Pernah terpikir, kenapa celengan disebut "celengan"?

Dulu, jauh sebelum bank jumlahnya banyak, masyarakat menyimpan uang dalam celengan. Itu pun setelah lewat masanya orang-orang menyimpan uang di bawah bantal atau kasur. Celengan yang dipilih pun banyak ragam. Ada yang dari gerabah. Atau, bisa pilih yang berbahan keramik.

Lalu, mengapa tempat untuk menyimpan uang itu disebut celengan? Konon, celengan zaman dahulu berbentuk babi. Babi kerap kita kenal dengan sebutan celeng. Dari sinilah kita akrab dengan penyebutan "celengan". Maka itu juga, dalam sebutan berbahasa Inggris, kita kenal istilah piggy bank untuk menyebut celengan.

Mengenai sejarah awal-mula hadirnya celengan, bisa jadi akan panjang. Ringkasnya, celengan sudah menjadi alat populer pada zamannya untuk menyimpan uang. Kalau ditanya sekarang, mungkin celengan sudah tidak lagi sepopuler dulu--walaupun masih ada juga yang menggunakannya.

Beruntung, ada Yayasan Dunia Damai dari Yogyakarta. Berawal dari mimpi ingin membangun ruang publik berupa museum khusus anak-anak, mereka akhirnya mendirikan Museum Anak Kolong Tangga. Museum ini menyimpan utamanya koleksi mainan tradisional dan boneka. Isi museum hampir 80% merupakan sumbangan pribadi Rudi Corens.

Tapi, tidak hanya mainan dan boneka, nyatanya museum ini juga memiliki banyak koleksi celengan dari beragam budaya, wilayah, dan bentuk. Dari Jogja, Komite Kerja Museum Anak Kolong Tangga memboyong sekitar 250 celengan (dari 2.000 koleksi yang mereka punya) untuk ditampilkan dalam Pameran Celengan Antik Simpan Satu Rupiah di Bentara Budaya Jakarta.

Peresmian pameran digelar pada 17 Maret 2011 pukul 19.30. Sementara, untuk pamerannya sendiri akan berlangsung sampai 26 Maret 2011, dibuka pukul 10.00-18.00. Ajak adik-adik atau anak-anak Anda ke sini. Bisa jadi, pameran ini sekaligus mengingatkan generasi muda terhadap budaya menabung dan cara menabung masyarakat Indonesia di masa lalu.

 

Fast Track:
Bentara Budaya Jakarta
Jln. Palmerah Selatan 17, Jakarta Barat

 

Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com
Follow her on Twitter