ENTERTAINMENT

The Spirit of Pink Floyd, Konser Pengobat Rindu

September, 1st 2010 |  by  Adirama Gemmy  | Comments: 0

Suasana gloomy langsung terasa tak lama setelah panggung itu terisi. Masih dalam cahaya remang, lima sosok siluet tampak serius meramu nada untuk kemudian disemai ke tiap sudut ruangan. "Shine On You Crazy Diamond" jadi pembuka.

The Spirit of Pink Floyd, Konser Pengobat Rindu The Spirit of Pink Floyd, Konser Pengobat Rindu

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Begitulah awal konser Spirit of Pink Floyd yang dipromotori oleh Applause Production dan digelar di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu 28 Agustus 2010 lalu. Band asal Inggris yang digawangi Nick Radcliffe (gitar), Neil Fairclough (bass), Andy Gibson (vokal), Stella Fairhead (gitar, vokal), Rick Benbow (keyboard), Andy Treacey (drum), Ben Appleby (saksofon, perkusi), Adelle Harley, dan Carolyn Harley (penyanyi latar) ini seperti ingin menjawab kerinduan para pencinta band legendaris Pink Floyd di Indonesia untuk menyaksikan lagu-lagu ajaib mereka dibawakan secara langsung. Di antara penonton yang datang, mungkin ada yang memang sekadar penasaran, ingin bernyanyi bersama, atau bahkan melontarkan diri sejenak ke romantisisme masa muda guna rehat dari kungkungan rutinitas. Maka wajar saja jika hampir semua dari mereka yang datang malam itu berusia di atas 50 tahun.

Sekitar pukul 21.00, konser dimulai. Untuk sesaat, venue ditelan pekat. Penonton langsung memberikan aplaus saat mendapati 'Shine On You Crazy Diamond' dijadikan lagu pembuka. Setelah melayang-layang dalam atmosfer intro yang membius, penonton dikejutkan oleh empat personel yang masuk dari kiri panggung dan langsung bergabung dengan yang lain. Spirit of Pink Floyd pun sah menggelar pertunjukan mereka untuk kali pertama di Indonesia (baca: Jakarta).

Masuk ke lagu kedua, sound effect tik tok jam jadi jembatan. 'Time' pun menggema dan menjadi pemicu bagi penonton untuk bergoyang. Namun seperti masih belum puas, mereka melanjutkan pertunjukan dengan Learn to Fly. Di akhir lagu ini, barulah interaksi dengan penonton dimulai. 

Hampir sekitar 20 lagu dari 14 album milik Pink Floyd sukses dibawakan, seperti Pigs, Coming Back to Life, Dark Side of The Moon, Wish You were Here, dan Us and Them. Overall, sound yang mereka hasilkan cukup memuaskan. Apalagi permainan tata cahaya konser malam itu juga cukup menarik yang berpadu padan dengan slide serta video sebagai background panggung. Beberapa improvisasi pun tak luput mereka lakukan. Sayang, tak satu pun nomor dari The Piper at the Gates of Dawn (album debut) dibawakan. 

Konser dipuncaki oleh 'Comfortably Numb' dari The Wall sebelum dilanjutkan ke encore. Dan, guna menutup acara malam itu, anthem Another Brick in The Wall (The Wall) bergema di antara wajah-wajah tua yang puas dan seperti mendapatkan semangat hidup kembali.

 

Contact the writer at adirama.gemmy@mediasatu.com
Follow him on Twitter

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.