021-7891202
www.salihara.org

 

Contact the writer at hapis.sulaiman@mediasatu.com
Follow him on Twitter

Comments

medi

August, 18th 2010

baru tau ternya yang buat patung selamat datang itu Mpu Ageng Edhi Sunarso

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.