Salah satu kendala untuk melakukan perjalanan wisata ke Eropa dengan dana minim adalah harga tiket pesawat yang cukup mahal. Kendala lain yang sering dihadapi adalah persoalan akomodasi—biaya transportasi di Eropa dan harga makanan yang relatif mahal.

Tiket Pesawat Udara

Salah satu cara menyiasati tingginya harga tiket pesawat adalah dengan memanfaatkan situs maskapai berbasis low-fare. Baru-baru ini telah dioperasikan maskapai low-fare antarbenua pertama yang menghubungkan HongKong - Inggris dengan harga tiket mulai HK$ 1000 sekali jalan (+/- Rp1.250.000). Maskapai lowfare yang bermarkas di Hong Kong ini berencana memperluas rute tujuan penerbangannya ke beberapa kota di Eropa (dan Amerika) dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Silakan kunjungi www.oasishongkong.com untuk reservasi tiket pesawat.

Sementara untuk penerbangan Jakarta – Hong Kong, ada lebih banyak pilihan maskapai lowfare. Air Asia (www.airasia.com) misalnya, memiliki rute penerbangan dari Jakarta – Kuala Lumpur – Macau dengan harga mulai Rp1.000.000 sekali jalan. Dari Macau, Anda bisa memanfaatkan jasa kapal Turbojet yang menghubungkan Macau – Hong Kong (www.turbojet.com.hk) dengan tarif mulai HK$ 140 sekali jalan.

Anda juga bisa membeli tiket Jetstar Asia (www.valuair.com.sg) yang memiliki rute Jakarta – Singapura – Hong Kong atau Tiger Airways (www.tigerairways.com) yang menghubungkan Singapura – Hong Kong dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan maskapai yang telah disebutkan sebelumnya.

Jika Anda ingin melanjutkan perjalanan dari Inggris ke berbagai negara Eropa lainnya, ada banyak pilihan maskapai lowfare seperti RyanAir (www.ryanair.com), AirBerlin (www.airberlin.com), EasyJet (www.easyjet.com) dan berbagai maskapai lain dengan tarif supermurah—mulai 0.99 Euro (+/- Rp12,000)! Untuk daftar lengkap maskapai berbasis lowfare di Eropa, silakan kunjungi www.lowcostairlineseurope.org, terdapat lebih dari 50 perusahaan penerbangan yang menerbangi rute seantero Eropa. 

Akomodasi

Ketika berwisata ke Eropa, banyak orang yang menghabiskan waktu berkeliling menikmati keindahan obyek wisata. Hasilnya, tempat penginapan hanya jadi tempat melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Untuk itu, Anda tidak perlu memilih hotel mewah berfasilitas lengkap. Di samping harganya mahal, bisa dipastikan Anda tidak akan sempat menggunakan fasilitas yang ditawarkan.

Hotel kelas ‘melati’ hingga hotel berbintang 2 yang berlokasi di tengah kota biasanya memasang harga mulai 60 Euro. Jika ingin lebih berhemat, tidak ada salahnya bermalam di hostel (www.hosteleurope.com) yang banyak tersebar di berbagai kota di Eropa dan memasang tarif mulai 10 Euro/malam.

Kalau Anda ingin yang agak berbeda, coba juga uniknya bermalam di komplek biara yang dapat ditemukan di berbagai kota di Inggris, Italia, Perancis, Spanyol, dan Jerman. Para penghuni biara terbuka untuk menerima pengunjung dengan latar belakang agama yang berbeda sekalipun. Umumnya, biara tersebut tidak menetapkan tarif tertentu, namun mereka menerima sumbangan sukarela yang diberikan tamu, sekadar biaya perawatan fasilitas.   

Makanan & Minuman

Banyak orang menganggap enteng pengeluaran untuk urusan makanan dan minuman selama perjalanan. Padahal, jika dihitung-hitung, pengeluaran di bidang ini bisa setara dengan harga kamar hotel. Di bawah ini terdapat beberapa tips sederhana untuk diterapkan selama perjalanan.

·    Tips #1: Breakfast is the key

Berbagai tempat di dunia memiliki kebiasaan makan pagi yang berbeda. Di kebanyakan negara Asia, makan pagi cenderung disajikan berlimpah dan mengenyangkan (apalagi kalau kita bermalam di hotel yang menyajikan all you can eat buffet breakfast), sementara di tempat lain (misalnya di Eropa), makan pagi cenderung simpel dan tidak mengenyangkan.

Carilah informasi tentang kebiasaan makan pagi masyarakat setempat sebelum Anda berangkat ke tempat tujuan jika kebetulan tempat penginapan Anda tidak menyediakan makan pagi sebagai bagian dalam biaya penginapan. Misalnya, harga satu set menu American Breakfast di Amerika Serikat atau Continental Breakfast di Inggris biasanya lebih murah daripada harga set menu untuk makan siang atau makan malam, sehingga lebih baik Anda mengeluarkan uang untuk makan pagi daripada melewatkannya dengan alasan perut belum lapar.

Usahakan untuk makan sampai kenyang saat pagi hari sebelum memulai aktivitas. Makan pagi dengan porsi besar biasanya cukup memberikan energi hingga tiba saat makan malam. Sementara untuk siang hari, Anda cukup membeli makanan ringan.

Nah, jika hotel yang Anda tinggali menyajikan all you can eat buffet breakfast, jangan sia-siakan kesempatan ini. Makanlah hingga kenyang dan sempatkan untuk menyisihkan beberapa potong roti atau makanan praktis lainnya sebagai ‘bekal’ makan siang Anda. Namun demikian, lakukanlah dengan hati-hati (baca: diam-diam) karena kebanyakan hotel tidak mengizinkan para tamu melakukan hal ini.
 
·    Tips #2: Save the best for last

Misalnya, Anda berencana tinggal selama 3 malam di Roma dan ingin bisa menikmati makanan khas setempat setiap malam. Budget-kan 20 Euro untuk setiap makan malam, sehingga total budget makan malam selama 3 hari Anda di Roma adalah 60 Euro.

Pada malam pertama, kunjungi penjual makanan di pinggir jalan untuk membeli beberapa potong pizza (biasanya berukuran cukup besar) secara take-away dengan harga total 6-7 Euro (untuk 2-3 potong) atau membeli Italian Panini seharga 4-6 Euro/biji. Malam kedua, cobalah cicipi sajian makanan di berbagai trattoria (depot/warung) di sekitar tempat Anda tinggal—satu porsi besar lasagna, spaghetti, fettuccini maupun pasta lainnya dihargai 8-10 Euro. Nah, dengan demikian, uang Anda masih tersisa 43-46 Euro di malam terakhir. Ini bisa Anda pakai untuk menikmati fancy and elegant dinner di restoran kelas menengah-atas tanpa harus merogoh kantong lebih dalam.   

·    Tips #3: Eat like locals

Di Jerman, harga sebotol beer lokal lebih murah daripada sebotol air mineral. Sementara harga sepanci besar mosselen di Belgia (sejenis kerang bercangkang hitam khas perairan Laut Utara) yang biasanya dimasak dengan campuran bawang Bombay dan anggur merah, harganya jauh lebih murah daripada di Praha. Demikian pula, makan pagi di Paris akan lebih murah ketika Anda memesan croissant plus beberapa potong keju Prancis dan segelas jus d’orange daripada dua lembar roti panggang plus mentega dan telur mata sapi yang biasanya Anda konsumsi untuk makan pagi di rumah.

Kesimpulannya, upayakan untuk selalu menemukan jenis makanan yang biasa disajikan restoran dan populer dikonsumsi masyarakat setempat yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Makanan yang tampak sederhana di kota tempat tinggal Anda bisa jadi merupakan produk ‘mewah’ di negara lain, seperti halnya semangkuk soto ayam di Jakarta (Rp5-10 ribu), bisa dijual 7-12 Euro di Belanda.

Strategi ini sangat membantu Anda menekan pengeluaran. Lagipula, mencicipi makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat lokal adalah salah satu cara terbaik untuk mempelajari tata cara dan budaya yang berbeda. That’s why people love traveling.   

·    Tips #4: Shop @ Supermarket

Meski Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta, tentu Anda tidak makan di restoran setiap hari, kan? Nah, saat melakukan perjalanan ke luar negeri, mengapa kita mengubah kebiasaan tersebut? Jadi, Anda tak perlu menghabiskan banyak uang hanya untuk makan di restoran.

Di hampir setiap kota di seluruh dunia terdapat supermarket yang menjual berbagai makanan (siap saji) dengan harga jauh lebih murah dibandingkan makanan di restoran. Anda bisa berbelanja makanan seperti roti, keju, sayuran segar, potongan daging asap, serta makanan dalam kaleng untuk membuat sandwich sesuai selera serta berbagai pilihan minuman dalam kaleng.

Dalam satu kesempatan ke Bucharest – Rumania, saya sempat terkejut ketika berbelanja di pasar tradisional setempat, saya hanya mengeluarkan uang setara US$ 1 plus sekian puluh sen untuk sebungkus roti gandum, beberapa puluh gram daging asap, tiga buah pir segar, dan dua kaleng minuman ringan produksi lokal. Bahan makanan tersebut bisa ’menghidupi’ saya selama seharian penuh. Hemat, kan?
 
·    Tips #5: Away from the crowd

Di pusat turisme, restoran dan café biasanya memasang harga selangit. Maklum, biasanya para turis selalu dianggap berkantong tebal dan siap menghambur-hamburkan uang.

Padahal, di tempat yang tak seberapa jauh dari pusat keramaian terdapat tempat sejenis yang menyajikan makanan dan minuman serupa, yang memasang harga hingga separoh lebih murah.

Tanyakan kepada petugas di tempat Anda menginap, atau kepada supir taksi setempat: di mana mereka biasa makan—bukan di mana restoran terbaik di kota tersebut? Dengan demikian, Anda bakal menemukan alternatif restoran atau café dengan harga miring.

Transportasi Dalam Kota
Di hampir setiap kota besar tujuan wisata di Eropa, pemerintah setempat menyediakan tiket terusan untuk menggunakan transportasi umum (bus kota, trem, dan subway) secara tak terbatas dalam 1 - 5 hari. Jika Anda berencana bepergian dengan kendaraan umum, penawaran ini bisa dijadikan pilihan. Misalnya Anda sedang berkunjung ke Paris selama 3 hari, belilah kartu Paris Visite yang dihargai mulai 8.5 Euro yang dijual di setiap stasiun metro dan bisa digunakan saat menumpang bus kota, metro, dan juga RER sepuas hati.

Yang perlu Anda siapkan adalah peta rute kendaraan umum di kota tujuan. Sesekali tersesat, biasa, itu adalah part of the experience.

Highlight – Cost Saver Tourism Objects

Berikut adalah berbagai tempat wisata yang bisa dikunjungi saat Anda ke Eropa tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

·    Paris

1.    Menikmati pemandangan kota Paris dengan menumpang perahu Bateux Mouches selama satu jam, menyusuri Sungai Seine yang harga tiketnya 7 Euro/orang.

2.    Mengunjungi area wisata populer (tanpa harus masuk ke dalam), seperti halaman museum Louvre nan elegan atau Trocadero (cocok untuk berfoto dengan latar belakang menara Eiffel); bisa membantu Anda berhemat lantaran tidak perlu membayar sepeserpun.

3.    Berjalan-jalan menikmati keindahan Avenue des Champs Elysees dan berfoto ria dengan latar belakang Arc de Triomphe nan megah.

4.     Berkunjung ke Katedral Notre Dame dan gereja Sacre Coeur di daerah Monmartre yang free-of-charge.

5.    Menikmati keindahan taman Jardine du Luxembourg dan Jardine de Toulleries.

6.    Jika ingin berbelanja suvenir khas Paris yang murah meriah, tempat terbaik ada di sekitar Monmartre dan daerah Katedral Notre Dame. 


·    London

1.    Mengunjungi berbagai pusat pariwisata di London dengan menumpang bus double decker milik The Big Bus Company yang tiketnya dijual £18/orang (+/- Rp 350.000), berlaku 24 jam. Anda juga bisa melihat keindahan kota London dengan menyusuri Sungai Thames, gratis.

2.    Menyaksikan parade Changing of The Guard yang diadakan setiap hari di halaman Istana Buckingham. This is free!

3.    Tempat-tempat wisata gratis lain di London: Trafalgar Square, Bank of England Museum, British Museum, dan St. James Park.

·    Roma

1.    Bus No. 110 memiliki rute mengelilingi tempat tujuan wisata utama di Roma; Colloseum, Forum Romanum, Piazza Venezia, dan sebagainya. Silakan kunjungi www.trambus.com untuk mengetahui rute lengkap yang dilalui bus tersebut.

2.    Kunjungan ke Sistine Chapel di gereja Katolik terbesar di dunia, St. Peters, Vatican City, bisa dijadikan pilihan karena keindahan dan free of charge-nya (Setiap Minggu di akhir bulan).

3.    Berjalan-jalan di seputar Spanish Steps, Via Condotti, dan Via Corso yang dipenuhi deretan toko fashion para desainer top dunia—sekadar merasakan kenikmatan nuansa fashionable tanpa harus tergoda berbelanja.

4.    Makan siang di gerai Mc Donald’s paling trendi di dunia yang terletak di Via Condotti. Great view dengan harga terjangkau!

5.    Tempat wisata gratis lainnya di Roma: Trevi Fountain, Capitoline Hill, Pantheon, Piazza Navona, dan Piazza Michaelangelo.   

·    Amsterdam

1.    Mengunjungi pabrik pengolahan dan penjualan berlian Coster Diamond. Selain menambah pengetahuan tentang pengolahan batu mulia paling mahal, Anda juga bisa mendapat tiket Amsterdam Canal Cruise, gratis, seusai kunjungan. Lumayan, kan?

2.    Melakukan ’penjelajahan’ ke Red Light District, di samping memuaskan mata juga tidak menguras kantong—selama Anda tidak melakukan ’transaksi’ apapun.

3.    Mampirlah ke Concertgebouw and Stadhuis saat makan siang. Di kedua tempat ini (terutama musim panas) selalu diadakan konser musik gratis.

4.    Kebanyakan museum di Amsterdam tidak memungut biaya. Kunjungilah Rijkmuseum dan Heineken museum. Di tempat terakhir ini, Anda bisa mencicipi segelas beer Heineken dingin, gratis.

5.    Untuk berbelanja oleh-oleh dan suvenir dengan harga miring, silakan mampir di flea market di daerah Spui.