HOT SEAT

Imela Kei

September, 15th 2011 |  by  Hanindyo Suropati  | Comments: 0

Perempuan ini lebih dikenal luas sebagai vokalis Ten2Five, band pop dengan sentuhan jazz yang booming dengan lagu “I Will Fly” pada 2004 lalu. Walau Ten2Five sedang vakum, Imel tetap berkarya di dunia musik.

Imela Kei Imela Kei

Imela Kei Imela Kei

Photo by: Dokumentasi Istimewa

Saat ini, dengan menggunakan nama Imela Kei, ia sedang dalam proses akhir pembuatan album solonya yang bertajuk White Lilies. Ingin tahu seperti apa album tersebut?, bagaimana dirinya menjalani proses pendewasaan dalam bermusik? Berikut ceritanya kepada saya.

Bisa cerita tentang album White Lilies?
Ini adalah proyek solo pertama gue. Awalnya sempat bingung dengan konsepnya. Lalu, karena ini adalah proyek do it my self dan nggak tahu kapan bisa bikin proyek solo lagi, jadi ingin membuat sesuatu yang unik dan spesial. Jadilah di album ini gue berkolaborasi dengan 7 band yang notabene bukan band major tapi keren.

Siapa saja band yang terlibat dan mengapa 7 band tersebut?
D’zeek, Notturno, The Trees and The Wild, Mike’s Apartment, Dinda Amanda, Mass Romantic, dan Anugrah Aditya. Kenapa? Karena gue suka dan ngikutin musik mereka. Selain itu, 7 is my lucky number makanya dalam album ini menampilkan 7 band dan terdapat 7 lagu.

Band-band tersebut memiliki genre yang berbeda, bagaimana pengaturannya?
Gue yang membuat konsep dan menulis dari 7 lagu itu, jadi tiap lagu itu ada 2 jiwa, gue sebagai song writer dan jiwa dari tiap band. Gue ngebebasin tiap band untuk aransemennya tapi esensi lagu tidak dirubah. Totally, jiwa dari lagu terdengar seperti musik mereka, tapi vokalnya Imel. Itu yang gue mau.

Konsep proyek solo ini seperti apa?
Sejauh ini, konsep dari Imela Kei itu adalah akustik, namun untuk ke depannya akan menjadi live band.

Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan White Lilies ini?
Sebenarnya lama di mikir dan lama menunggu jawaban dari band-band ini, untuk produksinya memakan waktu sekitar 6 bulan. Rencananya gue akan mengeluarkan single dan album pada September ini.

Apa yang dimaksud proyek ‘do it my self’?
Ha-ha. Di album ini, gue jadi song writer, producer, dan music arranger. Ya, hampir semuanyalah. Dari awal, memang gue pengen band-band itu juga memiliki sense of belonging pada album ini. Jadi yang merasa berkuasa dan bertanggung jawab atas penyelesaian tiap lagu adalah gue dan band-band tadi.

Benarkah lagu “White Lilies” ini agak bernuansa shoegaze?
Ha-ha-ha. Terus terang, awalnya lagu tersebut nggak gitu, cuma karena sudah tersentuh oleh The Trees and The Wild (TTATW) jadinya seperti itu. Itulah sebabnya kenapa gue pengen banget kerja sama dengan mereka karena “White Lilies” adalah lagu yang sangat emosional dan emang ‘dapet’ banget dibuat sama TTATW.

Yang membedakan Imela Kei dengan Ten2Five?
Imela Kei menonjolkan karakter vokal yang lebih mature dan lepas dari Ten2Five. Bisa dibilang album ini pendewasaan gue dalam bermusik. Yang jelas, saat ini waktunya mengeluarkan idealisme gue, dalam arti ada beberapa lagu lama yang sudah gue buat dan ditolak sama label, sekarang bisa gue bawain.

Anda lebih suka bersama Ten2Five atau solo?
Tricky question, ha-ha-ha. Ten2Five buat gue adalah love and hate relationship, seperti rumah yang akan selalu gue datangi. Kalau gue lagi bosan, gue cabut untuk cari sesuatu yang segar kemudian balik lagi. Untuk saat ini, gue akan menjawab lebih senang mengerjakan proyek solo karena memang ini lah yang pengen gue kerjain sejak dulu.

Kenapa harus membeli dan mendengarkan album White Lilies?
Karena yang membeli nggak akan bosan mendengarkan lagu-lagunya sebab vibe-nya berbeda antara satu lagu dengan lagu lainnya. Orang akan related dengan lagu-lagunya karena menuangkan hal yang terjadi di sekitar kita. Alasan terakhir mungkin karena rasa penasaran seperti apa kolaborasi Imel dengan 7 band yang mengisi di album ini.

Contact the writer at hanindyo.suropati@mediasatu.com
Follow him on Twitter

Comments

Be the first to comment.

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.