Melipir ke Pasar-pasar Khas di Seputaran Ibu Kota

Fakta, di kota kita tercinta ini terhampar banyak pasar. Dari pasar tradisional hingga pasar modern. Dari pasar yang di tenda-tenda sederhana hingga yang berada di dalam gedung yang nyaman. Dari yang menyediakan segala macam barang kebutuhan hingga yang hanya menyediakan barang sejenis.

Sederhananya, pasar didefinisikan sebagai tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Nah, dari situ muncul beragam jenis pasar yang dibedakan menurut banyak faktor, mulai dari tempat, bentuk kegiatan, cara transaksi, hingga jenis barang yang ditransaksikan. Dari pembagian pasar berdasarkan jenis barang yang ditransaksikan, kita dapati dua jenis pasar, pasar umum yang menyediakan segala jenis barang dan pasar khusus atau pasar khas yang hanya menyajikan satu jenis barang. Khusus soal pasar khas atau khusus, di lima penjuru kota ini pun banyak hadir pasar yang menjadi tempat berkumpulnya penjaja yang menyediakan satu jenis barang atau jasa, semisal mainan, bahan pakaian, suvenir, hewan, ataupun kebutuhan sehari-hari lainnya. Meski hanya menyediakan produk atau layanan yang sejenis dan tersegmentasi, bukan berarti pasar-pasar itu sepi pengunjung dan mati. Beberapa malah sanggup bertahan di antara gerusan waktu dan bertambahnya mal dan pasar modern. Beberapa bahkan menjadi terkenal karena kesederhanaannya hingga kini dan seakan menjadi pilihan bila ingin mencari barang-barang tertentu.

Nah, mau tahu pasar-pasar khas atau khusus apa saja yang masih bertahan di tanah Jakarta ini? area  ajak Anda sekalian menjelajah. Siapkan keranjang belanjaan Anda!


Pasar Homogen
Bertahan dan Menjadi Ternama


Kebanyakan dari kita mungkin lebih sering mengidentifikasi pasar sebagai wahana kegiatan ekonomi yang menyediakan segala jenis barang dan layanan kebutuhan. Ibaratnya one stop building yang memenuhi semua kebutuhan kita.

Pencirian itu tidak salah. Salah satu kategorisasi pasar dalam ilmu ekonomi menyebutkan adanya pengelompokkan pasar berdasarkan jenis produk yang dijual-belikan, yaitu pasar umum dan pasar khusus. Nah, prakteknya, selain pasar umum yang menyediakan segala jenis produk kebutuhan, ada pasar-pasar yang mengkhususkan diri. Kita menyebutnya pasar khusus, pasar khas, atau pasar homogen. Tidak menyediakan segala macam produk atau layanan. Tersegmentasi hanya pada satu jenis produk atau layanan. Sialnya, kalau bicara pasar, berarti tidak hanya 1 orang, melainkan banyak orang yang berlaku sebagai penjual dan banyak orang lainnya lagi yang berlaku sebagai calon pembeli. Begitu pula dengan pasar khhusus atau pasar khas. Meski melibatkan banyak penjual, tapi hanya menjual satu jenis barang. Nah, di 5 penjuru kota ini nyatanya ada banyak pasar homogen atau pasar khusus. Bentuknya masih ada yang dengan tampilan tradisional, tapi ada juga yang sudah modern.  Beberapa contoh yang mudah kita ingat, yaitu Pasar Gembrong di bilangan Jatinegara yang khusus menjual mainan anak-anak, Pasar Bunga Rawabelong yang menyediakan bunga potong, Pasar Burung Pramuka yang identik dengan jajaan burung, atau Pasar Batu Akik di Rawabening.

Sejujurnya, ada yang menggelitik mengulik fenomena pasar-pasar khusus ini. Betapa tidak, derasnya ekspansi pusat-pusat perbelanjaan modern yang hadir di mal-mal nyata terasa memberikan dampak pada sepinya pasar-pasar umum tradisional. Nah, imbas negatif kemajuan jaman ini malah tidak terasakan oleh pasar-pasar khusus. Pasar-pasar ini malah sanggup bertahan, tak ditinggalkan konsumennya, tetap menjadi pilihan, dan bahkan menjelma populer.

Kenapa bisa bertahan? Sederhana saja teorinya, pasar-pasar tradisional penjaja produk homogen ini memiliki keunggulan dalam memberikan pilihan yang lebih banyak dan beragam, di samping harga yang jauh lebih rendah dari pasar-pasar umum meski harus melalui proses tawar-menawar yang seringkali kelewat alot. Nah, melalui beragam pilihan inilah hak konsumen dimerdekakan. Konsumen diberi kebebasan dalam memilih. Dengan bebas konsumen diberi hak untuk mencari barang yang paling bagus kualitas di antara banyak pilihan seragam dengan harga yang paling bisa dijangkaunya. Kemerdekaan inilah yang tak didapat di pasar umum yang hanya menyediakan satu jenis produk dalam jumlah yang terbatas.

Situasi inilah yang memaksa orang-orang bersusah payah untuk menyambangi suatu pasar hanya untuk satu keperluan. Ke Pasar Cipadu hanya untuk mencari bahan tekstil. Ke Pasar Jatinegara/Mester atau Pasar Asemka untuk mencari suvenir pernikahan. Maksa-maksa ke Pasar Senen, pagi-pagi buta untuk mencari kue. Bahkan, tak sungkan-sungkan menyisir ke Pasar Rawabening hanya untuk sebiji batu akik. Nah, dengan kekhususannya, pasar-pasar khusus ini menjadi ternama dan bahkan legendaris.

Tak melulu soal keunggulan, pasar-pasar khusus pun memiliki titik kelemahan. Semenjak keluar dari  rumah dan hadir di pasar khusus, para konsumen dipaksa untuk fokus pada satu kebutuhan yang dicarinya. Tak bisa belanja barang-barang lain. Meski demikian, terms and condition seperti ini nyatanya tak menjadikan Pasar Burung Pramuka, Pasar Bunga Rawabelong, Pasar Batu Akik Rawabening, atau Pasar Tekstil Cipadu eksis dan menjadi ternama.

 

Pasar Gembrong
Mainan Segala Ada

Salah satu tempat kulakan favorit untuk mainan anak-anak adalah Pasar Gembrong, Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, yang terletak di sisi Gerbang Tol Pedati di dekat Jalan By Pass dan Jalan Basuki Rahmat. Pasar Gembrong ini merupakan surga belanja mainan bagi semua orang, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk dijual kembali. Pasar yang tak pernah sepi. Utamanya hari libur, pasar ini cukup padat pengunjung, anak-anak atau dewasa, baik dari Jakarta maupun dari luar Jakarta. Sayang, di saat-saat ramai pasar ini kerap menjadi biang kemacetan karena deretan kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir persis di depan pasar hingga hampir setengah badan jalan.

Bila tak salah hitung, di pasar ini ada sekitar 50 kios penjual mainan yang berderet-deret dalam kios-kios sederhana yang memanjang di pinggir jalan raya dan di sebuah gang di dalamnya. Hampir semua jenis mainan di jual di pasar ini, mulai dari kartu, boneka, mobil-mobilan, pesawat, dan sebagainya. Harganya juga bervariasi mulai dari yang ratusan rupiah sampai yang ratusan ribu rupiah. Lengkap bin murah. Harga barang-barang di sini memang lebih murah, tapi tetap harus ditawar. Bayangkan, di pasar ini, mainan mobil RC ukuran sedang bisa Anda dapatkan mulai dari harga Rp65.000. Helikopter remote control dengan ukuran sedang dijual dengan harga Rp350.000. Jauh lebih murah jika dibanding  harganya di mal. Well, seperti kebanyakan pasar tradisional, meski murah-meriah, lokasi dan keadaan pasar bisa dibilang tidak nyaman. Panas, parkir sulit, jalanan macet, dan susananya padat berimpitan.

Tak cuma menjual eceran, kios-kios penjaja mainan mainan di sini juga melayani pembelian grosir untuk dijual kembali. Mainan yang dijual didominasi oleh barang mainan impor buatan China. Memang terdapat barang mainan anak buatan lokal tetapi jumlah dan jenisnya dapat dihitung jari dan itupun jauh dari kata menarik. Nyatanya, pasar yang sangat ramai ini baru berdiri sejak tahun 2000. Pada tahun 1999, awalnya berdiri satu dua kios penjual mainan. Salah satunya adalah kios mainan anak milik H. Bahruddin dan beberapa temannya. Kala itu, awal 1999, H. Bahruddin dan istrinya, Hj. Kartina, berinisiatif mendirikan kios mainan di teras rumahnya. Barang yang dijual hanya mainan anak-anak yang sederhana, seperti mainan berukuran kecil dari kertas dan plastik. Jumlah item barangnya juga masih terbatas, akibatnya pembeli jarang mampir. Lama-kelamaan usaha H. Bahrudin berkembang pesat dari yang dulunya membeli mainan di daerah Tanah Abang, hingga akhirnya mengimpor mainan dari luar negeri. Suksesnya H. Bahrudin membuat banyak orang yang ingin mengais rezeki dengan cara yang sama.

Kabar terbaru dari Pasar Gembrong yang ada di pinggir jalan, sudah mulai direlokasi ke bangunan pasar yang lebih baru, yang sudah selesai dibangun pengembang PD Pasar Jaya sejak awal 2011 silam dan tak jauh dari lokasi pasar saat ini. Bangunan baru, permanen, dan lebih rapi. Sebenarnya para pedagang di Pasar Gembrong lama sudah dipindahkan, sayang banyak dari mereka yang mbalelo dengan kabur dari pasar yang baru dan kembali berjualan di kios-kios pinggir jalan di lokasi Pasar Gembrong yang lama.

 

Pasar Pagi Asemka
Surganya Pernik Grosir dengan Harga Super Miring

Pasar yang terletak di belakang Harco Plaza (depan Glodok) ini, biasa disebut juga dengan Pasar Pagi Lama. Menuju ke sana memang butuh ‘perjuangan’. Tapi, jika sudah berada di dalam pasar ini, siap-siap untuk ‘bangkrut’, karena Anda akan tergoda untuk membeli semua yang ada. Pasar Asemka sebenarnya memiliki  7 lantai dengan nuansa ‘gedung tak terawat’ nan spooky yang bisa ditelusuri. Namun, pada kenyataannya hanya 3 lantai (basement, 1, dan 2) yang beroperasi. Jika Anda ingin mencari segala pernak pernik seperti aksesoris kalung, anting, gelang, perhiasan rambut, stationary, suvenir ulang tahun, dan peralatan rumah tangga, di sinilah ‘gudangnya’. Namun, karena ini pusat grosir, jumlah yang dibeli harus banyak, minimal setengah lusin. Ada juga beberapa toko yang memperbolehkan barangnya dibeli eceran, tapi minimal harus membeli tiga buah. Yang paling populer saat ini di Pasar Asemka adalah berburu suvenir ulang tahun untuk goody bag. Karena, dengan budget yang bersahabat, bisa mendapatkan suvenir yang bagus dan tak pasaran, juga bisa terbeli dalam kuantitas yang banyak. Misalnya saja jika biasanya dengan 50.000 hanya mendapatkan goodybag berisi botol minum, lunch box, dan sapu tangan handuk atau tas, di Pasar Asemka paket ini bisa didapat dengan harga 30.000-40.000. Motifnya juga beragam, mulai dari Strawberry Shortcake, Cars, Barbie, Princess, Thomas & Friends, Spider Man, hingga Barney.

Untuk Anda pecinta aksesoris, di sini tersedia banyak sekali pilihan. Mulai dari plastik, hingga bebatuan dengan bentuk dan warna ‘beragam. Jika berniat membuka usaha butik aksesoris, tak usah jauh-jauh belanja ke luar negeri. Bahkan beberapa toko ada yang barangnya diimpor dari China, Hongkong, atau India. Untuk grosir, terdapat di lantai basement, 1, dan 2, sedangkan untuk eceran bisa menyambangi lantai basement dan lantai 1. Rata-rata, semua barang terutama yang grosir, sudah dipatok dengan harga murah, jadi tawar-menawar kadang hanya buang waktu saja. Misalnya, gelang kepang warna-warni yang biasanya di mal dijual dengan harga Rp10.000 perbuah, di sini kita bisa membeli dengan harga Rp12.000 selusin, yang berarti 10 kali lipat lebih murah. Penasaran ‘harta karun’ apa lagi yang bisa ditemukan di Pasar Asemka? Ada ikat pinggang kulit, tas impor, koper, mainan, payung, peralatan dapur, dompet, sepatu, alat tulis kantor, dan banyak lagi. Tapi yang paling sering ditemui adalah toko yang menjual aksesoris, pernak pernik ulang tahun dan rambut.

Untuk mencapai Pasar Asemka ini, paling mudah memang pakai kendaraan pribadi. Namun, yang paling  praktis untuk menggunakan TransJakarta karena tidak perlu repot memikirkan parkir. 

 

Pasar Burung Pramuka
Selamat Datang di Negeri Kicauan

Anda penggila burung hias atau kicau belum afdol bila belum berkunjung ke sini. Meski semerbak dengan aroma kotoran burung, dalam 3 bangunan besar terpisah, di atas lahan seluas kira-kira 1 hektar, pasar ini menjadi surganya penghobi unggas. Betapa tidak, Pasar Burung Pramuka yang diresmikan oleh Gubernur DKI, Ali Sadikin pada 1975 ini, merupakan pasar burung terbesar di Indonesia dan kabarnya se-Asia Tenggara.

Tak cuma burung, di sini tersedia penjaja-penjaja aksesoris dan produk pendukung kebutuhan pemeliharaan unggas kicau, dari sangkar, pakan, hingga obat-obat untuk kesempurnaan si burung. Kabarnya, kesibukan di para penjaja di pasar ini sudah dimulai sejak subuh, utamanya untuk melayani pengiriman burung-burung ke luar kota. Kesibukan kios-kios tersebut baru reda menjelang sore hari. Kabarnya, tak cuma unggas kicau yang dijual di sini. Jika Anda melangkah ke dalam pasar, Anda akan dikejutkan dengan beberapa jenis primata yang dilego di sini. Tentu saja, semua binatang ini legal.

Di pasar yang terletak di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, ini hadir sekitar 300 pedagang burung.  Salah seorang penghuni kios, Pak Muhammad Hafif, mengaku sudah 24 tahun berdagang burung di pasar ini. Adapun burung yang dijual di pasar ini, mulai dari burung jenis lokal dan impor. Ada burung-burung hasil tangkapan liar, ada juga burung-burung hasil ternak. Untuk burung lokal, seperti perkutut, cucakrawa, prenjak, kepodang kuning, nuri irian, merpati, beo, dan kenari. Burung-burung tersebut banyak di datangkan dari wilayah Jawa dan beberapa provinsi lainnya. Burung-burung tropik impor seperti Nuri Guatemala, Beo ras Meksiko, dan lain-lainnya juga bisa ditemukan di sini. Burung-burung seperti murai, lovebird, dan kenari selalu menjadi favorit para pembeli di pasar ini. Soal harga, burung-burung yang dijaja di sini dijual dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga jutaan rupiah.

Oh ya, satu hal yang kini menjadi daya tarik Pasar Pramuka adalah kehadiran sejumlah pedagang obat-obatan penambah stamina (baca: obat kuat). Pasar obat kuat ini pun kemudian menjadi identik dengan Pasar Burung Pramuka. Tak cuma dalam kios-kios PD Pasar Jaya yang berdekatan dengan bangunan Pasar Burung, penjaja obat kuat ini juga tersebar di bangunan-bangunan rumah di pinggir jalan menuju Pasar Pramuka.

 

Pasar Rawa Bening


Pasar Rawa Bening yang berada di Jatinegara, Jakarta Timur berdiri sekitar 1974. Awalnya hanyalah sebuah pasar tradisional yang menjual sembako. Namun karena pasar ini sepi, pada 1984 perusahaan daerah (PD) Pasar Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta membawa pedagang kaki lima yang berjualan batu permata di sekitar Jln. Jenderal Oerip Soemohardjo berjualan di Pasar ini.

Setelah bergabungnya para pedagang batu permata tersebut Pasar Rawa Bening pun ramai dikunjungi, pasar tersebut pun identik sebagai tempat wisata batu aji dan permata bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Pada 10 Februari 2010, Pasar Rawa Bening terbakar saat subuh dan para pedagang di relokasi ke gedung baru tepat di sebelahnya yang bernama Gems Center, yang memang oleh pemerintah direncanakan sebagai pusat perbelanjaan batu aji dan permata termegah di Asia Tenggara.

Sore itu, area mampir ke Pasar Rawa Bening lama yang terletak di Jalan Bekasi Barat. Ternyata masih ada beberapa pedagang yang bertahan di pasar lama tersebut. Ada yang berjualan batu aji dan keris di pinggir jalan dengan lapak seadanya dan ada pula yang di dalam sebuah kios semi-permanen. Walau tidak ramai namun kegiatan dan transaksi tetap terjadi di sisa pasar lama ini. Tak cuma berjualan batu dan menjual cangkang cincin, beberapa kios juga menerima layanan asah batu aji dan permata. Kini Pasar Rawa Bening lama sudah tidak didominasi lagi oleh pedagang batu aji dan permata. Mengisi sejumlah gerai, hadir warung makan dan jam bekas.  Kisaran harga batu disini dimulai dari Rp30.000 hingga jutaan.

Ada kesan ‘jomplang’ melihat perbedaan antara Pasar Rawa Bening lama dengan Jakarta Gems Center, namun setidaknya bagi Anda pecinta batu aji dan permata terdapat dua pilihan tempat untuk membeli, yang modern atau tradisional. Pilihan ada di tangan Anda.


Pasar Ular

Plumpang


Satu lagi pasar yang cukup terkenal di Jakarta, yaitu, Pasar Ular yang berada di wilayah Utara Jakarta, atau nama bekennya PA-UL. Terdapat dua Pasar Ular, Pasar yang lama letaknya di depan Plaza Koja, biasa disebut Permai. Sedangkan yang baru ada di Plumpang.

Terus terang, barang yang di jual di Pasar Ular hampir semuanya sama dengan yang di jual di Pasar Taman Puring, seperti sepatu, baju, celana, kaca mata, parfum, tas, arloji, topi hingga ikat pinggang dengan brand terkenal. Namun sekali lagi mata Anda harus jeli dan tahu betul barang asli, karena para penjual menggabungkan barang yang asli dengan yang palsu. Dibanding membahas barang apa saja yang di jual di Pasar Ular, area ingin berbagi informasi mengapa pasar ini bisa dinamakan Pasar Ular.

Berikut informasi-informasi yang area dapat dari berbagai sumber mengenai asal muasal mengapa pasar ini bernama Pasar Ular:

-    Disebut pasar Ular konon karena barang-barang yang ada di sana hilangnya secepat larinya ular. Sebab barang-barang di Pasar Ular dulunya memang berasal dari selundupan para pelaut-pelaut yang bersandar di pelabuhan Tanjung Priok. Antar-kios berdempetan menyusuri lorong panjang yang meliuk-liuk seperti ular. Lorong panjang ini memiliki lebar kurang lebih dua meter.

-    Barang yang diperjual belikan itu bisa berputar di mana-mana. Dari si A dijual kepada si B, lalu dijual lagi kepada C, dan seterusnya bahkan kembali lagi kepada penjual pertama. Seperti itulah sejarahnya dikarenakan sistem penjualannya berputar-putar seperti ular makanya dinamakan Pasar Ular.

Pasar Ular kini sudah tidak seseram dulu. Dulu ada stigma bila kita membeli sesuatu di pasar tersebut, keluarnya akan dihadang preman;  barang belanjaan kita dirampas dan di jual kembali ke dalam pasar. Kini Pasar Ular lebih bersahabat. Itu terbukti ketika area berkunjung ke sana banyak keluarga yang berbelanja disana, dan para penjualnya pun ramah kepada para pengunjung yang hanya sekedar ingin melihat-lihat. Datang dan buktikan sendiri, berbelanja dengan sedikit peluh kadang menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Do’s:
-   Berpakaian santai dan usahakan memakai sandal, karena selain sumpek bila hujan Pasar Ular akan becek.
-   Agar mendapat harga yang lebih murah, gunakan alasan barang yang Anda beli akan di jual lagi atau berlaga sebagai pedagang.
-    Apabila bisa gunakanlah motor, karena lahan parkir mobil agak sulit.

Don’t’s:
-    Menggunakan pakaian yang berlebihan dan high heels akan membuat Anda tidak nyaman karena tempatnya yang panas dan harga yang ditawarkan pun melambung dari harga biasanya.
-    Memakai aksesoris dan berdandan seperti ke mall, untuk menghindari dari kecopetan, walau saat ini Pasar Ular sudah lebih aman, namun lorong yang sempit dapat digunakan tangan-tangan jahil untuk mengambil kesempatan barang-barang berharga Anda.

 

Pasar Parcel Cikini
Kayu, Bambu, Rotan, dan Besi pun Jadi

Menghuni lantai dasar Stasiun Kereta Api Cikini, Pasar Parcel Cikini atau ada juga yang menyebutnya sebagai Pasar Keranjang Cikini hadir menyediakan berbagai bentuk dan ukuran keranjang untuk berbagai keperluan, semisal parsel, bingkisan, kotak penyimpan, atau seserahan. Bukan cuma itu, aneka produk kerajinan tangan dan furnitur, hiasan interior, dan alat bantu juga tersedia di sini mulai dari lampu, bangku, keranjang piknik, dan lain-lain. Di bagian lain areal pasar ini juga hadir sejumlah kios penjaja barang-barang aksesoris keranjang.

Soal harga, Anda tak perlu khawatir, aneka keranjang yang dijaja di sini ditawarkan dengan harga cukup terjangkau, tergantung ukuran, mulai dari Rp10.000 sampai yang ratusan ribu rupiah. Material yang digunakan para pengrajin untuk membuat keranjang, di antaranya bilah-bilah kayu, bambu, rotan, dan batangan besi. Terdiri dari hamparan kios-kios juga workshop para pedagang keranjang di bawah stasiun ini seakan tak pernah mati, buka 24 jam.

Hadir sejak tahun 1997-an, dan kerap dilanda kontroversi mengenai legalitas areal pasar yang menghuni bagian Stasiun Cikini, Pasar Parcel Cikini sudah sedemikian terkenal. Pasar ini kerap dikunjungi orang-orang yang butuh wadah untuk keperluan istimewa. Utamanya pada hari-hari menjelang hari raya, Pasar Keranjang Cikini ibarat gula yang dikerubungi banyak semut. Di sini Anda bisa memesan keranjang sesuai selera atau memilih sendiri barang-barang yang ada. Ooh, selain itu, khusus untuk pemesanan keranjang parsel dan sajian seserahan, kebanyakan kios di sini juga menerima jasa pengemasan.

Di areal pasar ini kurang lebih terdapat puluhan lapak penjaja keranjang parsel, baik yang sudah memiliki kios permanen atau yang sekadar ngampar di lantai bangunan stasiun. Selain membikin sendiri keranjang-keranjang parsel yang dipesan, ada juga sejumlah jenis keranjang parsel yang didatangkan dari Cirebon atau Surabaya.

 

Pasar Suvenir Mester/Jatinegara
Maksimalkan Hari Istimewa Anda

 

Mendatangi pasar yang berlokasi di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur ini bersiap-siap untuk pusing. Pusing melihat membludaknya orang, penjual, pembeli, pengendara motor, dan kuli panggul yang hilir-mudik. Pusing dengan repotnya mencari parkiran. Pusing dengan ruwetnya mencari pintu masuk menuju lokasi sentra jajaan suvenir kawinan yang ada di lantai dasar gedung Pasar Mester/Jatinegara. Dari penyajiannya, pasar suvenir yang ada di kawasan Pasar Mester Jatinegara ini memang jauh dari kata nyaman. Pengap, panas, sempit, dan tak tersusun sistematis.

Meski demikian, sepertinya ada kewajiban untuk memaksa diri menyambangi pasar suvenir di Jatinegara ini, utamanya Anda yang berencana melangsungkan pesta pernikahan. Tak semata-mata sebagai tanda apresiasi pada undangan yang hadir di pesta Anda, suvenir pernikahan juga menunjukan status sosial keluarga dan sang mempelai. Nah, makanya memilih suvenir yang sesuai dengan pilihan Anda bisa dibilang gampang-gampang susah.

Nah, di pasar suvenir Jatinegara inilah solusi Anda tersedia. Di pasar ini ditawarkan beragam suvenir yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, selera, dan budget. Mulai dari suvenir berbahan pernak pernik, plastik, keramik, kaca, perak, sampai barang pecah belah tersedia. Dari yang lucu-lucu bentuknya, yang sederhana, yang menjelimet, hingga yang formal atau resmi pun tersedia. Soal harga, jajaan suvenir di pasar ini terbilang murah, dari yang cuma ratusan rupiah per satu item hingga yang puluhan ribu rupiah per satu item. Atur-atur saja sesuai kemampuan tawar-menawar Anda.

Dihuni ratusan penjaja yang tersebar di 5 lantai bangunan ini, segala kebutuhan Anda untuk memaksimalkan perayaan pesta pernikahan Anda tersaji lengkap di sini. Para penjaja suvenir, aksesoris, dan perlengkapan pesta pernikahan, baik dalam kios maupun yang mengemper dengan lapak sederhana di tiap sudut lantai memberi Anda kesempatan memilih—meski harus berdesakan dan bersenggolan di gang yang sempit—sesuka hati, mulai dari bingkai foto ukuran mini, kotak pensil, kotak tisu, dan berbagai barang aksesoris seperti gantungan kunci, sisir, kipas, gunting kuku, notes, kipas lipat, hingga jepit rambut. Semuanya dikemas dengan cara menarik dan unik.

Kehadiran pasar suvenir di Pasar Mester/Jatinegara rupanya tak sendiri, ada beberapa lokasi lain yang menjadi destinasi mencari suvenir untuk pesta pernikahan, di antaranya Pasar Asemka, Pasar Tebet, dan Pasar Mangga Dua. Meski demikian, Pasar Mester/Jatinegara hadir sebagai sentra suvenir terbesar, termurah, dan tertua.

 

Pasar Glodok


Pasar Glodok atau yang lebih dikenal dengan Glodok atau Glodok Pancoran adalah salah satu pasar “terkemuka” di wilayah Jakarta. Dibangun pada 1743, kemudian dirubuhkan, lalu dibangun kembali pada 1972.

Tak hanya pamornya yang dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang elektronik berharga murah, pasar ini pun pernah jadi sasaran kerusuhan berbau SARA pada Mei 1998. Glodok yang merupakan kawasan pecinan terbesar di Jakarta diluluhlantahkan sekaligus dibakar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, sehingga ratusan warga etnis Tionghoa terbakar hidup-hidup di kawasan ini.
Pasar Glodok terbagi dua, yaitu Harco Glodok dan Glodok Arion, sama-sama memiliki “koleksi” barang-barang elektronik semacam televisi dari yang masih bertabung sampai yang flat, sound system seperti audio, sound gitar, microphone, lalu ada juga berbagai macam game console seperti PlayStation, Nintendo, Game Boy, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya, para pedagang akan menghampiri Anda untuk membeli barang dagangannya. Agak ngeri memang untuk sebagian pengunjung yang tidak terbiasa dengan keadaan semacam ini.

Lucunya lagi, di lorong tertentu, Glodok menawarkan bertumpuk-tumpuk DVD player asal Cina. Bertumpuk-tumpuk di sini bisa digambarkan dalam artian sebenarnya, karena puluhan DVD player itu ditumpuk di depan toko tanpa dus. Harga terpampang di atasnya hanya menggunakan sehelai potongan dus mulai dari Rp200.000-an. Selain itu, Anda juga bisa menemukan berbagai peralatan medis, tabung-tabung kimia, pakaian, pijat refleksi, sampai peramal.

Kami sempat bertanya di salah satu toko, harga Playstation 3 di Glodok dibanderol dengan harga Rp2.500.000 (belum ditawar), sementara di toko resmi berkisar Rp3.200.000. Glodok ini sangat menarik untuk ditelusuri, karena meskipun gedungnya kusam dan pengap, Anda akan tiba di satu titik yang dibanjiri dengan DVD ataupun VCD bajakan. Kawasan ini agak horor karena dipenuhi dengan beberapa petugas berseragam juga preman-preman. Mungkin mereka yang bertugas untuk “jaga gawang” sewaktu-waktu ada razia pihak kepolisian. Di sini, kami mengalami insiden kecil. Kami yang begitu tergelitik rasa ingin tahunya mengambil foto tanpa ijin, sehingga kami pun terlibat perselisihan dengan sang empunya toko. Setelah meminta maaf dan dengan perjanjian foto dihapus dari kamera, kami baru dapat meninggalkan toko tersebut. Lumayan menegangkan tapi juga seru. Ingin tahu bagaimana sensasi berbelanja di sini? Jangan pikir dua kali!

 

Pasar Taman Puring

Tampur, begitulah saat ini orang biasa menyebutnya, tanpa embel-embel pasar di depannya. Taman Puring yang berada di daerah Gandaria, Jakarta Selatan ini konon sudah ada sejak 1960-an.

Saat itu, pasar ini dikenal sebagai pusat barang-barang selundupan, khususnya barang elektronik, sempat juga berkembang menjadi pasar tadahan barang curian dan pasar gelap yang kumuh pada 1980 sampai 1990-an. Kini Pasar Taman Puring berubah menjadi ‘ramah’ setelah pada 2002 hangus terbakar, setelah kejadian tersebut pemerintah ‘turun tangan’ dengan mengucurkan dana untuk pembangunan kembali pasar ini, hasilnya Taman Puring kini menjadi lebih lega, bersih, dan tertata rapi, tujuannya menampung pedagang kaki lima dan menarik minat pengunjung untuk datang.

Memasuki pasar ini terdapat gerbang masuk bertuliskan Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta Lokasi Binaan Strategis Usaha Kecil (LBUK) Taman Puring. Pasar berlantai 2 ini bisa dibilang ‘all in one’, karena kios-kios yang berjumlah 700 di sini menjual berbagai kebutuhan seperti kacamata, jam tangan, baju, jaket, minyak wangi, kamera, alat perkakas, stereo, onderdil mobil , servis ponsel, peralatan olah raga, hingga CD, kaset, dan plat bekas yang masih layak. Namun tak bisa dipungkiri Pasar Taman Puring didominasi oleh kios-kios yang menjual berbagai macam sepatu (olah raga, kulit, sneaker, dan sepatu lapangan), untuk keasliannya Anda harus hati-hati, karena di sini barang original dan palsu (biasa disebut KW) dicampur oleh penjualnya. Untuk harga memang di sini bisa dibilang miring, dapat lebih miring lagi apabila anda jago menawar dan sudah berlangganan di salah satu pedagang di sana, selain itu banyak pedagang dari daerah yang mengambil barang di sini kemudian di jual lagi.

Taman Puring sudah bisa dibilang legend, karena hampir semua golongan masyarakat datang ke sini, bahkan wisatawan asing pun banyak yang berseliweran di sini. Well, bagi Anda yang belum pernah datang ke sini, mampir lah untuk sekedar melihat seperti apa barang-barang yang di jual disana, siapa tahu ada yang menarik untuk di beli.


Do’s: -
- Datanglah pada weekdays agar lebih nyaman (tidak kepanasan) dan dapat menawar lebih mudah karena sepi pengunjung.
- Berlangganan pada satu pedagang, karena setelah sering membeli dari pedagang tersebut akan mendapatkan harga yang lebih murah.

Don’t’s:
-    Jangan datang saat menjelang Hari Raya, selain sumpek dan panas, harganya melambung tinggi dan para pedagang jual mahal.
-    Hindari minat yang berlebihan pada barang yang Anda sukai karena pedagang tidak akan menurunkan harga barang tersebut.

 

Pasar Cipadu
Segala Rupa Jenis Tekstil Ada di Sini!


Perempuan dan fashion adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tapi, jika bicara fashion, terlepas dari mode, semua orang memiliki karakternya. Ada kalanya wanita bebas untuk bereksperimen dengan mendesain pakaian sesuai karakter dan keinginan.

Daripada pusing untuk mencari berbagai jenis bahan dan printilan lainnya di berbegai tempat, lebih baik langsung tuju Pasar Cipadu! Tak hanya bahan pakaian dengan harga super miring, di sana Anda juga bisa mendapati bahan gordyn hingga sprei. Jadi, for you ladies, dijamin mata Anda akan terbelalak saat melihat gulungan kain berwarna-warni dengan harga yang beragam.


Dibandingkan 2 tahun yang lalu, para penjajanya jauh lebih sedikit, bahkan banyak kios-kios yang kosong. Tapi, ketika Anda masuk ke salah satu toko dan menanyakan harganya, selanjutnya Anda tak akan berhenti masuk dari satu toko ke toko lainnya. Coba bayangkan, satu set sprei kualitas oke lengkap dengan bed cover-nya hanya dibanderol dengan harga Rp300.000 sebelum ditawar.
Tak hanya itu, bahan jas dengan kualitas prima dan motif terkini pun dapat Anda miliki hanya dengan membayar Rp50.000/m2! Keluar sedikit dari areal Pasar Cipadu masih ada juga beberapa kios yang menjual bahan yang terbuat dari kaos dan dijual per kilogram. Kaos dengan tingkat ketipisan yang paling tipis hingga bahan untuk polo shirt dan sweater. Oh, kabar baiknya, perbedaan harga dengan yang ada di kios tekstil lain dapat mencapai hingga Rp25.000. Lumayan sekali, kan, kalau Anda akan membeli dalam jumlah banyak? Luangkan waktu Anda untuk berburu bahan di Pasar Cipadu because it’s worthed!

 

Pasar Bunga Rawa Belong
Bunga Potong Menawan Dini Hari

 

Ide menghadirkan pasar bunga di lokasi sekarang direalisasikan pada era kepemimpinan Gubernur Wiyogo Atmodarminto. Pembangunannya sendiri dimulai pada 1989, di atas lahan 5.000 m persegi. 

 Bicara situasi sekarang, Pasar Bunga Rawabelong yang ada di Jalan Sulaiman No. 50 Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini hadir dalam wujud bangunan yang permanen, rapi dan terpelihara. Hadir dengan dua bangunan, masing-masing dua lantai, yang berdiri di kiri-kanan jalan berseberangan. Tersedia juga bangunan gedung parkir empat lantai tak jauh dari lokasi pasar yang sengaja disediakan untuk pengunjung. Kedua bangunan tersebut digunakan untuk menampung pendagang bunga dari berbagai kategori. Gedung di kanan jalan, lantai 1 untuk menampung penjaja aneka bunga potong (anggrek aster, casablanca, gerbera, krisan, mawar, heliconia, sedap malam, dll.), sedangkan lantai 2 untuk layanan dekorasi, steak werk/bunga papan, kran duka cita, rangkaian bunga, dan tanaman hias.

 Tak cuma penjaja bunga, di pasar ini juga tersedia penyedia layanan rangkai bunga untuk berbagai keperluan, penyedia aksesoris dan aneka barang anyam, pot, dan keranjang utk mewadahi bunga. Sementara itu, gedung di kiri jalan, lantai 1 diperuntukkan bagi penjaja aneka daun potong, sarana penunjang rangkaian (aksesoris), jasa roncean melati, melati boks, bunga rampai/bunga tabur. Lantai 2-nya untuk penjaja tanaman hias. 

 Banyak juga penjaja bunga yang mengemper di sekitar lokasi pasar. Selain itu, dipinggir jalan terlihat beberapa bangunan atau emper penyedia layanan membikin anyaman janur untuk pesta pernikahan. Aneka kebutuhan pendukung bunga hias tersebut juga tersedia di sini, misalnya, vas, ranting, tible stone atau vas dari batu clam, dan standing besi. Di emperan bagian luar gedung juga tersedia jajaan bunga rampai, contohnya mawar tabur, pandan iris, buah pinang, daun sirih, nanas muda, bunga kantil, dan kenanga.

Bicara soal bunga potong yang dijaja di sini, kebanyakan berasal dari beberapa kota besar di luar Jakarta, semisal Sukabumi, Cileduk, Bogor, Ambarawa, dan kota-kota di Jawa Tengah. Tak cuma bunga lokal, ada juga bunga impor—yang dikembangkan di Indonesia—juga hadir ambil bagian di pasar ini. Di pasar bunga ini sendiri hadir kurang lebih 300 pedagang kembang yang menghuni kios-kios berukuran kurang lebih 2 m persegi.

 

Pasar Kue Subuh
Senen


Dini hari yang (seharusnya) sunyi tampak gegap gempita di salah satu kawasan Senen, yaitu lokasi parkir Pasar Senen Blok III dan Blok IV. Ialah Pasar Kue Subuh Senen yang dipenuhi dengan para pedagang juga pembeli kue-kue kecil yang sudah mulai ramai sejak pukul 12 malam sampai tujuh pagi.

Bukan hanya untuk kepentingan pribadi, kue-kue ini juga dibeli untuk dijual kembali oleh para penjual eceran maupun bakery-bakery yang cukup dikenal masyarakat luas. Mulai dari aneka gorengan, kue tart, jajanan tradisional seperti kue lumpur, serabi, talam ebi, dan cucur yang sulit Anda temukan di tempat lain. Lalu ada juga siomay, dimsum, aneka pastry, kue kering seperti kastangel dan nastar lengkap dijajakan di sini. Soal rasa, tak perlu khawatir. Beberapa pedagang menyediakan tester, sehingga Anda dapat merasakan terlebih dahulu. Harganya pun variatif mulai dari Rp500 sampai ratusan ribu.

Menurut salah satu pedagang di sini, Pasar Kue Subuh Senen mulai beroperasi sejak tahun '70-an. Setiap bulannya, para pedagang dipatok Rp3.000.000 per mejanya. Namun melihat keuntungan yang dapat diraup berdasarkan ramainya transaksi di sini, harga tersebut tertutup. Ramainya pasar ini akan berkali liipat meningkat jika memasuki hari libur terutama hari raya seperti Natal, juga Lebaran. Selain lokasi ini menjadi induk dari perdagangan kue di banyak wilayah baik Jakarta maupun Tangerang juga Depok, pasar kue subuh senen ini mengangkat industri rumahan menjadi industri berskala besar. Pasar Kue Subuh Senen, memang surganya kue!

 

Pasar Ikan Hias Sumenep
Recehan sampai Jutaan

 Sumenep. Seperti namanya, lokasinya berada di Jalan Sumenep, di kawasan Taman Lawang, dekat flyover HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Di areal kurang lebih 3000 m2, menyerupai gang senggol dengan kios-kios berisi akuarium yang berderet memanjang. Tak cuma ikan hias air tawar, di sini juga dijual ikan hias air laut, aneka tanaman air untuk aquascaping, umpan, akuarium, dan beragam aksesoris pelengkap akuarium. 

 Nah, untuk Anda penghobi memelihara ikan hias rasanya tak sempurna bila belum mengintip koleksi ikan hiasa jajaan di pasar ikan hias ini. Selain banyak ragamnya, harga ikan hias di lokasi tersebut juga lebih murah—kuncinya, sekali lagi adalah pengetahuan harga dan kemampuan menawar.

 Begitu menginjakkan kaki di pusat ikan hias ini, mata anda dimanjakan dengan beragam ikan hias yang cantik. Sebut saja ikan koi dengan warnanya yang cerah, clown fish alias ikan badut, kura-kura, dan lain-lain. Untuk ikan air tawar mulai dari Rp5.000–Rp10 Juta per ekor. Ikan hias air laut, harganya berkisar antara Rp10.000–Rp200.000 per ekor. Kuda laut juga tersedia di sini, harganya mulai Rp5.000 hingga jutaan rupiah. Untuk hiasan dalam akuarium, Anda juga bisa memilih berbagai keong dengan warna menarik, aneka terumbu karang yang berwarna-warni, dan tumbuhan air. Khusus tumbuhan air tersedia pilihan lokal dan impor dengan kisaran harga Rp3.000–Rp135.000 per pot kecil.

 Oh ya, buat pecinta makhluk air yang eksotis, di pasar ikan yang mulai beroperasi pukul 9 pagi dan tutup pukul 5 sore ini, tersedia beberapa ikan yang disukai karena keunikannya, seperti belut listrik, ikan piranha, laba-laba laut, Araphaima, juga Amazon Catfish. Selain menjual ikan dan hewan air, Pasar Ikan Sumenep ini juga menjual keperluan obat-obatan untuk ikan dan akuarium, pakan ikan, dan batu-batu karang.

 Meski terlihat sederhana, pasar yang dihuni kira-kira 50 pedagang ini dilengkapi mushola, parkir yang luas, juga kolam-kolam ikan koi dan ikan mas (permanen dan bak plastik). Tak cuma menjual ikan dan produk-produk perlengkapannya, beberapa pedagang yang terhimpun dalam kios-kios di pasar ini juga melayani jasa perawatan akuarium air tawar dan air laut dan perawatan ikan sakit.