The Big Eight, Menyambut 8 Tahun area
October, 12th 2011 | by Hapis Sulaiman | 2
Big eight. Itu idiom yang kerap diidentikkan dengan angka delapan. Ibarat bocah yang menikmati masa-masa penuh petualangan; serba kepingin tahu, lincah, mencoba segala hal, dan begitu aktifnya sampai-sampai dicap 'badung'.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Yep, tepat 7 Oktober nanti kami akan genap delapan tahun. Benar-benar tak terasa waktu merambat begitu lekas. Setahun lewat, sejak ulang tahun di 2010 silam, telah kami lalui dalam rutinitias deadline.
Big eight. Itu idiom yang kerap diidentikkan dengan angka delapan. Ibarat bocah yang menikmati masa-masa penuh petualangan; serba kepingin tahu, lincah, mencoba segala hal, dan begitu aktifnya sampai-sampai dicap 'badung'. Well, setidaknya itulah harapan kami bersama majalah ini di tahun kedelapan ini.
Kami percaya bahwa kini dan di waktu-waktu mendatang menghidupi media ini butuh energi yang ekstra besar. Peluang selalu ada, tapi tantangan dan persaingan selalu sedia membarengi. Nah, kami butuh semangat itu. Semangat kerja keras dan berani menghadapi semua tantangan. Semuanya demi mampu menyajikan area dalam sajian yang sesempurna mungkin mengimbangi derasnya derap perkembangan zaman.
Nah, bicara soal kerja keras dan petualangan. Feature area kali ini kami khususkan untuk memotret perjalanan sejarah majalah ini. Tak apa dibilang narsis. Toh, nyatanya kami bangga dengan majalah ini. Sebagai bagian dari menyambut perayaan ulang tahun majalah ini, kami tampilkan beragam hasil kerja keras dan petualangan kami bersama area selama 7 tahun belakangan. Kami sajikan tahap demi tahap proses perubahan, transformasi, milestone, dan perkembangan majalah ini untuk bisa terus eksis di hati pembacanya. Kami percaya, area telah banyak berkembang pesat secara fisik dan mental demi mengiring perkembangan jaman dan selera pembaca dari waktu ke waktu.
Melalui ini semua kami berharap bisa semakin mengenalkan area kepada pembacanya. Bukan itu saja, ulasan ini juga menjadi momentum kilas balik kami untuk melihat riwayat area dan memproyeksikan langkah selanjutnya majalah ini. Semacam introspeksi. Kami ingin terus berkembang dan senantiasa sanggup mengarungi derasnya dinamika lifestyle di kota ini dan menyuguhkannya kepada Anda.
![]()
The Eight Years of Wonders
Milestone Journey of area
Rasanya baru kemarin kami merayakan ulang tahun ketujuh majalah mungil ini. Nyatanya rutinitas pekerjaan meliput dan deadline yang bertubi-tubi membuat kami lupa sudah 12 bulan lewat dari perayaan itu. Kini area bertambah satu tahun lebih dewasa lagi. Yup, delapan tahun dan masih menyuarakan gegap gempita kesibukan bertema lifestyle kota ini dalam setiap edisinya. Sebuah rentang waktu yang tidak sebentar. Dan, bukan pula perjalanan mudah tanpa aral.
Sejak kemunculannya pertama kali, pada 2003, area terus berproses demi meladeni kemajuan roda gaya hidup yang merangkum aktivitas masyarakat urban seputar aktivitas kuliner, hiburan, shopping, fashion, seni, dan lain-lain yang berlangsung di kawasan metropolitan ini.
Thank God. Sebagai majalah, kehadiran area mendapat sambutan positif, baik dari pembaca maupun pemasang iklan. Apalagi saat itu belum banyak media cetak yang mengulas secara total mengenai wacana lifestyle. area hadir menjadi jembatan informasi dan referensi lifestyle masyarakat urban Jakarta. Segmentasi wacana yang diusung, sasaran pembaca yang dituju, serta pendistribusian yang tepat sasaran membikin area bisa bertahan hingga sekarang.
Pun demikian, perjalanan area hingga kini menjelma delapan tahun ini bukan tanpa aral. Kebutuhan akan fasilitas dan sarana yang memadai, skill sumber daya manusia yang mumpuni, kreatifitas pengemasan, suguhan tema yang menarik, dan lain-lainnya menjadi sejumlah poin yang menjadi sorotan kami secara internal untuk terus sanggup mengembangkan diri. Di luar, perubahan selera pasar, perubahan gaya hidup juga menjadi catatan yang harus selalu kami camkan agar majalah ini selalu mampu hadir dan dicari pembacanya.
Nyatanya, hingga usia segini masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam majalah ini untuk terus mampu 'membungkus' segala kekinian di antero Jakarta dan menghadirkannya ke hadapan pembaca setia. Oleh karena itu, ulang tahun ini tak sekadar kesenangan. Di balik bertambahnya usia, introspeksi dan resolusi menjadi 'kegiatan' yang juga tak boleh dilewatkan. Dan, begitupun area demi mampu tampil apik memenuhi selera pembacanya. Kalau angka delapan banyak dianggap hoki dalam sejumlah tradisi, kami berharap di tahun kedelapan ini akan banyak kebaikan untuk kami. Amin.
area Anniversary
Cara Kami Rayakan Ultah Setiap Tahun
Mau tahu cara kami merayakan pesta ulang tahun kami? Silakan bilang kami narsis, norak, atau banci tampil sekalian. Tapi kami bangga dengan majalah ini. Dan, kami juga pingin sekali-sekali tampil di majalah yang kami kelola. Ya, walau setahun sekali.
1st. No. 24, 6 Oktober 2004
Outside: area mengundang sepuluh figur publik kenalan area untuk berfoto dan tampil di sampul area. Santai di sofa berteman canda tawa dan bir.
Inside: Kami hadirkan komentar mereka soal area. Sekalian, kami tampilkan “Class of 2004”, wajah-wajah di balik dapur area yang saat itu diawaki 13 orang saja, dari CEO sampai office boy.
2nd. No. 48, 05 Oktober 2005
Outside: Menampilkan model Aimee Rachael, perayaan dua tahun majalah ini dirayakan dengan kue ulang. Blurp sederhana, “Happy Birthday”.
Inside: Menampilkan “Class of 2005: Double Trouble”. Dapur redaksi area sudah bertambah. Kali ini 22 orang. Plus, kami kami catatkan juga sekelumit perjalanan majalah ini hingga tahun ke-2.
3. No. 72, 04 Oktober 2006
Outside: Tampil dengan tema after party, kue ulang tahun, dan serakan pernak-pernik khas pesta ulang tahun. Cool!
Inside: Selalu tampil. Kali ini menghadirkan seabreg redaksi “Class of 2006” dalam meriahnya suasana pesta di kantor. Kali ini hampir 45 orang. Woow!
4. No. 96, 3 Oktober 2007
Outside: Riuh. Dibantu model-model dari redaksi sendiri. Mengusung tema “Fantastic Four”. Ultah kali ini sekaligus merayakan hadirnya area Local Heroes.
Inside: Seisi kantor ini keroyokan tampil berfoto. Hadir juga profil pahlawan jakarta pilihan kami.
5. No. 121, 22 Oktober 2008
Outside: Feature hantu plus timeline momen-momen seru yang dialami majalah ini dari tahun ke tahun.
Inside: 5th Anniversary terpampang besar-besar di halaman muka dengan teknik montase memanfaatkan foto-foto yang pernah tampil di majalah ini.
6. No. 144, 7 Oktober 2009
Saking sibuknya, kami tak membikin ulasan soal ultah kami di halaman area. Hanya editor kami saat itu yang mengingatkan lewat eds letternya. Konsentrasi kami saat itu tercurah pada kesibukan mencari orang-orang yang layak disebut area Local Heroes. Nah, inilah kado ulang tahun ke-6 kami.
7. No. 168, 20 Oktober 2010
Outside: 7th Years Anniversary. Perayaan ultah 7 tahun ini kami hadirkan dengan sampul depan bergambar angka tujuh dan ikon-ikon kenamaan Jakarta.
Inside: We're back! Habis-habisan menampilkan orang-orang di semua divisi dalam dapur Mediasatu dan area. Oh ya, kami juga punya hadiah sticker angka tujuh untuk Anda.
area Milestone
berbenah dan berbenah
Bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Jujur saja, sejak muncul edisi perdana, area selalu berbenah. Semuanya demi mengimbangi derasnya kemajuan roda lifestyle di kota ini dan menyuguhkan ke dalam majalah ini. Well, sejumlah pembenahan tersebut banyak yang menjadi momentum yang harus dicatat menjadi bagian sejarah perkembangan majalah ini dari waktu ke waktu. Apa saja momentum-momentum tersebut? Berikut ini kami rangkumkan untuk Anda agar lebih mengenal majalah ini. Tak sekadar menyambut ulang tahun kami yang ke-8, sejatinya inilah usaha kami untuk lebih memasyarakatkan area. Tak kenal maka tak sayang, bukan?
2003 edisi pertama area terbit
Here it is! Sejarah dimulai. area terbit untuk kali pertama. Terbit 08 Oktober, edisi perdana hadir dalam 40 halaman isi dengan suguhan cover story bertajuk 50 tongkrongan favorit di Jakarta. Pertama kali muncul, area disandangi tagline “the obsessive guide to jakarta's impulsive lifestyle and entertainment”.
Ubah tagline
Di edisi 2, 22 Oktober 2003, tagline “the obsessive guide to jakarta's impulsive lifestyle and entertainment” disempurnakan menjadi “the obsessive city guide to jakarta's impulsive lifestyle, entertainment and art & culture”.
area cheap eats
Bahasan panjang plus direktori jajanan kaki lima sejatinya sudah mulai dihadirkan area pada awal-awal kehadirannya, tepatnya mulai edisi 2, 22 Okt.-05 Nov. 2003. Di edisi tersebut dihadirkan Cover Story yang membahas 50 Kaki Lima Favorit Jakarta.
Sensasi Bali
Edisi no. 5, 24 Desember 2004, rubrik Travel dimunculkan. Pertama hadir dengan ulasan bertema Bali Sensation. Di Bali, area juga menggelar new year party sekaligus launching party area di Hu'u Bar dan Ku De Ta dua hari berturut-turut.
Perubahan tagline lagi...
Masuk pada edisi 7, 11-24 Februari 2004, tagline “the obsessive city guide to jakarta's impulsive lifestyle, entertainment and art & culture” kembali disempurnakan menjadi “the obsessive lifestyle guide to jakarta's impulsive art, dinning, shopping, & and entertainment scene”.
Penulis kontributor pertama
Ade Purnama dan Komunitas Sahabat Museum hadir sebagai penulis kontributor pertama yang hadir di area. Tulisan pertama Ade Purnama dan Sahabat Museum di area yang mengulas Old Batavia muncul dalam rubrik History di edisi 7, 28 Januari 2004.
Perubahan tagline lagi (lagi)
kali keempat, pada edisi 8, 11-24 Februari 2004, tagline majalah ini kembali disempurnakan menjadi “the obsessive city guide to jakarta's impulsive art, dinning, and entertainment scene”.
Kids Lahir
meluaskan segmen pembaca, sejak edisi no. 14, 05 Mei 2004, area menyuguhkan area Kids yang bertahan hingga sekarang.
Cover dijual
Setelah 15 edisi terbit dengan cover yang didesain sendiri, mulai edisi no. 16, 09 Juni 2004, area menjual halaman muka ini untuk pemasang iklan. Citibank menjadi client perdana yang tampil di edisi area dengan cover iklan.
Feature Panjang
Sejak edisi pertama, area selalu menyajikan rubrik ulasan panjang yang membahas tema-tema unik seputar lifestyle yang tengah hangat. Pertama kali muncul di edisi perdana, rubrik ini dinamai Cover Story. Baru pada edisi no. 22, 8 September 2004 hadir dengan nama Feature.
And, The ultimate tagline is...
Nah, untuk yang terakhir, memantapkan eksistensinya sebagai city guide di kota ini, area kembali mengalami perubahan tagline. Sejak edisi 23, yang terbit pada 22 September 2004, area hadir dengan tagline “the guide to everything jakarta!”, yang bertahan hingga sekarang.
Hotseat Hilang!
Rubrik Hotseat, berisi wawancara dengan figur publik yang sedang 'hot', sempat hilang dan melebur dalam rubrik News Flash (what's hip, hot & new in Jakarta). Pertama kali hilang para edisi 26, 10 November 2004.
None Jakarta Jadi Kontributor di Area
Mela Muchlis, None Jakarta 2003, pernah hadir berkontribusi untuk Area. Dalam rubrik Travel, tulisannya hadir di edisi 27, 24 November 2004.
Rubrik Lepas Tematik
Mulai muncul pada edisi No. 30, 12 Januari 2005. Tanpa nama rubrik. Ini yang selanjutnya menjadi cikal bakal feature utama area.
Sisipan Khusus
area makin tebal! Edisi No. 40, 08 Juni 2005, ini kali pertama area menghadirkan halaman sisipan tematik 20 halaman. Tampil dengan kertas yang berbeda dari majalah dan bisa dilepas dari majalah. Sisipan pertama yang ditampilkan, yaitu Kids Holiday Guide.
Fashion in pages
setelah diminta banyak pembaca, area menghadirkan halaman fashion spread untuk pertama kalinya. Di edisi no. 61, 12 April 2006, hadir Feature Fashion sebanyak 9 halaman. Mengusung tema “One Fine Day”, halaman fashion spread tersebut menghadirkan koleksi Sogo.
Dual cover...
Edisi No. 62, 10 Mei 2006. Ini pertama kalinya area tampil dengan dual front cover. Jualan tapi tetap kreatif.
![]()
Wimar datang...
mulai edisi no. 62, 10 Mei 2006, Wimar Witoelar dan celotehnya hadir rutin dalam rubrik Wimar Says. Tulisan pertama Wimar di area berjudul “Pagar Makan Tanaman”.
Hot Seat 3
Sebelum-sebelumnya rubrik Hotseat hanya dijatah 2 halaman bahkan 1 halaman saja. Tapi, hotseat di edisi No. 67, 19 Juli 2006, yang menghadirkan Nidji, hadir dalam 3 halaman. Konsep foto besar di halaman pertama rubrik ini juga mulai diterapkan.
Bara mulai memasak di area
Halaman kolumnis di area bertambah dengan masuknya Bara Pattiradjawane. Kolom bertajuk Bara's Pots and Pans ini mulai hadir sejak edisi No. 69, 23 Agustus 2006.
Syahmedi Dean Tampil
Syahmedi Dean, penulis, jurnalis lifestyle, dan fashion editor kenamaan muncul pertama kali sebagai kolomnis untuk majalah area pada edisi No. 72, 02 Oktober 2006. kolom yang diasuhnya saat itu adalah How to Spend Your $. Baru pada edisi 74, 08 November 2006, rubrik tersebut berganti nama menjadi Style Conundrum.
Halaman bonus
Muncul pertama kali pada edisi No. 81, 21 Februari 2007 dengan bahasan Apartement 101. bentuknya mirip seperti sisipan yang menggunakan kertas berbeda. Bedanya halaman bonus ini menyatu dengan majalah. Ini juga menjadi cikal-bakal halaman feature utama area.
Sujiwo di area
lebih semarak. Area mulai menampilkan budayawan Sujiwo Tejo untuk ngoceh di area dalam kolom Frankly Speaking. Di kehadiran perdananya, edisi 82, 07 Maret 2007, si mbah tampil dengan tulisa berjudul, “Dari Kafe, Mikir Orang dan Film.”
Ramal-meramal
pada edisi No. 82, 07 Maret 2007, area memperkenalkan Diajeng Indah Angelia Basuningtyas Irawan atau akrab disapa Iyenk, seorang fortuneteller multitalenta dan kerap tampil di televisi, yang selanjutnya mengasuh kolom Sixth Sense dan menjawab segala pertanyaan ramal-ramalan dari pembaca area.
Cheap eats
ini bukan kali pertama area membahas jajanan murah berkualitas di Jakarta. Tapi, di edisi No. 84, 11 April 2007 inilah pertama kalinya nama “Cheap Eats!” muncul dan menjadi salah satu ikon majalah ini.
Sisipan bonus menjadi feature
Di edisi No. 85, 25 April 2007, halaman sisipan bonus akhirnya menjadi rubrik feature utama area yang lantas rutin hadir dengan bahasan tematik yang bisa mencapai 8-12 halaman.
Cikal Bakal area Local Heroes
di edisi No. 88, 06 Juni 2007 menghadirkan halaman Photo Feature bertajuk Saya Orang Jakarta. Saat itu hadir bertepatan dengan ulang tahun kota ini. Isinya adalah berupa photo profile dari sejumlah tokoh publik plus artikel dari Seno Gumira Ajidarma sebagai penutup. Konsep ini kemudian menjadi dasar munculnya area Local Heroes.
Hotseat 4
sejak edisi No. 88, 06 Juni 2007, rubrik Hotseat tampil dengan jatah lebih banyak, 4 halaman.
Pahlawan Jakarta
Sudah cukup eksis, kami memberanikan diri memilih dan menobatkan sejumlah tokoh sebagai area Local Heroes. Ini sekaligus apresiasi para tokoh-tokoh tersebut atas semangat dan kreatifitasnya mewarnai Jakarta. Profil-profil pahlawan area tersebut disuguhkan pertama kali di area edisi no. 96, 3 Oktober 2007. sejak itu, setiap tahunnya, berbarengan dengan ultah area, penobatan area Local Heroes berlanjut.
Perfect binding
Makin padat, makin berisi, dan makin banyak halaman. Bukan lagi 24 halaman, per edisinya area bisa mencapai 100 halaman atau lebih. Makanya, sekaligus menyegarkan tampilan, mulai edisi 168, 06 Oktober 2010, area hadir dengan kemasan perfect binding.
area off air...
2007 area menggelar program off air pertama bertajuk “area hotseat jam session”. Bertempat di Blowfish, menampilkan bintang tamu Andezzz.
areamagz.com Lahir
Menyikapi perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan berupaya untuk up to the date sambil meluaskan jangkauan pembaca, area hadir dalam wujud online, www.areamagz.com. Situs ini resmi mengudara pada 1 September 2007.
area on TV
April 2008, meski tak sesering media lain yang mengiklankan diri di televisi, iklan majalah kecil ini juga pernah tampil di salah satu stasiun televisi nasional.
Cheap Eats
tak cuma mengulas khazanah kuliner kaki lima favorit di Jakarta dalam artikel, pada 2009, area menganugerahkan pernghargaan kepada sejumlah kaki lima terpilih.
The Most Supportive
pada 2009, area memperoleh penghargaan dalam gelaran VIVA EL SCORE 2009 Awards. Berkat kiprahnya, area dianugerahi award untuk kategori The Most Supportive Media.
jabiwabi
October, 12th 2011
Selamat ulang tahun ke 8 AREA! Keep Rockin'