Infinity FX50S
October, 4th 2011 | by Billy Israj | Comments: 0
Infiniti FX35 yang kami uji sebelumnya mendobrak segalanya dengan pakem macho sport design— SUV yang pantas. Rasanya tidak mungkin itu terjadi, tapi Billy Israj menemukan mobil yang persis seperti itu.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Kebanyakan SUV tidak begitu menantang ketika dikemudikan. Bisa saja nyaman untuk mengangkut bocah berkeliling, yang pasti anda tidak akan menemui James Bond menukar mobil Aston Martin DBS terbarunya untuk sebuah family wagon yang tinggi. Tapi di sini ada pengecualian, Infiniti FX35 yang kami uji sebelumnya mendobrak segalanya dengan pakem macho sport design— SUV yang pantas. Rasanya tidak mungkin itu terjadi, tapi Billy Israj menemukan mobil yang persis seperti itu.
Dan, FX50S, kami laporkan dengan bangga, tidak kehilangan sedikit pun kehebatannya. Benar-benar menggoda saya untuk mengendarainya dengan kecepatan maksimum.
Lucunya, rekan saya Sofyan Effendi yang biasanya parno, tak sedikit pun menampakkan mimik muka ketakutan saat kami melesat, meski batas kecepatan maksimum sudah jauh kami lampaui. Kita serasa di mesin waktu, mengapung di udara selatan kota Bogor meski lintasan panjang di depan kami naik turun – namun sensasinya kami seperti melesat tak lebih dari 100 kpj. Padahal, kami sudah jauh melampauinya, hingga kehilangan kesempatan untuk menerapkan gaya mengemudi saya yang kalem di sana.
Tak heran, saya menyalahkan Infiniti. FX 50S terbarunya menggoda saya untuk melaju lebih kencang. Sungguh hening di dalamnya, dengan hampir tak ada suara angin yang masuk dari luar. Tidak perlu dipertanyakan lagi, FX termasuk salah satu mobil unik yang dianugerahi dengan tenaga besar dan stabilitas tinggi.
Meski terlihat seperti ikan yang marah, kekokohan FX terlihat seperti benteng terbang yang mampu membelah angin dengan mudahnya. Kami terus menuju perbukitan kapur di Ciampea, Bogor.
Perasaan berada di balik kemudi juga mengagumkan, bukan semata karena pemandangannya tapi karena FX itu sendiri, yang menggenggam jalanan dengan kepercayaan diri yang tinggi layaknya Porsche Cayenne atau BMW X5 (tapi dia punya lebih banyak fitur standar dan harga yang lebih ekonomis). Pemangsa seberat 2,075-kilogram ini menghapus idiom kalau SUV tidak bisa melesat sehebat sports car.
Meski dilengkapi ban all-terrain berdimensi 21-inch yang membungkus velg alloy enam palang, kualitas pengendaraan FX begitu elegan layaknya Infinity yang lain. Mesin 5.0-liter V8 yang bersemayam di kap mesin uniknya, mengeluarkan raungan menantang sesaat mulai membejeknya, lembut mengalirkan daya 390 horsepower dan torsi 369 pound-feet ke empat rodanya.
Transmisi terbaru 7-speed, yang berteknologi downshift rev matching, memilih gigi dengan tepatnya – membaca gaya mengemudi saya dengan bantuan adaptive shift control – saya akhirnya berhenti menggunakan tuas paddle shift magnesium-nya.
Saat full throttle, terasa sedikit kasar di rpm puncak, dan proses downshift ada jedanya pada mode manumatic. Tapi transmisi tampaknya sangat cerdas pada tiap mode - fully auto, sport auto atau manual shift – baik dikontrol oleh tuas paddle shift atau tuas gigi di konsol tengah.
Beralih ke jalan yang berpasir, saya menonaktifkan kontrol traksi untuk melihat seberapa baik FX dapat beradaptasi. FX sedikit sulit menemukan pijakannya, tapi dengan beberapa masukan kemudi yang lembut dan bantuan dari roda depan, kita dengan cepat kembali ke jalur yang benar berbarengan sistem all-wheel-drive elektroniknya mengatur torsi dari 100% ke roda belakang hingga terbagi ke depan dan belakang 50/50 bila diperlukan. Berulang kali saya mencoba untuk memainkan FX seperti itu. "Lakukan lagi, Bil!" berteriak Sofyan yang ketagihan.
FX hadir dengan dua versi. Pertama FX35 bermesin V6 yang dihargai Rp1.1 miliar dan kedua FX50 ini yang dijual Rp1.4 miliar.
Menjejaki alam yang asing seperti ini cukup membantu dengan Infiniti's around-view monitor yang menampilkan pandangan 360-derajat di sekeliling FX. Ini pun membantu ketika Anda hendak parkir. Mempekerjakan empat kamera, dua di masing-masing kaca spion dan satu di depan dan di belakang, Anda seperti punya porter parkir pribadi. Tampilan dari masing-masing gambar menjadi satu di layar navigasi di tengah dasbor, jadi anda tak mungkin melewatinya.
Belum lagi deretan gadget-gadget elektronik lainnya mulai radar-based cruise control dan lane departure warning system hingga Bluetooth dan rear active steer – bahkan ada sebuah sistem yang akan mengaktifkan rem ketika Anda berada terlalu dengan dengan mobil lain di kemacetan. Ini adalah mobil yang melakukan segalanya dengan semua kekuatan untuk mengesankan pengemudinya. Dan itu terjadi pada saya.


Comments
Be the first to comment.