Hobi yang terbilang unik dan rumit. Kegiatan yang memadukan skilll, kesabaran, dan keberuntungan. Hapis Sulaiman rela menyisihkan berjam-jam demi kegiatan yang satu ini. Bagaimana dengan Anda?

Jujur saja, menikmati hobi yang satu ini tidak mudah. Kombinasi skill, kesabaran, dan keberuntungan. Tak banyak yang sanggup mendalaminya. Skill memancing mungkin bisa dipelajari sekejap. Tapi, soal kesabaran dan keberuntungan? Untuk yang satu ini perlu mental yang luar biasa. Itu belum termasuk tambahan skill lainnya yang juga perlu, semisal pengetahuan meramu umpan, mengenali karakter ikan, mengetahui kedalaman dasar air, juga menerka-nerka lokasi yang banyak ikan dengan melihat gejala di permukaan air.

Semua prasyarat yang mengiring hobi ini memang kelihatan membikin malas. Mau senang-senang, kok, malah ribet. Ya, itu juga kembali pada sejauh mana keseriusan kita melakoni hobi mancing ini. Kalau memang sebatas mencari kesenangan semata, detil syarat-syarat tadi bisa dikesampingkan. Pengetahuan ini besar gunanya manakala Anda memancing di alam bebas, semisal danau, sungai, atau laut.

Meski terkesan tak mudah dan kelewat banyak aturan, nyatanya banyak yang menggilai hobi melempar kail ini. Dari anak-anak hingga dewasa. Lelaki dan perempuan. Dari kelas empang hingga laut lepas. Mulai dari sekadar hobi hingga kompetisi. Hmm, kenapa hobi ini begitu digemari? Nyatanya memang ada banyak keasyikan dalam memancing. Mulai dari beradu keberuntungan, melempar kail, hingga saat merasakan tegangnya menarik kail saat ikan sudah terkait.

Untuk yang berani beradu untung memancing di alam bebas, ada banyak lokasi yang sudah terkenal menjadi destinasi para penggila mancing. Beberapa di antaranya yaitu, kawasan Bendungan Jatiluhur di Purwakarta, Dermaga Muara Karang, Tanjung Pasir, dan Kepulauan Seribu. Serunya memancing di lokasi-lokasi ini adalah Anda juga bakal disuguhkan panorama alam yang indah. Di Jatiluhur, misalnya, menaiki perahu dan menyaksikan deretan bukit-bukit hijau yang mengelilingi area bendungan ini sudah jadi kekaguman tersendiri. Kabarnya, ada 3 kabupaten (sekitar 34 desa) yang diungsikan untuk membangun bendungan ini. Serunya memancing di Jatiluhur, Anda tak akan puas bila hanya 'nongkrong' satu atau dua jam.

Meski demikian, memancing di alam terbuka seperti tadi bukan perkara murah. Ikannya memang gratis, tapi ongkos untuk menuju ke lokasi pancing biasanya tidak sedikit. Di Jatiluhur saja, untuk menuju ke suatu pulau dengan menumpangi perahu sewaan, sedikitnya Anda harus menyiapkan Rp75.000–Rp125.000 (pulang-pergi). Untuk memancing di rakit apung yang disediakan, biasanya Anda dikenakan Rp5.000 per orang. Di laut, sewanya akan lebih besar lagi. Satu perahu tempel sederhana dengan kapasitas maksimal 10 orang disewakan dengan harga sekitar Rp200.000–Rp350.000 (seharian, tergantung negosiasi). Ada juga sistem antar-jemput dengan harga sewa Rp20.000–Rp50.000 per kepala.

Nah, mengakomodasi orang-orang yang hobi memancing, tapi tak punya banyak waktu, sedikit kesabaran, dan sekaligus ingin mengajak seisi keluarganya bersantai di alam terbuka, sudah sejak lama bermunculan tempat-tempat pemancingan umum. Di dalamnya, tempat-tempat pemancingan tersebut menyediakan kolam-kolam dengan beragam jenis ikan yang bisa dipancing sebebas-bebasnya dengan sistem kiloan atau harian. Ikan yang disediakan umumnya mujair, lele, gurame, bawal, dan ikan mas. Untuk sistem kiloan biasanya mereka memasang range harga Rp20.000–Rp30.000 per kilo ikan yang didapat. Untuk harian biasanya mereka mengenakan harga per joran atau perorang Rp20.000–Rp30.000. Perlengkapan mancing, semisal joran, umpan, wadah penampung ikan, bahkan caddy (asisten) biasanya disediakan dengan cara sewa.

Nah, menambah daya tarik, biasanya tempat-tempat pemancingan tersebut mengemas diri dengan menyediakan restoran, saung-saung di atas kolam, dan wahana permainan untuk anak. Jadi, sementara Anda menikmati saat memancing, anggota keluarga bisa memilih kegiatan lain. Ikan hasil pancing Anda pun bisa langsung diolah dan disantap di tempat. Untuk pemancingan kelas kolam plus resto ini, sebenarnya ada banyak tempat yang bisa dijajal. Beberapa tempat yang pernah dikunjungi area antara lain: Fishing Valley di daerah Bogor (www.fishingvalley.net), Cinangka Indah dan Godong Ijo (www.godongijo.com) di kawasan Cinangka-Depok, Pemancingan dan Restoran Puspita di daerah Pondok Gede-Jakarta Timur, Mang Ajo di Karawang, dan Pemancingan Mangrove di daerah Tanjung Tangerang (www.pemancingan-mangrove.com).

Bicara soal tantangan dan keseruan antara mancing di alam terbuka dan di kolam jelas berbeda. Ibaratnya, lain lubuk lain ilalang. Alat-alatnya beda. Ikannya beda. Umpannya beda. Tarikannya beda. Risikonya pun beda. Kalau di kolam pemancingan, bermodal pelet dan duduk 2–3 jam, selagi uang di kantong cukup Anda sudah bisa mengantongi berkilo-kilo ikan. Di danau atau laut terbuka, sensasi mengait ikannya memang luar biasa, tapi tak akan cukup bila hanya nongkrong 1 atau 2 jam saja. Di Jatiluhur saja, kebanyakan penggila mancing yang mampir di sini menghabiskan sedikitnya 2 hari untuk memancing. Sayangnya, ada waktu-waktu tertentu di mana ikan benar-benar sulit didapat.

Jadi sekarang pilihannya ada di Anda dan keluarga. Mau pilih mancing di mana? Silakan.

Contact the writer at hapis.sulaiman@mediasatu.com
Follow him on Twitter