Lenka Live in Concert: Total Fun!
October, 7th 2011 | by Astri Apriyani | Comments: 0
Di kali kedua konsernya di Jakarta, penyanyi perempuan asal Australia ini memilih Skeenoo Hall, Gandaria City sebagai venue. Keriangannya sungguh terasa.
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Skeenoo Hall hanya berkapasitas 2.500 orang. Sedikit untuk ukuran konser standar, setidaknya jika dibandingkan dengan konser pertamanya di Jakarta Convention Center dalam L.A. Lights Indiefest pada 2009. Konon, venue ini dipilih dengan alasan Lenka ingin konser lebih intim. Sementara, tiket sudah sold out.
Interior panggung pun jauh dari mewah. Hanya ada beberapa aksesori yang menempel di dinding bertuliskan "Lenka" dengan font khasnya, serta lighting sederhana didominasi merah-ungu-hijau.
MP Enter dan Untitled Entertainment bertindak sebagai promotor. Setelah sukses besar akan konser Kylie Minogue, sang promotor mematangkan konser yang sekaligus rangkaian tur Asia Lenka ini. Santa Monica dan Raisa tampil sebagai pembuka. Santa Monica, saya pikir, terlalu berat untuk membuka konser Lenka yang musiknya pop riang-ringan. Penonton masih tegang di sini. Tapi, kemudian mencair di akhir penampilan Raisa. Jam 20.30, seisi Skeenoo Hall siap untuk Lenka.
Dengan format full band, ditemani empat lelaki yang membantu di gitar, bass, keyboard, dan drum, Lenka membuka konser dengan "Heart Skips A Beat". Dengan wajah riang--setelahnya diketahui, wajah senang itu tidak berubah sampai satu jam ke depan--, Lenka tampil cantik dengan dress tanpa lengan berwarna merah jambu. Rambut merahnya berbeda dari dua tahun lalu. Kini, Lenka lebih segar dengan rambut sebahu.
Meski sedang hamil, Lenka tidak kelihatan lelah. Hanya, geraknya berkurang banyak. Tidak masalah, karena karakter suara Lenka sendiri sudah playful. Ia memainkan suasana melalui lagunya. And, that's more than enough.
"I love you," suara perempuan dari area penonton.
Respons cepat Lenka, "I love you too." Dan, suasana menjadi lebih hangat.
Setelah "Heart Skips a Beat", "Roll with the Punches" dan "Everything at Once" dari album Two dimainkan. "Trouble is a Friend" yang dibawakan setelahnya mendapat histeria penonton sangat banyak. Alhasil, semua orang mulai sing a long merdu. Sampai Lenka berkata, "I have to remember this. Indonesia equal to a good singers." Our pleasure, dalam hati saya menjawab.
"Blinded by Love", sebuah track recycle, "Everything Okay", "Sad Song", "Like a Song", "Don't Let Me Fall", "Knock Knock", "Here to Stay", cover version "Deep Blue", "Dangerous and Sweet", dan "We Will Not Grow Old" berturut-turut dimainkan. Di banyak lagu yang berurutan dibawakan ini, penonton jadi saksi kepiawaian Lenka memainkan beragam alat musik. Keyboard, synthesizer, tamborin, sampai terompet!
Keintiman terjaga karena Lenka memasukkan beberapa lagu lama di antara lagu baru. Tapi, tetap saja, sing a long paling merdu terjadi saat lagu-lagu dari album pertama Lenka dinyanyikan.
Khusus untuk "Don't Let Me Fall", Lenka mempersembahkan track tersebut untuk bayi dalam perutnya. Juga, untuk semua orang yang sedang menunggu kedatangan bayi, semua orang yang ingin punya bayi, dan yang suatu saat nanti akan punya bayi.
Tidak terasa sudah satu jam. Serentak, lima orang yang ada di atas panggung, termasuk Lenka, menghilang ke backstage. Di sinilah teriakan "we want more" mulai sahut-sahutan. Ada sekitar 5 menit para penonton teriak meminta Lenka kembali ke panggung. Tidak sia-sia.
Drama encore ternyata terjadi di konser ini. "Two" dan "The Show" menjadi penutup yang pas. "Two" mengajak semua penonton bertepuk tangan senang. Sementara, "The Show" sukses membuat Skeenoo Hall bernyanyi. Sekelarnya, semua orang keluar hall dengan wajah senang, mungkin sesenang hati si calon ibu yang konsernya baru saja selesai digelar itu. It was fun, Lenka.
Contact the writer at astri.apriyani@mediasatu.com
Follow her on Twitter


Comments
Be the first to comment.