FACES OF JAKARTA

Hendri (34)

August, 19th 2010 |  by  Hanindyo Suropati  | Comments: 1

Hobi yang Jadi Profesi

Saya menyukai aliran realis, seperti foto atau potret Saya menyukai aliran realis, seperti foto atau potret

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Sore itu, di kawasan Blok M, saya melihat seseorang asyik mengerjakan sesuatu menggunakan kuas. Setelah melihat beberapa saat, akhirnya saya putuskan berbincang dengan seseorang yang menyebut dirinya pelukis jalanan.

Anda berasal dari mana, karena logat Anda berbeda?

Dari Sumatra Barat, Padang tepatnya.

Sudah berapa lama Anda menggeluti profesi ini?

Sejak 2003. Tapi, saya baru 4 tahun tinggal di Jakarta.

Mengapa karya Anda banyak sekali berupa foto orang?

Saya menyukai aliran realis dan suka menggambar sesuatu yang nyata, seperti foto atau potret.

Apakah Anda memiliki background melukis sebelumnya?

Oh tidak, saya belajar dari teman saya yang kuliah di ISI dan itu pun gratis. Namun, saya suka melukis dari kecil. Bisa dibilang, ini merupakan hobi yang menjadi profesi.

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah order-an?

Tergantung medianya. Kalau pakai pensil dan kuas hanya 2 jam. Tapi, kalau cat minyak, bisa 4–7 hari.

Siapa tokoh favorit yang pernah Anda gambar?

Iwan Fals. Selain karena lagu-lagunya, dia juga bersahaja. Mungkin juga karena dulu saya sempat ingin jadi musisi, tapi tidak kesampaian.

Apa bagian tersulit ketika melukis seseorang dari sebuah foto?

Mata dan gigi lah bagian tersulit.

Berapa harga yang Anda patok untuk sebuah lukisan?

Sebenarnya, tergantung berapa objek, ukuran, dan tingkat kesulitannya. Tapi, paling murah Rp200.000, sudah dengan frame.

Berapa biaya yang Anda keluarkan untuk bisa 'mangkal' di sini (depan pintu masuk Blok M Square) dan kepada siapa Anda membayarnya?

Rp150.000/bulan. Saya bayar iuran kepada orang sini (Blok M Square) yang bekerja sama dengan pihak Kelurahan Melawai.

Kalau boleh tahu, berapa penghasilan Anda dari profesi ini dalam sebulan?

Bisa Rp5 juta-an dalam sebulan.

Wow, lumayan juga, ya. Modal awalnya?

Kalau ingin lengkap semua bahannya, dari steger, cat minyak , kanvas, dan lain-lain, sekitar Rp3 jutaan.

Seperti apa, sih, Jakarta di mata pendatang seperti Anda?

Jakarta itu keras, tapi di sinilah tempat untuk berkembang dan menghidupi keluarga.

Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on twitter

   Bagikan  

Comments

Bambang Sapto Hutomo

November, 2nd 2010

Teknik wawancaranya sudah cukup baik, tetapi intisari isi wawancara masih belum menyentuh kepada "payung" rubrikasi tentang kesenimanan dan obsesinya di masakini ketika melakukan mencari nafkah di Jakarta.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.