Kalau Bali dikenal sebagai Pulau Seribu Pura, Jakarta pun disebut Tanah Seribu Mal. area pun berkelana ke sedikit dari ratusan mal tersebut untuk mengajak Anda menikmati Jakarta dari sisi lain!

Jakarta. Potret megapolitan Indonesia yang ditampilkan dalam gemerlap bangunan-bangunan pusat perbelanjaan, keramaian, sekaligus kebutuhan hiburan. Mal, plaza, town square, atrium, bahkan trade center bukan sesuatu yang sulit ditemukan. Jumlahnya berjibun. Mengisi setiap jengkal lahan di 5 penjuru Ibukota. Setiap tahunnya selalu saja ada yang baru. Inilah wahana yang meramaikan panggung gaya hidup di Jakarta. Dan, inilah sekelumit perjalanan area menapak sedikit dari ratusan mal yang ada di Jakarta. Selamat membuka mata.

Mal, Mal, dan Mal di Lima Penjuru Ibukota

Jakarta. Potret megapolitan Indonesia. Potret Ibukota dan isinya yang sibuk dalam rutinitas berdimensi dualisme. Modernitas sosial dan komunikasi berbanding lurus udiknya urbanitas dan sistem tata kota. Globalitas gaya hidup berbanding lurus konservatif golongan dan SARA. Kemegahan gedung dan mal berbanding lurus kepapaan masyarakat kumuh pinggir kali.

Bicara soal mal, plaza, town square, trade center, alias gedung keramaian dan pusat perbelanjaan sekaligus hiburan di kota ini bukan sesuatu yang sulit ditemukan. Jumlahnya bejibun. Setiap tahunnya selalu saja ada yang baru. Dari yang cuma bangunan 2 tingkat, hingga yang puluhan tingkat di atas lahan ratusan hektar. Mal-mal lokal dan pengusung nama-nama international hadir dan meramaikan panggung gaya hidup di Jakarta.

Pernah menghitung berapa banyak mal, plaza, atrium, town square, trade center, dan lain-lainnya itu—mengacuhkan bila definisi masing-masing berbeda—di kota ini? Vivanews.com dan Koranbaru.com dalam artikelnya, mengutip pernyataan Yayat Supriatna, Planolog Universitas Trisakti yang juga sekjen ikatan ahli perencanaan (IAP), menyebutkan bahwa di ibukota republik ini ada sekitar 130-170 mal. Wow! Hebatnya lagi, angka ini menempatkan Jakarta sebagai kota megapolitan yang mempunyai jumlah mal terbanyak di dunia.

Hmm, kalau Bali dikenal sebagai Pulau Dewata sekaligus Pulau Seribu Pura, Jakarta tak ingin kalah. Menampilkan sisi modernnya, Jakarta adalah Tanah Seribu Mal. Ada dinamika yang unik soal mal ini—baik di Jakarta atau di Indonesia secara umum. Jumlahnya kian bertambah. Tak pernah berkurang. Sampai saat ini belum ada kabar mal yang ditutup atau dipugar. Beda dengan pasar tradisional yang kian susut jumlahnya; terjadi kebakaran lantas besoknya berdiri mal tepat di lokasi tersebut. Well, sebagai bagian dari sebuah dinamika, kelahiran mal-mal tersebut faktanya mirip gelombang pasang dan gelombang surut. Mal baru muncul, mal lama ditinggalkan. Pengelola mal perlu banting tulang peras otak untuk tetap membikin mal mereka menarik perhatian pengunjung.

Sialnya, ibarat pasar handphone, Jakarta adalah pasar yang subur. Para developer dan pengelola mal kepalang melirik Jakarta sebagai ladang mal yang amat subur, utamanya dengan animo masyarakat yang tinggi terhadap sesuatu yang kekinian dan lifestyle. Jangan heran kalau mal-mal di Jakarta akan terus tumbuh.

Apakah kita bangga?

Sayang, pusat belanja atau mal di Jakarta sudah tumbuh di luar kendali. Jumlahnya pusat belanja yang ada di Jakarta telah melebihi batas ideal dari jumlah penduduknya. Sempitnya kawasan konservasi dan resapan air, ruang terbuka hijau, kian amblasnya permukaan tanah, dan buruknya kondisi lingkungan hidup di Jakarta menjadi catatan suram yang menyangkut tema mal di Jakarta. Itu belum termasuk masalah sosial kemasyarakatan yang menjurangi kaum beruntung dan kaum buntung di kota ini.

Gampangnya sebuah mal berdiri di Jakarta adalah potret ketidaktegasan penengakan rencana tata ruang wilayah DKI Jakarta. Bisa dibilang, membangun mal di Jakarta semudah membikin Dodol Betawi: diolah sehari-semalam, besok kudapan pun tersaji. Maraknya mal dan pusat keramaian ini mewabah di Jakarta juga dilatari kemanjaan masyarakat sendiri—sebagai akibat gaya hidup. Sudah sejak belakangan, masyarakat Jakarta menjadikan mal pusat segala aktivitas, apa-apa serba di mal: makan siang, ketemu teman, meeting bersama client, pacaran, makan malam bersama keluarga, mengajak anak jalan-jalan, dan banyak lagi. Bahkan, banyak pula the Jakartans yang menjadikan mal sebagai obat depresi dan stres—sedikitnya cuci mata.

Nah, situasi ini dimanfaatkan pengembang sebagai alasan untuk terus berkreasi membangun pusat belanja yang memiliki banyak fungsi, bukan sekadar belanja. Sekarang kalau ingin apapun ada di mal. Tidak sekedar belanja, ada mal-mal yang menyempurnakan eksistensinya sebagai one stop building dengan menghadirkan sarana olahraga, hiburan, peribadatan umum, dan  kebutuhan lain yang cenderung untuk pelarian.

Bukannya tak suka melihat megahnya kota tercinta ini. Bukan pula mau disebut kampungan karena jauh dari mal dan renceng gaya hidup yang ada di dalamnnya. Harus disadari, banyaknya pembangunan mal di Jakarta ini, juga meresahkan. Melihat kenyataan ini, Pemprov DKI harus membuat RTRW yang lebih tegas terhadap arah pembangunan. Harus ada regulasi yang mengatur jumlah mal di tanah ini. Meski atas nama globalisasi dan perdagangan internasional. Di samping itu, harus ada ketetapan yang mengatur keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) dan sarana penghijauan demi mengimbangi laju kelahiran gedung-gedung baru tersebut.

Jakarta Timur

Jika Anda terbiasa berkutat di mal-mal yang ramai di kawasan pusat atau selatan Jakarta, sesekali melipir, deh, ke wilayah Timur. Dari sekian banyak mal yang ada, kami ambil garis besarnya di tiga lokasi: Arion Mall di bilangan Rawamangun, Pusat Grosir Cililitan di Cililitan, dan Tamini Square di Jalan Raya Taman Mini. Nikmati bedanya.

Mal Arion
[photo1]

Mal Arion bisa dibilang dedengkot pusat perbelanjaan di daerah Timur. Berdiri sejak 1989, mal ini masih menjadi andalan warga kelas B di sekitar lokasi mal. Sampai sekarang, perubahan yang ada pun tidak terlalu signifikan. Matahari Department Store, Pojok Busana, Toko Buku Gunung Agung, 21, dan Superindo masih bertahan. Mal bertingkat lima seluas 20.000 m2 ini terbilang sempit. Tiap lantai tampak “padat merayap”. Fakta lainnya, Mal Arion berdiri tepat di depan salah satu landmark Jakarta, yaitu Gelanggang Olahraga Rawamangun yang sudah ada sejak 1973.

Fast Track:

Jln. Pemuda Kav. 3-4, Rawamangun, Jakarta Timur.

Facts:

1. Matahari Dept. Store di sini menyediakan 10 kasir yang berderetan dalam satu spot di tiap lantainya.
2. Smooking area-nya cuma sebesar pos satpam.

 

Pusat Grosir Cililitan
[photo2]

Pusat perbelanjaan ini selalu ramai. Jangan heran jika Anda harus berjalan miring demi sampai ke toko tujuan. Begitu resmi berdiri pada 2004, PGC segera menjadi ikon trade center di Jakarta Timur. Barang yang dijual di sini lumayan lengkap dan murah, mulai dari produk sandang, pangan, sampai kebutuhan papan. PGC punya banyak keunikan. Selain parkir motornya dijaga oleh banyak “petugas helm”, Anda pun bisa menemukan terminal transit angkutan umum dan shelter bus Trans Jakarta. Areal penghubungnya sendiri (baca: Halte Walk) difasilitasi free Wi-Fi. Naik ke lantai 3A, Anda akan disambut ramainya penyedia jasa photo box dengan studio ala kadarnya. Bilik photo box dibuat dari triplek lengkap dengan gordin meteran sebagai penutup. Oh iya, PGC juga diramaikan oleh penyedia rental PlayStation. Jangan kaget, harga sewa dipatok berdasarkan merek televisi. Seru, ‘kan?

Fast Track:

Jln. Mayjen Sutoyo No.76 Cililitan Kramat Jati, Jakarta Timur. Telp.: (021) 3001 6222. Website: www.pgc.co.id.

 

Tamini Square

Kalau Anda mencari mal yang letaknya berdekatan dengan lokasi wisata, di sinilah tempatnya. Layaknya mal lain di Jakarta, Tamini Square dilengkapi berbagai tenant makanan dan bioskop. Jika Anda datang ke sini, satu hal yang mencolok perhatian Anda adalah pengunjungnya. Rata-rata dari mereka para ABG dari kalangan masyarakat menengah ke bawah yang tampil 'pol' dengan padu-padan busana penuh corak dari kepala sampai kaki. Dari segi jarak dan harga, Tamini Square terbilang bersahabat untuk masyarakat sekitar Tamini Square. Lumayan jadi andalan nongkrong, jajan, plus belanja mereka, utamanya dengan adanya Biokop 21, Carrefour, Ramayana, Timezone dan foodcourt berisi tenant penyedia hidangan fast food, mulai dari Waroeng Cobek, Hanamasa, Mc Donalds, Es Teler 77, Pizza Hut, KFC, Hoka-Hoka Bento, Solaria, hingga Hanamasa.

Fast Track:

Jln. Raya Taman Mini, Pinang Ranti, Jakarta Timur. Website: www.taminisquare.co.id.

Jakarta Utara

Belahan Jakarta yang satu ini memang terkenal dengan kulinernya yang beragam. Tapi, jangan salah, meski hanya daerah Pluit dan Kelapa Gading yang ‘megang’ untuk urusan lifestyle, menjelajah mal di daerah tersebut berhasil membuat lutut kami lemas dan kantung menipis. Simak hasil jalan-jalan di pusat perbelanjaan yang ada di kawasan gersang Jakarta ini.

Mall of Indonesia

Seperti kebanyakan, pusat perbelanjaan mal ini yang bagiannya luarnya padat dengan ruko warna-warni juga ‘padat’ dengan petugas keamanan. Lumayan, mengingat luas dan tata letak mal ini yang agak rumit. Untuk Anda yang suka berbelanja atau hanya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, inilah tempat yang tepat. Satu spot yang menarik dari mal yang baru berdiri pada 2008 dan menjadi konsep mal ini adalah MOI Land. Luas dan lengkap bak Dunia Fantasi versi mini meski di dalam ruangan. Jika Anda senang berburu pakaian berkualitas dengan harga miring, Centro dan Mode Fashion Bazaar tak salah buat disasar. Sayangnya, kalau Anda berniat mencari makanan yang seru Mall of Indonesia bukanlah tempat yang tepat. Tak ada yang istimewa. Jajaan sajian kuliner yang ada di sini sama seperti di kebanyakan mal.

Fast Track:

Jln. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Barat. Telp.: (021) 45867888. Website: www.mallofindonesia.com.

Pluit Junction
[photo3]

Di bagian luar, lifestyle center dengan tagline “b yourself, b here!’ ini dipenuhi warna-warni mencolok seperti oranye, merah, dan kuning. Jauh dari kesan serius dan megah. Saat masuk pun demikian. Sayang, konsep “high tech and festive” belum berhasil direpresentasikan karena masih banyak tenant yang membuat Pluit Junction melenceng dari konsep. Apalagi, beberapa sudutnya yang masih kosong dan dibiarkan terbuka hingga membuat mal ini terlihat kumuh. Meski demikian, ada beberapa sudut yang menarik. Apalagi, XXI yang kebanyakan hanya mengisi satu sudut bangunan pusat hiburan, di sini malah memenuhi hingga 2 lantai—lantai 5 dan 6! Oh, untuk Anda yang baru berkunjung, Pluit Junction tidak memiliki lantai 4, yang ada hanya 1, 2, 3, dan langsung lompat ke 5 lalu 6. Menurut pihak manajemen, hal itu dipengaruhi faktor fengshui.

Fast Track:

Jln. Pluit Raya No. 1, Jakarta Utara.

Facts:

Anda dapat menemukan telepon umum Esia di pintu samping sebelah Galeri BCA.

Pluit Emporium

“Wow, ketat sekali pengamanannya!” Itu adalah kesan yang muncul jika mengunjungi Pluit Emporium untuk kali pertama. Dalam satu areal, misalnya Food Empire, mereka mendaulat kurang lebih 4 petugas keamanan. Sementara, pusat perbelanjaan ini memiliki total 5 lantai dengan luas area 62.243 m2. Berarti, ada berapa security dalam satu mal? Salut! Satu lagi yang menarik, meski tergolong sepi di hari kerja, para petugas kebersihan tetap sibuk bersih-bersih di setiap jengkal mal hingga kamar mandi. Satu poin tambahan untuk mal ini. Nah, untuk urusan bentuk dan tata letak, memang tak ada yang spesial. Malah di bagian utama sedikit mirip Mal Taman Anggrek. Lahan parkirnya yang diklaim dapat menampung hingga 2.400 mobil tetap terkesan padat dengan ceiling yang rendah. Untungnya, mal dengan yang 'bintang utama' Sogo dan Carrefour ini cukup memudahkan pengunjungnya untuk urusan direktori. Terbukti, dengan adanya papan direktori touch screen yang diletakkan pada tempat yang cukup strategis. Sayangnya masih kurang 'ramah guna' (baca: sulit digunakan) untuk pengunjung yang gagap teknologi.

Fast Track:

Jln. Pluit Selatan Raya, Kawasan CBD Pluit, Jakarta Utara.

Mal Artha Gading
[photo4]

Apa yang terlintas saat mendengar nama Mal Artha Gading? Bagi kami, patung unta dan gorila besar yang terpampang di depannya. Masuk ke dalamnya, mal ini mungkin tampak biasa-biasa saja. Namun, siapa sangka kalau mal ini selalu ramai dengan diskon. Beberapa merek terkenal menjual koleksi lamanya dengan harga super miring. Selain itu, di sinilah pusat dari toko meriah asal Jepang, Daiso. Toko ini menawarkan aneka barang kebutuhan seharga Rp22.000. Senada dengan mal di wilayah Utara, mal ini juga kental dengan nuansa Pecinan. Uniknya, banyak gerai yang jarang ditemukan di mal biasanya. Ada toko perlengkapan sulap, konsultasi fengshui, juga pet shop. Yang patut digarisbawahi, Mall Artha Gading punya bowling centre dengan 30 lines berstandar internasional.

Fast Track:

Jln. Boelevard Artha Gading Selatan No. 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Telp.: (021) 45858180. Website:www.arthagading.com.

Mall Kelapa Gading

Anda yang memiliki penyakit serius atau tungkai kaki yang lemah, tempat pertama yang harus dituju adalah Customer Service. Di sini menyediakan peminjaman kursi roda hingga stroller. Kenapa? Karena, mal ini extremely huge! Bayangkan, dalam satu lokasi terdapat MKG 1, 2, 3, 5. Tanpa perlu tahu luas tiap mal secara pasti, dapat dibayangkan betapa lelahnya menelusuri habis mal yang satu ini. Apalagi, jarak dari satu toilet ke toilet yang lain terbilang jauh. Namun, jika Anda kebingungan menanyakan arah, jangan khawatir, Anda dapat bertanya kepada cleaning service yang terhampar di tiap sudut. Untuk urusan fashion, MKG punya semuanya! Mulai dari ZARA sampai ke Pojok Busana! Mau makan yang halal hingga non-halal pun tersedia. Oh iya, berimbang dengan luasnya yang fantastis, MKG didukung dengan lahan parkir yang sepadan.

Fast Track:

Jln. Boulevard Kelapa Gading Blok M, Jakarta Utara. Telp.: (021) 453 1101. Website: www.malkelapagading.com.

Facts:

Diamond yang terletak di MKG 1 menyediakan ragam jajanan pasar yang telah ada sejak MKG berdiri.

Pluit Village

Mal ini bernaung di bawah manajemen yang sama dengan Pejaten Village dan Tamini Square. Anda dapat langsung mengetahuinya dari lambang huruf V berwarna emas yang terpampang dengan megahnya di bagian depan bangunan ini—ciri khas group yang telah memiliki jaringan 25 mal di Indonesia. Meski diselingi bau khas sungai-sungai di Jakarta saat Anda berada di areal luar, bagian ‘teras’ mal ini sebenarnya nyaman untuk hang out, apalagi di malam hari. Benderang lampu-lampu penerang di sepanjang bantaran sungai menambah seru suasana malam di mal ini. Secara keseluruhan, tidak ada yang benar-benar spesial dan unik dari mal yang hanya memiliki 4 lantai ini. Namun, satu spot yang harus Anda jelajahi ketika di sana adalah Mega Glodok. Tak hanya Istana Giok, toko kelontong, toko obat dan ramuan China, pernak-pernik sembahyang pun tersedia di sana.

Fast Track:

Jln. Pluit Indah Raya Pluit Penjaringan Jakarta Utara. Telp.: (021) 668 3888.

Jakarta Pusat

Bisa dibilang kawasan ini adalah titik mula munculnya bangunan pusat perbelanjaan di Jakarta. Barangkali pula di Indonesia, mengingat fungsi Jakarta sebagai Ibukota negara. Sarinah, Plaza Hayam Wuruk, Orion, Plaza Indonesia, atau Gajah Mada Plaza menjadi sederet yang mewakili mal-mal dari generasi tua. Kehadiran Grand Indonesia, EX, Senayan City, The Plaza Semanggi, dan lainnya dari angkatan muda membikin Pusat gemerlap dan penuh persaingan.

Grand Indonesia

Berlokasi di jantung Jakarta, Grand Indonesia hadir sebagai shopping town yang menawarkan kelengkapan, kemegahan, dan kemewahan dalam satu tempat. Menyasar para pengunjung dari masyarakat kelas atas, Grand Indonesia hadir mengusung visi menjelma shopping landmark-nya   Indonesia. Berdiri di atas lahan lebih kurang 7 ha dan terpencar dalam East Mall dan West Mall, tak salah bila Grand Indonesia hadir sebagai the biggest premium leased mall di Indonesia yang menyediakan retail space seluas 132.272 m2. Bicara soal lengkap, GI dapat acungan jempol. Brand-brand kenamaan internasional mengumbar dagangannya di sini, menyajikan pengalaman premium berbelanja produk fesyen dan gaya, bersantap, dan entertainment. Harvey Nichols, Seibu Department Store, Forever 21, Blitz Megaplex, Ranch Market, Best Denki, dan lain-lain ada di sini. Tak ketinggalan, brand premium asli Indonesia juga tampil di sini, terwakili oleh Alun Alun Indonesia, Level One, dan lain-lain. Bicara soal kemajuan seni, GI punya dukungan penuh dengan menghadirkan Jakarta Art District, East Mall, Level LG. Ooh, soal kenyamanan kunjungan, GI hadir dengan layanan maksimal. Kebersihan, keamanan, kesejukan, keramahan, dan kelengkapan sarana pendukung jadi aspek penting yang dikedepankan mal ini. Tak percaya? Kamera CCTV dan sejumlah personel pengaman yang hilir mudik di setiap lantai dan setiap pintu masuk memastikan keamanan kunjungan Anda. Petugas kebersihan yang tak henti menyisir setiap jengkal mal memastikan mal ini senantiasa terawat. Itu belum termasuk petugas vallet parking, taxi & car call, dan information center. Soal sarana pendukung, mal ini menyediakan kursi roda, baby stroller, dan tempat men-charge HP yang bisa dipakai pengunjung secara cuma-cuma. 2 unit toilet dan nursery room tersedia di setiap lantai baik di West Mall atau East Mall, cuma lokasinya agak menyempil dan berjauhan. Nah, smooking room memang ada di beberapa sudut hanya saja tidak di setiap lantai.

Facts:

2 unit toilet tiap lantai West Mall dan East Mall, total 32 unit
13 unit nursery room di East Mall dan 16 unit di West Mall.
Smooking Room total 12 unit.

Fast Track:

Jln. MH.Thamrin No. 1, Jakarta Pusat
Telp. 021-2358 7000
Website: www.grand-indonesia.com

Interview: Grand Indonesia

Selalu Hunting Partner Baru
[photo14]

Faktanya, mal seluas 'jagat' ini usianya masih terbilang batita—bayi umur tiga tahun. Meski demikian upayanya meretas visi menjadi the shopping landmark of Indonesia mulai terwujud, utamanya dengan kehadiran brand-brand kelas dunia yang mengisi gerai-gerai dalam mal ini. Semuanya tersaji dalam tampilan eksklusif dan mewah. area menemui Teges Prita Soraya, Senior Marketing Communication Manager Marketing & Promotion Grand Indonesia.

Menurut Anda, perkembangan mal, khususnya Grand Indonesia itu seperti apa?

Mal itu menjadi tempat hiburan bagi kebanyakan masyarakat. Selain shopping-nya, kita juga mencoba untuk menyediakan sisi lifestyle. Karenanya, kita harapkan masyarakat datang ke Grand Indonesia juga untuk mendapatkan semua pengalaman tersebut.

Sebagai mal besar dan berkelas, ada kriteria tersendiri dalam menggaet tenant?

Untuk mal yang sudah established, kita bisa memilih, karena kita yang menentukan zoning.

Bagaimana menghadapai persaingan dengan mal-mal besar lainnya?

Dengan mal yang sedemikian besar, penetuan zoning dan konsep itu harus benar. Di Grand Indonesia, konsep art yang dihadirkan membuat mall ini jadi pembicaraan. Secara otomatis memberikan nilai tambah dan menaikkan persaingan dengan pada kompetitor. Harus inovatif. Juga, dengan mal lain, sebisa mungkin tidak sikut-sikutan, perbanyak kerjasama. Sebagai contoh, gelaran midnite sale. Kita pasti janjian dengan mal-mal yang juga mengadakan program untuk secara bergantian melaksanakan program tertentu, sehingga tidak tabrakan.

Bagaimana menanggapi “selentingan” bahwa mal di Jakarta merusak lingkungan?

Kita menyediakan banyak uang untuk preserving Hotel Indonesia, bahkan warna yang kita ambil pun adalah warna Hotel Indonseia dari era 70-an. Ada semacam konvensi bahwa warna hijau itu harus dipertahankan.

Bagaimana trik dan upaya untuk menggaet lebih banyak tenant?

Kita harus meyakinkan dan diyakinkan bahwa brand yang masuk itu bisa dijual dan cocok bukan hanya dengan malnya, namun juga dengan areanya. 

Next step untuk Grand Indonesia?

Akan ada beberapa toko baru, kita pun akan selalu hunting untuk partner baru, juga brand yang belum masuk ke Indosnesia, karena kebanyakan masyarakat akan ke GI dulu untuk mengetahui brand baru tersebut. Kita menjadi semacam references untuk produk-produk anyar.  

Sarinah Departement Store
[photo5]

Satu lagi pusat perbelanjaan di Jakarta yang terbilang tua; sudah berdiri sejak 48 tahun lalu. Pusat perbelanjaan yang diresmikan pada 17 Agustus 1962 ini mengusung nama perempuan pengasuh Bung Karno. Tak mau kalah dengan waktu dan menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan modern, Sarinah mencoba bangkit dengan warna baru, seperti perbaikan fisik bangunan dan penambahan gerai. Meski begitu, kesan tua masih tetap. Pilar-pilar, ukiran, desain interior, bahkan eskalator yang masih difungsikan saat ini masih menunjukan kesan tua tersebut. Sebagai one stop activity dengan sentuhan budaya Indonesia, Sarinah hadir dengan beragam sajian bernuansa Indonesia, dari mulai pakaian batik dan kerajinan asli Indonesia. Aneka wayang, patung, suling, hingga gangsing jawa, bisa Anda temukan di sini. Dengan produk-produk tersebut, Sarinah masih sering menjadi referensi belanja wisatawan asing yang ingin berbelanja karya budaya Indonesia di Jakarta. Oh iya, lokasi ini juga masih jadi pusat nongkrong lantaran beberapa gerai kuliner yang buka 24 jam.

Fast Track:

Jln. MH Thamrin 11, Jakarta Pusat. Telp.: (021) 31923008. Website: www.sarinah.co.id.

FX Lifestyle Center

Mal ini dinobatkan sebagai pemenang pertama penghargaan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia pada 2009, kategori mal tematik. Bagi Anda yang belum pernah menginjakkan kakinya di sini, tak usah minder. Sepertinya Anda tidak sendiri. Mal yang telah berdiri sejak  2008 ini, terbilang sepi pengunjung. Padahal FX Lifestyle Center ditargetkan untuk para yuppies yang bekerja di kawasan Sudirman, Senayan, dan sekitarnya. Dari segi lokasi, sebenarnya mal ini terhitung strategis untuk jadi meeting point. Urusan entertainment, FX punya nilai lebih. Atmosfear, slide berupa tube transparan sepanjang 72 meter dan setinggi 28,25 meter melingkar dari lantai f7 sampai f1 tersaji di sini. Lintasan tersebut bisa dilalui dalam waktu 12 detik. Bagi yang gemar berbelanja, ada Mazee, Art & Fashion Store. Seksi ini diisi berbagai tenant yang merupakan desainer muda lokal. Sayangnya konsep unik ini juga tidak bisa mengangkat gempitanya. Oh ya, jangan heran jika Anda tidak menemukan ATM bank Anda. Di sini, hanya ada ATM bank tertentu yang tersedia.

Facts:

Terdapat parkiran sepeda dan motor besar tepat di depan lobby utama.

Fast Track:

Jln. Jend. Sudirman, Senayan.

Thamrin City
[photo6]

Letaknya satu kompleks dengan Grand Indonesia dan Plaza Indonesia. Bila dua mal tersebut tercitrakan sebagai mal yang mengusung brand-brand kenamaan internasional, Thamrin City malah menguatkan eksistensinya dengan menampilkan produk-produk lokal. Pusat perbelanjaan yang dibangun PT Jakarta Realty, anak usaha Agung Podomoro Group (APG) ini menyediakan sejumlah superblok dalam satu bangunan, mulai dari Pusat Batik Nusantara, Pusat Textile, hingga Pusat Busana Muslim Nusantara sebagai destinasi perbelanjaan. Penting dicatat, untuk penggila pakaian batik dan busana muslim perlu mampir ke sini. Selain tempatnya nyaman, range harga yang ditawarkan lumayan bersahabat. Untuk jualan per potong atau partai besar. Pilihan yang disediakan juga banyak dan beragam, tak kalah dengan Pusat Grosir Tanah Abang. Apalagi, sejumlah pedagang tekstil dari Tanah Abang dan Senen juga hadir di sini. Mungkin karena penataan yang masih baru, beberapa tempat masih terlihat lengang.

Fast Track

Jln. Thamrin Boulevard (d/h Kebon Kacang Raya), Waduk Melati, Jakarta Pusat. Telp.: (021) 31990988.
Website: www.thamrincity.co.id.

Plaza Senayan

Plaza Senayan memang lekat dengan kesan mewah. Bukan hanya dari bangunan, tenant yang adapun hampir semuanya bisa diberi predikat supermahal. Jadi, jika tidak memiliki banyak uang, urungkan saja niat berbelanja Anda di sini. Mal bersimbol pohon palem ini menjadi tempat paling happening di kalangan warga kelas A sebelum mal lain menjamur sejak 1996. Berkat kelayakan fasilitasnya, mal ini diminati juga oleh para ekspatriat. Salah satu hal yang paling mencolok dari Plaza Senayan adalah musical clock yang kerap “mengeluarkan” 6 boneka musisinya setiap jam. Ini menjadi tontonan yang ditunggu para pengunjungnya. Saat ini, Plaza Senayan telah memodernkan diri dengan memperluas wilayahnya. Tempat dugem yang masih booming, X2 termasuk di dalamnya. Hebatnya, meski di depannya berdiri mal baru, Senayan City, Plaza Senayan tetap punya penggemar setia. Nice!

Facts:

PS sempat menjadi tempat tongkrongan komunitas punk di awal berdirinya.

Fast Track:

Jln. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno-Senayan, Jakarta Pusat
Telp. 021-572 5555
Website: www.plaza-senayan.com

Senayan City

Arsitek modern tampak menonjol ketika Anda melewati pusat perbelanjaan ini. Sebelum menginjakkan kaki di dalamnya, Anda harus melewati keamanan yang ketat. Begitu memasuki pintu utamanya, beberapa tenant luxury terlihat mendominasi bagian lantai dasar. Lumayan intimidatif rasanya untuk sebagian orang. Seketika, dijamin hawa dingin pun langsung menyeruak ke pori-pori kulit Anda. Atas “prestasi” ini, Senayan City bisa dibilang salah satu mal terdingin di Jakarta. Lanjut ke atriumnya, ada ikon mereka yang paling mencolok,  eskalator sepatu merah berhak tinggi yang menjulang dari upper ground ke lt 2. Selain itu, kehebatan Senayan City adalah fenomena berbelanja Midnight Sale yang menular. Diskon gede-gedean yang berlangsung saat Anda memilih untuk tidur itu ternyata menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu penggila belanja. Segera setelahnya, pusat perbelanjaan lain ikut mengadakan even ini. Mal ini juga berdampingan dengan sebuah stasiun televisi swasta. Senayan City pun otomatis kerap dijadikan setting untuk beberapa acaranya.

Fast Track:

Jln. Asia Afrika Lot 19, Jakarta Pusat
Telp. 021-72781000

The Plaza Semanggi

Berlokasi di jalur protokol, gedung ini cukup mencolok karena kemacetan yang dibuatnya. Mal ini merangkul baik kelas A maupun kelas B. Mereka yang datang biasanya para karyawan kantor dan mahasiswa Atmajaya yang kampusnya memang bersebelahan. Sayang, akses menuju mal ini cukup rumit. Bagi Anda yang jarang ke sini, bisa-bisa Anda berputar-putar di tempat yang sama. Namun, lepas dari itu, took-tokonya lumayan memenuhi hasrat berbelanja Anda. Sebut saja Centro Department Store, deretan tenant pakaian ala ITC dengan harga bersaing, bioskop, juga restoran. Urusan restoran, Plaza Semanggi menawarkan konsep terbuka, yaitu Sky Dining di lantai 8. Masih di lokasi yang sama, berdiri Balai Sarbini yang menjadi langganan event besar. Plaza Semanggi not bad untuk ukuran mal di pusat Jakarta.

Fast Track:

The Plaza Semanggi, Kawasan Bisnis Granadha, Jln. Jend. Sudirman Kav. 50, Jakarta Pusat. Telp.: (021) 527 5878.

Barat

Lindeteves Trade Center, Mall Ciputra, Mall Puri Indah, Mall Taman Anggrek, Roxy Mas Square, serta yang paling anyar, Mall of Indonesia, menjadi serenceng wakil mal dari kawasan barat Jakarta. Tak kalah heboh dari Selatan. Tak kalah mewah dari pusat. Kebanyakan menawarkan one stop building yang memenuhi segala kebutuhan Anda. Mau bukti?

Mal Puri Indah
[photo7]

Inilah sebuah mal yang begitu kental suasana family-nya, baik dari segi interior maupun pengunjungnya. Mungkin, ini disebabkan karena letaknya berdekatan dengan kawasan perumahan. Kelebihan Mal Puri Indah, terdapat Keris Departemen Store, Index, dan Ace Hardware di dalamnya. Jadi, bila Anda mencari keperluan rumah, tidak perlu repot karena hampir semuanya tersedia di sini. Selain itu, di mal ini juga terdapat area bermain anak-anak yang cukup seru bernama Puri Land yang bernaung di bawah bendera Fun World. Anda akan menemukan wahana-wahana, seperti roller coaster, bumper car, atau carrousel dalam bentuk mini. Mungkin inilah pusat perbelanjaan yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Fast Track:

Jln. Puri Agung, Puri Indah, Jakarta Barat.

Mal Ciputra

Dulu dikenal dengan nama Citraland Mall. Saat ada inpres yang mewajibkan pengindonesian semua nama tempat, berubahlah nama mal ini menjadi Mal Ciputra. Mal yang berdiri pada 1993 ini merupakan mal yang lumayan populer pada jamannya. Maklum saja, saat itu Jakarta belum dijamuri mal seperti sekarang. Meski terlihat usang, mal ini terbukti dapat mempertahankan eksistensinya. Mal dengan Hotel Ciputra di bagian atas bangunannya ini hingga kini masih jadi favorit warga Jakarta Barat. Alasannya? Karena mal ini cukup homey, tidak terlalu besar, namun cukup melengkapi kebutuhan sehari-hari. Walaupun tidak mewah dan tidak menyajikan toko-toko kelas atas, Mal Ciputra terlihat cukup ramai setiap harinya, bahkan di hari biasa sekali pun. Mungkin karena pangsa pasar mal ini lebih ditujukan untuk kelas menengah, lokasi yang strategis, dan dikelilingi banyak kampus. Hampir seluruh space dari mal 6 lantai dengan total luas 76.017 m2 ini terisi dengan toko yang aktif berjualan. Toko-toko yang ada di sana pun beragam, mulai dari anchor tenant seperti Matahari Department Store, Hero Supermarket, Toko Buku Gunung Agung, Gold’s Gym, hingga toko-toko yang lebih kecil seperti BSX by Giordano. Ada banyak pula  toko yang namanya tidak begitu terkenal namun menghadirkan barang-barang yang menarik, membikin mendadak butuh. Selain toko, aneka makanan yang tersaji di mal ini juga menarik untuk dicicip. Berkunjung ke mal ini saat puasa Ramadan sudah pasti membuat goyah iman. Restoran seperti Yong Tau Fu, Lau’s Kopitiam, dan lainnya hadir di sini. Selain restoran, ada hal lain yang menarik dari mal ini. Coba naik ke lantai 6, di sana ada food court yang diberi nama Pasar Senggol. Tak seperti namanya, Pasar Senggol di sini jauh dari kesan sempit dan riweh. Jangan kaget, interior food court di sini hadir dengan konsep clean, seperti dapur yang penuh dengan buku masak. Sekilas malah mirip perpustakaan. Di food court ini hadir Alporto yang menawarkan Portuguese Chicken, Red Crispy dengan menu pancake burger, Bakso Seafood Singapore, Nasi Gandul, dan banyak lainnya. Penasaran? Coba saja datang ke Mal Ciputra.

Fast Track:

Jln. Letjend S. Parman, Grogol

Gajah Mada Plaza
[photo8]

Agak bingung ketika memasuki Gajah Mada Plaza dari lantai dasar. Bentuknya yang agak riweh dan tersekat seakan membuat pusat belanja tua ini terasa sempit. Tapi begitu menyusuri hingga ke atas, baru sadar bahwa bentuknya simple saja. Maklum, pusat belanja ini telah buka sejak sekitar 1982. Interiornya mirip Ratu Plaza jaman dahulu, ambience-nya terasa gelap, lengkap dengan lift kapsul yang sejak dulu belum berubah. Hingga kini, Gajah Mada Plaza masih terkenal dengan pet corner-nya. Di sana Anda akan menemukan satu gang penuh dengan toko-toko berderet menjual berbagai jenis anjing menggemaskan yang memanggil-manggil untuk dibawa pulang. Walaupun kebanyakan anjing yang ditawarkan, ada juga aneka kucing-kucing ras dijaja. Bagi pemilik hewan peliharaan khususnya anjing, pasti akan ‘menggila’ di sana, karena segala produk keperluan anjing dijual, mulai dari makanan, alat mandi, hingga mainannya dijual dengan harga yang sedikit lebih miring. Selain pet corner, hingga kini masih ada toko kain Top Lady yang hingga sekarang masih kondang karena menjual beragam kain-kain pilihan dengan harga yang cukup mahal. Bagi Anda yang hobi memasak, coba naik ke lantai 3, Anda akan menemukan Resto-Mart yang menjual berbagai perlengkapan dapur, mulai dari piring, panci, alat-alat panggang, hingga ‘printilan’ seperti baju koki. Penasaran naik ke lantai paling atas, cukup terkejut ketika menemukan kolam renang umum dan wedding hall Eva Bun pada lantai yang sama. Yang tak kalah bikin penasaran adalah bersemayamnya diskotik&klub Millenium di lantai 5. Tiket masuknya hanya Rp. 60.000. Ada apa, ya, di dalam sana?

Fast Track:

Jln. Gajah Mada No. 19-26 Kel. Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat

Facts:

Gajah Mada Plaza adalah yang pertama kali menghadirkan toko kue Famous Amos di Indonesia

Central Park

Ini adalah pusat perbelanjaan yang merupakan mega proyek dari pengembang Agung Podomoro. Walau namanya belum sebesar Mal Taman Anggrek, untuk ke depannya, Central Park bakal jadi salah satu ikon pusat perbelanjaan di Jakarta. Selain karena tennat-tenant besar dan ternama yang ada di dalamnya (Sogo, Zara, Lacoste, Blitz, Hoka Hoka Bento, Takigawa, Burger King, dan lain-lain), Central Park merupakan pusat perbelanjaan yang eco living. Masih di kawasan Central Park, terdapat sebuah taman yang luas, bersih, dan terawat rapi. Anda dapat jogging, bermain bersama anak-anak, bahkan bisa membawa anjing peliharaan berjalan-jalan. Sebuah pusat perbelanjaan dengan konsep yang sangat bersahabat dengan lingkungan dan keluarga.

Fast Track:

Jln. Letjen S. Parman Kav. 28, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Website: www.centralparkjakarta.com.

Glodok Plaza
[photo9]

Glodok Plaza dan pusat-pusat belanja yang ada di sekitarnya terkenal dengan sajian barang-barang elektronik. Jika Anda mencari sound system canggih, perlengkapan musik, atau kamera, plaza ini merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi. Asal tahu, Rp15 juta merupakan kisaran termurah di salah satu dari sekian banyak toko perlekapan sound yang kami masuki, untuk mendapatkan satu set sound system mulai dari CD player, amplifier, hingga speaker. Ohya, untuk Anda yang maniak film, coba turun ke lantai basement, di sanalah gudangnya DVD bajakan. Dijamin Anda akan panik kebingungan. Ribuan keping DVD tersaji dalam rak-rak yang berderet mulai dari film terbaru, film lokal, internasional, kartun, hingga DVD musik yang menyajikan musik khas disko Kota. Per kepingnya dijual dengan harga Rp5000, ada juga DVD yang diobral dengan harga Rp1000 saja. Pandai-pandai saja memilih. Pusat belanja di daerah Kota dan sekitarnya memang identik dengan klub, diskotik, karaoke, hingga spa 'remang-remang'. Glodok Plaza tadinya juga terkenal dengan Golden Crown yang di dalamnya terdapat karaoke, club&lounge, dan juga spa dengan interior yang cukup mewah. Namun, setelah mulai banyak tempat serupa yang lebih baru, pamor Golden Crown kini menurun.

Fast Track:

Jl. Pinangsia Raya No. 1
Tambora, Jakarta Barat
Telp. 021 6280888

Mal Taman Anggrek
[photo11]

Mal Taman Anggrek merupakan pusat belanja terbesar di Asia Tenggara. Eits, tunggu dulu, tapi gelar ini disabetnya ketika mal ini baru dibuka, 14 tahun yang lalu, tepatnya  1996. Mungkin semua warga Jakarta termasuk Anda masih ingat hype-nya pada masa itu. Sebuah pusat belanja supermegah, yang di dalamnya terdapat ice skating rink berstandar internasional. Mal yang memiliki 7 lantai ritel dengan luas total 360.000m2 ini begitu luas hingga kita ngos-ngosan dan agak pusing ketika mengelilinginya. Di balik wajahnya yang mulai menua, Taman Anggrek tetap belum kalah dari mal-mal baru. Sampai sekarang, tetap terasa seru saat berkunjung ke sana. Memang tidak ada toko-toko branded di sana, tapi mal ini cukup komplet. Terdapat dua buah department store besar, Metro dan Matahari. Untuk toko buku, Mal Taman Anggrek menggandeng Gramedia sebagai anchor tenant-nya. Selain itu toko perlengkapan rumah tangga dan elektronik yang terbilang cukup lengkap juga membuat mall ini tambah seru. Tapi, di luar kekuatan toko-toko besar seperti yang telah disebut di atas, dan juga toko-toko seperti ZARA, Mango, dan sebagainya, justru kekuatan Mal Taman Anggrek juga ada pada toko-toko kecil yang tersebar di setiap sudutnya. Toko-toko tersebut mungkin tak semuanya telah memiliki nama, namun seringkali kita dapat menemukan barang-barang unik yang tidak kita temui di tempat lain. Contohnya saja toko-toko mainan yang menjual berbagai action figure di lantai 3, bagi Anda yang doyan mengoleksi mainan-mainan tersebut, pasti betah berlama-lama di sana. Kalau favorit area, tentu kios pretzel kecil Auntie Anne’s di lantai 3. Setiap ke sana, pasti kalap memborong pretzel dengan berbagai rasa.

Fast Track:

Jln. Let. Jend. S. Parman Kav 21, Slipi, Jakarta Barat
Telp.: (021) 5643777

Seasons City

Tempat ini terlihat bagus dan megah dari luar. Namun, ketika Anda beranjak masuk, ekspektasi itu seakan buyar. Masih banyak tempat yang kosong dan konsepnya pun tidak jelas. Maksudnya, terlalu banyak took berukuran kecil sehingga lebih mirip ITC. Kelebihan Season City adalah tempat parkirnya yang tidak sempit. Terus terang, selebihnya, tidak ada yang spesial di tempat ini.

Fast Track:

Pusat Bisnis Latumenten No. 33, Grogol, Jakarta Barat. Website: www.seasonscity.com.

Lindeteves Trade Centre
[photo10]

Namanya terdengar kebelanda-belandaan? Ya, tentu saja. Sebab, tempat ini memang telah hadir sejak zaman Hindia Belanda dan dikenal sebagai pusat perkulakan alat-alat berat bagi warga Batavia dan tak jarang dari berbagai penjuru Nusantara. Dahulu, tempat yang berlokasi tak jauh dari pusat elektronik Glodok dan Hotel Jayakarta ini memang berbentuk pasar tradisional. Namun akhirnya, pada dekade 2000-an, ia direnovasi secara besar-besaran. Memiliki luas sekitar 2,6 ha, Lindeteves Trade Centre mengusung konsep one-stop-trading yang menyediakan berbagai pilihan untuk hardware, peralatan listrik, komputer, dan aneka komponen untuk mobil serta sepeda motor. Tak hanya barang-barang 'berat', Lindeteves Trade Centre juga dilengkapi Giant Hypermarket dan berbagai cabang bank terkemuka. Lalu, di lantai lima hingga delapan ada pusat hiburan Sun City, mulai dari KTV hingga luxury club.

Facts:

Di berbagai sudutnya, tersedia free internet spot.

Fast Track:

Jln. Hayam Wuruk No. 127, Jakarta Barat. Website: www.ltc-glodok.com.

Jakarta Selatan

Pejaten Village

Di kawasan timur Jakarta Selatan memang tidak ada pusat perbelanjaan menarik yang dapat disandingkan dengan mal lain yang berada di Selatan Jakarta. Tapi, jangan memandangnya sebelah mata dulu karena justru mal ini dapat Anda jadikan ‘tempat pelarian’ jika ingin mencari ‘hiburan’ di tempat yang lebih sepi. Eits, jangan salah mengartikan, untuk ukuran Pejaten Village yang dimaksud hiburan hanya terbatas pada bioskop dan berbagai restoran yang ada. Untungnya, mal yang berdiri di atas lahan 2,38 hektar dengan luas bangunan ini 57.948m2 ini terhitung lengkap fasilitasnya karena adanya butik, salon, Gramedia, Hypermart, hingga Electronic Solutions. Sayang, karena semakin banyak even dihelat di sana terutama pada akhir pekan, kemacetan selalu mengepung pusat perbelanjaan yang baru mau menginjak usia 2 tahun ini. Satu lagi, lahan parkirnya yang kurang spacious dan tata letaknya yang kurang ‘enak’ juga membuat banyak pengunjung memarkir mobilnya di luar area mal dan menambah kemacetan.

Fast Track:

Jln. Warung Jati Barat No.39, Pejaten, Jakarta Selatan
Telp. 021-94690227

Cilandak Town Square

Mal ini mulai hip sekitar awal 2003. Utamanya, karena mal berlantai 2 dan berbentuk persegi ini fokus kepada makanan lewat deretan kafe dan restoran. Cocok sekali untuk tempat nongkrong, apalagi dilengkapi bioskop dengan 4 studio. Setiap weekend pun ada hiburan live music di lantai 2, meski kualitas sound system kurang maksimal. Waktu baru dibuka, sering beberapa kali diadakan fashion show di lantai 1. Cukup seru, karena jadi daya tarik tersendiri. Tapi, sekarang, Citos lebih dikenal dengan ajang bazar setiap Selasa hingga Jumat. Jika mau belanja, tersedia Matahari Departement Store dan Food Mart. Masalah utama yang perlu dibenahi adalah area parkir yang herannya tetap tak memadai meski sudah ada basement dan parkiran luar. Selain itu, nursing room yang sama sekali tidak tersedia di kedua lantai. Well, secara keseluruhan, Citos lumayan digemari karena kerap menjadi pilihan untuk meeting baik urusan kantor maupun sekadar berkumpul dengan teman.

Facts:

Lahan parkir untuk motor di basement mal sering tidak memadai, kerap kali dialihkan ke parkiran Cilandak Sport Center. 

Fast Track:

Jln. TB Simatupang Kav. 17, Jakarta Selatan. Telp.: (021) 75920222.

Epicentrum Walk (Epiwalk)
[photo12]

Berlokasi di kawasan superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Epicentrum Walk (Epiwalk) merupakan salah satu destinasi hang-out paling anyar bagi warga Jakarta. Memiliki luas sekitar 25.000 m2, tempat ini bisa dibilang sebagai sebuah ‘mal’ baru layaknya yang sudah bermunculan sebelumnya. Walau begitu, Epiwalk sebenarnya dikembangkan sebagai sebuah tempat atau sarana untuk lahirnya ide kreatif dari para ‘creative generation’ yang disebutnya sebagai creative lifestyle and entertainment hub. Ya, Epiwalk memang bisa dibilang bukan sekadar mal belaka. Ini bisa dilihat dengan adanya International Design School (IDS), yakni institusi pendidikan dalam bidang kreatif. Nah, yang menarik dari tempat ini adalah konsep eco-green yang diusungnya. Ada pedestrian lebar serta river sidewalk yang juga menghadirkan environment yang nyaman. Walaupun belum banyak tenant yang dibuka, Epiwalk bisa jadi tempat alternatif Anda untuk bersantai sambil menikmati Jakarta dari sisi yang sangat berbeda.

Facts:

Epicentrum XXI merupakan bioskop terbesar di Jakarta. Dua studio di dalamnya masing-masing dapat menampung sekitar 500 penonton.

Fast Track:

Komplek Rasuna Epicentrum, Jln. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Blok M Plaza

Ini adalah pusat perbelanjaan yang terletak di kawasan Bulungan dan tidak jauh dari beberapa sekolah menengah atas, misalnya SMUN 6 dan SMUN 70, dan Gelanggang Remaja Bulungan. Tak heran jika di jam pulang sekolah Anda akan sering berpapasan dengan remaja tanggung berseragam. Kini, Plaza Blok M atau lebih dikenal dengan Blok M Plaza yang telah berusia 19 tahun ini sudah makin sepi pengunjung karena tenant-nya yang kurang menarik untuk ukuran pusat perbelanjaan di daerah selatan Jakarta. Ciri khas dari pusat perbelanjaan ini adalah interior dan tata letak bangunannya yang berbentuk memutar dan menanjak ke atas. Dan, jujur itu melelahkan pengunjungnya karena jika belum tahu letak eskalatornya maka Anda akan ‘terpaksa’ mengelilinginya bahkan hingga ketujuh lantainya.

Facts:

Dari dulu sampai sekarang toilet yang ada di tiap lantai dipungut bayaran, sebagai ‘cinderamata’ Anda akan diberikan sobekan karcis kuning ala karcis parkir jalanan. 

Fast Track:

Jln. Bulungan No. 76, Jakarta Selatan
Telp. 021-7209288 ext 220,221,223
Website: www.plazablokm.com

Oakwood

Sebenarnya, tempat satu ini adalah 'pojok hiburan' dari Oakwood PremierCozmo, yakni high-end condominium yang berlokasi di kawasan Mega Kuningan. Walau begitu, nama Oakwood sudah terlanjur dikenal sebagai entertainment spot yang nyaman dan bernuansa beda bagi kaum menengah di Jakarta. Walaupun tidak terlampau luas, beberapa tenant di sini telah menjadi destinasi favorit, antara lain Penang Bistro, Chopstick, Starbucks, hingga Loewy. Bagi mereka yang senang berolahraga, Fitness First Oakwood pasti telah menjadi pilihan yang nyaman khususnya bagi para pekerja di kawasan Kuningan. Untuk Anda yang ingin berbelanja groceries, Ranch Market Oakwood acapkali menjadi favorit. Selain berbelanja, tentunya 'kantin' yang menyajikan aneka hidangan hasil racikan dapur Ranch Market pasti sering jadi pilihan untuk lunch maupun dinner.

Fast Tracks:

Jl. Lingkar Mega Kuningan Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Gandaria City

Mal paling gres di Jakarta ini berdiri di atas lahan sangat luas, yakni 301.374 m2. Bebarapa sudut mal masih terlihat belum rampung seluruhnya. Kabarnya, jika sudah beroperasi penuh, akan ada sekitar 500 tenant di sini, yang tersebar di lima lantai. Sebenarnya ada lantai enam, namun berupa hall yan hanya dipakai untuk event tertenu saja. Anda sudah mulai bisa mengunjungi Studio XXI dan di lower ground  terdapat Lotte Mart dan beberapa resto dengan makanan khas Korea, Jepang dan Indonesia. Ingin mencoba segala makanan mulai dari asinan sampai makanan 'berat' silahkan sambangi Eat and eat Creative Food Adventure, yang mengambil ide dari euforia Jakarta tempo doeloe saat masih bernama Batavia. Banyak makanan dan minuman yang ditawarkan di food court seluas 30.000m2 tersebut. Mall dengan 4 lobby ini punya dua toilet dengan satu nursery room di setiap lantainya. Toilet tertata apik dengan menggunakan batu marmer hitam untuk pria dan beige untuk wanita. Terlihat bersih dan elegan. Semoga kebersihannya terjaga terus, tak hanya karena mal masih baru. Gandaria City jadi recommended mall? Kenapa tidak, bisa nonton, banyak pilihan makanan, ada tempat belanja keperluan rumah tangga dan fashion, tersedia Ace Hardware dan Gramedia. Sangat lengkap!

Fast Track:

Jln. KH M. Syafi'i Hadzami No. 8, Jakarta Selatan
Telp. 021-7399088

Interview: Gandaria City

Standarisasi Green Building dari Singapura
[photo15]

Baru-baru ini menggelar soft launching, Gandaria City jadi mal paling anyar di Jakarta. Usianya baru hitungan 5 mingguan. Meski masih gerai kosong dan beberapa bagian masih dalam penataan, cikal sebuah pusat perbelanjaan dan hiburan sudah sangat terasa memasuki mal yang menawarkan kemewahan dan kelengkapan. Lengkapnya menyoal visi dan misi Gandaria City, area menemui Untoro Wisnu Gardewo, Assisten Manager Promotion mal ini.  

Ada alasan khusus memilih lokasi di kawasan Gandaria, kawasan macet, sebagai lokasi mal?

Tidak ada alasan khusus, hanya murni strategi bisnis. Seperti kita tahu, daerah selatan itu mempunyai customer yang potensial dan ambience mall dengan orang-orangnya yang memang cocok. Selain itu, tren yang berkembang sekarang adalah konsep shopping mall yang juga menyediakan tempat nongkrong. Apalagi, Orang Selatan adalah orang-orang yang gemar berbelanja, sambil menghabiskan waktu dengan nongkrong dengan teman-teman.

Animo masyarakat di wilayah Selatan, apalagi dengan adanya mal-mal lain yang duluan hadir,  apakah masih antusias menyambut Gandaria City?

Mereka sangat antusias, sangat tinggi sekali. Apalagi Arteri Pondok Indah adalah salah satu jalan tersibuk di Jakarta Selatan, dan termacet juga. Jadi sembari menunggu macet, mereka bisa mampir sejenak dan melepas lelah dulu di Gandaria City. Ada satu keunikan juga yang mungkin membuat mal ini disambut baik, dengan adanya direct tunnel langsung dari jalan seberang (Taman Puring) bisa langsung masuk basement, salah satu hal yang memudahkan customer.

Kendala apa yang dihadapai dalam mengelola mal baru di Jakarta?

Ketika pengunjung datang ke mal ini dan melihat masih banyak toko yang belum buka, untuk mendapatkan customer itu datang kembali, membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Hal itulah yang ingin kita hindari, makanya kita berusaha terus meng-endorse para tenant untuk membuka store mereka. Selain itu, kita tidak terlalu khawatir, karena Gandaria City juga ada apartment dan perkantorannya, jadi customer tetap kita pun sudah terjamin adanya, yaitu dari penghuni kondominium dan pekerja kantor yang ketika jam istirahat, sudah tentu akan makan siang di sini.

Bagaimana menanggapi “selentingan” bahwa mal di Jakarta merusak lingkungan?

Kita tidak khawatir, karena di office tower Gandaria City sudah mendapatkan standarisasi green building dari sebuah lembaga di Singapore dengan Gold Ranking. Dengan demikian, kita sebisa mungkin beroperasi dengan konsep lebih ramah lingkungan. Untuk mal nya sendiri, kita tidak mengganggu jalanan utama yang malah akan menambah kemacetan, untuk itu kita menyediakan space sepanjang 500 meter sebelum masuk ke mal. Itulah hal-hal yang kita upayakan untuk membuat lingkungan sekitar mal lebih hijau dan bebas macet.

Melihat kondisi mal yang masih sepi, bagaimana trik dan upaya untuk menggaet lebih banyak tenant?

Yang kita galakkan adalah dengan promo dan event. Seperti beberapa waktu lalu, kita ada acara Indonesia Young Designer fashion Show. Lalu ada promo menarik, seperti dengan belanja sebesar 2 juta, maka bisa membeli lcd TV dengan harga yang diskon banget. Itu salah satu cara kita untuk menarik lebih banyak lagi tenant untuk berbisnis dengan kita di Gandaria City.

Pacific Place
[photo13]

Shopping centre ini dikenal luas sebagai one-stop destination prestisius bagi masyarakat kelas atas Jakarta. Hal ini karena hadirnya beragam boutique brand kelas atas. Sebut saja Bvlgari, Tods, Salvatore Ferragamo, Hermes, dan tak ketinggalan Biyan dari Indonesia. Tak hanya itu, Pacific Place pun memiliki Metro Department Store dan Electronic City yang memiliki beragam koleksi produk terkini. Tak hanya spot belanja, Pacific Place juga menyediakan aneka destinasi kuliner yang seru. Di antaranya, Din Tai Fung, No Signboard, Ramen Sanpachi, hingga Y&Y dan Canteen. Ada pula Potato Head dan Capoccacia bagi mereka yang senang menikmati cocktail. Last but not least, Pacific Place sejak awal telah memiliki Kidzania, tempat edutainment inovatif bagi si kecil, yang hingga kini masih menjadi favorit di Jakarta.

Facts:

Mushollanya memiliki layanan self service shoe-shining yang lengkap.
Bioskop Blitz Pacific Place memiliki premium cinema dengan pelayanan prima pertama dalam jaringannya, Blitz Velvet.

Fast Track:

SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan. Website: www.pacificplace.co.id.

Pasaraya

Berdiri di kawasan sibuk Blom M, pusat perbelanjaan yang kini mengusung nama Pasaraya The Pride of Indonesia resmi didirikan pada 27 Maret 1974. Pemiliknya, Abdul Latief—mantan Menteri Tenaga Kerja di era Soeharto—menggadangi berdirinya pusat perbelanjaan ini sebagai Indonesia’s first leading modern department store. Sejarahnya, kehadiran Pasaraya bermula di lantai tiga gedung Sarinah yang berdiri di Jl MH Thamrin. Mengakomodasi kemajuan bisnis, pada 1980 gerai Pasaraya pindah ke kawasan Blok M. Pada 1984, ekspansi dimulai, dimulai dengan perluasan area ritel, dari 7,000 m2 menjadi 200,000 m2. Kini dalam kemasan eksklusif, Pasaraya hadir sebagai pusat perbelanjaan besar. Tak cuma menyediakan beragam produk kebutuhan fashion & style, kuliner, juga handicrafts asli Indonesia, Pasaraya juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas hiburan, semisal MPX Cinema, bowling center, bilyard dan executive wellness center. Penataan foodcourt di basement menjadi Wajan Nusantara juga jadi daya tarik penggila kuliner Nusantara untuk mampir di sini.

Fast Track:

Jln. Iskandarsyah II/2, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp. 021-7260170 ext. 2415
www.pasaraya.co.id

Facts:

Sebelum ini, Pasaraya pernah bernama Sarinah Jaya, Pasaraya, Pasaraya Big & Beautiful, dan Pasaraya Grande.

Mal Pondok Indah 1&2

Sejak beroperasi 1991, Pondok Indah Mall 1, yang terletak di pemukiman elite di area Jakarta Selatan ini, sudah mencuri hati penghuni Jakarta. Tak hanya daerah Selatan, mereka yang tinggal di Pusat, Timur dan Barat pun kerap 'main' ke mal ini meski harus 'berjuang' dari kemacetan. PIM 1 sangat nyaman bagi mereka yang kerap membawa anak. Ada surga mainan  seperti Toys City dan Fun World yang terletak di lantai 2, di samping KFC dekat Coffee Bean. Meski food court Dermaga sudah berubah jadi Ace Hardware, urusan makanan tetap jadi pilihan, karena mereka yang maniak Burger King, J-Co, Dunkin Donuts, Bakmi Gajah Mada, Wendy's dan Es teler 77 tetap memilih PIM 1 untuk memuaskan hasrat kuliner. Sayangnya, tidak ada nursery room, tempat khusus para ibu dan bayinya agar terasa nyaman. Untuk yang hobi belanja, Metro yang menyediakan mulai dari kerperluan apparel anak hingga dewasa, parfume, sepatu dan peralatan rumah tangga, masih 'juara' dibanding gerai lain yang ada di PIM1. Untuk mengisi dapur dan memenuhi kebutuhan pangan, tersedia Hero di lantai Ground.

Nah, PIM 2 tampil lebih modern. Ada Sogo yang di dalamnya terdapat Food Hall dan toilet sendiri. Anehnya, para pengunjung lebih terpesona dengan gerai individu seperti VNC, Zara, Mango, Massimo Dutti dan lainnya. Enaknya, di PIM 2 tiap lantai terdapat toilet juga Nursing Room yang cukup luas. Juga dilengkapi mushola dan smoking room. Mall ini punya tiga tempat wahana kuliner. Di Restaurant Row, yang menawarkan makanan relatif mahal tapi menyediakan area merokok. Food Court, yang selalu ramai karena pilihan makanannya lumayan banyak, terjangkau tapi dilarang merokok, dan satu lagi di dalam Sogo di area Food Hall yang  sangat sepi pengunjung. Ironis sekali dengan Sturbucks yang terletak di sebelah Food Hall yang selalu ramai. PIM 2 juga selalu memuaskan pengunjung dengan menghadirkan atraksi barongsai, sirkus dan konser mini. Intinya, PIM 1 dan PIM 2 sama-sama seru. Keduanya punya bioskop yang bisa memuaskan hobi nonton. Bukti lainnya, dua mall yang dihubungkan oleh skywalk ini, selalu penuh hampir setiap hari tak hanya saat weekend. Tips ke PIM 2 jika ramai, langsung ke parkiran B2 atau B3 karena pasti masih tersedia parkir.

Fast Track:

Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan.