HOT SEAT

YACKO

July, 25th 2011 |  by  Hanindyo Suropati  | Comments: 0

Srikandi Hip Hop Indonesia

Yacko, Srikandi Hip Hop Indonesia Yacko, Srikandi Hip Hop Indonesia

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Bila kita membicarakan musik hip hop banyak sekali musisi solo maupun grup berbakat di negeri ini. Namun bila spesifik menyebut rapper wanita yang eksis hingga kini, nama Yani Oktaviana (Yacko) patut diperhitungkan terlebih aksi panggungnya yang selalu enerjik. Memulai karirnya pada 1994 hingga kini, menelurkan 2 album, tampil di Singapore Street Fest 2010, sering berkolaborasi dengan musisi lokal maupun luar negeri dan akhir-akhir ini 3 single-nya, ‘Srikandi Indonesia’, ‘Brrapp’ dan ‘All Night Long’ menjadi bahan pembicaraan di Twitter. Ini karena musiknya yang catchy dan pasti membuat pendengarnya bergoyang.  Itulah wujud eksistensinya di kancah musik Hip Hop Indonesia. Not to mention, wanita yang satu ini juga seorang ibu, istri dan pengajar.

Malam itu Hanindyo Suropati mendatangi kediamannya di wilayah Tebet, berbincang-bincang dalam suasana santai dan penuh canda tawa mengenai karir, musik, pekerjaan hingga proses pembuatan album ke-3 nya. Check this out!

Ada alasan tertentu mengapa loe addict sama hip hop?
Yang jelas sih, karena musik Hip Hop bisa bikin goyang dan nggak bisa diam aja kalo ngedengernya. It takes you to the positive vibe and you move.

Bisa cerita tentang awal mula karier loe?
Sebenarnya mulai masuk dunia ini sekitar 1992-1993, tapi aktifnya 1994. Waktu 1996 ikutan kompilasi Pesta Rap 2 bareng grup gua yaitu Pumkin Hard Core Crew dari Surabaya. Mulai solo di 2005 buat album ‘Refleksi’. Nah, di 2008 gue baru ngeluarin album kedua  ‘Mendua’.

Kenapa sih, komunitas hip hop itu terkesan ‘tengil’?
Ha-ha, pasti pertama kali loe ngeliat gua juga tengil ya. Culture musik hip hop itu kan musik pergerakan. Yang tadinya nggak punya apa-apa, karena di hip hop udah struggle dan bisa menghasilkan uang sendiri, jadi bisa dandan gokil-gokilan karena pengen show off. Cuma kalau di Indonesia keliatannya tengil karena dari outfit-nya yang kegedean padahal badannya ceking-ceking. Cenderung semuanya jadi kebesaran. Kalau sesuatu yang keliatan kebesaran, orang menilainya berlebihan. Mungkin dari situ keliatan tengil, padahal itu adalah part of style dari hip hop.

Pendapat loe tentang pergerakan hip hop di Indonesia?
Masing-masing daerah itu punya karakter sendiri. Dulu pelaku hip hop Indonesia terpaku dengan gaya underground, tapi sekarang semakin terbuka dengan masuknya internet dan social media sehingga pelakunya semakin banyak. Di Indonesia setiap tahun ada festival rap yang diselenggarain oleh BKKBN, jadi ada wakil dari 33 provinsi yang tampil di Jakarta dan itu bagus semua.

Apa kategori hip hop yang loe usung?
Buat gue, I don’t define my hip hop, it's just hip hop. Hip hop is all about identity. Dari dulu gue cenderung suka vibe di klub dan nemu karakternya di situ, sekarang eksperimennya lebih ke arah sana.

Saat ini ada pergeseran, dimana hip hop terdapat unsur electro. Apakah ini merupakan sesuatu yang menjual?
Bukan di hip hop aja,  pop saat ini ada juga unsur electro-nya. Musik adalah sesuatu yang berevolusi nggak pernah stagnan. Hip hop awalnya emang sample bass, sampai akhirnya musik dance memasukan unsur electro karena hip hop emang gampang di-sampling.

Siapa hip hop idol loe dan saat ini lagi sering dengarin album apa?
Common, Talib Kweli dan Lady Sovereign adalah idola gue. Sekarang gue lebih banyak dengerin single, seperti ‘Don’t Play No Game That I Cant Win’ dari Beastie Boys feat. Santigold, ‘Party Rock Anthem’ dari LMFAO. Selain itu gue juga lagi sering ngedengerin dub step. Kalau lokal, vokalis yang gua suka adalah Jill Van Diest dari band Step Forward. She is one of kind.

Loe juga seorang pengajar. Dimana dan mengajar apa?
Di Unisadhuguna International College ngajar manajemen dan marketing, dan di Uniprep ngajar Computing studies.

Single-single loe seperti ‘Srikandi Indonesia’, ‘Brrapp’ dan ‘All Night Long’ mendapat respon yang baik, pendapat loe?
Senang yang pasti karena bisa diterima masyarakat. ‘Srikandi Indonesia’ menceritakan tentang nasib TKW, itu sudah dibuat sejak 2010, namun baru free download pada 2011 bersamaan dengan Hari Kartini. Ketiga single tersebut akan ada di album ke-3 gue yang rencananya akan rilis akhir tahun ini.

Bagaimana ‘Brrapp’ bisa diputar di 95.5 Kiss FM, Wisconsin, USA?
Gue emang selalu mencari celah radio-radio luar negeri yang membuka diri untuk menerima talent-talent dari luar. 'Brrapp' juga diputar di Philadelpia, cuma lupa apa nama radionya.

Akan seperti apa album ke-3 loe?
Akan penuh ledakan, ha-ha. Maksudnya akan banyak kolaborasi dengan berbagai macam musisi, lebih eksperimental dan positioning-nya lebih ke klub. Nggak hanya yang mainstream tapi juga klub-klub metal.

 

Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on Twitter

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.