FEATURE

area 7th Years Anniversary

October, 12th 2010 |  by  Tim Redaksi Area  | 1

area telah berusia tujuh tahun! area membeberkan sosok-sosok di dapur area dan berbagai pencapaian selama tujuh tahun terakhir.

area Self Potrait:

Kami yang Menaklukkan Jakarta!

Happy birthday to you, happy birthday to you
Happy birthday, happy birthday
Happy birthday to you....

area merayakan ulang tahunnya! Ketujuh! Usia yang tak sebentar untuk ukuran majalah. Tujuh tahun sudah majalah ber-tagline “the guide to everything Jakarta” ini merangkum wacana lifestyle Jakarta dalam setiap edisinya. Bukan kerja yang mudah. selama tujuh tahun tersebut area tiada henti berinovasi dalam mengemas diri demi selalu tampil apik dan memenuhi selera pembaca. Visi yang jelas dan redaksi yang solid menjadi kunci mewujudkan eksistensi area. Nah, edisi kali ini didedikasikan khusus untuk area sendiri. Sebagai kado ulang tahun, area berbaik hati membeberkan semua tentang area: orang-orang di dapur area dan pencapaian-pencapaian dalam kurun 7 tahun terakhir. Tak ada salahnya tampil membanggakan diri sendiri sekaligus merefleksi lagi pencapaian yang telah teraih. Sudah barang tentu sebagai semangat untuk lebih baik lagi ke depannya. Sukses selalu area!

The Seven Years of Joy Conquering Jakarta

Brief History of area

Tujuh hari? Bukan! Tujuh bulan? Bukan juga! Tujuh tahun? Tepat. Tujuh tahun sudah area mengarungi pernak-pernik Jakarta bertema lifestyle dalam setiap edisinya. Sebuah rentang waktu yang tidak sebentar. Dan, bukan pula perjalanan mudah tanpa aral.
Sebagai salah satu pionir majalah city guide dengan distribusi cuma-cuma di Jakarta, hingga hari ini area masih rajin merangkum setiap kabar terkini seputar lifestyle yang berseliweran di penjuru Jakarta. Dan, tentunya menghadirkannya ke hadapan pembaca.

Mengenai kemunculan majalah ini, untuk kali pertama dimulai pada 2003 silam. Proses perencanaannya—termasuk pematangan konsep—sendiri sudah dimulai jauh sebelum itu, tepatnya 1999. Reza Puspo sebagai CEO PT Media Satu selaku publisher area, me-ngakui bahwa ide melahirkan majalah ini didasarkan pada pengalamannya saat me-nempuh pendidik-an di bidang publishing di Negeri Paman Sam sekaligus saat bekerja di sejumlah media sekemba-linya ke Jakarta. Idenya terinspirasi saat memperhatikan Jakarta dan polah lifestyle masyarakatnya yang punya kemiripan dengan New York. Sama-sama metropolitan, sama-sama kota besar, sama-sama sibuk. Apalagi, kala itu di Jakarta mulai bertumbuh mal dan cafe yang mendorong munculnya gaya hidup “hang out di mal”.

Nah, kehadiran mal, kafe, dan perkembangan gaya hidup masyarakat yang me-rangkum aktivitas urban seputar kuliner, hiburan, shopping, fashion, seni, dan lain-lain yang berlangsung di kawasan metropolitan Jakarta merupakan celah pasar publishing yang sangat besar. Fakta lain, para pelaku bisnis dan layanan lifestyle tersebut juga membutuhkan media untuk berkomunikasi. Klop. Dan, lahirlah area.

Sebagai majalah, keha-diran area mendapat sambutan positif, baik dari pembaca maupun pemasang iklan. Adapula yang terkejut de-ngan ukuran majalah ini yang imut. Sukses pemunculan area dilatari situasi saat itu, belum banyak media cetak yang mengulas secara total mengenai wacana lifestyle. Nah, area hadir menjadi jembatan informasi dan referensi lifestyle masyarakat urban Jakarta. Segmentasi wacana yang diusung, sasaran pembaca yang dituju, serta pendistribusian yang tepat membikin area bisa bertahan hingga sekarang.

Kenapa gratis? Ini menjadi pertanyaan kebanyakan orang saat pertama kali membaca area. Harus diakui, materi yang dihadirkan dalam majalah dua mingguan ini memang tidak ‘seberat’ media cetak mainstream yang mengulas informasi politik, bisnis, dan ekonomi. Jujur saja, informasi lifestyle yang dihadirkan area masih merupakan wacana sekunder bagi sebagian besar masyarakat di Jakarta bahkan Indonesia. Majalah berkategori ini, termasuk area, barangkali baru akan dilirik dan dibaca saat senggang bersantap. Dari materi, informasi majalah ini barangkali bermain di tataran penting nggak penting. Namun, bukan berarti area jauh dari serius dalam penyajian. Nyatanya kesederhanaan, ketepatan menyasar celah pasar pembaca, dan keberhasilan mengisi dan menemani para pembaca di kala senggang tersebut justru menjadi keberhasilan area meraih pembaca hingga akhirnya bisa bertahan hingga sekarang.

Pun demikian, perjalanan area hingga tujuh tahun ini bukan tanpa kendala. Salah satu yang diakui sang publisher adalah spesialisasi lifestyle orang-orang yang menggawangi majalah ini. Sebagai majalah gratis, area memiliki karakteristik yang khas dan penanganan yang berbeda dari majalah atau media cetak mainstream lain. Utamanya pada saat awal kehadiran. Saat itu, agak sulit untuk mendapatkan reporter yang berdedikasi untuk bidang gaya hidup. Demikian juga dengan sumber daya manusia untuk divisi pendukung majalah ini. Pada akhirnya, area harus mencetak sendiri ‘kader-kadernya’.

Memang, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam perjalanan majalah ini untuk selalu eksis di Jakarta. Nah, momen ulang tahun ini sekaligus momentum introspeksi, dan resolusi demi tampil apik memenuhi selera pembaca.

Pencapaian

areamagz.com, milestone ekspansi area

Tujuh tahun mengarungi Jakarta sebagai majalah gratis bukan perkara mudah. Sebagai majalah yang melabeli diri dengan distribusi gratis di seantero Jakarta, area bukan satu-satunya. Belum lagi tantangan dari media-media mainstream dan perubahan zaman. Penyajian seapik-apiknya menjadi keharusan untuk bisa terus eksis. Bagaimana dengan area?
Harus diakui, kemajuan zaman dan berkembangnya teknologi berimbas pada canggih dan lekasnya komunikasi, juga berbagi informasi. Lahirnya internet dan perangkat multimedia dengan kesanggupan mutakhir memungkinkan kita untuk mengakses informasi tanpa batas. Belum selesai sampai di situ, kedua faktor barusan lantas menyulut terjadinya perubahan budaya membaca di masyarakat—termasuk cara dan selera membaca.

Faktanya, dahulu orang-orang masih menyempatkan kebiasaan membaca koran di pagi hari. Saat itu, membaca koran atau majalah merupakan aktivitas yang memerlukan treatment khusus: membeli koran di penjaja, duduk nyaman, lantas melahap semua informasi. Kini, seiring rutinitas, kebiasaan tersebut mulai sulit ditemukan. Kehadiran komputer, internet, smartphone, atau perangkat multimedia bertajuk digital lain yang kian canggih menyempatkan kita memperoleh informasi dengan cepat, kapan pun, di mana pun, dan apa pun sesuai selera.

Soal pergeseran budaya membaca. Perkembangan teknologi dan mobilitas, membikin generasi pembaca sekarang juga yang akan datang terbiasa dengan kecanggihan. Internet menjadi keutamaan masyarakat modern. Lihat betapa maraknya Facebook, Twitter, instant messaging, atau fitur social networking lainnya. Isu lingkungan hidup sedikit banyak juga mempengaruhi masyarakat untuk berpikir ulang soal penggunaan kertas. 

Aktualitas digadang-gadang sebagai faktor utama eksistensi media di zaman serba cepat seperti sekarang ini. Media cetak punya keterbatasan dalam hal tersebut, bahkan untuk sekelas harian sekalipun.

Solusi utamanya adalah dengan mengikuti perkembangan zaman: beralih dan memanfaatkan perangkat online. Peralihan ‘kemasan’ atau lahirnya sebuah bentuk baru, yaitu media online, sudah bukan barang haram. Kini, banyak pengelola media cetak yang juga melahirkan media online. Intip saja, Kompas.com, TempoInteraktif, Mediaindonesia.com, Vivanews.com, dan lain-lain.

Meski demikian, dengan pengelolaan yang apik, kehadiran media online tidak selanjutnya mematikan media cetak. Sebaliknya, dengan kekhasan dan selera pembacanya masing-masing keduanya bisa berjalan saling beriringan.

Nah, area pun sadar akan situasi tersebut. Pergerakan budaya membaca, teknologi, dan gaya hidup masyarakat—Jakarta utamanya—menuntut area untuk tampil up to date dan sanggup mengikuti dinamika zaman. area pun bertindak. Mendandani diri dengan kemasan modern. Terjun ke ranah media digital dengan melahirkan melahirkan areamagz.com. Tepat pada 15 Februari 2010 areamagz.com mulai mengudara!

Usianya memang masih seumur jagung. Masih mencari format. Masih banyak pembenahan yang harus dilakukan, mulai dari segi infrastruktur, sarana, hingga sumber daya manusia. Tapi, paling tidak area sudah memulainya. Kehadiran areamagz.com menjadi bukti area tanggap dengan kemajuan jaman. Inilah milestone baru area. 
Dengan perencanaan yang apik diiringi kerja sama yang padu, ke depannya situs ini diharapkan menjelma jadi kanal berita lifestyle yang aktual dan saling melengkapi dengan area versi cetak.
Nah, sekarang pilihannya ada pada Anda. Media mana yang paling sreg untuk Anda?

The Work Behind The Deadlines

Diibaratkan sajian masakan, area adalah hasil dari suatu proses panjang, mulai dari perencanaan setiap edisi hingga penghidangannya di hadapan pembaca. Dari mulai merencanakan tema edisi, liputan, editing, lay-outing, proses cetak, hingga mendistribusikannya ke pembaca. Proses penyajian area tersebut melibatkan banyak pekerjaan dan orang-orang yang melakoninya, secara langsung atau tidak. Tak ada peran besar atau kecil. Layaknya sebuah lingkaran sistem, peran setiap orang yang menghidupi area adalah penting dan saling bergantung. Nah, sebagai penghargaan, tak ada salahnya mengumbar kebanggan menampilkan wajah-wajah dan kesibukan orang-orang di dapur area. Dan, inilah mereka....

Editorial & Graphic Designer
AdeKris, Hapis Sulaiman, Oky Hartanto, Wulan Natasha D. P., Darwita K. Karin, Dessy Tantri, Fika Tania, Putri Ningrum, Pinky Olivia, Irin Purwanti, Aryananda Suratman, Hanindyo Suropati

[photo1]

Tugas editorial adalah mengelilingi Jakarta, dari menghadiri konferensi pers hingga wawancara narasumber. Penuh suka dan duka demi secuil berita terkini di Jakarta. Lelah berkeliling, tugas editorial belum selesai. Menulis dan mengedit tulisan. Tidak kalah bikin pening. Di bagian lain, semenarik apapun berita atau secantik apapun foto-foto yang didapat tetap tak akan menarik disimak bila tidak disajikan dalam layout yang apik. Ini yang menjadi tanggung jawab tim desain grafis area. Tampilan area halaman demi halaman, penempatan iklan, foto, materi teks, dan ilustrasi pendukung harus digarap benar-benar agar menarik dan nyaman buat mata pembaca. Dikejar deadline dan kerja hingga lupa waktu jadi rutinitas pasti kedua tim ini. 

CEO/Publisher
Reza Puspo
[photo3]

Bila diibaratkan karya, majalah area adalah ciptaannya. Lahir dari daya kreatifnya. Makanya, semua yang berkenaan dengan majalah ini harus dikompromikan dulu dengan sang empunya. Dari tema, iklan, sampai urusan tampilan. Well, sebagai sebuah karya—juga mesin uang—tentu tak ada seniman yang mau karya ciptaanya dibengkalaikan.

 

 

 

 

Marketing, Advertising & Promotion
Hendika Herdiman, Maheswara Aditya, Mandha Wicaksono, Setio Rini, Arly Soetopo, Deasy Trisnayanti, Wijayanti, Fauzia Damayanti, Winta Paramita, Alia Sartono
[photo4]

Jujur saja,  area dan majalah sejenisnya hidup dari menjajakan halaman untuk para produsen dan pemasang iklan. Dari halaman depan sampai belakang bisa dijual, tinggal hitung-hitungannya saja yang berbeda. Nah, mereka inilah yang bertugas mengejar para pengiklan untuk mau memajang promosinya di majalah mungil ini. Tapi percayalah, itu semua bukan tugas gampil.

 

 

 

 

area Online
Zulkifli, Medi Subhan, Nevy Elysa, Astri Apriyani, Bayu Maitra, Martin Johnindra, Ferry Ardiansyah
[photo5]

Terhitung 'anak baru', area versi online merupakan upaya 'ekspansi' area menyikapi derasnya perubahan budaya baca masyarakat dan perkembangan media informasi digital. Tak cuma perpanjangan tangan edisi cetak, area versi online yang tampil dalam situs bertajuk www.areamagz.com hadir mengedepankan aktualitas dan keluasan fungsi khas komunikasi-informasi era digital.

 

 

 

 

Fotografer
Tajuluddin, Herry Ananta, Mahargyo Jati, Sofyan Effendi
[photo6]

Ini tandem para reporter. Kalau reporter bermodalkan alat rekam suara, pena, dan kertas, fotografer bersenjatakan kamera. Jangan bilang kerja jepret-menjepret momen dengan kamera ini gampang-gampang saja. Menunggu dan mencari momen, mengatur si model, sampai editing hasil jepretan bisa jadi urusan yang rumit, apalagi bila tak kompak.

 

 

 

 

Production
L. Gunawan, Denny Susanto, Mashuri, Setyo Utami, Denny Andira
[photo7]

Ini jadi pos terakhir kerja tim redaksi. Setelah semua materi editorial diolah dalam halaman-halam-an layout, tim produksi akan meneruskan materi-materi tersebut ke tahap pra-cetak sebelum dikirim ke percetakan untuk cetak. Tim ini bertugas menyiapkan materi untuk benar-benar siap cetak—bicara teknisnya. Utamanya, memastikan hasil cetak dapat sebagus yang diharapkan. Konsultasi soal mesin cetak, warna, jenis kertas, dan lain-lainnya bisa langsung dengan tim ini.

 

 

 

IT
Edi Masrukhin, Rudiana
[photo8]

Tiap kali ada kendala dengan koneksi internet dan komputer, seisi kantor akan berteriak 'mengumandangkan' nama tim ini. Urusan dari mulai mengelola server, bank data, ganti keyboard, me-recovery data komputer yang hilang, sampai ganti tinta printer ini jadi aktivitas rutin tim ini.

 

 

 

 

 

Finance
Sumilawati, Ahmad Riyadi, Lukmanul Hakim, Linda Yulianti, Hendri Nekson, Fanny Nur Fajarriyanti, Bagdo Dasih Nurwantoro
[photo9]

Tim paling dikejar soal reimburst, dana Dinas Luar Kota, atau pembayaran upah tulisan kontribusi. Tak pernah mudah setiap berurusan dengan mereka kalau soal uang. Tapi, soal uang memang harus hati-hati, bukan?

 

 

 

 

 

HRD, General Affairs & Procurement
Dini Sekar Agustin, Yasnimar, Maino, Lita Olivia, Santi Septiani, Mariyam
[photo10]

Menangani rupa-rupa yang berkenaan dengan penyediaan segala fasilitas dan infrastruktur yang mendukung operasional majalah ini. Urusan rekrut-merekrut orang, penilaian kualitas kerja, presensi, administrasi, kenaikan gaji, pengadaan alat, dan lain-lainnya. Bahkan, urusan jadwal mobil dan supir diatur di sini.

 

 

 

 

Driver
Akhmad Muhyidin, Sama'i, Mamad Pratama, Susanto, Suparman
[photo11]

Bisa jadi, inilah divisi yang paling setia menemani tim editorial menjelajah Jakarta demi serenceng berita terkini hingga mengantar pulang deadline di pagi buta. Bukan tugas gampang, lho. Dibutuhkan skill mengemudi, pengetahuan wilayah, dan kesabaran tingkat tinggi melintasi jalan-jalan Jakarta yang umumnya macet dan berliku. Tiba tepat waktu dan tepat sasaran adalah janji pengabdian tim ini.

 

 

 

 

Distribution & Circulation
DestaA. Adeng, Rizky Arfian, Ari Rusmandi, Subatin, Oke Andreas, Setiawan, Anang Yaskuri
[photo12]

Paling berjasa mengantarkan majalah ini sampai ke tangan Anda, atau paling tidak menaruhnya di sejumlah pickup point. Jangan kira soal antar-mengantar ini ringan. Bayangkan, ada ratusan pickup point dan subscriber area  yang harus didatangi dan dikirimi saban majalah ini terbit. Alamatnya tersebar di antero Jakarta, dari rumah, kantor, sampai tenant dalam mal bertingkat. Semuanya harus dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

 

 

 

 

General Affair
Tutur Hartawan, Junaedi, Suranto, Subandi
[photo13]

Paling setia menemani seisi kantor redaksi area ber-deadline ria dengan menyediakan segala kebutuhan  kenyamanan lain yang mendukung kerja. Dari mulai, urusan menjaga kebersihan kantor, janjian via telepon, titip pesan, minta tolong dibelikan makan pagi-siang-malam, sampai mencarikan taksi untuk pulang, jadi bagian aktivitas tim ini.
You name it, they have it!

 

 

 

 

Security
Sutrisno, Subari, Tutriyono, dan Imran
[photo14]

Tak cuma presiden yang punya paspampres, area juga punya! Inilah barikade lapis pertama soal keamanan dan ketertiban di 'markas' redaksi area. Tak peduli siang atau malam. Tak peduli panas atau hujan. Tak peduli hari kerja atau akhir pekan. Dua puluh empat jam mata dan pentungan selalu siaga. So, pikir ulang bila mau berbuat rusuh di sini!

1 Comments

moeti

October, 13th 2010

Happy birthdaaaayyy..sukses terus yaa

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.