Drives-X5 Diesel-107
August, 16th 2011 | by Andi Wahyudi | Comments: 0
With all respect.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Penyebaran solar berkualitas yang masih jadi kendala tidak membuat BMW ragu memasukan dieselnya. Peforma diesel yang menggiurkan dengan segala kelebihannya sudah seharusnya menjadi pertimbangan bagi konsumen. Saya menyambut senang BMW X5 diesel.
Bagi saya, pendekatan teknologi yang sangat masuk akal dalam jangka 5–10 tahun ini adalah diesel. Yap. Diesel kini sudah memasuki tataran yang lebih canggih dan manusiawi. Dia tidak lagi seberisik dulu. Tidak lagi sekotor dulu—kecuali Anda malas mengurusnya. Atau dia bukanlah hal yang akan mengganggu gengsi Anda, misalnya harus antri bersama bus dan truk sembako.
Well, pabrikan Bayerische Motoren Werke (BMW) sudah berpikir panjang soal itu. Kalau mau menoleh ke belakang sebentar, BMW adalah pabrikan yang sukses mengaplikasikan mesin diesel di deretan produknya. Semua orang tercengang manakala BMW memperkenalkan seri 335d coupe yang menjadi batu lompatan luar biasa di kalangan pecinta BMW.
BMW makin getol melahirkan produk-produk bermesin diesel, meski di Indonesia terbilang lambat. Tapi bukan soal pasokan model yang sulit, tapi lebih kepada kualitas solar disini yang busuk! Jadi sangat masuk akal, jika ATPM BMW sangat berhati-hati ketika memperkenalkan BMW diesel ke Indonesia.
Tapi seiring perjalanan waktu, kualitas solar di sini mulai membaik. Salah satu produk yang mampu memenuhi kualifikasi mesin diesel BMW sudah bisa didapatkan—meski bukan berarti mudah. Pertadex menjadi pilihan untuk membasuh dahaga mesin-mesin diesel rakitan BMW. Abrakadabra! BMW X5 diesel pun langsung meramaikan persaingan.
Secara tampilan, dia memang tidak jauh berbeda dengan X5 versi bensin. Namun emblem 3.0d yang ada di sisi bodi X5 inilah yang membedakannya dengan versi bensin. Well, dia tampil dengan dandanan yang segar, sporty dan gagah. X5 memang sukses memosisikan dirinya sebagai Sport Active Vehicle (SAV) premium—begitu klaim BMW—dan cukup diperhitungkan oleh kompetitor lainnya.
Duduk di dalamnya, Anda dihadapkan pada rancang desain yang berkarakter. Ah, saya tidak terlalu pandai soal desain. Bagi saya, jika saya merasa nyaman, tidak repot, dan cepat beradaptasi terhadap fitur-fitur yang ada, itu berarti saya suka. Dan di dalam X5 diesel ini, semua persyaratan tersebut terpenuhi. Bahkan, saya memberikan poin plus untuk sistem audionya, simpel dan kualitas suara yang oke.
Lalu, apa yang saya lakukan dengan dia? Saya mengajaknya keliling Jakarta. Anda tahu, dia sepertinya memang diciptakan untuk melahap jalan-jalan mulus. Setiap saya menekan pedal, semburan torsinya begitu terasa. Ya, dengan bekal torsi 540 Nm pada 1.750 rpm dan tenaga 245 hp pada 4000 rpm, X5 menawarkan sensasi yang berbeda. Saya jadi khawatir. Khawatir kalau menjadi nafsu untuk membejeknya dan membuat X5 menjadi liar. Tapi untunglah, saya masih bisa menahan diri dan membuat X5 terlihat santun. Ha-ha-ha.
Ketika memiliki kesempatan ngebut, saya mainkan steptronic yang berwujud joystick—sayang dia tidak dilengkapi paddle shift. Lalu 1, 2, 3, 4, 5…saya lewati dengan santai kemudian 6. Entah mengapa tangan saya enggan melepas tuas persneling. Lalu, tiba-tiba dia bergerak… 7... 8… Wuzzzz… Dia melaju cepat. Ups, X5 diesel ini rupanya dilengkapi 8 speed steptronic. Saya tertawa senang menyaksikan hal ini. Lalu, saya tiba-tiba menjadi nakal.
Saya tidak ingat berapa top speed yang saya capai. Sebab jarum indikator putaran mesin yang naik turun dengan cepat membuat saya sumringah. Permainan transmisi menjadi pilihan yang menyenangkan. Sistem transmisi steptronic BMW terasa mantap dalam kendali. Dia responsif dan begitu menggairahkan. Arghh…kepenatan yang menumpuk di kepala, seolah luntur, berganti semburan adrenalin yang berdentum keras.
Mesin diesel yang diusung X5 ini, memang menjadi tawaran yang menggiurkan. Oke, oke,oke… saya tidak ingin dicap berlebihan. Jadi kalau Anda penasaran, silakan buat janji dengan BMW untuk mengujinya.
Fast Track:
BMW X5 3.0d xDrive
Harga: Rp1,298 M (OFR)


Comments
Be the first to comment.