Sumpah Pemuda 2011
October, 28th 2011 | by Putri Ningrum | Comments: 0
Pagi ini di timeline saya banyak yang berkicau seputaran Sumpah Pemuda. Ada yang bersifat candaan, tak sedikit pula yang serius. Secara garis besar, kicauan tersebut keluar dari para pemuda. Tapi, sebenarnya sejauh apa sih arti dan esensi Sumpah Pemuda di tahun 2011?
Photo by: Dokumentasi Istimewa
Dulu waktu masih duduk di bangku sekolah, kita semua berkewajiban untuk hadir dalam upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Rasa terpaksa kemudian somehow tumbuh menjadi kecintaan. Sekarang? Tidak semua sekolah mengadakan upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Malah, lucunya lagi karena di akhir Oktober terdapat dua perayaan yang berdekatan, Sumpah Pemuda dan Halloween, justru perayaan internasional yang biasanya dirayakan dengan pesta kostum itulah yang lebih terasa euphoria-nya. Bahkan, mungkin jika dilontarkan pertanyaan tentang apa saja ketiga poin yang terdapat dalam Sumpah Pemuda, tak semua pemuda dapat menjawabnya secara spontan melainkan harus diawali dengan senyuman dan garukan kepala pertanda lupa. Sangat disayangkan, bukan?
Padahal, jika dilihat ke belakang, pemuda punya peranan penting dalam perubahan sejarah Indonesia. Yang masih membekas adalah peristiwa lengsernya Presiden Soeharto di tahun 1998. Bayangkan, jika para pemuda yang ada sekarang bergandengan tangan untuk memajukan Indonesia, asal ada kemauan semua pasti bisa terwujud dengan mudahnya. Sementara, belum semua yang mengaku pemuda atau tergolong dalam golongan orang dengan usia produktif mengerti akan esensi Sumpah Pemuda.
Beruntunglah kita hidup di jaman seperti sekarang ini, suatu era yang penuh dengan kemudahan dalam mengakses segala hal. Terbayangkah Anda, bagaimana keadaan sekitar 20—30 tahun ke belakang? Masa dimana semuanya tak semudah, secepat dan selancar sekarang ini. Jangankan internet yang dapat membuat 'segala'-nya menjadi mungkin, menyingkap semua tabir, serta rahasia kehidupan, fasilitas telekomunikasi dan pendidikan pun pasti masih langka untuk dinikmati. Tapi, hal tersebut tak lantas menjadikan orang-orang yang hidup di jaman tersebut menjadi bodoh, malas dan terbelakang. Dengan berbagai cara, mereka yang jengah dengan segala keterbatasan dan kungkungan yang ada pasti sudah berontak habis-habisan.
Nah, seharusnya, Anda bisa melakukan lebih! Mencetak banyak prestasi dan hal positif lainnya. Tak dapat dipungkiri globalisasi membawa berbagai pengaruh. Tapi Anda pun dibekali akal untuk memilah, bukan? Apalagi, keberagaman yang terdapat dalam negara Indonesia dapat dengan mudahnya Anda sederhanakan melalui buah kemajuan teknologi, salah satunya Twitter. Anda tak lagi perlu menjelajah berbagai pelosok untuk mengajak para pemuda melakukan suatu gerakan. Yang terpenting adalah jangan menjadikan ‘perbedaan’ tersebut sebagai hambatan pokok dan jangan mengeksklusifkan suatu golongan. Mari dengan semangat Sumpah Pemuda kita berbuat lebih untuk negeri ini.
Contact the writer at putri.ningrum@mediasatu.com
Follow her on Twitter
(Ilustrasi: weemsillustration.com)


Comments
Be the first to comment.