Tayangan TV saat ini sering membuat orang mengelus dada. Nyalakan TV Anda jam berapa saja. Sulit rasanya menemukan program TV yang berbobot namun juga menghibur. Budaya kejar-kejaran rating memang menjadi tantangan bisnis stasiun TV.
Di Indonesia, tayangan TV mulai beragam. Tapi, tak semua berkualitas. Lihat saja reality show yang mulai overrated, acara gosip yang suka membicarakan rumah tangga orang lain, acara mistis maupun serial horror yang sama sekali tidak menyeramkan, atau sinetron yang terlalu religi atau menampilkan banyak adegan kekerasan secara eksplisit serta tidak ada habisnya.
Di luar negeri, tren-nya justru sudah berbeda. Masa-masa reality show sudah habis, dan serial TV kembali merebak. Pembuatannya juga sangat serius. Lihat saja kualitas serial macam Band of Brothers, Heroes, The Sopranos, Lost, hingga yang lagi diminati saat ini seperti Dexter, Glee, atau Fringe. Luar biasa!
Saluran TV di Indonesia, pada 90-an, memiliki serial TV yang lebih baik. Menonton serial TV terasa sangat menyenangkan. Filmnya selalu ditunggu-tunggu. Walau hanya ada sedikit stasiun TV, namun pemirsa disuguhi pilihan program acara yang berbobot. Di bawah ini hanya sedikit di antaranya. Masih ingatkah Anda?
The A Team (1983 - 1987)
The A team menggambarkan sekelompok mantan pasukan khusus angkatan darat Amerika Serikat yang lari dari militer karena dituduh melakukan kejahatan yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan. Beralih profesi sebagai tentara bayaran, tim yang dipimpin oleh Kolonel John "Hannibal" Smith (George Peppard), dengan anggota timnya Letnan Templeton "Faceman" Peck (Dirk Benedict), Kapten HM "Howling Mad" Murdock (Dwight Schultz) dan Sgt. BA Baracus (Mr T) ini berpetualang mencari kebenaran akan setiap aksi yang mereka lakukan. "I love it when a plan comes together" demikian tagline terkenal dari Hannibal setiap selesai menunaikan misi. The A Team dibuat oleh penulis naskah Frank Lupo dan diproduseri oleh Stephen J. Cannell.
Oshin (1983-1984)
Serial Oshin adalah kisah legendaris yang mengangkat kisah nyata seorang Shin Tanokura wanita pebisnis yang memiliki Yaohan_sebuah jaringan supermarket terkenal di Jepang. Kisah perjuangan Oshin yang hidup mulai dari era Meiji hingga awal 1980_an ini penuh dengan pelajaran berharga tentang seorang biasa yang mencoba mendapatkan hak dan harkat dirinya sebagai seorang perempuan. Karena rentang waktu yang panjang tersebut maka Oshin diperankan oleh tiga orang berbeda. Ayako Kobayashi memerankan Oshin saat berumur enam hingga 10 tahun, lalu Tanaka Yuko sebagai Oshin berumur 16-46 tahun dan Otowa Nobuko sebagai Oshin tua. Bagai sebuah diary, Oshin mampu membuat kita seakan merasakan dan bersimpati pada setiap penderitaan yang dilaluinya hingga kemudian penasaran akan kisah selanjutnya. Mini seri Oshin telah ditayangkan di 59 negara, termasuk Indonesia. Aslinya serial ini hanya berdurasi 15 menit dan ditayangkan sebanyak 297 episode.
The Cosby Show (1984-1992)
Cosby adalah nama sebuah keluarga ideal yang tinggal di kota New York. Dibilang keluarga ideal karena keluarga keturunan Afrika Amerika ini mempunyai cara tersendiri untuk membuat keluarganya selalu harmonis dan penuh dengan kasih sayang_sangat bertolak belakang dengan kondisi banyak keluarga pada saat itu yang penuh dengan kekerasan dan perang antar geng. Nama Cosby berasal dari actor Bill Cosby seorang pelawak terkenal Hollywood yang juga menyutradarai serial ini. Cosby mencoba menghidupkan sebuah keluarga yang menurutnya ideal dan harmonis mengingat anak semata wayangnya terbunuh dalam sebuah perang antar geng di kehidupan nyata. The Cosby Show menjadi serial keluarga fenomenal, kisahnya menceritakan kisah keluarga seorang dokter kandungan, Dr Heathcliff Huxtable dan istrinya yang berprofesi sebagai seorang pengacara handal. Repotnya mereka punya 5 orang anak, yang mempunyai ciri khas dan kelebihannya masing-masing. Nilai-nilai dalam membina sebuah keluarga diterapkan disini dengan secara lugas dan tentunya menghibur. Semua permasalahan keluarga di selesaikan dengan cara yang manis. Cosby menerapkan arti baru sebagai orangtua, yakni berikan penjelasan yang cerdas, masuk akal dan bisa terima anak-anak pada setiap masalah. Good parents, berarti juga mau untuk bersikap layaknya teman namun ketika situasi membutuhkan, mereka juga harus bisa tegas, tanpa kehilangan kontrol akan emosi diri sehingga tidak sampai 'main tangan'.
Tour of Duty (1987-1989)
Tour of Duty dibuat setelah kesuksesan film layar lebar The Platoon (1986). Kedua film tersebut menceritakan kisah sekelompok pasukan angkatan darat Amerika Serikat yang diterjunkan langsung ke hutan-hutan belantara untuk mencari dan menumpas gerilyawan Vietcong di perang Vietnam yang berlangsung pada 1960_an. Selain berjibaku membela negara di Vietnam, para GI Joe_sebutan untuk tentara Amerika pada saat itu harus mengalami dilema karena melakukan perang yang sebenarnya ditentang oleh rakyatnya sendiri. Tour of duty bisa dibilang sebagai pelopornya film mini seri televisi bertemakan perang yang mengilhami band of brothers dan The pacific. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang film ini karena bicara soal film action, akan lebih baik bila Anda menontonnya secara langsung. Selain cerita, yang memorable dari serial ini adalah soundtraknya yakni “paint it black" milik band legendaries Rolling Stones.
My Secret Identity (1988-1991)
Serial tv ini mengisahkan seorang anak lelaki bernama Andrew (Jerry O'Connell) yang tiba-tiba mempunyai kekuatan super yakni bisa terbang dan berlari dengan kecepatan peluru. Andrew mendapatkan kekuatan tersebut secara tidak sengaja ketika tetangganya seorang profesor Dr. Benjamin (Derek McGrath) menembak Andrew dengan teknologi photon beam. Andrew kemudian mendapat kekuatan luar biasa. Namun karena masih berusia belasan tahun walau punya kekuatan super tetap saja jiwa anak muda yang nyeleneh selalu ditunjukkan Andrew dalam setiap aksi supernya. Contohnya, ketika ingin terbang Andrew selalu menggunakan kaleng hairspray sebagai tenaga pendorong. Serial tv yang berasal dari kanada ini sempat menjadi tontonan favorit karena memang genre superhero masih sangat jarang di tayangkan pada saat itu. My Secret Identity ditayangkan sebanyak 72 episode.
Airwolf (1984-1986)
Airwolf adalah nama sebuah helikopter canggih nan hebat_setidaknya pada saat itu, hasil percobaan rahasia pemerintah Amerika Serikat. Dibilang canggih karena helikopter ini dilengkapi dengan sebuah sistem turbin kembar, yang memungkinkan untuk terbang dengan kecepatan 300 knots, serta ditambah dengan empat belas pilihan kekuatan senjata. Adalah veteran Vietnam Stringfello Hawke (Jan Michael Vincent) serta sahabat ayahnya Dominic Santini (Alex Cord) yang terpilih untuk mengendarai Airwolf yang sebelumnya dibajak oleh prajurit Libya. Serial ini dibuat sebanyak 79 episode dan digarap oleh Donald P. Bellisario. Airwolf tayang di televisi CBS tahun 1984-1986 dan setahun tayang di USA Network.
MacGyver (1985 - 1992)
Angus MacGyver adalah tokoh agent serba bisa yang diperankan oleh Richard Dean Anderson. Uniknya walau disebut sebagai seorang agent rahasia, Macgyver selalu menolak untuk melakukan kekerasan dalam setiap aksinya. MacGyver sedapat mungkin menolak untuk membawa atau menggunakan senjata api, senjata andalannya hanya sebuah swiss army knife yang di gunakan untuk menciptakan berbagai penemuan kreatif. Serial yang diciptakan oleh Lee David Zlotoff ini ditayangkan ABC mulai September 1985 sampai 1992. Macgyver di produksi sebanyak 139 episode.
Quantum leap (1989-1993)
Oh boy!, demikian memorable slogan yang mengingatkan saya pada mini seri ini. Kata tersebut selalu diucapkan oleh Sam Beckett (Scott Bakula), tokoh utama dari serial Quantum Leap yang punya kemampuan untuk merasuki tubuh orang lain. Pada awalnya Sam ingin membuat mesin waktu dan melakukan perjalanan ke masa lampau. Karena kekurangan dana Sam merelakan dirinya sendiri untuk menjadi kelinci percobaan. Percobaannya berhasil namun Sam melanglang buana ke masa lalu bukan sebagai dirinya. Tapi merasuki tubuh orang lain yang hidup di masa itu. Ia pernah masuk ke tubuh seroang wanita hamil, veteran perang Vietnam yang kakinya diamputasi, tubuh Elvis Presley, Marilyn Monroe bahkan tubuh seekor simpanse. Menarik bukan? Quantum Leap menjadi serial yang mampu memikat banyak penonton yang pada masa itu sedang terkesima akan imajinasi teknologi mesin waktu dalam film Back to the future (1985).
Selain tujuh serial di atas, tentu saja masih banyak lagi serial lain yang layak untuk dijadikan tontonan wajib. Sebut saja Mission Imposible, Star Trex enterprise, Friday the 13th, The Hunter, Alfred Hitchcock The Series, hingga The X-Files.
Bicara soal film memang tak akan ada habisnya, karena bagus atau tidaknya sebuah film tergantung dari persepsi dan sudut pandang masing-masing individu. Jadi, daripada saya berbicara lebih banyak lagi, silahkan tonton saja dan nilai sendiri!
Contact the writer at ferry.ardiansyah@mediasatu.com
Follow him on Twitter






Write a comment
yasir
November, 28th 2010
Saya teringat film horor FRIDAY THE 13th
heriyanto
December, 11th 2010
Memang acara TV sekarang sangat tidak mendidik, malah mengarah kebodohan, lihat saja acara termehek2, realigy...gila ya